Gejolak Sosial · Internet & Media Sosial · Kecerdasan Manusia · Keluarga · Kepribadian · Pelajar · Pernah Muda

8 Cobaan Hidup Pertama-Tama Yang Kita Alami Bersama – Ujian Kehidupan Yang Paling Awal

Cobaan hidup yang pertama-tama di awal ujian kehidupan anda

Setiap orang bisa saja dilahirkan cerdas, akan tetapi untuk menjadi bijak ia harus melalui cobaan hidup di dunia ini. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang tidak pernah diuji, baik oleh situasi maupun oleh orang lain. Sadarilah bahwa cobaan hidup selalu ada. Sekalipun ada beberapa orang yang berusaha menghindarinya dengan sumber daya yang mereka miliki.

Ada orang-orang tertentu karena kekayaannya, ia mampu menghindari gangguan sosial. Contoh kecilnya saja adalah dengan membangun hunian yang jauh dari keramaian, membayar orang lain untuk menguji balik (orang yang mengujinya), menyuruh seseorang yang berpengaruh besar untuk menakuti mereka yang pernah mencobainya dan lain sebagainya. Kesemua usaha ini menunjukkan betapa rapuhnya mental seseorang.

Ditengah-tengah semua ujian kehidupan itu, usahakanlah untuk memiliki pikiran yang positif. Sebab pola pikir adalah dasar kehidupan anda. Jika pusat kendalinya baik dan benar maka untuk selanjutnyapun akan keluar kata-kata dan perilaku yang sopan dan ramah terhadap orang lain juga tentu saja sikap yang baik dan benar akan turut mengikutinya. Menjadi seorang yang tetap positif di tengah ujian kehidupan tidaklah mudah.

Tetap positif ditengah cobaan hidup dapat kita peroleh dari kegigihan yang penuh dengan (1) kesabaran, (2) kerja keras dan (3) ketekunan. Tentu saja etos kehidupan ini diikuti oleh oleh (a) konsistensi, (b) latihan terus-menerus dan (c) pikiran yang tertuju kepada Tuhan dan juga (d) usahakan agar sikap tetap baik & benar. Ingat pepatah ini: “PIKIRAN POSITIF MENGHASILKAN SIKAP YANG POSITIF DAN PIKIRAN YANG POSITIF MENGHASILKAN KARYA (KREATIFITAS) YANG POSITIF JUGA”. Adalah sebuah kemustahilan jika pikiran anda negatif (pikiran kotor) lalu menghasilkan karya yang positif.

Tahukah anda bahwa untuk sengaja menguji orang lain butuh perencanaan matang? Perencanaan jahat semacam inilah yang akan menggerus space otak anda. Sehingga tidak ada lagi kesempatan untuk berpikir positif apalagi berpikir kreatif untuk menghasilkan karya yang berkualitas (kapasitas otaknya sudah dipenuhi oleh hal-hal yang buruk). Ingat kata-kata kami “Sikap yang jahil tidak pernah menghasilkan sesuatu (karya/ kreativitas) yang baik”. Para pengganggu mungkin menganggap kesalahan yang dilakukannya hanyalah recehan belaka dan tidak berpengaruh banyak. Akan tetapi ketahuilah bahwa hal-hal yang kecil namun selalu dilakukan akan menjadi kebiasaan besar. Artinya, “kejahatan recehan yang anda lakukan akan menuntunmu untuk melakukan kesalahan yang fatal dalam hidup ini, cepat ataupun lambat”. Oleh karena itu jaga sikap anda tetap positif lalu biarkan para penguji itu melatih mental, fisik dan pikiranmu.

Macam-macam bentuk ujian kehidupan yang pertama-tama anda alami

Cobaan hidup itu ada bermacam-macam, silahkan lihat saja pada sumber yang telah kami berikan. Pada intinya begini, jika cobaan yang sederhana saja sudah dapat membuat anda lebih benar dan lebih baik maka itu sudah cukup untuk proses pembentukan. Akan tetapi jika anda cenderung menghindari atau menolak bahkan tidak merubah kebiasaan anda yang jahat maka yang akan segera terjadi adalah “akan ada ujian kehidupan yang lebih besar lagi”. Berikut ini beberapa yang pertama-tama tersebut.

  1. Gangguan kenyamanan saat baru lahir ke dunia ini.

    Tahukah anda bahwa berada dalam air ketuban adalah posisi yang paling nyaman bagi seorang bayi? Karena itu jugalah bisa menyaksikan baby anda begitu senangnya saat dibiarkan main air (hangat) sebelum mandi. Saat seorang bayi keluar dari rahim ibunya maka paru-parunya mengembang dan kulitnya akan merasakan betapa dinginnya dunia yang fana ini. Inilah gangguan pertama-tama yang selalu dialami oleh setiap manusia di dunia ini. Pada dasarnya semua kesakitan itu akan berlalu karena telah terbiasa dengan perubahan yang terjadi.

  2. Tantangan untuk mengertikan saudara sendiri.

    Ini cukup menantang teman. Saudara sendiri, terlebih ketika masih kanak-kanak bisa saja menjadi kawan akan tetapi bisa juga menjadi saingan yang cukup menegangkan. Terlebih ketika anda menghadapi berbagai proses pembagian yang sifatnya tidak matematis melainkan sangat subjektif. Entah yang satu bilang “punya dia lebih besar” yang lainnya mengatakan “dialah yang paling besar”. Lalu semuanya akan merengek-rengek untuk mempertahankan pendapat masing-masing. Kami sendiri hendak mengakui bahwa dahulu dengan saudari kami selalu saja begitu dan berakhir dengan tangisan salah satu atau keduanya. Keadaan ini berlanjut sampai masa sekolah. Akan tetapi setelah merantau untuk kuliah di luar daerah dan merasakan secara langsung pahit-getirnya hidup mandiri seorang diri. Pulangnya ada rasa saling mengerti antar sesama saudara dan tidak sepelik dulu lagi. Yang mengalah pasti yang lebih dewasa.

  3. Ujian kehidupan untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang tua.

    Menyesuaikan diri dengan kehendak orang tua tidak mudah. Ini masalah yang cukup pelik terlebih ketika orang tua keras dan anaknyapun tegar tengkuk (keras kepala). Butuh waktu yang tidak sedikit untuk menyesuaikan diri dengan ortu sebab mereka juga bukan tuhan yang bebas dari sikap yang salah. Apabila keadaan ini terus berlanjut maka ada rasa terganjal di dalam hati. Sekalipun kebutuhan sudah terpenuhi semuanya akan tetapi serasa masih ada yang kurang. Jika hubungan kita dengan Ayah dan Ibu tidak baik alhasil kemana-manapun tidak ada damai dan berkat Tuhanpun tertahan. Oleh karena itu berusahalah sebab keadaan ini adalah yang pertama-tama untuk menghadapi cobaan hidup yang datang dari orang yang lebih tua darimu.

  4. Masalah dengan tetangga.

    Ini salah satu ujian kehidupan yang sangat intens terjadi, terutama saat anda hidup bersama dalam kelompok masyaraakat kecil maupun besar. Biasanya yang terjadi hanyalah persoalan sepele dengan tetangga namun karena sering terjadi maka akan memicu sikap sentimentil sehingga muncullah sikap balasan lebay. Dalam posisi inilah anda harus menahan diri lalu membiarkan dia (tetangga) pada kejahatannya. Jangan rusak otakmu dengan melakukan hal yang sama sebab hal itu sama saja menirukan yang jahat. “Apabila sudah terbiasa menirukan kejahilan kecil dari tetangga maka hal-hal jahat yang lebih beresikopun dapat anda tirukan dari orang lain termasuk kejahatan dari berbagai media yang tumpah ruah secara online”.

  5. Persoalan yang datang dari media, baik cetak, audiao, audio-visual dan online.

    Arus informasi jelas tidak bisa dibatasi terlebih ketika anda memiliki komputer/ laptop/ smartphone/ gadget yang langsung terkoneksi dengan internet dan media sosial. Apabila anda tidak mampu bersikap selektif dan kritis menyaring semua informasi itu maka akan terseret arus informasi yang negatif, buruk, anarkis bahkan jahat. Jadilah pengguna internet yang dewasa dengan menyikapi semua informasi secara cerdas dan bijak. Mampu menangkal dampak negatif dari media sosial merupakan cara yang pertama-tama untuk bersikap dewasa dalam menghadapi segala sesuatu.

  6. Ujian kehidupan di dunia pendidikan.

    Tantangan terbesar di dunia pendidikan adalah dalam rangka merangkai lalu mengupgrade otak anda. Salah satu cara terpenting untuk melakukannya yaitu dengan menghafal lalu menyelesaikan soal-soal. Ingatlah untuk tidak menghafal mati sesuatu melainkan buatlah kalimat sendiri saat melafalkannya. Ujian di dunia pendidikan itu banyak macamnya mulai dari yang ditimbulkan oleh diri sendiri (malas, minat rendah), oleh teman dan guru/ dosen yang mengajar. Pada dasarnya ujian jenis ini tidak bisa diukur dalam nilai standar tertentu. Satu-satunya hal yang dapat diukur hanyalah ujian mata pelajaran. Tantangan semacam ini adalah yang pertama yang menguji tingkat kecerdasan setiap orang.

  7. Pergumulan hidup yang datangnya dari jalanan.

    Merupakan persoalan yang cukup menegangkan. Sebab hal ini dapat terjadi di jalan manapun anda berada. Masalahnya terkadang tidak sederhana sebab beberapa orang justru memilih untuk berkendara dengan pelan namun masih saja keserempet oleh pengendara lainnya.

    Saran dari kami yaitu pastikan saat berkendara untuk membebaskan pikiran anda dari rasa emosional. Sebab dapat dikatakan bahwa sisi emosional yang negatif adalah kelemahan terbesar di dalam dunia ini. Pencobaan saat berkendara merupakan ujian kehidupan pertama-tama di awal-awal berkendara agar anda lebih mengedepankan kehati-hatian dan ketenangan yang logis dibandingkan dengan kecepatan yang cenderung emosional.

  8. Cobaan hidup di dunia kerja.

    Ujian kehidupan di dunia kerja sangat kompleks, tidak dapat digambarkan dengan kata-kata. Anda akan menemukan rival yang sebanding disana. Untuk menghadapinya tidak hanya membutuhkan kecerdasan melainkan juga membutuhkan sejumlah sumber daya, kreativitas, kesabaran dan kebijaksanaan yang mumpuni. Cobaan hidup semacam ini jika dilalui dengan sungguh-sungguh akan mengantarkanmu untuk lebih dekat dengan pintu kesuksesan. Inilah pemurnian yang pertama dimana dampak buruknya sangat besar. Akan tetapi, jika anda mampu (a) bertahan, (b) beradaptasi, (c) berkolaborasi bahkan (d) berimprovisasi alhasil kehidupan anda benar-benar dibaikkan kedepannya.

Simak juga, Alasan penyucian manusia

Layak kita akui bersama bahwa hidup ini tidak pernah lepas dari masalah, hanya saja setiap orang mendapatkan porsi dan bentuk yang berbeda. Jadikan ujian kehidupan ini sebagai sebuah tenaga pendorong untuk menambah semangat. Jangan biarkan hatimu lemah, lesu dan galau karenanya. Berusahalah untuk membiasakan diri dan tetap positif dalam berpikir, bertutur kata dan bertindak. Niscaya ada damai dan kelegaan di dalam hati ini.

Salam tegar!

Iklan

3 tanggapan untuk “8 Cobaan Hidup Pertama-Tama Yang Kita Alami Bersama – Ujian Kehidupan Yang Paling Awal

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s