8 Manipulasi Tingkat Dewa – Harapan Adalah Katalisator Kebahagiaan Tetapi Hati-Hati Menggunakannya – Tidak Terlena Terhadap Mimpi Sendiri

Manipulasi tingkat dewa jangan terlena dalam mimpi melainkan hadapilah kenyataan untuk kebahagiaan

Manipulasi adalah sikap yang tidak jujur. Menurut KBBI kata ini berarti (1) tindakan untuk mengerjakan sesuatu dengan tangan atau alat-alat mekanis secara terampil; (2) upaya kelompok atau perseorangan untuk memengaruhi perilaku, sikap, dan pendapat orang lain tanpa orang itu menyadarinya; (3) penggelapan; penyelewengan. Secara bahasa kata ini memiliki makna yang positif dan juga makna yang negatif, tinggal pilih mana yang mau.

Kesalahan manusia yang paling sering terjadi adalah kebiasaan manipulatif baik terhadap orang lain maupun dengan diri sendiri. Entah apa sebenarnya tujuan dari tindakan ini mungkin (1) hanya sekedar meredam buruknya situasi atau malah (2) mengacaukannya tetapi tidak jarang juga yang (3) memanfaatkan situasi untuk mengambil (secara terang maupun diam-diam) sen demi sen dari kantong yang lainnya.

Kamipun sering mengekspresikan sikap yang mungkin orang lain menganggapnya manipulatif. Mengapa demikian? Sebab saat situasi menjadi buruk selalu terucap kata-kata “biasalah hidup memang tidak selalu baik”. Mungkin bagi orang lain hal ini dianggap sebagai tindakan memanipulasi situasi sebab pada kenyataannya keadaannya sedang “terguncang banget, orang lain pada pusing menghadapinya”.

Kalimat ini bukan sebuah kebohongan. Tolong perhatikan sudut pandang yang kami tuju “…. hidup tidak selalu baik”. Ini adalah sudut pandang yang kami gunakan berdasarkan pengalaman selama ini. Intinya adalah “saat orang lain meminta pendapat anda tentang situasi maka hindari fokus untuk menanggapi masalah yang terjadi melainkan lihatlah kejadian itu secara umum sebagai sebuah proses kehidupan yang harus dilalui oleh setiap manusia”. Terkecuali jika ia lebih menyasar anda dengan pertanyaan lain yang membutuhkan penjelasan yang lebih detail.

Jadi sekarang anda bisa membedakan dimanakah manipulasi yang negatif dan bagaimana pula yang positifnya. “Pada dasarnya ada satu kejadian akan tetapi anda dapat memandang peristiwa tersebut dari delapan arah mata angin yang berbeda”. Maka ambillah salah satu yang menurut anda bahwa itu merupakan sudut pandang yang positif dan layak diungkapkan demi kebaikan dan pembelajaran hidup.

Harapan adalah katalisator kebahagiaan

Patut diakui bahwa memiliki harapan membuat hati lebih bersemangat saat melakukan ini dan itu. Sadarilah bahwa ini hanya terjadi pertama-tama saja. Namun setelah beberapa waktu berlalu kita tertegun dan menyadari bahwa keadaan yang sedang diimajinasikan hanyalah angan-angan yang tidak ada ujung dan pangkalnya. Pada akhirnya semua itu akan mendatangkan kekecewaan dalam hati ini.

Jujur, kamipun terkadang mendapat mimpi tentang masa depan dan “itu sangat nyata”. Tetapi kami tidak terlena dalam mimpi-mimpi itu melainkan mulai memperbaiki diri lalu mengamati baik-baik dengan logika, apa-apa saja kebaikan dan kebenaran yang dapat dikerjakan saat ini. Berusaha untuk lebih sabar (tegar) menghadapi dunia ini. Tetap bekerja keras dalam segala tanggung jawab yang dipercayakan kepada kami. Juga selalu bertekun dalam sikap yang konsisten untuk membuat hidup lebih bermanfaat bagi sesama.

Dua jenis mimpi

Terserah Tuhan memberi anda mimpi tentang apa di masa depan. Pekerjaan Roh Kudus itu unik dan berbeda-beda antara orang yang satu dan yang lainnya. Mungkin itu bukan cerita tentang dirimu melainkan cerita tentang orang lain. Alangkah baiknya jika anda kembali menceritakannya atau membukukannya. Sebab tidak sedikit pengarang lagu, cerpen, komik, novel, roman bahkan film layar lebar yang mendapatkan ide ceritanya lewat mimpi yang ia alami sendiri. Mungkin anda dipersiapkan untuk itu maka kembangkanlah mimpi-mimpimu dalam naskah-naskah yang otentik, unik dan jelas.

Beberapa orang juga diberikan mimpi oleh Rohul Kudus murni tentang masa depannya. Apabila anda mengalami hal seperti ini maka jangan fokus kepada mimpi-mimpimu lalu terlena dalam kehidupan yang syarat manipulasi melainkan berusahalah untuk memperbaiki diri lalu melayakkan sikap dan ekspresi anda untuk menjadi pribadi yang pantas dipercayakan kepada sesuatu yang besar.

Manipulasi tingkat dewa yang sering anda lakukan

Kembali lagi pada topik pembicaraan kita kali ini tentang aksi-aksi paling manipulatif yang mungkin pernah anda lakukan di dalam hidup ini. Mengapa disebut tingkat dewa? Karena sangat umum dan kerap kali kita temukan dalam hidup ini. Kami harap dengan diungkapkannya hal ini maka andapun tidak akan melanjutkan aksi manipulasi tersebut ke depannya. Berikut selengkapnya.

  1. Mencari kambing hitam atas kesalahannya sendiri.

    Ini merupakan kesalah manusia yang tertua, yakni sejak zaman nenek moyang kita Adam & Hawa. Sampai sekarangpun masih banyak kita temui mereka yang lebih suka mengaburkan kesalahannya lalu dengan sengaja mendorong seseorang yang lain untuk bertanggung jawab. Sikap ini jelaslah bukan seorang gentleman. Yang dilakukannya hanyalah mempermalukan diri sendiri dihadapan mereka yang mengetahui kebenaran. Akan tetapi orang-orang yang tidak cerdas akan memuji pembelaannya yang sesat.

  2. Manipulasi tentang adanya hantu.

    Kebiasaan dari beberapa orang tua adalah meningkatkan efek jera dari anak-anaknya untuk tidak melakukan hal ini dan itu. Mereka hanya melihat cerita hantu sebagai sebuah informasi yang instan dan sekaligus dapat digunakan untuk menakut-nakuti buah hatinya. Tujuannya mungkin baik, yaitu membuat mereka patuh dan tidak melakukan hal yang sama kelak. Ayah dan Bunda kurang menyadari bahwa mitos yang mereka ceritakan kerap kali dibawa sampai dewasa. Cerita yang terkesan “sampah” ini akan menjadi sumber katakutan bagi kehidupan buah hatinya kelak.

    Simak juga, Benarkah ada hantu?

  3. Manipulasi orang tua terhadap masa depan anak-anaknya.

    Entah apa yang mendorong para orang tua untuk menentukan masa depan anaknya. Mungkin mereka terlalu mengekspose sisi “pengharapan” dalam setiap kepercayaan. Menganggap bahwa siapa saja boleh membuat harapan sesuai kehendak hatinya tanpa sedikitpun arahan dari Tuhan. Ini adalah sebuah ide konyol lalu para orang tuapun terbius dan mengatakan kepada anak-anaknya “kamu akan menjadi dokter, polisi, anggota dewan, camat, mentri, bupati bahkan presiden”. Harapan semacam ini jelas sangat syarat dengan hawa nafsu yang dekat dengan kejahatan dan perbuatan menyimpang. Adalah lebih bijak bila orang tua tidak seperti tuhan dan tidak mengiming-imingi buah hatinya tentang ini dan itu. Ini seperti membuat janji-janji palsu yang kelak akan menyebabkan rasa kecewa pada anak. Lebih bijak jika Ayah dan Bunda mempersiapkan anak baik secara fisik, mental dan sosial untuk menjadi dirinya sendiri.

  4. Manipulatif tentang harta duniawi.

    Kami sendiripun sudah mencapai titik jenuh tentang kepemilikan harta yang melimpah. Sebab beberapa orang kaya menghambur-hamburkan sumber daya sampai merusak lingkungan. Lagipula untuk apa kaya di tengah-tengah kemiskinan, bukankah dengan berlaku demikian hidup tidak tenang sebab mana tahu orang-orang disekitar mengutil apa yang kita miliki.

    Masih banyak orang yang mengiming-imingi kekayaan padahal kenyataannya “orang kaya lebih banyak masalahnya daripada orang yang hidupnya biasa-biasa saja”. Mereka yang menginginkan kekayaan biasanya mengimajinasikan kemewahan di dalam setiap hari-harinya. Istilah kata orang sering mengungkapkan “sok-sok kaya” padahal hanya pinjaman dari orang tuanya atau hanya titipan dari negara.

  5. Manipulatif saat bermasturbasi.

    Inipun sudah pernah kami lakukan dahulu. Tetapi kami sadar bahwa membayangkan orang lain saat masturbasi hanyalah usaha menipu diri sendiri yang sia-sia dan menambah-nambah dosa saja. Sekarang saat melakukan ini lebih baik memikirkan hal yang lain yang lebih positif, misalnya dengan fokus untuk bernyanyi dan memuji-muji Tuhan.

    Simak teman, Cara berhenti dari kebiasaan masturbasi

  6. Manipulatif terhadap uang.

    Untuk memiliki harta yang banyak maka orang berlomba-lomba untuk mencari uang dan uang. Mereka melakukannya tanpa kenal waktu, tanpa kenal orang, tanpa kenal situasi bahkan tidak jarang juga ada yang melakukannya tanpa kenal Tuhan. Menjalankan usaha tipu-menipu sehingga dapat meraih sen demi sen dari penipuan itu. Jika kehidupan kita di dunia ini demikian bagaimana jadinya kelak ketika di akhirat? Untuk apa punya banyak uang di tangan saat ini jika di akhirat kelak tangan ini dibakar bahkan tubuhpun terbakar rasa sakit yang tidak pernah berakhir.

    Pernahkah anda merasakan pedih saat luka disiram dengan alkohol? Maka rasa perih di neraka jutaan kali lebih sakit dari itu dan tidak ada waktu istrahat apalagi terlelap setiap hari hanya berteri-teriak minta tolong karena kesakitan“.

  7. Memanipulasi diri untuk bersikap pamer.

    Kami bisa melihat di dunia ini bahwa beberapa orang menggunakan harta mereka untuk menyakiti orang lain. Ini salah satu ujian kehidupan bagi orang-orang yang merasa dirinya benar. Sebab ada banyak orang diluar sana yang mencoba menarik anda untuk bersikap manipulatif seperti mereka. Ada rasa iri hati di dalam hati setiap orang dan kedengkian itulah yang coba ditarik oleh orang-orang ini dengan bersikap pamer.

    Jika mereka berhasil memanipulasi pikiran anda dan membuatmu menjadi jahat niscaya kehidupanmu akan terjun bebas dan seutuhnya dikendalikan oleh orang-orang ini. Jika anda terlanjur mengikuti cara-cara hidup mereka, mungkin kelimpahan dan kemakmuran akan menghampirimu akan tetapi kedamaian, ketentraman dan kelegaan hati semakin menjauh.

  8. Manipulasi terhadap kebenaran.

    Ada banyak orang yang memanipulasi kebenaran untuk kepentingan dirinya sendiri. Mereka melakukannya agar orang lain membuat pilihan yang salah dalam hidupnya. Orang seperti ini ada disekitar anda dan siap memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Bukannya datang untuk memberi manfaat kepada orang lain melainkan memanfaatkan kelemahan orang lain untuk meraih sen demi sen.

Dalam hidup ini cobalah untuk lebih realistis dalam memandang segala sesuatu: yang baik katakan baik dan yang buruk katakanlah buruk. Jangan biarkan dirimu berimajinasi terus-menerus melainkan hadapilah kenyataan. Imanjinasi hanya baik untuk menghasilkan karya seni sebagai salah satu ilustrasi kehidupan. Kadang kala khayalan lebih pahit dari kenyataan atau bisa juga lebih manis dari kenyataan sehingga beresiko merusak. Sebab hal-hal yang lebay (berlebihan) akan mengantarkanmu pada kesombongan yang membuatmu melemah, bukannya semakin kuat melainkan rapuh secara mental.

Bagi teman-teman kami sekalian yang masih saja sempat membaca tulisan ini: harus diakui bahwa mimpimu adalah salah satu penentu masa depanmu. Tetapi, alangkah baiknya jika anda tidak terbuai dalam harapan palsu terlebih ketika anda suka mengumbarnya kepada orang lain. Adalah lebih baik jika anda mampu mengelolanya untuk diri sendiri (untuk kalangan sendiri) lalu mulailah berjuang untuk lebih sabar, bekerja keras dan bertekun untuk melakukan hal-hal yang baik & benar untuk kepentingan semua orang.

Salam tegar!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s