10 Ambisi Yang Salah Cenderung Merusak, Lebih Baik Miliki Harapan Yang Bersifat Umum

Ambisi yang berlebihan cenderung merusak lebih baik miliki harapan

Semua orang mampu berpikir dan setiap pikiran mampu berimajinasi. Dimana ada imajinasi maka disitu ada mimpi. Namun ketika anda tidak mampu memilah-milah mimpi itu sehingga ada potensi negatif yang tanpa disadari telah menunggangi tujuan anda yang pada awalnya baik.

Ambisi adalah keinginan (hasrat, nafsu) yang besar untuk menjadi (memperoleh, mencapai) sesuatu (seperti pangkat, kedudukan) atau melakukan sesuatu. Pada dasarnya kata ini berhubungan dengan keinginan yang berlebihan dan cenderung memaksakan diri atau dipaksakan kepada orang lain dan situasi.

Pada dasarnya, apapun yang anda perbuat di dunia ini tidak salah selama itu tidak bertentangan dengan Kitab Suci yang anda miliki. Namun segala sesuatu yang berlebihan atau segala sesuatu yang kekurangan adalah tidak baik. Misalnya saat makan dan minum. Jika porsinya lebih banyak daripada energi yang biasa anda butuhkan untuk beraktivitas maka akan menderita obesitas. Akan tetapi jika porsinya kurang maka akan mengalami gizi buruk (anoreksia).

Apapun yang anda miliki di dalam hidup ini, terutama yang berhubungan dengan pikiran maka pastikan itu tidak terlalu tambun (berlebihan) dan tidak terlalu kurus (kekurangan). Selalu posisikan pikiran dalam kadar yang biasa saja. Tekan berbagai kelebihannya lalu cukupkan kekurangannya sehingga sikap tetap datar (konsisten) dalam segala sesuatu.

Macam ambisi yang salah

Pikiran itu liar, jika anda tidak dapat mengendalikannya maka akan menjadi ambisi yang cenderung mendatangkan kerugian bagi orang lain maupun diri sendiri, cepat ataupun lambat. Pandai-pandailah memanajemen mindset anda sebab segala sesuatu yang baik ataupun buruk asalnya dari sana.

Berikut ini beberapa hal-hal yang salah seputar ambisi.

  1. Ambisi untuk menjadi terkenal.

    Hati-hati dengan keinginan semacam ini. Sebab bisa saja seseorang menawarkan popularitas kepada anda namun harus mengorbankan ini dan itu. Jika anda sudah gila popularitas niscaya jalan yang salahpun akan ditempuh untuk meraihnya. Mulai hilangkan ketergantungan terhadap pujian dan ketenaran lalu tegakkanlah kebenaran yang sejati dalam hidup anda.

  2. Ambisi agar semuanya instan dan ekstra cepat.

    Budaya instan mencerminkan manusia yang tidak sabar. Sadarilah bahwa hidup ini butuh proses yang tidak sedikit waktunya. Semua orang antri menunggu gilirannya. Apabila anda menyerempet lalu menikung mereka bukankah masalahnya akan menjadi rumit? Jika memang anda akan menikung maka siap-siap saja dengan ujian yang ada didepannya.

  3. Ambisi yang tidak lagi memperhatikan kesehatan.

    Apasih ambisimu? Keinginan untuk memiliki ini-itu, mencapai ini-itu dan lain sebagainya, dapat membuatmu lupa diri lalu mengabaikan kesehatan sendiri. Makanan mulai di hemat-hemat, sarapan hanya super mie, minum 1 botol air saja per hari dan berbagai aksi lainnya yang pada hakikatnya mengabaikan keseimbangan asupan makanan dan minuman. Beberapa orang juga bisa lupa makan karena sibuk terus mengusahakan sesuatu. Sadarilah, “untuk apa anda mencapai puncak kalau setibanya di atas anda digotong oleh orang lain?“.

  4. Ambisi yang tidak mempedulikan waktu.

    Mereka yang gila kerja memiliki ambisi unik, diantaranya adalah “waktu adalah uang“. Prinsip semacam ini membuat mereka lupa waktu dan terus-menerus bekerja. Bahkan waktu tidurpun terganggu sampai tidak ada sema sekali untuk mencapai ambisinya. Akhirnya tubuh mudah lelah dan pikiran cepat stres sebab tidak ada lagi waktu untuk bersantai dan refreshing sekedar menghibur diri.

  5. Ambisi yang menjauhkan anda dari keluarga.

    Terkadang kita lupa diri karena dalam banyak situasi diri ini cenderung lebih mementingkan pekerjaan ketimbang keluarga sendiri. Ada saja waktu dimana anda lupa dengan moment-moment penting seperti tanggal pernikahan, ulang tahun pasangan, ulang tahun anak dan lain sebagainya. Usahakan agar ambisi ini jangan sampai membuatmu melupakan orang-orang penting dalam hidupmu, yaitu keluarga sendiri.

  6. Ambisi yang mengabaikan kepentingan orang lain.

    Saat hasrat yang menggebu-gebu sudah melambung tinggi di dalam otak maka ada kecenderungan diri ini tidak lagi melihat-lihat sekeliling saat bertindak. Melainkan sorong terus, hajar terus, babat sampai habis. Belakangan baru menyadari bahwa ambisi anda telah mendatangkan kerugian yang besar kepada orang lain bahkan juga kepada diri sendiri.

  7. Ambisi yang mengabaikan kelestarian lingkungan.

    Siapa yang peduli dengan lingkungan? Toh itu semuanya adalah milikmu jadi suka-suka sendiri, mau diapakan. Jika anda memiliki prinsip seperti ini maka ada kecenderungan untuk mengorbankan kelestarian lingkungan diatas ambisi. Bila keadaan ini terus berlanjut alhasil bencana alampun terus terjadi hingga menelan seluruh makhluk hidup yang ada didalamnya (kiamat).

  8. Ambisi untuk mengubah orang lain.

    Kadang ada hasrat di dalam hati untuk mengubah orang lain. Ini memang bertujuan baik sebab untuk kepentingan bersama. Akan tetapi sebelum mengubah orang lain maka lebih baik bagi anda untuk mengubah diri sendiri dan orang-orang yang berada didekatmu. “Tidak perlu berambisi untuk mengubah orang yang jauh disana tetapi anda dapat menebar perubahan hingga ke pelosok negeri dengan memberikan contoh yang baik lewat sikap yang diekspresikan sehari-hari“.

  9. Ambisi untuk mengendalikan orang lain.

    Ini merupakan salah satu ambisi yang sangat tua sebab kebanyakan orang ingin mengendalikan sesamanya lalu menjadikannya sebagai bawahan untuk memenuhi keinginannya dan melindunginya. Tidak sedikit orang yang merasa dirinya cerdas, kaya dan memiliki kekuatan lebih melakukan berbagai-bagai hal untuk bisa mengendalikan kehidupan orang lain sehingga ia diuntungkan lewat semuanya itu.
    Hasrat semacam ini jelas tidak bisa diwujudkan sebab satu-satunya yang dapat memaksa manusia hanyalah hukum yang berlaku luas di masyarakat. Pemaksaan kehendak kepada sesama justru akan merusak hubungan dengan orang lain dan membuatmu mudah mengalami stres.

  10. Ambisi untuk menguasai dunia.

    Mereka yang memiliki kekuatan lebih, entah itu kekuatan finansial (kapitalis), intelektual (ilmuan), senjata (militer) bisa saja memiliki cita-cita untuk menguasai dunia ini. Ambisi seperti ini dapat kita temukan dalam berbagai-bagai politik konspirasi yang pernah terjadi di berbagai belahan bumi. Namun sebelum bercita-cita untuk menguasai dunia maka lebih baik anda untuk mulai belajar menguasai diri sendiri dalam berbagai situasi pelik yang dihadapi. “Anda tidak bisa mengandalikan dunia untuk sukses akan tetapi anda bisa mengendalikan diri untuk mencapai sukses“.

Hati-hati ketika mulai ada rasa di hati yang berambisi terhadap sesuatu. INI TIDAK SALAH asalkan anda memulainya dari hal-hal kecil di jalan yang baik dan benar. Namun masalah mulai muncul ketika anda melihat segala sesuatu dapat dibenarkan bahkan penyimpanganpun dapat dianggap lurus.

Dari awal ambisi sifatnya sudah berlebihan. Alangkah lebih baik jika anda memiliki harapan yang general untuk merampingkan tujuan hidup anda, misalnya “kelak akan adanya hidup yang lebih baik“. Tidak masalah memiliki cita-cita namun jangan fokus dan terlena tentang imajinasi masa depan melainkan mulailah memperbaiki diri : jaga pikiran, perhatikan tutur kata, tunjukkan perilaku dan berikanlah yang terbaik.

Saran dari kami, wujudkan pemikiran anda dalam hidup sehari-hari dalam kadar yang biasa-biasa saja sebab segala sesuatu yang berlebihan adalah tidak baik. Jadilah seperti air yang mengalir!

Salam mental tangguh!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s