Manusia Dalam Lingkaran Intelektual – Logika Yang Dominan Membuatmu Tidak Punya Hati Yang Diperparah Oleh Dendam Dan Iri Hati

Manusia dalam lingkaran intelektual, logika yang kuat menghilangkan hati nuranimu, jadilah manusiawi

Manusia memiliki kecerdasan intelektual yang sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Tidak semua orang dilahirkan pintar, ada beberapa dari kita yang memiliki bakat khusus, yang unik dan berbeda dari yang lainnya (yang bukan tipe analisis). Harus kami akui bahwa peran akal sehat dalam menyelesaikan masalah telah banyak memberi solusi buat kemajuan kehidupan manusia.

Kamampuan intelektual solusi berbagai persoalan hidup

Kepintaran manusia diberbagai bidang telah banyak memberi kontribusi untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, pariwisata, hiburan dan kesehatan. Tidak ada satupun bidang dalam hidup ini yang tidak membutuhkan kemampuan intelektual. Melainkan ketajaman berlogika telah hadir untuk memberi ide: inovasi, kreasi dan kolaborasi.

Tingginya logika manusia mendatangkan keuntungan yang luar biasa. Tidak hanya mampu memberikan solusi-solusi biasa melainkan juga mampu memadukan berbagai hal untuk menghasilkan sesuatu yang lebih bernilai dan lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tidak hanya itu saja, melainkan ada berbagai macam penemuan yang dapat memberi kemudahan, menghibur dan mendatangkan kenyamanan bahkan juga menyelesaikan masalah bagi setiap penikmatnya.

Harus kami akui bahwa di masa kini, kemampuan intelektual telah melampaui batas-batas kemanusiaan itu sendiri. Misalnya saja saat ada ilmuan yang mengakui bahwa mampu membuat kloning manusia (sekalipun belum dibuktikan). Atau dalam penemuan komputer yang kecepatannya menghitung dan mengolah data lebih cepat daripada kemampuan orang terpintar sekalipun.

Setiap orang cerdas harus diuji agar bebas dari dendam dan iri hati : itu TAKDIR

Tahukah anda bahwa ujian terhadap orang-orang intelektual itu sangan intens dilakukan oleh masyarakat disekitarnya. Bahkan pernah ada beberapa intelek dari kalangan ilmuan yang dianggap gila karena teori-teorinya nyeleneh. Padahal sesungguhnya ini hanyalah sebuah usaha untuk mencari sensasi demi menghibur diri dari penatnya kehidupan sosial. Mungkin jika mereka lebih mengenal kebenaran maka penghiburan sejati itupun akan muncul lalu terpancar dari dalam hati.

Sayang, tahukah anda bahwa beberapa orang pintar kelas dunia melarikan diri dari masalah sosial untuk sekedar mencari hiburan dari kenikmatan harta dan kekuasaan yang dimilikinya. Kamipun bisa merasakan bahwa “telah menjadi sasaran utama ketidaknyamanan sosial dari berbagai pihak“, baik yang jelas-jelas dengki, tidak senang atau sekedar iseng saja. Ini lazim terjadi sebab “dimana ada kemampuan yang besar maka disitu pula ada ujian yang besar“.

Orang-orang pintar dan cerdas telah menjadi sasaran utama ujian sosial di dalam masyarakat. Sayang beberapa dari mereka menyimpang dari kebenaran lalu mencari penghiburan lewat materi dan kenikmatan dunia. Mereka yang intelektualnya tinggi namun belum dewasa biasanya sangat pendendam dan sulit sekali memaafkan orang lain. Biasanya saat menghadapi pencobaan hati kecilnya akan berkata “tunggu sampai aku sukses lalu aku akan lebih hebat dari kalian” atau bisa juga “tunggu sampai kamu melihat kemampuanku maka kalian semua akan malu-malu kucing“.

Sadar ataupun tidak, dendam dan iri hati semacam inilah yang sering membuat orang pintar terjerumus dalam praktek-praktek yang cinta uang dan harta duniawi yang tidak halal. Mereka berusaha keras memeras otaknya untuk menghasilkan uang, harta dan kemewahan yang notabene digunakan untuk “pamer” lalu membalas orang-orang yang dahulu pernah menyakiti mereka.

Bagaimana kami menjelaskan tentang KENYATAAN DIBALIK UJIAN KEHIDUPAN. Memang sudah TAKDIR kita (orang intelek) untuk mengalami pencobaan. Sadarilah bahwa ada banyak manfaat dibalik penderitaan itu. Ini jugalah yang dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mengendalikan sisi emosional dan intelektual yang dimiliki. Dalam artian semua pemurnian itu dapat membuatmu menjadi lebih cerdas bahkan bijak.

Saatnya berbelas kasihan dan melirik kepada hati nurani masing-masing

Redam bahkan hilangkanlah dendam dan iri hati kepada orang lain dari dalam hati anda dengan cara mengasihi mereka kembali. Sebab memelihara kedua pikiran kotor ini hanya akan (1) mendatangkan situasi yang tidak damai, (2) membentuk lingkaran kebencian, (3) mengubahmu menjadi orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Apabila ini terus berlanjut maka sisi emosional positifmu akan dikikis lalu digerus habis sampai kamu tidak memiliki perasaan sama sekali. Justru yang ada dalam pikiranmu adalah bagaimana caranya agar untung terus sekalipun di atas penderitaan orang lain.

Sikap yang sangat perhitungan ini membuatmu egois alias mementingkan diri sendiri. Menganggap bahwa semua yang telah jadi itu adalah karena usahamu sendiri sampai-sampai peran orang lain dianggap sepele. Padahal kenyataannya adalah tanpa kamu tidak ada sistem dan tanpa mereka juga tidak mungkin sistem itu bisa berjalan. Anggap saja kasus ini tentang seorang CEO sebuah perusahaan besar dan karyawannya.

Anda (CEO) yang tidak punya hati itu, mencari, mengumpulkan dan menimbun secara berlebihan. Sedangkan orang lain (karyawan biasa) hanya mendapat serpihannya saja. Lalu anda menganggap bahwa itu sudah adil banget. Padahal karyawan bekerja untuk sistem dan andapun bekerja untuk sistem. Akan tetapi mengapa kesejahteraan sistem tidak dibagikan dalam kesetaraan?

Manusia tidak bisa dinilai dari kemampuan intelektualnya saja melainkan masing-masing orang memiliki potensi yang berbeda

Manusia dianugrahkan Tuhan kemampuan yang berbeda-beda satu sama lain. Dengan bakat itulah kita mengabdi kepada negara ini untuk membuatnya tetap bergerak sesuai fungsinya masing-masing. Perhatikan ayat ini, yang terambil dari I Korintus 12:12 yang berbunyi : Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

Setiap orang dari sistem mempunyai fungsi yang berbeda-beda, ada yang digunakan untuk bergerak, melihat, mendengar, membaui, meraba, menggenggam dan masih banyak lagi fungsi-fungsi lainnya. Tetapi bukan berarti kaki bisa lebih gemuk/ lebih makmur dari bagian-bagian lainnya. Melainkan jika yang satu sejahtera maka yang lainnnyapun sejahtera. Jika salah satu menderita maka yang lainnyapun turut merasakan keadaan tersebut. Di atas semuanya itu, kita adalah satu tubuh tanpa ada bagian yang harus dikorbankan untuk bagian yang lainnya.

Kemampuan otakmu untuk menemukan berbagai hal jangan sampai menghilangkan sisi humanisme dalam hati anda. Sadarilah bahwa kita memang dilahirkan berbeda sejak dari awal. Lalu pantaskah kita tidak mengakui perbedaan itu bahkan menghukumnya dengan memberikan bagian yang kecil kepada mereka yang notabene tidak sama seperti kita? Saatnya untuk hati anda tergerak dengan belas kasihan dan tidak menilai manusia dari kelemahannya. Melainkan mulai menghargai mereka lewat kemampuan yang mereka miliki. Di dalam perbedaan itulah kita bersinergi untuk membuat sebuah sistem yang aman, nyaman, harmonis dan sejahtera.

Saat sumber daya dibagi rata maka perputaran ekonomi lebih maksimal sehingga tidak mungkin ada kemiskinan dan pengangguran

Mari pertimbangkan lebih jauh kedepan. Ketika sumber daya hanya bertumpuk kepada satu-dua orang saja maka potensi itu cenderung disimpan/ ditabung. Andapun mustahil mampu menghabiskan semua sumber daya itu sebab (misalnya) banyak makan saja bisa membuatmu sakit, banyak jalan-jalan juga dapat membuatmu lelah dan lain-lain. Artinya, sumber daya yang banyak itu tidak akan membawa banyak manfaat melainkan hanya akan menguntungkan pihak bank.

Coba deh pikir-pikir, bila sumber daya itu dibagi rata kepada semua orang: bukankah uang itu akan menjadi lebih bermanfaat dimana ekonomipun akan berputar cepat? Hindari terus-terusan menjadi orang yang terlalu memperhitungkan untung dan ruginya, adakalanya andapun harus menggunakan hati nurani agar lebih manusiawi dan peka dengan kebutuhan sesama.

Salam pengasihan & Salam kesetaraan !

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s