Cara Kunci Menghilangkan Sakit Hati – Hancurkan Hatimu Yang Penuh Kesombongan Sebelum Orang Lain Menghancurkannya

CARA menghilangkan sakit hati menghancurkan kesombongan sebelum orang lain melakukannya

Kristen Sejati – Hati manusia secara default adalah sombong. Kesombongan inilah yang selalu saja menuntun manusia untuk mengeraskan hatinya sehingga tetap berjalan dijalur-jalur yang cenderung salah. Rasa yang membuat orang semakin lemah saja hatinya, tapi memang kalau dilihat dari luar sepertinya tangguh banget. Bakal banyak sekali masalah yang mungkin akan didatangkan oleh hal ini terlebih ketika anda menjalin hubungan sosial di dalam masyarakat.

Keangkuhan membuatmu cenderung anti sosial. Sifat ini bisa saja menjauhkanmu dari kebanyakan orang dilingkungan sekitar. Kemungkinan besar akan dituntun untuk melakukan tindakan-tindakan yang berada diluar batas kewajaran (hiper – lebay). Mengekspresikan sikap kepedeaan yang sangat kental dan cenderung menganggap orang lain lebih rendah.

Sikap perfeksionis adalah ciri khas dari kepribadian orang-orang sombong. Mereka menganggap segala sesuatu sangatlah sempurna adanya, tanpa cacat cela sedikitpun. Akibatnya ketika ada sedikit saja kesalahan maka muncullah amarah dan tindakan agresif. Ini juga berdampak pada keengganan mereka untuk menerima tantangan atau lebih tepatnya ujian sosial dari orang lain. Dalam hal inilah banyak orang sombong yang tersandung jatuh seketika karena tidak mau menerima rasa sakit itu apa adanya.

Faktor yang menyebabkan sakit hati

Lagi pula mereka yang tidak pernah mengalami tekanan dalam hidupnya, cenderung akan mudah mengalami stres saat hal tersebut terjadi baru-baru pertama. Anda patut berterima kasih kepada Tuhan bila selama ini anda pernah (mungkin kerap kali) merasakan hati yang hancur lebur karena suatu masalah. Sadar atau tidak keadaan ini akan membuatmu lebih tegar dalam menjalani hidup. Hampir semua persoalan hidup bisa membuat hati ini hancur. Berikut alasan selengkapnya mengapa seseorang mengalami situasi yang hampir sama.

  • Adanya kesombongan di dalam hati ini.
  • Karena belum pernah sebelumnya mengalami proses Belum siap menghadapi ujian sosial.
  • Kesalahan sendiripun dapat memicunya.
  • Tidak mampu mengerti/ mentolerir kekhilafan orang lain.

Kunci menghilangkan sakit hati.

Sekarang, perhatikanlah Firman ini, Mazmur 51:19 yang berkata, Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Artinya, saat hati kita dihancurkan oleh situasi atau seseorang maka disaat itulah tepat bagi kita untuk kembali kepada Allah. Suasana hati seperti ini mengindikasikan seseorang yang telah kehilangan harapan, yang letih, lesu  dan tak berdaya menghadapi keras dan terjalnya jalan hidup di dunia ini.

Itulah yang seharusnya kita lakukan dengan kesombongan yang ada di dalam hati ini, yakni menghancurkannya. Sebab, setiap kali rasa sombong ini dihancurkan oleh orang lain maka sakit hati itu akan terasa menusuk-nusuk dada. Sesama manusia tidak selalu menghancurkan hati ini karena itulah sakitnya akan terasa banget. Akan tetapi anda sendiri dapat selalu menghancurkannya sehingga menjadi terbiasa.

Menjadi pengikut Yesus harus menyangkal diri

Teori ini kami dapat dari salah satu syarat mengikut Yesus dalam Matius 16:24 yang berkata demikian; Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Menyangkal diri adalah salah satu cara menghilangkan kesombongan dalam hati ini. Kamipun sering melakukannya dengan cara-cara halus. Misalnya saat seseorang mengatakan “kamu hebat ya bisa melakukan ini!” Maka anda dapat menjawabnya, “semuanya ini adalah usaha kita/ ini adalah hasil jerih lelah tim/ itu hanya sebuah keberuntungan/ kebetulan”. Atau dengan “Kami bukan apa-apa jika tidak ada kerja sama dari orang lain”. “Itu bukan apa-apa, kami hanya menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi masing-masing”. Dan lain sebagainya.

Cara merendahkan diri untuk menghancurkan hati sendiri sebelum orang lain menghancurkannya

Lebih lanjut untuk menyangkal diri dengan cara yang ekstrim seperti yang diajarkan Rasul Paulus yaitu dengan cara merendahkan diri dihadapan Tuhan. Seperti yang tertulis dalam I Korintus 4:12-13, yang berbunyi demikian: kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

Coba perhatikan sikap Rasul Paulus di atas, ditengah-tengah perlakuan buruk orang lain kepadanya, ia tetap bersikap ramah kepada orang lain. Inilah yang kami sebut dengan konsentrasi tingkat tinggi, yakni tetap bersikap baik ditengah situasi yang amburadur/ kacau balau.

Ingatlah bahwa rasa sombong itu dapat membangkitkan binatang yang berdiam di dalam hatimu. Terlebih ketika sedang terluka karena perlakuan buruk dari orang lain maka cenderung tidak bisa mengendalikan diri, agresif lalu menyerang sesama manusia. Oleh karena itu sebelum semuanya itu terjadi alangkah lebih baik jika anda menghancurkan kesombongan itu dengan mengatakannya:

Terimakasih ya Tuhan, kami ini hanya manusia sampah yang tidak berarti, hinakan kami di bawah kaki salib-Mu”. Atau bisa juga dengan

Kami pantas mendapatkannya, kamilah manusia yang tidak berarti dan tidak berharga, debu yang tidak berguna, mohon pertolongan yang daripada Engkau ya Tuhan”. Silahkan buat bahasa sendiri kawan

Sakit hati semakin rentan oleh karena adanya kesombongan di dalam diri ini. Sebelum rasa sombong itu hancur maka hati ini rentan dihancurkan oleh situasi dan sikap orang lain yang kurang berkenan di hati. Injak dirimu sendiri sehingga ketika orang lain menginjaknya maka rasa sakit itu sudah layu sebelum mengembang.

Salam tegar! Salam kerendahan hati!

Iklan

13 comments

  1. […] Wilayah ini sangat rentan dengan kesombongan padahal setiap orang yang sombong menjadi lemah dan jatuh karenanya. Ini adalah wilayang yang hanya diketahui oleh mereka yang mengenal dirinya, mengerti semua rasa yang diekspresikannya dan terbiasa sederhana dalam segala hal. Salah satu dorongan kuat untuk menjadi sombong adalah iri hati melihat kesuksesan orang lain. Mereka yang tidak mampu mengendalikan rasa ini cenderung melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan untuk menjatuhkannya. Akan tetapi mereka yang mampu mengontrol rasa iri akan mengubahnya menjadi kekuatan untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Selengkapnya, Cara menekan kesombongan […]

    Suka

  2. […] Menghancurkan hati dan kesombongan didalamnya. Ini juga dalam pelaksanaannya sama dengan menyangkal diri. Akan tetapi, dilakukan saat anda mulai mengeneli gejala mencuatnya rasa sombong itu ke permukaan. Bisa saja dengan mengatakan “Injak saya ya Tuhan dibawah kaki-Mu sebab hati ini terlalu sombong memandang orang lain“. “Hinakan saya dibawah kaki salibmu agar saya layak dihadapan-Mu“. Silahkan susun kata-kata sendiri teman. […]

    Suka

  3. […] Jika kedengkian seseorang telah terwujud dengan hadirnya apa yang diinginkan hatinya maka iapun akan menyombongkan diri dengan itu. Misalnya saja, saat orang lain memiliki smartphone baru, seseorang yang hatinya mengiri akan membeli hal yang sama pula. Ketika ia telah memperoleh smarthphone tersebut maka cenderung memarkannya kepada orang yang sebelumnya telah memilikinya. Simak, Cara menekan kesombongan […]

    Suka

  4. […] Hancurkanlah hatimu dengan mulai merendahkan, menghinakan bahkan menginjak diri sendiri dengan mengirimkan sugesti-sugesti lemah yang mengarah kepada Tuhan. Teknik ini diperkenalkan pertama kali oleh Tuhan Yesus dalam ajarannya yang mensyaratkan penyangkalan diri bagi setiap pengikutnya. Setiap orang yang mampu mengembangkan teknik penyangkalan diri ini akan dibebaskan dari berbagai-bagai bentuk kesombongan dan hawa nafsu juga ego yang tidak sepantasnya. Misalnya. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s