9 Alasan Mengapa Indonesia Adalah Negara Demokrasi Sosialis Murni

Faktor penyebab Indonesia adalah negara Demokrasi Sosialis Murni

Indonesia negara khatulistiwa yang gemah ripah loh jinawi syarat dengan sumber daya alam yang melimpah-limpah tetapi tidak sedikit dari rakyatnya yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Hanya kalangan tertentu saja yang berkali-kali dipuaskan oleh semua kekayaan itu, sayang beberapa orang dibiarkan hidup terlantar.

Katanya kaya tapi mengapa ngutang terus?

Dimana semua kekayaan SDA itu? Tahun berganti tahun tetapi negara ini bahkan tidak bisa berdikari di bidang pangan. Kita masih sangat ketergantungan dengan produk-produk import, tidak masalah jika itu hasil teknologi. Namun kebanyakan produk tersebut adalah hasil bumi: pertanian dan peternakan. Apakah ini yang namanya makmur itu?

Rezim yang baru digantikan oleh rezim yang lama namun yang ada utang luar negeri semakin bertambah-tambah. Ada baiknya pemerintah kembali mengoreksi keuangan negeri ini, kemanakah semua aliran dana tersebut dihambur-hamburkan? Mengapakah kemiskinan dan pengangguran masih saja ada? Ada indikasi semua dana itu mengalir ke.

  • Didedikasikan untuk belanja barang impor.

    Tidak masalah selama barang impor itu berupa hasil teknologi yang tidak dapat kita hasilkan. Akan tetapi, jika itu barang dapat dihasilkan di negeri sendiri, mengapa harus diimpor? Seperti beras dan daging.

  • Kantong kapitalis yang “memanen” di negeri ini.

    Inilah jadinya ketika swasta diberi kebebasan penuh untuk memanen di negeri ini. Gelontoran dana yang besar itu bukannya masuk kembali ke kas pemerintah malah memperkaya beberapa oknum swasta. Mereka mana mau peduli sama kemiskinan dan pengangguran? Mereka itu serakah dan maunya menimbun terus hingga kaya raya. Padahal mustahil kapitalis bisa berjaya tanpa dukungan dana dari rakyat banyak.

  • Memuaskan aparatur negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif).

    Berapa sajakah belanja semua lembaga negara jika ditotalkan? Sepertinya mereka kelebihan beban sebab kerja hanya melambaikan tangan kepada rakyat, duduk-duduk, rapat-rapat lalu setelah itu jalan-jalan dan pelesiran ke tempat-tembat yang mewah.

    Apakah pekerjaan semacam ini layak dibayar mahal? Toh mereka hanya menggunakan otaknya. Lalu apa bedanya dengan mereka yang bekerja menggunakan ototonya (seperti para petani?).

Adalah tidak manusiawi kalau sudah pintar haruskah dibayar lebih dari yang lain?

Logika telah menguasai manusia di dunia ini dan termasuk di Indonesia. Karena hanya mengembangkan logika sehingga menjadi sangat tinggi hingga hatinya sudah tidak ada lagi. Ketika manusia-manusia intelek yang tidak punya hati berkuasa maka mereka hanya memikirkan untung-ruginya saja. Lalu mengabaikan sisi kemanusiawian. Mereka pikir logikanya adalah segalanya, mereka pikir dengan hanya logika saja maka mereka tidak lagi butuh orang lain.

Hati-hati dengan intelektual yang anda miliki kawan. Jangan sampai kemanusiawiaanmu terkikis sehingga membuatmu tidak lagi punya hati saat memandang sesama. Jika yang satu kuat di otot (petani) dan anda kuat di otak (aparatur negara) apakah perbedaannya? Atau bagaimana kalau sekarang kita ganti saja, anda dengan intelektual tinggi disuruh untuk bertani, mampukah anda melakukannya?

Inilah yang disebut dengan humanisme, kita berbeda, fungsi kita berbeda, peran kita juga berbeda namun kita duduk bersama dalam kesetaraan. Mereka yang kemampuannya berpikir akan dikelompokkan dan dipekerjakan pada bidang yang membutuhkan analisis tinggi. Kemudian mereka yang kemampuannya beraktivitas dengan ototnya maka akan dikumpulkan untuk melakukan pekerjaan yang membutuhkan otot.

Tidak ada gunanya memaksa orang untuk melakukan sesuatu yang tidak mampu ia kerjakan. Istilah kerennya “emang dari sononya udah gitu orangnya“. Setiap orang memiliki kemampuan maka dengan potensi itulah ia menjadi berguna bagi yang lainnya. Sebab mustahil anda tidak butuh orang lain dalam hidup ini. Karena kita saling melayani dan dilayani dengan bakat masing-masing sehingga terciptalah sebuah sistem yang benar-benar stabil, aman dan sejahtera.

Faktor penyebab Indonesia adalah negara demokrasi sosialis murni

Berikut ini akan kami ungkapkan beberapa alasan yang telah kami kumpulkan, mengapa Indonesia sangat cocok untuk menjadi republik sosialis.

  1. Di zaman pra kemerdekaan kita dipersatukan oleh berbagai persamaan bukan oleh kekuatan kapitalis.

    Nusantara sebelum merdeka dipersatukan oleh persamaan rasa, yaitu: wilayah historis yang sama, penderitaan yang sama, musuh yang sama dan tujuan yang sama pula. Oleh sebab itulah para pendiri bangsa ini memutuskan untuk bersatu padu demi mewujudkan tujuan yang sama.

  2. Negara ini didirikan di atas dasar gotong royong.

    Negara Indonesia berdiri atas dasar kebersamaan. Bukan hanya karena kekuatan dan kemampuan satu atau beberapa pihak saja. Melainkan semua pihak mengambil bagian dan peran masing-masing untuk bahu-membahu memperjuangkan berdirinya NKRI.

  3. Pancasila yang menjamin keadilan sosial (kesetaraan) bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Keadilan sosial itu, saat orang yang ini memiliki A maka orang lainpun memiliki A. Ketika seseorang menggunakan B maka orang lainpun menggunakan B. Sewaktu ia memakan C maka yang lainpun memakan C.

    Apakah adil jika yang satu mengkonsumsi ABC sedangkan yang lainnya hanya mengkonsumsi C saja?

  4. Semboyan Pancasila yang mengatakan “berbeda-beda tetapi tetap satu jua“.

    Dasar Negara kita mengakui bahwa manusia dilahirkan berbeda satu sama lain. Demikian juga dengan tugas dan fungsi masing-masing memiliki perbedaan yang nyata. Akan tetapi di tengah-tengah perbedaan itu, kita tetap satu, Indonesia. Seperti itu juga dengan kemampuan/ potensi dan pekerjaan yang kita lakukan, berbeda-beda tetapi bayarannya tetap satu/ sama. Sebab semua orang mengambil peran yang tidak kalah pentingnya dari yang lainnya. Tanpa peran itu maka sistem akan terganggu bahkan akan berhenti berputar.

  5. Azas persamaan hak dimata hukum dan undang-undang.

    Konstitusi menjamin persamaan hak dimata hukum. Pancasila dan Undang-Undang Dasar adalah Indonesia itu sendiri. Tanpa hukum tersebut maka tidak ada Indonesia. Demikian juga dalam hal penggunaan uang negara: “Semua orang memiliki hak yang sama atas APBN“.

  6. Azas kedaulatan rakyat.

    Prinsip demokrasi yang sangat terkenal adalah dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Di dalam hidup bermasyarakat, kita berbeda satu sama lain. Demikian halnya juga dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing yang tidak sama. Apa yang kita lakukan dan apa yang kita berikan didedikasikan agar Indonesia terus maju. Ketika negara makmur maka sudah seharusnya juga ada yang namanya pemerataan pendapatan sehingga kesejahteraan itu dirasakan oleh semua kalangan. Sebab Indonesia didirikan semata-mata untuk kepentingan bersama, kepentingan masyarakat.

  7. Azas humanisme.

    Manusia dilahirkan dengan kemampuan yang berbeda satu-sama lain: ini sangat manusiawi. Ada orang-orang yang bekerja dengan otaknya namun ada juga mereka yang bekerja dengan ototnya. Adalah tidak mungkin ketika kita menempatkan orang-orang intelek dibagian-bagian yang membutuhkan kekuatan otot dan demikian juga sebaliknya. Apakah orang-orang yang pintar bisa hidup tanpa mereka yang fisiknya kuat? TIDAK. Melainkan semuanya saling membutuhkan dalam sebuah sistem yang setara.

  8. Azas stabilitas keamanan nasional.

    Yang kami perhatikan saat ini adalah “Semua orang pada minta jatah dari pemerintah“. Akan tetapi negara tidak dapat memberikannya sebab sumber daya itu ditumpuk di tangan satu-satu orang saja. Coba kalau itu dibagi rata, pasti semuanya dapat jatah, pasti semuanya sejahtera. Sehingga tidak ada lagi orang yang ngutil dan mencuri sana-sini sebab dia sudah makmur duluan.

  9. Azas stabilitas yang inovatif, kreatif dan kolaboratif.

    Yakinlah, bahwa ketika kebutuhan manusia telah terpenuhi semuanya maka “otaknya mulai encer lalu mulailah menemukan sebuah inovasi, kreasi dan kolaborasi untuk membuat hidupnya menjadi lebih baik. Harus diakui bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan manusia adalah kesejahteraan hidupnya.

Indonesia adalah negara demokrasi yang luar biasa. Ingatlah bahwa ada dua demokrasi, yaitu demokarasi rakyat (PEMILU) dan demokrasi Tuhan (UNDIAN). Dimana ada demokrasi maka disitupun ada kedaulatan rakyat maka sudah seharusnya kesejahteraan adalah untuk seluruh masyarakat tanpa terkecuali.

Salam Indonesia maju!

Iklan

6 comments

  1. […] Indonesia adalah negara gotong-royong yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Artinya, semua sumber daya itu adalah hak masyarakat luas. Negara ada untuk melayani kebutuhan masyarakat bukan malah sebaliknya. Sistim dan motor penggerak negara Indonesia terkadang kehilangan arah tujuannya. Ada kecenderungan yang sangat besar bahwa APBN hanya dinikmati oleh beberapa kalangan saja. […]

    Suka

  2. […] Oleh karenanya, alangkah lebih baik jikalau sumber daya yang diberikan negara kepada seluruh masyarakat disetarakan satu dengan yang lainnya. Sehingga terwujudlah stabilitas politik, ekonomi, keamanan dan kehidupan sosial yang damai dan sangat kondusif dari hari ke hari. Baca juga, Indonesia negara demokrasi sosialis […]

    Suka

  3. […] Adil dalam membagi kekuasaan. Sesungguhnya yang namanya politik bagi-bagi kekuasaan itu adalah tidak ada. Ini sama saja dengan kebiasaan bagi-bagi jatah sumber daya yang sudah tersedia. Inilah yang terjadi ketika kekuasaan berada di tangan manusia alhasil akan termakan oleh sifat keserakahan yang sesat dan tidak terkendali. Karena itu, ada baiknya jikalau kekuasaan dikembalikan kepada masyarakat luas sehingga sekiranya ada ancaman yang datang maka semuanya akan pasang bandan membela NKRI. Dan karena kita berada di negara yang percaya akan adanya Tuhan maka sudah sepatutnya untuk memberlakukan undian (demokrasi Tuhan) setelah demokrasi rakyat (pemilu-voting). Pahami juga, Indonesia Demokrasi Sosialis. […]

    Suka

  4. […] Negara yang masuk dalam Uni Eropa adalah penganut sosialis dimana kesejahteraan bukan hanya untuk orang tertentu saja melainkan setiap orang layak disejahterakan oleh negaranya. Pada dasarnya, orang-orang yang sudah sejahtera lebih mudah untuk mengekspresikan diri, beraktualisasi hingga menghasilkan karya-karya yang tidak biasa. Baca juga, Indonesia perlu menganut sistem demokrasi sosialis. […]

    Suka

  5. […] Oleh karena itu, pemerintah harus mampu memutar dan membagi sumber daya yang ada. Apa-apa saja yang dapat diperbaharui harus sedapat mungkin dicicipi oleh seluruh rakyat banyak. Jikalau ini tidak dimungkinkan untuk serentak maka bisa dibagikan secara bergilir sehingga semua orang bisa menikmatinya pada waktu-waktu tertentu. Pada akhirnya, sosialis bukan masalah uang melainkan bagaimana agar semua orang mendapatkan jatah yang sama untuk setiap sumber daya yang ada. Tidak hanya sistem penggajian yang harus disetarakan melainkan kekuasaan juga harus diserahkan/ dikembalikan di tangan masyarakat (domokrasi rakyat) dan di dalam kehendak Tuhan (demokrasi Tuhan) sehingga sempurnalah demokrasi sosialis milik Indonesia. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s