11 Cara Menjadi Diri Sendiri – Mengenal Diri Dengan Bersikap Sesuai Kata Hati Masing-Masing

Cara menjadi diri sendiri dan mengenali diri lewat suara hati yang berbisik

Selama hidup di dunia ini, kita dianugrahkan oleh 3 dimensi kehidupan, yaitu pikiran/ hati, perkataan dan perbuatan. Ketiga hal inilah yang harus senantiasa dilatih agar memberikan hasil yang baik & benar. Pada dasarnya, apa landasan kehidupan anda? Berlandaskan batu ataupun tanah? Jika dasar kehidupan anda kuat niscaya ketiga dimensi itu akan bersinergi dengan baik. Dasar kehidupan manusia adalah Ajaran Agama dan Kitab Suci yang anda yakini.

3D, tiga dimensi kehidupan

Mustahil mampu mengenal diri sendiri sedangkan anda tidak mengenal, “siapakah Sang Pencipta yang telah mengutusmu ke dunia ini“. Bertemu dengan Sang Pencipta yang benar berawal dari mengenal ajaran-Nya lewat Firman yang telah Ia berikan. Baca Kitab Suci anda baik-baik, tidak perlu sekaligus melainkan bagian per bagian hari demi hari. Maka anda akan menemukan maksud dan tujuan-Nya menciptakanmu.

Setiap ajaran agama pastilah memiliki kebenaran sejati yang dipegang teguh dan diperjuangkan oleh setiap penganutnya. Intinya adalah Allah Yang Maha Baik itu tidak pernah menciptakan manusia untuk saling bunuh-bunuhan melainkan untuk hidup bersama dalam kasih dan perdamaian. Kita telah dianugrahkan pengetahuan akan yang baik & yang jahat (kecerdasan) yang memampukan manusia untuk saling berinteraksi, saling peduli, saling mengerti, saling mengasihi dan juga saling menguji satu-sama lain.

Marilah berkaca dari kehidupan hewan diluar sana, bukankah kanibalisme terjadi dalam kehidupan mereka untuk mencapai keseimbangan alam? Mereka tidak memiliki akal-pikiran. Yang diketahuinya hanyalah melahap apa yang ada didepannya bahkan sekalipun itu kerabatnya/ spesiesnya sendiri. Dari sini kita bisa berkaca bahwa tanpa akal-pikirannya, manusia akan cenderung kebinatangan. Ini bisa dianalogikan bahwa “kebodohan menuntun manusia untuk saling membunuh“.

Menjadi diri sendiri sebenarnya tidak begitu sulit, “dengarkan dan ikuti suara hatimu!” Kebanyakan orang di zaman sekarang ini lebih mendengarkan suara-suara lain yang datangnya dari luar. Mereka mengambil referensi lewat berbagai media, motivator dan lain sebagainya. Padahal hidup ini dikendalikan oleh otak sendiri bukan hasil pemikiran orang lain. Jika mereka bisa berpikir maka pemahaman yang dimilikilah yang menuntunnya kepada dirinya yang sebenarnya.

Tanpa akal-pikirannya mustahil menjadi diri sendiri

Harus dipahami bahwa kemampuan berpikir (kecerdasan) sangat mempengaruhi keperluaan seseorang untuk bertemu dengan dirinya sendiri. Menelisik ke dalam hati membutuhkan akal-pikiran yang sehat. Tanpa pemikiran yang sehat, seseorang akan tunduk di bawah hawa nafsu dan keinginannya yang sesat. Kondisi seperti ini pada akhirnya menuntun seseorang berlaku layaknya binatang yang tidak lagi memiliki akal sehat/ logika.

Inilah yang mengharuskan agar setiap dari kita melatih otaknya senantiasa berpikir agar jauh-jauh dari sikap kebinatangan itu. Salah satu cara terbaik untuk membuat “pikiran selalu on” yakni dengan cara tetap fokus kepada Tuhan dalam segala situasi yang dihadapi. Memusatkan pikiran kepada Yang Maha Kuasa dapat dilakukan dengan cara senantiasa fokus pada Firman dan puji-pujian kepada-Nya. Bila kebiasaan ini saja dapat anda terapkan dalam keseharian anda niscaya akal-pikiran semakin tajam (semakin cerdas).

Pikiran adalah dimensi dasar kehidupan manusia. Pertanyaannya sekarang adalah “apakah pikiran anda sudah melekat pada dasar yang kuat?”. Temukanlah dasar yang kuat itu hingga anda dapat berpegang teguh kepadanya sekalipun angin, badai, topan dan banjir ujian kehidupan menerpa bertubi-tubi. Dengan bantuan dasar kehidupan itu jugalah anda akan dipertemukan dengan “siapa diri ini sebenarnya?“.

Sebelum menjadi diri sendiri terlebih dahulu mengenal diri sendiri

Jangan terburu-buru untuk menjadi diri sendiri. Sebelumnya anda harus mengenal “siapa anda yang sebenarnya?“. Untuk membantumu mengenali diri kami akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar kehidupan anda. Berikut selengkapnya.

  1. Apakah kelebihanmu? (secara fisik, ekonomi dan sosial)
  2. Apa kelemahanmu? (secara fisik, ekonomi dan sosial)
  3. Apa kamu memiliki potensi?
  4. Apakah masalah yang sedang anda hadapi saat ini?
  5. Apa yang dapat anda lakukan untuk menjadi orang yang bermanfaat?

Cara menjadi diri sendiri dengan mendengar kata hati

 

Cara Menjadi Diri Sendiri - Mengenal Diri Dengan Bersikap Sesuai Kata Hati Masing-Masing

Setelah mengenal diri sendiri maka sekarang yang harus anda lakukan adalah ikuti kata hatimu, dengarkan dengan seksama lalu praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut selengkapnya cara mengenali diri sendiri.

  1. Pikiran berada dalam sistem default.

    Fokus kepada Sang Pencipta Segala Masa adalah sebuah langkah awal yang harus anda giatkan untuk membuat kehidupan anda searah dengan rencana Tuhan. Dengan senantiasa berfokus kepada Tuhan pikiran kita direfresh dari segala hal yang jahat itu. Kehidupan inipun menjadi lebih berguna bagi kemuliaan nama-Nya yang diekspresikan dalam doa, firman dan nyanyian pujian setiap waktu.

  2. Beraktivitas memberi manfaat.

    Anda dapat selalu melakukannya dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun. Mulailah berbagi kasih dari dalam keluarga, saling menyayangi dan memperhatikan anggota keluarga lainnya. Anda tidak harus berbuat kasih memberi manfaat melalui hal-hal besar, misalnya memberikan uang dan hadiah kepada seseoang tetapi mulailah itu dari hal-hal yang kecil dan sederhana, misalnya dengan beramah tamah (senyum, sapa dan sentuh), menjadi pendengar yang baik dan lain sebagainya. Bila anda mampu melakukan hal yang lebih dari itu maka berikanlah dengan setulus hati. Tetapi, landaskanlah setiap kebaikanmu sebagai salah satu cara untuk menyatakan kasih Allah kepada dunia ini.

  3. Jangan melupakan standar kehidupan.

    Lewat Firman-Nya kita mengetahui pola pikir Allah. Dengan membaca Kitab Suci berarti kita sedang berusaha mencocokkan jalan pikiran sendiri dengan jalan pikiran Tuhan. Ini membutuhkan usaha yang tidak instan melainkan harus terus dilakukan secara kontinue seumur hidup. Pahamilah rencana Tuhan dalam kehidupan manusia (tujuan hidup : bermanfaat untuk kemuliaan Allah dan berbagi kasih dengan sesama) karena itu bersifat stagnan namun kita bawakan dalam bidang kehidupan masing-masing.

  4. Di dalam kebenaran.

    Jangan pernah berharap hati dipenuhi oleh kuat kuasa Roh Allah namun sikap kita masih tertuju pada hal-hal yang salah. Perilaku masih syarat dengan hawa nafsu, kebencian, amarah dan dendam. Kehidupan kita harus benar-benar bersih dari segala bentuk kebinatangan (perbuatan daging) sehingga layak di hadapan Tuhan.

  5. Senantiasa bersyukur.

    Dengan hati yang bersyukur berarti anda menerima segala sesuatu sebagai bagian dari rencana ajaib Sang Pencipta. Tidak ada kenyataan yang terlalu pahit untuk diterima dan tidak ada rasa sakit yang tidak dapat ditanggung sendiri. Sebab segala pencobaan yang anda alami cenderung tidak melebihi kekuatanmu. Oleh karena itu, mulailah melatih diri untuk bertahan didalam penderitaan.

  6. Hidup mengalir seperti air.

    Ini juga berbicara tentang menjalani hidup apa adanya tanpa unsur paksaan sebab hanya peraturanlah yang dapat memaksa manusia untuk melakukan ini atau tidak boleh melakuka itu. Hidup mengikuti arus pergolakan dunia ini namun tetap mempertahankan jati diri. Jika jati diri anda tergerus oleh situasi sulit maka kehidupanpun akan kehilangan arah.

    Tindakan yang anda lakukan merupakan bagian dari proses menyesuaikan diri dengan situasi yang sedang berlangsung. Anda harus benar-bisa berbaur dalam berbagai situasi bahkan bila perlu melebur. Namun ingatlah bahwa proses menyesuaikan diri itu tidak sampai membuatmu kehilangan jati diri/ menjadi jahat.

  7. Tetap santai dan tenang dalam segala situasi.

    Sikap yang santai dan tenang adalah sebuah langkah awal untuk mendengarkan suara hati sendiri. Sadarilah bahwa bisikan suara hati itu sifatnya sayup dan lembut. Mustahil anda dapat mendengarkan pasan itu di dalam kegelisahan atau sikap yang terburu-buru.

  8. Kenali hawa nafsu yang sesat dan kebiasaan buruk lainnya.

    Anda harus mulai belajar untuk mengenali hawa nafsu sendiri. Keinginan yang berujung pada kesesatan harus anda abaikan. Jangan biarkan hawa nafsu itu menguasai kehidupan anda.

    Butuh pengalaman untuk mengenali berbagai kebiasaan buruk dalam dunia ini. Jangan lupakan memori masa lalu tentang berbagai kebiasaan buruk yang sempat anda lakukan atau pernah disaksikan dahulu. Sehingga kedepannya anda lebih waspada dan mengabaikan jika hal-hal tersebut muncul dalam hati sendiri.

  9. Peka & mendengarkan kata hati sendiri.

    Setiap orang memiliki hati yang berkata-kata. Jika anda tetap tenang dalam bersikap maka bisikan itu akan terdengar juga. Pastikan anda memperhatikannya dan jangan sampai hawa nafsu yang sesat lebih unggul dibandingkan perkataan itu.

  10. Menentukan pilihan dan melakukan apa yang diinstruksikan oleh suara hati.

    Setelah mendengar kata hati maka langkah selanjutnya adalah jadikan hal tersebut sebagai pilihan terbaik dalam hidup ini. Kemudian jangan hanya di diamkan saja melainkan harus segara diwujudnyatakan & ditindaklanjuti semampunya sesuai dengan sumber daya yang anda miliki.

  11. LAKUKAN EVALUASI : Rendah hati menanggapi keberhasilan & menerima segala resiko atas pilihan tersebut

    Anda harus memiliki waktu khusus untuk mengevaluasi diri sendiri. Ambil waktu untuk berdiam diri lalu berpikir sejenak. Lakukanlah evaluasi teradap diri anda, nilailah setiap kejadian yang telah anda lalui.
    – Apakah semuanya baik?
    – Adakah yang masih belum sesuai?
    – Apa yang harus anda lakukan untuk membaikkan apa yang masih menyimpang itu?

    Jika pilihan itu berhasil maka hindari menyombongkan diri atas semua yang terjadi. Melainkan bersikaplah biasa saja dalam kerendahan hati agar semuanya dapat mendatangkan kebaikan dan bukan malah menjadi alat untuk menyakiti orang lain.

    Menerima segala resiko yang timbul atas pilihan tersebut.
    Harus kami akui bahwa terkadang suara hati ini menuntun kita pada posisi yang salah sehingga mempermalukan diri sendiri. Itu tidak masalah teman melainkan bagian dari pembelajaran hidup. Resapi rasa sakitnya lalu katakan kepada diri anda “Saya pantas menanggung semuanya ini, kuatkan hatiku ya Tuhan“.

  12. Perbaiki & berubahlah untuk maju.

    Apabila pilihan anda salah maka berlapang dadalah menerima kegagalan tersebut. Sebab tidak ada kesuksesan tanpa kegagalan. Perbaikilah apa yang masih bisa diperbaiki dari peristiwa tersebut. Jadikanlah ia sebagai pengalaman sehingga anda tidak jatuh dalam lubang yang sama kelak. Kemudian berubahlah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan membuat pilihan baru/ yang lainnya.

Jika memiliki Roh Allah di dalam dirimu maka akan dituntun kepada pahit-manisnya, susah-senangnya, sakit-nikmatnya kehidupan. Sebab orang yang bijak adalah mereka yang dapat belajar mengambil hikmah dalam kebaikan dan juga dalam keburukan yang dialaminya. Saat anda mampu tetap positif di tengah kerasnya hidup maka saat itu juga ketenangan, ketentraman dan kebahagiaan selalu ada dalam hati. Pada akhirnya, semuanya itu akan mengajari anda untuk lebih tabah & kreatif menjalani pilihan yang telah kita ambil!

Salam tegar!

Iklan

3 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s