+21 Cara Uang Memancing Penyimpangan, Menimbulkan Kejahatan, Menyebabkan Kekacauan Di Dalam Masyarakat

Apabila naik turunnya uang tidak diambil alih dan dikendalikan lalu dinetralkan oleh pemerintah maka uang akan menjadi pemicu kejahatan, konflik dan konspirasi yang akan merugikan masyarakat luas namun menguntungkan orang yang pintar pintar

Uang sebagai alat tukar telah membawa banyak hal dalam kehidupan masyarakat. Ada yang berdampak positif dan ada pula yang berdampak negatif. Semuanya ini terjadi akibat perbedaan kepribadian manusia. Adalah sesuatu yang manusiawi ketika ekspresi masing-masing orang berbeda dalam menggunakannya. Demikian juga saat memperolehnya, ada yang meraihnya dengan cara baik-baik namun ada pula yang meraihnya dengan cara licik/ menipu juga tidak dapat dipungkiri bahwa ada yang memperolehnya karena keberuntungan dari hasil undian.

Namanya juga alat “tukar”, ia bisa jadi apa saja dalam hidup ini. Menjadi makanan dan minuman, menjadi baju, celana, karpet, gorden, tempat tidur, rumah dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan kita. Bahkan bisa juga sesuai dengan hawa nafsu kita yang jahat dan sesat. Jadi bisa dikatakan bahwa uangmu mengikuti hawa nafsumu, bahkan bisa kita katakan bahwa kertas rendahan ini berpotensi membuatmu menjadi jahat. Uang yang banyak dapat digunakan untuk melakukan seks bebas, membeli narkoba, minuman keras, rokok dan kejahatan lainnya.

Demikian halnya juga ketika koin demi koin dikantong anda dapat digunakan untuk mendatangkan berkat bagi orang lain. Misalnya, anda dapat membelikan minuman atau makanan (mentraktir) buat seseorang. Bisa membayarkan ongkos angkot teman yang lagi kere. Memberikan hadiah kepada seseorang yang sedang berulang tahun. Bersedekah kepada anak yatim dan piata juga kepada orang miskin. Dan masih banyak lagi hal-hal baik lainnya yang dapat anda lakukan untuk keselamatan di Sorga dan di dunia.

Tidak jarang juga ada beberapa orang yang tidak bisa mengendalikan diri ketika menggunakan uang yang membuatnya semakin jauh dari kebenaran bahkan beroleh kutuk. Saat seorang kaya hanya menggunakan sumber daya itu untuk dipamerkan kepada orang-orang yang miskin. Ketika seorang yang melimpah harta duniawinya mewujudkan hawa nafsunya dengan menghalalkan segala-cara termasuk melakukan kejahatan. Jika anda menggunakan ini untuk tujuan-tujuan yang keji niscaya kehidupan andapun akan beroleh kutuk yang daripada Tuhan.

Uang seperti buah simalakama. Lebih baik tidak punya sama sekali dari pada hawa nafsu yang sesatu turut terwujud karenanya. Namun lebih baik melimpah daripada orang-orang mencuri dan mengedepankan perbuatan menyimpang untuk memilikinya. Jadi bisa dikatakan bahwa manfaat kertas ajaib ini dapat terwujud bila jumlahnya tidak terlalu melimpah namun juga tidak terlalu sedikit, dalam artian berada pada taraf cukup. Harus dipahami bahwa segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik: hal ini juga turut berlaku untuk Rupiah yang anda pegang.

Cara uang memancing aksi kejahatan

Kertas ajaib ini bisa jadi apa saja, tergantung dari tangan-tangan yang memegangnya. Bisa positif namun bisa juga menjadi lebih buruk. Ada baiknya sebelum seseorang dipercayakan dengan beberapa lembar rupiah, alangkah lebih baik jikalau sikawan ini terlebih dahulu mampu mengendalikan hawa nafsunya. Sebelum seseorang mampu mengendalikan diri maka sebaiknya ia tidak diberikan seperserpun. Berikut beberapa trik uang untuk memancing penyimpangan sosial dan menimbulkan kejahatan besar sampai kecil juga sampai bisa menyebabkan kekacauan sosial di dalam masyarakat.

  1. Seorang jutawan melindungi dirinya dari ujian sosial (yang seharusnya terjadi) dengan kekuasaan, pengaruh dan uang yang ia miliki.

    Perilaku ini sama saja dengan menimbun ujian kehidupan yang pada akhirnya akan terjadi juga tetapi SEKALIGUS dengan efek penghancur/ dampak kerusakan yang tinggi.

  2. Anak seorang jutawan yang selalu dimanja dan tidak pernah ditekan akan menjadi manja dan cenderung tidak mampu mengendalikan hawa nafsu dan dirinya sendiri.

    Ketika seorang anak taunya hanya dilayani tanpa pernah belajar untuk melayani dan hidup dalam tekanan suatu saat akan menemukan kesulitan dalam hidupnya. Kebiasaan tidak mau tertekan membuatmu manja sehingga lupa untuk belajar mengendalikan hawa nafsu yang sesat (misalnya amarah yang membara). Pada akhirnya, kedewasaan tetap menjauh darinya sekalipun umur sudah menua.

  3. Seorang pengusaha kaya selalu menyajikan aneka macam masakan setiap hari saat keluarga berkumpul di meja makan.

    Pada akhirnya, tidak termakan semuanya sehingga banyak makanan yang dibuang-buang. Memang karena saking kayanya manusia itu maka lebih suka menghambur-hamburkan hartanya. Padahal ia tidak menyadari bahwa di luar sana masih banyak orang yang kekurangan saat makan.

  4. Seorang istri pejabat belanja barang mewah untuk pamer kepada teman-teman arisannya dan kepada para tetangga juga.

    Kalau yang seperti ini telah menjadi pemandangan biasa. Uang haram tidak akan membawa kebaikan melainkan hanya menyisakan kegelisahan lalu yang diuntungkan adalah kaum marketing (pengusaha).

  5. Akibat kekurangan rupiah seseorang mencuri dari sesamanya.

    Manusia ketika dia kekurangan maka yang berlaku adalah “ambil apa saja yang ada didepanmu”.

  6. Karena tidak ada uang seseorang membunuh pemilik motor di jalanan (begal motor).

    Tanpa kesejahteraan manusia adalah binatang dan hidup ini seperti di rimba saja.

  7. Mengorek iri hati terhadap uang orang lain, seseorang memaki sesamanya.

    Iri hati merupakan kedengkian yang berujung pada perbuatan menyimpang.

  8. Merasa kesombongan orang berduit memuncak maka seseorang main hakim sendiri untuk membalaskan sakit hatinya.

    Saat kita sombong maka ada banyak cara Tuhan untuk menjatuhkan diri ini.

  9. Demi JASA yang tinggi seseorang melemahkan orang lain untuk dijadikan sapi perah.

    Sistem pembayaran dengan sistem jasa cenderung mendeorong orang untuk berusaha melebihi batas-batas kewajaran sampai menghalalkan segala cara.

  10. Karena berburu jabatan lahan basah pusaran uang maka seseorang rela membayar mahar yang tinggi.

    Semakin basa lahannya maka semakin tinggi pula maharnya.

  11. Untuk mengejar posisi yang tinggi dalam masyarakat maka beberapa orang malakukannya dengan mengedepankan manipulasi.

    Isu-isu manipulatif dapat berakhir benar bagi orang bodoh akan tetapi mereka yang kritis dan selektif akan benar-benar waspada menentukan pilihan.

  12. Demi mewujudkan mimpi-mimpinya (yang sesat) maka seorang yang kaya raya melakukan operasi plastik.

    Merasa masih kurang dengan pemberian Tuhan maka orang akan terjerumus untuk melakukan hal-hal yang berlebihan.

  13. Mau memenangkan suatu lomba (hawa nafsu tinggi) maka orang kaya rela membayar siapa saja agar ia masuk urutan pertama.

    Ketika uang telah menjadi penentu kemenangan, “apa kata dunia?

  14. Hendak menghilangkan pelanggarannya maka seseorang rela sogok-sana sini untuk membuat masa lalunya “clear”.

    Ketika uang adalah segalanya maka orang-orang berpendidikan tinggi sekalipun akan menjadi budaknya.

  15. Untuk menjadi orang yang kaya raya dengan cepat maka seseorang melakukan aksi tipu-tipu kepada para pelanggannya.

    Budaya instan sebaiknya jauhkan dari dalam kehidupanmu sebab hidup butuh proses.

  16. Karena sumber daya yang berlebihan (terlalu kaya) maka seorang mewujudkan ambisinya sekalipun itu jahat.

    Uang yang terlalu banyak membuat manusia kehilangan akal sehatnya (gak punya logika bah….)

  17. Agar menjadi pemenang tunggal maka seorang richman menekan, melemahkan dan memanipulasi lawan-lawannya bahkan tidak segan-segan untuk menghancurkan mereka.

    Harta membuatmu gelap mata sob? Siap-siaplah menanggung akibatnya fatal dunia – akhirat lho….

  18. Salah satu seniman yang memaksakan diri untuk terus berkarya pada akhirnya menghasilkan sesuatu yang merusak pola pikir orang lain.

    Seorang seniman lebih baik berkarya terus untuk membuat hidup lebih baik.

  19. Seorang miliader membayar perancang acara (event organizer) untuk membuat suatu acara/ perlombaan/ pagelaran/ reuni yang nyeleneh, aneh dan syarat dengan hawa nafsu kebinatangan.

    Uang membuat event/ acara maka mencari cara untuk melemahkan rakyat banyak.

  20. Demi uang seseorang membabat hutan sampai habis (pembalakan liar).

    Kalau hawa nafsunya tinggi, apa saja dikorbankan dan dipaksakan.

  21. Kekayaan seseorang membuatnya memboroskan sumber daya hingga habis dan sisanya (sampahnya) merusak lingkungan.

    Penggunaan sumber daya selalu menyisakan zat sisa atau sampah atau disebut juga emisi yang berdampak bagi pencemaran lingkungan.

  22. Dan masih banyak lagi bentuk-bentuk lainnya.

Uang telah menyebabkan ribuan, jutaan bahkan miliaran kejahatan di dalam dunia ini. Jika kertas ajaib ini terus menerus dijadikan pancingan ditengah masyarakat maka dapat dipastikan bahwa kondisi akar rumput akan terus bergejolak bahkan pada akhirnya berkecamuk kekacauan yang sifatnya meluas. Negara harus menjadi pengendali kepemilikan uang agar seluruh rakyat dapat memilikinya tanpa ada pengecualiaan dimana setiap perputarannya akan menghasilkan keuntungan yang juga akan dirasakan oleh masyarakat dan bukan menjadi bahan kunyahan bagi kapitalis yang egois dan memperkaya dirinya sendiri.

Salam keuangan gotong royong – salam ekonomi kerakyatan!

Iklan

2 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s