Gejolak Sosial · Kepribadian

9 Manfaat & Cara Bersikap Jujur – Kejujuran Sejati Itu Tangguh

Manfaat & Cara bersikap jujur. Terbiasa tulus dan ikhlas kepada orang lain

Jujur adalah (1) lurus hati; tidak berbohong; (2) tidak curang; (3) tulus; ikhlas (KBBI). Selama ini kami berpikir bahwa jujur dan ikhlas itu berbeda. Menurut kami ini merupakan sikap yang lurus dimana hati, perkataan dan perbuatan adalah sejalan. Jadi, ketika hati anda berkata lain namun sikap anda juga mengekspresikan sesuatu yang berbeda maka itu sudah termasuk dalam sikap yang penuh dengan ketidakjujuran.

Hidup di dunia ini hanya sementara saja. Memang kalau dihitung secara aljabar ke depan cukup panjang juga, namun jika kita memikirkan waktu yang telah dilalui selama ini (ke belakang), rasanya begitu singkat. Untuk apa menaburkan hal-hal yang tidak menyenangkan disetiap langkah kaki? Tidak ada juga gunanya menyakiti orang lain yang ditemui. Semakin lama semakin bertemu dengan banyak ketidakjujuran yang terlihat.

Mulailah jujur terhadap diri sendiri. Sikap ini akan membantumu untuk menerima realitas kehidupan. Ada beberapa orang disekitar kita yang cenderung melawan kenyataan yang terjadi dengan modus “menambah semangat”. Ketika dia lemah maka dia berteriak kepada dirinya sendiri bahwa “aku kuat”. Saat ia salah maka ia menggenggam tangannya kuat-kuat lalu berkata “aku benar”. Sewaktu ia khilaf maka ia mengelus dadanya sendiri lalu berkata “itu sudah biasa”. Ketika dia lebay maka ia enggan mengakuinya lalu menganggapnya sebagai “gula-gula kehidupan”. Jika anda hendak hidup dalam ketulusan maka mulailah berpikir dalam sudut pandang yang realistis (sesuai dengan kenyataan)

Jujur itu dibiasakan. Jangan berpikir bahwa ada waktunya untuk jujur dan ada waktunya untuk menipu. Anda sesat jika mengira sikap yang tidak konsisten tidak mempengaruhi kepribadian anda. Semakin plin-plan maka semakin banyak kesempatan yang anda gunakan untuk berbohong. Inkonsistensi dalam bersikap menurunkan kepercayaan orang terhadapmu. Tidak ada yang bisa menjamin anda tetap bersikap terbuka saat tidak ada satupun orang yang mempercayaimu.

Jujur itu dimulai dari hal-hal yang kecil. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan hari lepas hari. Kebanyakan hal dianggap recehan oleh beberapa orang. Mereka tidak begitu peduli pada recehan. Artinya, tidak apa-apa bila sesekali berbohong kecil. Padahal dari hal-hal yang recehan inilah manusia belajar untuk melakukan hal-hal besar. Ketika anda mulai bersikap terbuka terhadap hal-hal yang sederhana maka dalam kesempatan yang membutuhkan kejujuran besarpun anda tetap di jalur yang benar.

Manusia digoyahkan oleh hal-hal kecil yang selama ini dianggap sepele. Menggunakan sudut pandang yang sempit lalu menilai dan menyimpulkan secara bebas bahwa “itu tidak apa-apa, sudah biasa, tidak ada yang memperhatikannya”. Demikian pula kehidupan ini disusun oleh perkara-perkara kecil. Mereka yang setia, tekun, bekerja keras dan ikhlas terhadap perkara-perkara kecil, suatu saat akan dipertemukan dan dipercayakan untuk bertanggung jawab terhadap persoalan yang besar.

Harus kami akui bahwa sikap yang penuh dengan kejujuran terkadang menyakitkan saat diterapkan. Namanya juga kebenaran, saat anda memutuskan untuk mengambil dan mendekatkannya dalam kehidupan sendiri maka saat itu pula diri ini diharuskan untuk rela berkorban. Mungkin kita mengorbankan diri sendiri atau mungkin pula mengorbankan kehidupan orang-orang terdekat. Tapi sadarilah bahwa semuanya itu hanyalah diawalnya saja setelah itu manfaat baik yang diperoleh akan berlaku seumur hidup.

Perbedaan kejujuran dan sikap yang humoris

Mereka yang selera humornya tinggi terkadang menggunakan bahasa-bahasa plesetan yang bertujuan untuk menggelitik setiap hati pendengarnya. Harus kita akui bahwa terkadang hal-hal yang mereka angkat menyindir oknum tertentu. Sikap ini memang tidak masalah asalkan mereka melakukannya berdasarkan realitas yang dibolak-balik dan diulek-ulek sehingga pedas di indra. Saran kami dalam hal ini agar anda tidak menyeret seseorang dengan identitas yang jelas dan lakukanlah itu dengan niat untuk kebaikan bersama (tanpa ada yang harus dikorbankan dan dirugikan). Daripada menyeret orang lain, alangkah lebih baik bila anda mengejek diri sendiri.

Manfaat sikap jujur

Kejujuran di bangun mulai dari kanak-kanak. Sifat ini dibentuk dari didikan orang tuan dan sikap mereka terhadap putra-putrinya. Untuk apa pula orang tua mengajari anaknya untuk tidak berbohong padahal kerap kali secara sengaja ia menipu sikecil. Sikap yang kokoh dan tangguh adalah kejujuran yang dibina sejak dari masa kecil si buah hati. Berikut ini beberapa manfaat sifat yang jujur dalam segala sesuatu.

  1. Hati lebih lega & tenang. Saat suara hati seiras dengan ekspresi kata-kata dan perilaku maka ada ketentraman di dalam hati ini. Tidak ada gejolak atau rasa bersalah di dalam hati saat sikap ini diekspresikan. Tidak ada juga penyesalan yang timbul sesaat setelah semuanya terjadi karena hal itu merupakan pilihan pribadi yang ditempuh dengan cara yang jujur.
  2. Ikhlas menekan kekecewaan. Ketika berbuat sesuatu dengan setulus hati maka tidak ada beban apapun dibalik semuanya itu. Memberi dan menolong seseorang dengan ikhlas berarti anda tidak mengharapkan apa-apa setelah itu. Menolkan harapan dapat meminimalisir rasa kecewa saat sesuatu terjadi diluar dugaan.
  3. Disenangi oleh orang lain. Mereka yang mengedapankan ketulusan dalam bersikap akan dimampukan untuk membangun hubungan sosial yang lebih dekat dengan sesama. Terkecuali bagi orang yang ingin agar sahabat-sahabatnya hanya mengatakan hal-hal yang baik tentang dirinya. Artinya, jujurlah kepada orang-orang yang jujur dan tidak usah berbicara banyak kepada mereka yang suka menipu, terkecuali jika ia memintanya secara langsung.
  4. Melatih kekuatan hati (kesabaran). Orang yang bersikap jujur namun memiliki mental yang lemah niscaya kejujurannya akan menjauhkannya dari orang lain. Mereka yang lemah hati cenderung sinis, minder dan keok ketika kejujurannya dianggap sepele oleh orang lain. Bahkan ada beberapa yang kami temukan yang berubah secara drastis yang kebaikan hatinya memudar oleh karena celaan/ ejekan/ hinaan dari orang lain. Jika anda mampu menepis seluruh pandangan negatif tersebut lalu bersikap tegar untuk tetap berada di jalur yang benar sambil mengekspresikan kasih sayang kepada orang lain.
  5. Belajar rela berkorban. Sikap yang tulus hati tidak selalu berjalan dengan mulus. Terkadang kita perlu mengorbankan beberapa kepentingan untuk mewujudkannya. Jika mereka mampu bertahan sampai besok berarti merekapun sudah
  6. Dapat dipercaya oleh orang lain. Orang-orang yang tulus hati dapat membuat orang lain yang menyaksikannya tergugah hatinya sehingga andapun mulai diberikan kepercayaa untuk melakukan sesuatu. Kepercayaan orang tidak dapat dibeli melainkan ini haruslah dibangun lewat kebiasaan sehari-hari.
  7. Membebaskan anda dari fitnah.. Mereka yang memiliki kebiasaan suka berbohong cenderung mudah difitnah orang lain. Akan tetapi mereka yang dikenal jujur sangat memasyarakat dan dikenal dekat oleh publik tidak dengan mudah difitnah. Artinya, publik bisa membaca track record seseorang sehingga lebih membela orang-orang jujur.
  8. Menjauhkan anda dari kriminalitas termasuk KKN. Sikap ini merupakan sebuah komitmen yang sungguh-sungguh dilakukan untuk kepentingan bersama. Terbiasa bersikap jujur dapat menghindarkan anda dari dosa korupsi. Sikap yang transparan terahdap keuangan menunjukkan kualitas yang bebas dari kepentingan pribadi.
  9. Membentuk anda menjadi orang yang dewasa. Tidak mudah untuk menjadi dewasa, butuh ujian kehidupan, kerja keras, ketekunan dan pengorbanan. Jika anda lulus (bukan menang) dari semuanya itu niscaya perbuatan, perkataan dan bahasa tubuh andapun lebih positif. Pahit manisnya menjadi orang yang ikhlas akan membawa anda untuk lebih dekat pada kedewasaan sejati.

Cara bersikap tulus dan ikhlas dalam segala sesuatu

Bagainana antara cara berlaku jujur terhadap diri sendiri. Sama seperti yang kami ungkapkan sebelumnya. Berikut cara bersikap jujur.

  1. Lakukanlah sejak masih kecil.

    Membiasakan bersikap tulus hati alangkah lebih baik jika dimulai sejak dini. Agar pendidikan anak-anak lebih mengena dan tepat sasaran.

  2. Senantiasa fokus kepada Tuhan.

    Sadarilah bahwa Tuhan adalah kebenaran dan hal yang benar itu sudah pasti jujur. Ketika Tuhan yang berkuasa dalam hati anda maka segala aspek penipuan, kebohongan, manipulasi dan lain sebagainya akan dapat tersingkirkan bahkan dihalau oleh kuat kuasa Rohul Kudus.

    Fokuslah kepada Tuhan dalam doa, Firman dan puji-pujian untuk kemuliaan nama-Nya maka ia akan menuntunmu dalam kejujuran sejati. Yang kami maksudkan disini adalah hati yang selalu terhubung dan bercakap-cakap dengan-Nya, seolah-olah dia berada didekatmu.

  3. Mulailah dari hati >> perkataan >> perbuatan.

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa kehidupan kita menganut 3 dimensi yang berbeda satu sama lain namun saling bersinergi untuk menghasilkan sesuatu yang positif.

    Untuk bersikap jujur, harus ada komitmen dari dalam hati. Ambil sebuah tekad untuk mengubah diri, meninggalkan sikap yang tidak terbuka lalu menjadi seseorang yang lebih konsisten untuk menggiatkan kejujuran dalam segala sikap dan aspek kehidupan. Jika pikiran anda sudah benar maka kitapun berharap kedua dimensi yang lainnya akan “manut-manut wae“.

    Kendalikan kata-kata anda, pastikan untuk menimbang-nimbang dengan matang sebelum berucap. Demikian juga dengan perilaku yang diekspresikan, jangan sampai apa yang dikatakan lain dengan apa yang dilakukan sehari-hari.

  4. Bersikap tenang dan santai dalam segala hal.

    Sikap yang tenang dan selalu nyantai akan memampukanmu untuk lebih peka terhadap suara hatimu sendiri. Ingatlah bahwa tubuhmu adalah bait Allah dan Roh Kudus berdiam di dalamnya. Jika anda mampu bersantai dalam bersikap maka Roh Allah akan menuntunmu pada kejujuran sejati itu.

    Setiap orang memiliki kecepatannya sendiri saat bersantai, bukan cepat tapi juga bukan lambat. Silahkan tentukan kecepatanmu teman dan hindari sikap yang terburu-buru.

  5. Perbuatlah terus menerus dengan konsisten.

    Sikap yang konsisten melatih integritas ditengah carut-marutnya situasi politik kemasyarakatan.

  6. Mulailah dari diri sendiri.

    Bergiatlah memperjuangkan kejujuran dimulai dengan jujur terhadap diri sendiri. Apakah anda mengetahui apa kelemahanmu? Juga kelebihanmu? Lalu apa yang dapat anda lakukan kedepannya untuk menghadapi ini?

  7. Mulailah dari hal-hal yang sifatnya sederhana.

    Kehidupan manusia dimulai dari hal-hal kecil yang bersinergi, bahu-membahu bahkan sambung menyambung sehingga menciptakan seseorang yang memiliki kejujuran sejati di dalam hatinya.

  8. Milikilah hidup yang mengalir apa adanya.

    Gaya hidup apa adanya dan tidak berlebihan dianggap sebagai sebuah sikap kerendahan hati yang pantas ditiru oleh banyak orang. Sikap seperti ini juga mencerminkan seseorang yang tulus hatinya dan tidak berlebih-lebihan.

  9. Lakukan di hadapan orang lain atau bersama orang lain sehingga kemungkinan untuk berbohong lebih tipis.

    Jika anda bersikap dalam kebersamaan maka anda dapat meminta kepada teman untuk mulai bersama memiliki sikap yang jujur. Sehingga dalam praktekkan dilapangan anda dapat saling menguatkan dan juga saling mengingatkan sekiranya salah satu diantaranya menyimpang dari komitmentnya.

    Untuk memeriksa kejujuran seseorang alangkah lebih baik jika anda melakukannya tidak hanya sendiri melainkan bersama orang lain sehingga orang tersebutpun pada akhirnya merasa bersalah dan mengakui ketidakjujurannya.

  10. Berani menghukum diri sendiri atas ketidakjujuran yang kerap terjadi

    Jangan membela diri saat orang lain atau saat suara hatimu menyatakan ketidakjujuranmu. Hindari memberikan toleransi kepada siapapun untuk melindunginya dari sikapnya yang jahat.

  11. Rela berkorban demi kebenaran.

    Ingatlah bahwa perjuangan kita atas terwujudkan kebenaran sejati bukan tanpa efek samping. Melainkan terkadang pilihan untuk jujur membutuhkan kerelaan hati yang siap mengorbankan diri sendiri bahkan keluarga sekalipun untuk kebaikannya dimasa depan.

Kejujuran harus dimulai sejak dini agar hasil yang diperolehpun lebih memuaskan. Jika ketulusan itu laksana kelap kelip yang kadang hidup dan kadang redup maka tidak ada orang yang hendak mempercayakan anda tanggung jawab pada hal-hal yang tidak biasa. Ingatlah bahwa jujur itu bukan pilihan melainkan hasil dari membiasakan diri.

Salam tegar!

Iklan