+17 Manfaat & Cara Mengatasi Kesalahan – Jangan Takut Salah, Anda Bukan Tuhan, Kegagalan Adalah Bagian Dari Kesuksesan

Manfaat Kesalahan - Jangan Takut Salah, Anda Bukan Tuhan, Kegagalan Adalah Bagian Dari Kesuksesan

Hidup di dunia ini bukan kita yang mengendalikannya. Kita hanya berkuasa atas diri sendiri dan apa yang menjadi hak milik pribadi. Untuk hal-hal yang berhubungan dengan orang lain maka pengaturannya harus diwujudkan berdasarkan keputusan bersama. Dalam hidup ini kita bukanlah penguasa sejati sekalipun anda berada dalam tampuk kekuasaan tetapi itu hanya terletak pada beberapa aspek, bukan seluruhnya.

Salah adalah (1) tidak benar; tidak betul; (2) keliru; khilaf; (3) menyimpang dari yang seharusnya; (4) luput; tidak mengenai sasaran; gagal; (5) cela; cacat; (6) kekeliruan. Menurut kami, salah adalah sesuatu yang terjadi diluar harapan. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa “manusia tidak berkuasa apa-apa atas kehidupan ini terlebih-lebih dengan masa depan”. Kita terikat dalam dunia yang menjunjung tinggi kebebasan terpimpin.

Bisakah anda memahami hal ini? Semakin banyak berhubungan dengan orang maka semakin banyak pula bentuk penyimpangan yang kita temukan. Akan tetapi semakin sedikit bahkan saat sendiri saja maka penyimpangan yang terjadi minim bahkan dapat kita kendalikan sendiri. Dari sini dapat dimengerti bahwa manusia memang tempatnya salah dan khilaf. Dimana tidak ada satupun dari kita yang belum pernah melakukannya.

Kesalahan bisa ditemukan dimana saja, bahkan secanggih-canggihnya sistem komputer namun masih saja ada yang belum sempurna di dalamnya. Biasanya semakin besar suatu sistem maka semakin tinggi pula resiko khilaf di dalamnya. Sebalinya semakin ramping suatu sistem maka kesalahan yang terjadi akan semakin mudah untuk dipantau bahkan dikendalikan sejak awal.

Itulah yang menjadi cita-cita semua orang, “bagaimana caranya untuk mengendalikan kesalahan manusia?“. Jawabannya adalah TIDAK MUNGKIN. Sebab manusia memiliki kehendak yang berbeda-beda satu sama lain. Bahkan dapat kita katakan bahwa kepentingan setiap manusia berbeda bahkan sering sekali bersinggungan. Yang dapat kita lakukan adalah menekan dan meminimalisir tingkat penyimpangan yang mungkin terjadi.

Jika anda pernah berbuat salah maka sudah seharusnya pula untuk mengerti tentang kesalahan yang dilakukan oleh orang lain. Dengan demikian dapat dipahami bahwa kita bukan tuhan yang mampu tampil sempurna di berbagai event. Jika anda mengerti tentang hal ini berarti andapun dapat mentolerir jika orang lain melakukan hal yang sama.

Sumber dan bentuk kesalahan

Ada banyak macam sumber dan bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh manusia. Semuanya itu adalah bagian dari pengalaman hidup. Jika anda bisa mengambil makna positifnya maka akan ada pelajaran berharga dari sana. Akan tetapi jika anda melihat semuanya itu sebagai aib dan/ atau bencana yang harus disingkirkan niscaya akan banyak orang yang akan disakiti. Berikut pembagiannya menurut sumber dan bentuk dosa.

Sumber kesalahan terdiri dari.

  • Dari diri sendiri. Inilah yang harus kita kontrol dan diawasi sepenuhnya sehingga tidak sampai menimbulkan kerugian yang dalam.
  • Dari orang lain. Biasanya untuk mengendalikan kesalahan orang lain ditempuh dengan cara menyusun kesepakatan bersama.
  • Kesalahan bersama/ sistem. Di dalam kebersamamaan terdapat banyak error yang terjadi oleh karena itu butuh partisipasi semua pihak dan semua komponen juga sumber daya untuk meminimalisirnya.
  • Kegagalan lingkungan. Pada dasarnya kegagalan lingkungan terjadi karena ulah manusia yang mengganggu keseimbangan alam.
  • Kesalahan teknik – elektronik. Biasanya terjadi akibat error dari peralatan elektronik yang digunakan.

Kesalahan berdasarkan pihak yang dirugikan.

  • Merugikan diri sendiri.
  • Kerugian dialami oleh orang lain.
  • Merugikan lingkungan hidup.
  • Kerugian yang dialami oleh sistem.
  • Kerugian dialami oleh diri sendiri, sesama, lingkungan hidup dan Tuhan.

Kesalahan berdasarkan akibatnya.

  • Segera.
  • Kemudian.
  • Lambat.

Tingkat kesalahan manusia

  • Tingkat awal – pelanggaran yang ringan.
  • Menengah.
  • Tingkat akhir – pelanggaran yang fatal.

Menurut unsur kesengajaan pelakunya dibedakan atas.

  • Disengaja dan direncanakan. Ini merupakan kesalahan yang paling berat hukumannya.
  • Disengaja berupa spontanitas. Misalnya saat anda tidak memiliki pulpen lalu secara sadar mencuri pulpen orang lain.
  • Tidak disengaja. Inilah kesalahan yang mungkin akan lebih banyak ditoleransi oleh orang lain.

Cara meminimalisir terjadinya kesalahan

Segala hal di dunia ini dapat anda anggap salah. Orang lain saja bergerak tidak sesuai dengan keinginan anda maka itupun dikatakan salah. Apa-apa salah, ini-itu salah, mau bagaimana lagi mengaturnya? Semakin banyak keinginan anda mengontrol sesuatu maka semakin banyak hal yang mungkin bersalahan. Akan tetapi semakin mengerti diri ini tentang kesalahan itu maka semakin banyak toleransi di dalam hati untuk memakluminya.

Kami kerap kali melakukan kesalahan akan tetapi itu terjadi SECARA TIDAK SENGAJA. Ini sebuah teknik yang harus diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan. Berikut cara mengatasinya.

Waspada sebelum terjadi

  1. Senantiasa fokus kepada Tuhan.

    Jika pikiran anda selalu tertuju kepada Yang Maha Kuasa niscaya kehidupan anda lebih positif, hawa nafsu, kebencian, dendam, amarah, kekerasan dan berbagai bentuk kejahatan akan meninggalakan anda dengan sendirinya.

    Selalu memusatkan pikiran kepada Sang Pencipta lewat Firman dan puji-pujian akan kemuliaan nama-Nya.

  2. Berpegang teguh pada standar kehidupan.

    Baik Kitab Suci maupun aturan tertentu dimasyarakat dan tempat kerja anda. Rutin membaca Kitab Suci selain menambah pengetahuan juga menambah wawasan anda. Ingat-ingat jugalah dengan berbagai aturan yang berlaku di tempat kerja anda sehingga diri ini tidak teledor melanggar ketentuan tersebut.

  3. Miliki komitmen untuk tidak berkompromi dan menghindari terjadinya kekhilafan.

    Komitmen untuk berada di jalur yang benar adalah sebuah prinsip hidup yang dalam pelaksanaannya butuh konsisten. Jika komitmen yang anda ambil dilakukan layaknya kelap-kelip maka dampak yang dirasakanpun tidak benar-benar full.

    Jika anda memiliki prinsip hidup berarti sekalipun ada pengaruh dari barat, timur, selatan dan utara namun sikap tetap pada koridor yang telah ditentukan sejak dari semula.

  4. Jangan terlalu berharap dalam iming-iming mimpi yang tidak pernah berakhir melainkan AYO KERJA, KERJA DAN KERJA!

    Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa pelanggaran berhubungan erat dengan ketidaksesuaian antara apa yang diharapkan dan kenyataan yang terjadi.

    Saran dari kami, milikilah harapan yang general dan ramping. Hindari mengiming-imingin diri dengan berbagai macam keinginan yang banyak. Melainkan sibukkan diri untuk melakukan, mengusahakan, memperjuangkan dan mengorbankan yang terbaik untuk kepentingan bersama,

  5. Lakukanlah segala sesuatu dengan santai.

    Saat bekerja dengan santai maka anda akan diberi kesempatan untuk berpikir sambil bekerja sehingga resiko terjadinya kegagalanpun akan diminimalisir. Akan tetapi saat anda melakukan segala sesuatu dengan teruburu-buru maka akan beraktivitas bersama insting.

    Setiap dari kita memiliki insting yang terbentuk karena sudah terbiasa. Jadi semakin terbiasa anda melakukan sesuatu maka semakin cepat (bukan terburu-buru) hal tersebut selesai.

    Saran kami, saat melakukan hal-hal yang baru alangkah lebih baik jika dikerjakan secara perlahan agar tingkat kesalahan yang terjadi dapat ditekan sekecil-kecilnya.

  6. Dengarkan suara hati anda.

    Ingatlah bahwa jika anda orang beriman yang pikirannya selalu terhubung dengan Sang Pencipta maka Roh Allah ada padamu. Ialah yang selalu mengingatkanmu dari berbagai-bagai penyimpangan yang mungkin terjadi. Roh ini akan membuatmu lebih waspada dan hati-hati dalam segala sesuatu. Pekalah terhadap suara hati anda lalu wujudkan itu dengan sepenuh hati.

  7. Biasakan diri untuk berbuat yang benar.

    Dalam hidup ini semuanya tergantung pada kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari. Sadar ataupun tidak kebiasaan itulah yang membentuk kehidupan kita untuk memiliki pola-pola tertentu dalam bersikap.

    Saat segala sesuatu sudah terbiasa maka anda tidak butuh banyak berpikir terlebih dahulu baru melakukannya melainkan pola tersebut akan otomatis terjadi karena telah terekam dalam insting anda. Jika anda sudah bekerja dalam insting (tidak perlu berpikir panjang lebar) maka kebiasaan tersebut akan menjadi budaya yang sulit untuk ditinggalkan. Oleh karena itu, mulailah terbiasa melakukan hal-hal yang baik dan benar.

  8. Kembangkan pengertian dan pengetahuan akan penyimpangan tersebut.

    Dalam bekerja kita harus mengerti apa-apa saja yang menjadi faktor resiko yang memungkinkan terjadinya kekhilafan. Berikut ini beberapa pertanyaan yang mungkin dapat membantu anda untuk mengenali resiko yang akan dihadapi.
    – Faktor penyebab penyimpangan.
    – Tanda-awal kesalahan.
    – Akibat/ resiko dari hal-hal yang salah itu.
    – Cara menghindari terjadinya pelanggaran.

  9. Biarkan kesalahan kecil namun andapun dapat melaporkan kesalahan besar.

    Hal-hal recehan anggaplah sebagai ujian kehidupan untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. Itulah latihan kehidupan yang membuat anda semakin waspada dalam menjalani hidup.

    Hadapi kejahatan kelas berat bersama Aparat Hukum yang berwenang. Jangan mau main hakim sendiri yang membuat masalah semakin rumit.

  10. Hindari sikap sombong yang lebay dan meremehkan banyak hal.

    Anda harus benar-benar mengenali kesombongan sendiri, sebab banyak hal-hal yang salah yang ikut bersama-sama dengan rasa ini diantaranya adalah.
    – Kurang waspada.
    – Sikap yang lebay.
    – Cenderung meremehkan orang lain.
    – Mengabaikan peraturan.

  11. Hindari berkompromi, apalagi mencoba-coba.

    Beberapa teman yang kami kenal cenderung memilah-milah dosa, misalnya ini pelanggaran kecil maka tidak apa-apa jika dilakukan. Padahal mulai dari hal yang kecil-kecillah banyak orang digiring dan terjebak dalam kesalahan yang besar.

  12. Senantiasa melakukan evaluasi di waktu tertentu.

    Berikan sedikit waktu dalam sehari untuk berpikir dan merenung sejenak tentang apa yang telah anda lakukukan diwaktu-waktu sebelumnya. Maka mulailah tanyakan kepada diri anda.
    – Apa saja kesalahan yang saya lakukan hari ini?
    – Bisakah itu diperbaiki?
    – Bagaimana mengantisipasi agar tidak terjadi kesalahan yang sama?

  13. Minta orang lain untuk mengawasi dan mengingatkanmu tentang kesalahan itu.

    Ada banyak orang didekat kita yang siap menjadi sukarelawan untuk mengawasi apa yang sedang dikerjakan. Tidak ada salahnya jika anda meminta pendapatnya tentang apa yang sedang berlangsung saat ini. Minta dia juga untuk selalu mengingatkan anda apabila sudah mulai timbul hal-hal yang menjurus ke arah yang tidak benar.

    Jika sudah terlanjur terjadi

  14. Hindari menyembunyikan kesalahan sendiri atau kesalahan orang lain – jujur.

    Usahakan untuk bersikap jujur sejak dini. Kejujuran diawal-awal kehidupan (masa kanak-kanak) turut menjaga integritas anda ketika sudah dewasa kelak. Hindari memberi toleransi terhadap kesalahan sendiri ataupun orang lain sebab hal-hal kecil seperti inilah yang semakin mengajari anda untuk berlaku melanggar.

  15. Jangan malu meminta maaf.

    Meminta maaf itu adalah sebuah langkah awal yang menandakan bahwa anda menyadari kesalahan yang telah dilakukan. Ini juga turut mencerminkan sikap yang rendah hati sehingga orang lainpun akan menganggap ini sebagai sebuah bentuk penyesalan yang kelak tidak akan dilakukan lagi. Sikap ini secara tidak langsung akan membuat anda kapok dan enggan untuk melakukan hal yang sama dimasa mendatang.

  16. Perbaiki jika masih mungkin.

    Hal-hal yang sudah terlanjur melenceng dari jalur yang seharusnya tidak dapat diulang kembali. Itulah hidup dimana masa lalu tidak dapat diputar balik, Jika anda masih diberi kesempatan untuk memperbaiki apa yang sudah rusak itu maka perbaikilah itu sebisa mungkin sehingga dampaknya dapat ditekan sekecil mungkin.

  17. Tanggung resiko atas kesalahan itu dan rasapi akibatnya.

    Kita berada di negara hukum bahkan dalam kehidupan berkeluarga saja, misalnya antara orang tua dan anak, ada sanksi terntentu yang harus dipikul saat yang salah itu terjadi.

    Tanggunglah resiko akibat kesalahan sendiri, rasakan kepahitan dan rasa sakitnya agar di hari-hari mendatang anda tidak jatuh lagi dalam kesalahan yang sama/ lubang yang sama/ jebakan yang sama.

  18. Berubahlah untuk maju.

    Perubahan itu mutlak diperlukan. Anda bukanlah batu, pohon ataupun kayu yang tidak dapat berubah melainkan anda adalah manusia yang sangat fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dalam berbagai situasi yang berbeda.

    Jika anda mengehendaki kehidupan yang terus bergerak maju maka yang anda butuhkan adalah perubahan menuju arah yang lebih baik hari demi hari. Tanpa perubahan tidak ada yang namanya pembaharuan/ transformasi kehidupan.

Manfaat kesalahan

Ketika kami berbicara tentang manfaat kesalahan bukanlah berarti anda bebas untuk melakukan hal-hal yang salah. Melainkan yang kami maksudkan disini adalah mari berpikiran positif menanggapinya sehingga lebih berterima di hati dan lebih semangat untuk mengubahnya ke depan.

  1. Menjadi lebih dekat kepada Yang Maha Kuasa.

    Kejadian yang tidak sesuai dengan harapan membuat kita mengerti bahwa rancangan Tuhan sungguh jauh berbeda dengan rencana manusia.

  2. Mengerti bahwa itu salah.

    Kebanyakan orang melakukan kesalahan karena mereka tidak mengerti bahwa hal tersebut adalah tidak benar. Oleh karena itu, orang yang seperti ini hanya perlu untuk diingatkan saja dengan mencicipi langsung sakitnya rasa bersalah itu agar tidak mengulang perbuatan yang sama dikemudian hari.

  3. Mengajari anda untuk memiliki hati yang kuat.

    Tidak mudah untuk menanggung akibat dari penyimpangan yang kita lakukan. Menanggung sendiri akibatnya merupakan sebuah langkah awal untuk membuat mental anda menjadi jauh lebih kuat (tabah) dari sebelumnya.

  4. Belajar meminta maaf.

    Mungkin ada beberapa orang dari kita yang tidak pernah meminta maaf sesaat setelah ia melakukan sebuah pelanggaran. Jika anda mau merendahkan hati maka akan menemukan bahwa tidak mudah untuk meminta maaf kepada seseorang. Akan tetapi tetap saja, dimana ada niat maka disitu ada jalan.

  5. Menuntun anda untuk bercermin (evaluasi – koreksi diri sendiri).

    Tidak sedikit dari kita yang hampir tidak memiliki kesempatan untuk bercermin lalu melihat ke dalam diri sendiri. Padahal tahapan ini sangatlah penting untuk mengoreksi bahkan memperbaiki diri sendiri. Jika anda mampu melihat dan mencermati kesalahan itu maka hari-hari kedepannya akan menjadi lebih baik.

  6. Sebagai latihan untuk menambah pengalaman.

    Terkadang sesuatu dikatakan orang sebagai hal yang buruk namun kita menganggapnya sebagai hal yang biasa saja. Tidak lama kemudian, setelah mencicipi sakitnya kekhilafan itu maka diri inipun mulai memahami bahwa itu adalah hal buruk yang dapat dijadikan sebagai sebuah pengalaman agar kedepannya tidak terulang lagi.

    Saat orang lain juga khilaf kepada anda maka dengan demikian diberi kesempatan untuk mengendalikan emosional sendiri. Mungkin diawal-awal kita tidak tahan dengan perlakukan itu. Akan tetapi setelah semuanya sering terjadi maka mulailah kita mampu menyesuaikan diri terhadap hal itu.

  7. Mencerdaskan.

    Kegagalan yang pernah dialami akan memaksa anda untuk berpikir penuh/ maksimal tentang bagaimana caranya agar hal yang sama tidak terulang lagi. Pikiran seperti inilah yang membantu melatih otak anda sehingga bisa tampil lebih cerdas dari hari ke hari.

  8. Mendewasakan.

    Belajar berlapang dada lalu menerima kesalahan sendiri juga menerima kegagalan orang lain dapat merupakan salah satu langkah awal untuk menjadi dewasa. Hanya orang-orang yang memiliki pengertian yang memadailah yang dapat memberikan toleransi bagi yang telah menyakitnya lalu memaafkan bahkan berbuat baik kepada mereka.

  9. Awal dari perubahan.

    Ada beberapa orang yang tidak dapat menerima perubahan dengan lapang dada. Justru mereka menganggap perubahan itu sebagai sebuah ancaman yang harus dihindari bahkan ditolak mentah-mentah.

    Untuk mengubah orang seperti ini dibutuhkan kesabaran sampai mereka sendiri merasakan langsung akibat dari penyimpangan itu. Sehingga suatu hari nanti diharapkan agar iapun mau menerimanya dengan sukarela.

  10. Kesempatan untuk saling mengingatkan.

    Saat anda memiliki seorang teman ataupun sahabat yang sedang melumpur dalam dosa-dosanya. Maka yang harus anda lakukan adalah mengingatkannya sehingga ia menyadari kesalahannya. Mengingatkan disini bukan dalam artian memaksakan kehendak melainkan hanya saling menyapa saja agar masing-masing tidak jatuh dalam dosa pelanggaran yang paling dalam.

  11. Hanya sekedar melucu – refreshing.

    Terkadang, sesekali kita tidak perlu serius-serius amat dalam menjalani hari demi hari. Melainkan ada kalanya kita menanggapi berbagai kesalahan kecil dengan santai dan membawanya dalam canda dan tawa yang ringan.

    Butuh selera humor yang lumayan tinggi agar bisa melihat hal-hal yang kecil sebagai kesempatan untuk menghibur diri sendiri.

Pada dasarnya, apa yang dapat kami sampaikan dalam tulisan ini adalah terimalah kegagalanmu sebab anda bukanlah tuhan yang harus sempurna dalam segala sesuatu. Ambillah hikmah dibalik semua kesalahan yang telah dan sedang terjadi agar dimasa depan hidup anda menjadi lebih baik lagi (lebih sukses dari sekarang).

Anda terlalu santai karena menganggap rendah dosa. Koreksi diri!

Sudahi kebiasaan melumpur dalam kesalahan lalu mulai berbenah diri!

Berhenti berkubang dalam dosa-dosa seperti hewan diluar sana! Ayo berubah!

Salah itu biasa, kami, anda dan semua orang juga pernah melakukannya. Tidak ada yang murni benar di dunia ini melainkan kita belajar dari kesalahan sehingga kedepannya lebih bijak yang pada akhirnya tidak melakukan kekhilafan yang sama secara berulang-ulang. Hanya kanak-kanak yang terus-menerus jatuh di lubang yang sama. Oleh karena itu, rajinlah mengoreksi diri: jangan menghakimi apa kesalahan mereka melainkan selidikilah diri sendiri secara baik-baik. Ubah apa yang tidak benar dan lanjutkan bahkan tingkatkan apa yang baik.

Salam tegar!

Iklan

6 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s