9 Manfaat & Cara Menghadapi Kekalahan – Menerima & Mengakui Keunggulan Lawan

Cara menghadapi dan menerima kekalahan mengakui kelebihan lawan

Hidup ini adalah pertandingan: bertanding melawan hawa nafsu yang sesat, melawan rasa benci, melawan dendam, melawan amarah, melawan kekerasan, melawan keserakanan dan pada akhirnya melawan kebinatangan yang sudah ada di dalam diri ini sejak dari awal kehidupan manusia. Dalam segala kesempatan, alangkah lebih baik jika anda terlebih dahulu melawan kesesatan di dalam dirimu sebelum melawan dunia yang juga kadang sesat ini.

Sebenarnya lawan terbesar dalam hidup ini adalah diri kita sendiri bersama dengan segala sifat-sifat jahat yang keras dan syarat dengan kebinatangan. Sebelum kita mampu meredam emosional itu niscaya “kesesatan itulah yang akan menjatuhkan dan memakan anda”. Kadar emosional yang fluktuatif adalah bencana laten yang dapat menyeretmu dalam berbagai-bagai penyimpangan moral bahkan pelanggaran sosial yang nyata.

Kemampuan untuk bersikap datar dalam segala sesuatu adalah sebuah dasar yang menunjukkan kemampuan anda untuk mengendalikan sisi emosional yang ada di dalam dirimu. Sehingga tidak ada lagi amarah yang begitu menggebu-gebu, tidak ada rasa senang yang kelewat batas, tidak ada kebanggaan/ kesombongan yang terlalu tinggi, tidak ada rasa malu yang terlalu hina dan pada akhirnya tidak ada kekalahan yang pantas disesali.

Yang ingin kami sampaikan adalah “begitulah hidup, kadang di atas dan kadang di bawah. Kadang di depan, kadang di tengah, kadang dibelakang”. Saat anda berada di depan: syukurilah itu, rendahkan hati bahkan rendahkan diri dihadapan-Nya. Supaya kesombongan itu tidak melebihi batu kepalamu. Ketika anda berada di belakang: syukurilah itu, lapangkan dada, kuatkan hati, akuilah rasa sakit dan kepahitannya, bahkan menangislah dalam doa-doa anda kepada Tuhan. Kemudian jangan lupa untuk bangkil lagi, berhenti melihat kebelakang (lupakan masa lalu) dan teruskanlah perjuanganmu karena hidup masih panjang sangat.

Konsekuensi kekalahan bagi kehidupan manusia

Sebelum melangkah lebih jauh ke dalam, harap ketahui apakah yang anda alami akibat kegagalan itu? Berikut beberapa konsekuensi yang harus anda tanggung sendiri aikibat keputusan ini.

  • Menderita kerugian. Begitulah dunia ini, ada waktunya untuk beruntung dan adapula waktunya untuk mengalami kerugian. Terima itu kawan dan berjalanlah jauh ke depan: “Semua yang hilang pasti bisa dicari kembali, asalkan anda berani move on dan terus berjuang”.
  • Rasa malu yang tak terhingga. Siapakah orang yang tidak pernah malu? Anda pernah dan saya juga pernah bahkan semua orang yang kita kenal di dunia ini pernah mengalami hal itu. Oleh karena itu, jangan disembunyikan. Sebab semakin cepat kebenarannya terungkap maka semakin cepat pula kesakitan dan kepahitan yang anda alami.
  • Ada semacam tekanan negatif yang menuntunmu untuk melakukan hal-hal yang aneh. Miliki sikap yang kritis dan kenali emosimu. Jangan biarkan dirimu ditarik oleh sisi emosional yang negatif dan kepentingan sempit untuk kemudian melakukan perbuatan menyimpang yang melanggar aturan yang berlaku.

Cara mengatasi dan menerima kekalahan apa adanya sebagai bagian dari pelajaran hidup

Saat anda menderita kekelahan, ada banyak hal dan ada banyak emosi yang harus anda tekan serendah-rendahnya sehingga tidak berujung pada perbuatan menyimpang, kekerasan dan pelanggaran berat lainnya. Berikut cara seorang negarawan/ gentleman/ pria sejati menghadapi/ menyikapi kekalahannya.

  1. Senantiasa fokus kepada Tuhan dalam Firman dan puji-pujian kepada-Nya. Bahkan bila perlu segera refresh otak anda ketika rasa kesal karena kekalahan itu mendatangimu secara tiba-tiba,
  2. Larut dalam doa-doa yang senantiasa bersyukur kepada kemurahan hati Tuhan. Anggaplah semua yang terjadi adalah bagian dari rencana-Nya untuk memurnikan dirimu dari segala bentuk hawa nafsu, kekerasan, kejahatan dan kebinatangan. Berterima kasihlah kepada Tuhan karena ia telah membuatmu kalah sehingga lebih tegar menghadapi semuanya itu.
  3. Milikilah harapan yang biasa saja dan pasrahkanlah hidupmu kepada Tuhan. Seperti yang kami katakan dalam tulisan yang sebelumnya bahwa keinginan kita adalah hambatan utama yang kelak akan membuat kakimu tersandung. Sebelum anda mampu mengatasi hawa nafsu yang tinggi tentang sesuatu, sebelum anda menetralkan keinginan yang begitu menggebu-gebu maka tidak ada damai di hati. “Keinginan yang terlalu tinggi berimbas pada rasa kecewa yang sangat dalam”.
  4. Kuatkan hati menghadapi semuanya itu. Sikap hati yang tegar ditengah tekanan tidak dibawa sejak lahir melainkan terus dilatih hari demi hari. Salah satu yang dapat melatih ketabahan anda dalam menjalani hidup adalah saat anda menderita kekalahan dalam suatu event yang cukup besar. Mental yang kuat dan tegar murni dibentuk oleh situasi dan tidak diturunkan.
  5. Akui kekalahanmu pada diri sendiri dan dihadapan orang lain juga. Kebanyakan orang yang gagal dewasa setelah mengalami kekalahan karena mereka enggan untuk mengakui kekalahannya dan juga enggan untuk mengakui kemenangan orang lain. Sikap seperti ini adalah sebuah penghambat yang dapat membuatmu memendam dendam kepada banyak orang yang sebenarnya tidak terlibat.
  6. Terima kekalahan itu apa adanya dan berhenti bersungut-sungut. Semuanya telah terjadi, sedang waktu tidak mungkin lagi untuk diputar balik. Anggaplah yang terjadi sudah di tetapkan Tuhan jauh sebelum engkau hadir di dunia ini. Daripada pikiran anda terus dikacaukan oleh rasa sungut-sungut yang tidak pernah berakhir maka alangkah lebih baik bagi anda untuk mengabaikan pikiran itu lalu mengalihkan konsentrasi pada hal-hal yang lebih positif.
  7. Meminta maaf kepada semua orang terutama kepada orang-orang terdekat. Merupakan wujud dari sikap yang rendah hati. Saat anda meminta maaf maka hal itu berarti bahwa andapun sudah memaafkan diri sendiri dan juga telah memaafkan setiap orang yang mengalahkanmu.
  8. Berhenti melihat kebelakang lalu mulailah memandang ke depan sebab perjuangan masih panjang. Lihatlah diluar sana masih banyak hal positif yang dapat anda kerjakan dan anda tekuni sehingga hidup lebih memberi arti dan mendatangkan manfaat bagi orang lain. Lihatlah ke depan, masih banyak hal yang dapat diraih untuk masa depan yang lebih baik. “Kegagalan yang satu adalah pintu kepada kesuksesan yang lain, raihlah keberuntungan ditempat & dalam kesempatan yang lain”.
  9. Menjadi bahagia setelah semuanya itu. Bahagia itu sederhana. Jika anda mampu melihat betapa mudahnya untuk mencapai kebahagiaan bahkan anda tidak butuh memenangkan suatu event melainkan cukup dengan menekan hawa nafsu sendiri dan meminimalisir keinginan pribadi. Sebab semakin banyak keinginan dalam hati anda maka semakin sulit untuk berbahagia. Selengkapnya, cara untuk menjadi bahagia.

Manfaat kekalahan anda

Sadarilah bahwa kegagalan adalah ujian kehidupan yang manfaatnya luas. Setiap gejolak sosial dapat membentuk kepribadianmu menjadi lebih tangguh dan cerdas asalkan mampu melewati semuanya itu dengan lapang dada tanpa harus menyakiti diri sendiri apalagi orang lain. Berikut manfaat yang dapat anda raih ketika mampu bertahan dan menyesuaikan diri ditengah sulitnya situasi.

  1. Menjadi lebih dekat kepada Yang Maha Kuasa.

    Kejadian yang tidak sesuai dengan harapan membuat kita mengerti bahwa rancangan Tuhan sungguh jauh berbeda dengan rencana manusia.

  2. Mengajari anda untuk kuat.

    Tidak mudah untuk menanggung akibat dari kekalahan yang sudah terjadi. Menanggung sendiri akibatnya merupakan sebuah langkah awal untuk membuat mental anda menjadi jauh lebih kuat (tabah) dari sebelumnya.

  3. Menyadari dan menerima kelemahan dan kesalahan sendiri.

    Dari kebanyakan orang yang kalah, kami menemukan bahwa kebanyakan mereka hanya membahas kelemahan lawan daripada membahas kelemahannya sendiri. Jika anda mampu memaknai kegagalan sebagai sebuah langkah baru untuk memperbaiki kesalahan anda pada kesempatan berikutnya.

  4. Mengakui dan menerima keunggulan dan kehebatan lawan.

    Ini adalah aksi menyakiti diri sendiri. Bak pepatah yang mengatakan, “Sudah jatuh tertimpa tangga pula“. Jika benar-benar mengucapkan selamat atas kemenangan lawan artinya anda keras menempa diri sendiri untuk menjadi seorang yang bermental tangguh.

    Tidak mudah untuk melakukan hal ini. Akan tetapi seorang pejuang sejati berani tampil beda!

  5. Belajar meminta maaf.

    Mungkin ada beberapa orang dari kita yang tidak pernah meminta maaf sesaat setelah kalah telak dari orang lain. Jika anda mau merendahkan hati maka akan menemukan bahwa tindakan ini sangat melegakan hati. Kami yakin, dimana ada niat maka disitu ada jalan.

    Sebelum meminta maaf kepada orang lain alangkah lebih baik jika anda memaafkan diri sendiri terlebih dahulu.

  6. Menuntun anda untuk bercermin (evaluasi – koreksi diri sendiri).

    Tidak sedikit dari kita yang hampir tidak memiliki kesempatan untuk bercermin lalu melihat ke dalam diri sendiri – mengamat-amati – mengawasi perilaku sendiri. Padahal tahapan ini sangatlah penting untuk mengoreksi bahkan memperbaiki diri. Jika mampu melihat dan mencermati kesalahan itu maka keseharian anda akan menjadi lebih baik kedepannya.

  7. Sebagai latihan untuk menambah pengalaman.

    Terkadang sesuatu dikatakan orang sebagai hal yang buruk namun kita menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Tidak lama kemudian, setelah mencicipi sakitnya kekalahan itu maka diri inipun mulai memahami bahwa itu adalah hal buruk yang dapat dijadikan sebagai sebuah pengalaman agar kedepannya bisa lebih baik lagi.

  8. Mendewasakan.

    Belajar berlapang dada lalu menerima kesalahan sendiri juga menerima keunggulan orang lain dapat merupakan salah satu langkah awal untuk menjadi dewasa. Hanya orang-orang yang memiliki pengertian yang memadailah yang dapat menuai kedewasaan dibalik palik dan pahitnya situasi. .

  9. Awal dari perubahan.

    Ada beberapa orang yang tidak dapat menerima perubahan dengan lapang dada. Justru mereka menganggap perubahan itu sebagai sebuah ancaman yang harus dihindari bahkan ditolak mentah-mentah.

    Untuk mengubah orang seperti ini dibutuhkan kesabaran sampai mereka sendiri merasakan langsung akibat dari penyimpangan itu. Sehingga suatu hari nanti diharapkan agar iapun mau menerimanya dengan sukarela.

Hidup ini penuh dengan pertandingan, akan tetapi jangan mau saja mengikuti kompetisi menang dan kalah yang tidak jelas. Melainkan menanglah dengan cara yang elegan dan kalahlah dengan cara yang terbuka. Jangan butakan mata hatimu sebab kedepannya akan ada lebih banyak pertandingan resmi yang harus diselesaikan dengan penuh kesungguhan dan perjuangan.

Salam tegar!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s