9 Manfaat Melayani Memenuhi Hakekat Manusia Sebagai Makhluk Sosial – Hidup Adalah Pelayanan Bagi Kebutuhan Orang Lain

Manfaat melayani sesama sebagai makhluk sosial, mari jadi pelayan yang baik

Semua pekerjaan pada intinya bertujuan untuk melayani kebutuhan orang lain”, demikianlah status salah seorang teman di G+. Membacanya kami terhentak karena menyadari kebenaran ini. Menurut KBBI kata “melayani” berarti (1) membantu menyiapkan (mengurus) apa-apa yg diperlukan seseorang; meladeni; (2) menerima (menyambut) ajakan (tantangan, serangan, dan sebagainya); (3) mengendalikan; melaksanakan penggunaannya (senjata, mesin, dan sebagainya).

Pemikiran ini sangat erat kaitannya dengan keberadaan manusia sebagai makhluk sosial. Tidak ada dari kita yang mampu hidup seorang diri tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Toh, kalau kitapun memiliki uang bukan uang itu yang melayani kebutuhan anda melainkan orang yang menerimanyalah yang akan memenuhi keperluan anda. Demikian juga saat anda memiliki kepintaran, harta, jabatan ataupun pengaruh yang lainnya itu tidak akan pernah mampu memenuhi kebutuhan anda melainkan mereka yang disekitarmu dan yang bekerja sama denganmu yang akan melakukannya.

Akibat sikap menyendiri dan tidak suka melayani

Dari sini kita dapat mengetahui & mengerti dengan pasti bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat hidup seorang diri saja. Tanpa orang lain hidup ini seolah-olah tidak lengkap. Oleh karena itulah, Allah menciptakan Adam & Hawa agar keduanya saling melengkapi dan memenuhi kebutuhan seorang dengan yang lain. Bagi kita yang masih memilih untuk hidup sendiri (jomblo/ singel) hindari sikap terus-menerus menyendiri. Kebiasaan semacam ini justru akan memupuk rasa ego (mementingkan diri sendiri) di dalam dirimu. Ujung-ujungnya sisi emosional negatif akan terpelihara sehingga mulailah timbul sifat-sifat binatang.

Kesendirian tidak akan melatihmu untuk mengendalikan sisi emosional. Sebab emosi yang negatif itu selalu ada namun harus dikendalikan. Tanpa pengendalian diri sifat-sifat binatang akan muncul dari dalam hati ini lalu diekspresikan sehingga menyakiti banyak orang dan juga diri sendiri. Saat anda berhubungan dengan orang lain maka saat itulah diri ini diperhadapkan dengan kesalahan/ kekhilafan/ gangguan sosial. Gejolak seperti inilah yang membantu melatih kemampuanmu untuk mengendalikan diri (termasuk sisi emosi yang negatif). Sebab praktek lebih baik daripada teori.

Berikut beberapa dampak buruk ketika anda tidak mau/ enggan melayani orang lain dan malah lebih memilih untuk dilayani terus-menerus.

  1. Kenyamanan dalam kesendirian akan membuatmu lupa diri.
  2. Terbiasa egois, menganggap diri sendiri sebagai pusat dan merasa lebih penting dari orang lain.
  3. Tidak bisa menerima kekhilafan orang lain. Merasa diri sempurna dan menolak dengan tegas kekhilafan (kesalahan kecil) sesama manusia.
  4. Terlalu agresif menanggapi gangguan sosial.
  5. Suka membenci, sangat pendendam dan doyan marah-marah dengan alasan yang tidak jelas.
  6. Ketidakmampuan mengendalikan diri diiringi dengan tingginya hawa nafsu di dalam hati.
  7. Mudah mengalami stres bahkan depresi.

Lebih penting melayani atau dilayani?

Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua hal ini. Layaknya hukum tabur-tuai, siapa yang menabur pasti akan menuai kelak. Seperti seseorang yang memberi kepada orang lain, kelak iapun akan menerimanya dengan caranya Tuhan yang indah pada waktunya. Sebab ketahuilah bahwa memberi lebih baik daripada menerima. Analoginya, melayani lebih baik daripada dilayani. Sebab memberi pelayanan adalah sebuah tanda bahwa kita hidup berkecukupan.

Beberapa masalah buat seorang pelayan adalah ketika ia melakukannya demi uang atau demi boss/ atasan atau demi pujian atau demi popularitas. Jika tujuan pelayanan anda semata-mata untuk meraih hal-hal ini maka pada suatu titik anda akan menemukan kehampaan ketika semuanya itu berhenti. Hawa nafsu yang terlalu tinggi dalam hal-hal duniawi juga membuat diri ini semakin menjauh dari kebenaran bahkan cenderung melupakannya. Sehingga muncullah mindset “asal saya senang” dan “asal bapak senang”, sehingga pelayanan yang kita berikan akan menjurus kepada hal-hal negatif (termasuk menghalalkan segala cara).

Apapun pekerjaan anda saat ini maka dedikasikanlah itu seolah-olah melakukannya untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Lakukanlah dengan (1) ikhlas, (2) penuh cinta kasih, (3) kesabaran, (4) kerja keras dan (5) ketekunan. Jangan fokus kepada imbalannya atau lebih tepatnya jangan terlalu mengharapkan balasan dari orang lain melainkan adalah lebih baik jika Tuhan yang akan membalaskannya kelak dengan caranya sendiri – indah pada waktunya.

Manfaat hidup yang mau melayani sesama

Sebagai makhluk sosial, hidup ini tidak pernah lepas dalam lingkaran melayani-dilayani. Jika ada yang namanya lingkaran setan maka lingkaran ini disebut sebagai lingkaran kasih. Jika aktivitas ini dilakukan dalam lingkup kesetaraan alhasil Tuhanpun akan berada dekat-dekat untuk memberkati kita. Berikut beberapa manfaat dari aktivitas ini.

  1. Melayani sama dengan memberi artinya sebagai sebuat tanda hidup yang berkecukupan.

    Seseorang yang memberi pelayanan prima menandakan bahwa saat ini hidupnya sudah berkecukupan. Tuhan telah memberi apa yang dibutuhkannya sehingga iapun dimampukan untuk memberi pelayanan kepada sesama. Jika hati ini masih merasa kurang dan kurang dengan segala berkat yang telah diterima maka mustahillah diri ini dapat memberikan pelayanan prima kepada orang lain.

  2. Menyatakan kasih Allah kepada semua orang.

    Allah itu kasih, jika Allah bukan kasih untuk apa Dia yang Maha Besar dan Maha Mulia itu mau peduli dan menuntun kita yang hanyalah debu-hina ini ke dalam kebenaran melalui Firman dan hamba-Nya. Ketika anda mau melayani orang lain dengan sepenuh hati maka orang lainpun akan tersentuh hatinya karena telah merasakan kehadiran Tuhan melalui diri anda. Sebab dimana ada kasih yang tulus maka disitulah Allah hadir.

  3. Melatih kesabaran dan kerendahan hati.

    Mereka yang bekerja di bagian pelayanan berhubungan dengan banyak orang dengan kepribadian yang berbeda-beda. Menghadapi orang yang beragam mengharuskan anda untuk mampu lebih bersabar dan lebih rendah hati dalam bersikap. Tanpa kesabaran yang penuh anda tidak mungkin mampu menghadapi orang-orang bermental keras. Tidak ada kerendahan hati maka mustahil anda dapat mengatasi pelanggan yang sifatnya agak angkuh. Ketika diperhadapkan dengan situasi pekerjaan yang penuh gejolak maka kemungkinan besar akan resign.

  4. Mendekatkan diri dengan orang lain.

    Jika anda ingin dekat dengan seseorang maka layanilah kebutuhannya maka iapun otomatis akan merasakan betapa pentingnya kehadiran anda dalam hidupnya. Ini sangat jelas diketahui terutama oleh mereka yang sudah berpasangan (suami-istri). Sikap yang mau melayani antara satu dengan yang lainlah yang membuat kedekatan itu semakin erat. Tanpa hati yang mau melayani maka tidak ada rasa saling membutuhkan sehingga merasa kehadiran masing-masing tidak penting yang dapat berujung pada perceraian.

  5. Pelayan adalah seorang pekerja keras yang tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang buruk/ negatif.

    Aktivitas melayani mencakup pekerjaan yang lebih luas dibandingkan seorang yang hendak dilayani. Saat kita bekerja maka otomatis tidak ada lagi kesempatan untuk membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain sehingga iri hati menjauh, tidak ada kesempatan untuk menyimpan dendam juga tidak ada lagi kesempatan untuk mengkhayalkan hal-hal negatif (otak porno).

  6. Menepis dan mengikis sikap egosentris (mementingkan diri sendiri).

    Sikap seorang pelayan yang baik adalah mementingkan kebutuhan orang lain. Mereka jeli mengamati dan menyikapi kebutuhan sesama. Bahkan terkadang mereka berkorban lebih demi kebaikan orang lain. Manusia yang mementingkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan sendiri menandakan bahwa mereka bukanlah orang yang egois.

  7. Mengusik rasa nyaman sehingga diberi kesempatan untuk belajar mengendalikan sisi emosional yang negatif.

    Melayani itu tidak mudah sebab niat yang suci ini diperhadapkan dengan kepribadian orang lain yang berbeda-beda. Ada yang mau menerima dengan lapang dada, ada yang mengabaikannya, ada yang menolak bahkan ada pula yang menghinanya. Dalam rupa-rupa perbedaan sikap ini muncullah ketidaknyamanan dari dalam hati. Sudah otomatis gangguan kenyamanan ini dapat mengusik binatang yang ada di dalam dirimu. Akan tetapi jika anda cerdas maka situasi ini akan menjadi kesempatan bagimu untuk mengontrol perilaku dan perkataan yang buruk itu.

  8. Seorang yang suka melayani lebih dewasa dan bijak. Gejolak sosial membuatmu bijak.

    Demikian juga saat pelayanan anda mengalami kegaduhan maka secara tidak langsung otak anda akan dirangsang untuk menjadi lebih cerdas dan mental dibentuk menjadi lebih dewasa. Oleh karena itu hadapilah ia dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab.

  9. Suatu saat anda akan menyadari bahwa telah tercurah berkat atasmu.

    Setiap orang yang menabur akan menuai pula maka demikianlah juga setiap pelayan akan beroleh upahnya atau setidak-tidaknya iapun akan dilayani juga oleh orang lain sebab hidup ini berputar-putar. Oleh karena itu, ambilah bagian dalam perputaran tersebut sehingga hidup ini lebih bermakna menjadi alat kemuliaan Tuhan dan mendatangkan berkat bagi orang lain.

Melayani orang lain itu mudah, salah satu ciri khas seorang pelayan yang baik adalah senyum, sapa dan sentuh (ramah tamah). Tidak perlu mencari sesuatu yang jauh dan besar untuk menjadi pelayan. Melainkan mulailah melakukannya dari hal-hal kecil. Kelak suatu saat andapun akan dipercayakan pelayanan yang besar.

Tidak perlu menghitung pelayanan yang sudah anda berikan. Lakukanlah semuanya itu dengan tulus maka Tuhan akan membalaskannya padamu sampai tak-terduga yang indah pada waktunya.

Salam tegar!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s