Lingkungan · Mineral Ajaib · Negara

10 Solusi Masalah Pangan Akibat Lonjakan Penduduk – Dampak Buruk Alih Fungsi Lahan

Solusi masalah pengan dan pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dampaknya terhadap lingkungan hidup

Jumlah penduduk yang terus meningkat dari tahun ke tahun adalah sebuah ancaman. Itulah yang tersirat dibalik isu pemanasan global yang kian membahana. Jumlah manusia yang terus bertambah harus diiringin dengan penambahan jumlah tanaman pangan. Sudah otomatis keadaan ini menunjukkan betapa luasnya lahan pertanian yang diperlukan beberapa tahun ke depan. Ini jelas sebagai ancaman bagi masa depan sebab kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan tidak dapat ditahan lebih lama. Pada akhirnya global warming akan mencapai puncaknya.

Sebuah ironi yang harus dihadapi oleh manusia zaman sekarang. Pertumbuhan penduduk yang amat subur memberi keuntungan bagi negara, yaitu sebagai tambahan SDM yang kreatif baik secara kuantitas maupun kualitas. Bertambahnya jumlah individu sekaligus mengharuskan penambahan satu petak tanah untuk pemukiman dan petak berikutnya ditujukan untuk lahan pertanian sebagai sumber bahan pangan. Artinya, setiap penambahan satu orang penduduk maka pemerintah harus menyediakan sejumlah dua bidang tanah untuk keberlangsungan hidupnya.

Pembangunan perumahan ditambah lagi dengan perluasan lahan pertanian secara horizontal menunjukkan dampak yang kentara bagi lingkungan hidup. Jika perilaku ini terus dibiarkan maka hutan-hutan tropis yang dimiliki oleh ibu pertiwi akan segera lenyap dan hilang sama sekali. Oleh karena itu harus ada pergeseran untuk mengembangkan pemukiman dan lahan pertanian dari yang bersifat horozontal beralih menjadi vertikal di dalam gedung-gedung bertingkat yang tinggi-besar pencakar langit.

Dampak negatif dari alih fungsi lahan hutan yang sangat intens

Pemerintah harus benar-benar mencari cara agar pemanfaatan lahan dapat dihemat sebisa mungkin. Sebab alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia di zaman sekarang ini. Berikut beberapa dampak negatif alih fungsi hutan yang terus-menerus terjadi di tanah Ibu Pertiwi.

  1. Mengurangi paru-paru lingkungan sehingga meningkatkan pencemaran udara oleh aktivitas manusia.
  2. Mengusir, menyingkirkan dan mengeliminasi berbagai bentuk hewan dari habitat aslinya.
  3. Mengurangi intensitas hujan. Air di bak-bak tidak dapat lagi selalu penuh akibat curah hujan yang terus berkurang.
  4. Akibat akar pohon yang jarang bahkan sudah tidak ada lagi maka mudah terjadi pergeseran tanah karena strukturnya yang rapuh oleh pembalakan liar.
  5. Memperkecil cakupan resapan air. Tanah-tanah tidak lagi menyimpan air dan air tanah justru terus disedot oleh aktivitas manusia.
  6. Meningkatkan resiko banjir akibat aliran air hujan secara vertikal tidak maksimal sehingga terjadi peningkatan debit air secara horizontal di musim penghujan sehingga terjadilah banjir.
  7. Musim kemarau yang panjang. Tidak ada lagi suhu yang sejuk sedang. Justru kulit semakin terbakar di bawah terik matahari siang.
  8. Kekeringan menjalar dimana-mana. Warga kesulitan mencari sumber mata air sebab semuanya telah tandus dan mengering.
  9. Bencana kelaparan tidak dapat dibendung lagi.

Menciptakan perputaran sistem untuk kebaikan bersama

Proses mengolah tanah yang baik

Tahukah anda bahwa dunia ini dan semua yang ada di dalamnya adalah sistem yang berputar? Manusia dan hewan jago memakan dan menghancurkan segala sesuatu sedangkan tumbuhan hijau berusaha membangunnya kembali menjadi bahan-bahan organik yang layak konsumsi. Dua hal yang sangat penting dalam perputaran ini adalah garam dan terang. Cahaya matahari mengaktifkan klorofil untuk membangun bahan kimia menjadi bahan biologis. Sedangkan garam mendemineralisasi bahan-bahan biologis menjadi unsur/ zat tertentu yang sama dengan bahan kimia biasanya.

Cara memutar sumber daya tetap terbarukan negara adalah sistem yang berputara

Demikian halnya juga dalam mengelola pemerintahan. Agar semua orang mendapat jatah dari keuntungan di dalam pengelolaan negara maka ada baiknya jika perdagangan dikendalikan oleh pemerintah. Ini bukan saja mengenai pemerataan pendapatan melainkan lebih kepada kesetaraan antar profesi dan buruh. Bisakah kaum profesional menjalankan fungsinya tanpa buruh? Atau bisakah seorang dosen hidup tanpa petani? Kita saling membutuhkan satu sama lain. Jadi mengapa pemerintah lebih memili untuk pilih kasih?

Solusi masalah pangan ditengah lonjakan jumlah panduduk yang tidak terkendali.

Pertumbuhan penduduk yang terus saja berkembang dari tahun ke tahun meningkatkan penggunaan lahan, baik sebagai pemukiman maupun sebagai lahan pertanian (pangan).  Oleh karena itu beberapa solusi terbaik untuk mengatasi hal ini dengan melakukan cara-cara sebagai berikut.

  1. Lonjakan penduduk ditanggapi dengan membangun pemukiman secara vertikal dalam rumah susun atau apartemen.
  2. Kebutuhan pangan yang meningkat dijadikan untuk membangun gedung-gedung tinggi berlantai banyak sebagai lahan pertanian yang bersifat vertikal – bercocok tanam secara hidroponik.
  3. Gedung kosong berlantai banyak yang telah ditinggalkan oleh penghuninya juga dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian di dalam ruangan.
  4. Meneliti varietas tanaman pangan tertentu yang dapat dikembangkan di dalam gedung di bawah sinar lampu UV (ultra violet).
  5. Tidak membuang kotoran manusia ke laut melainkan untuk kemudian di keringkan dan di jadikan pupuk.
  6. Penggunaan pupuk ini ditujukan untuk mengembangkan jenis pohon dengan kayu tertentu yang dapat dijadikan sebagai bahan dasar tanah hidroponik.
  7. Jika waktunya sudah tiba pohon tersebut dapat dijadikan bahan properti yang sangat baik dimanfaatkan oleh masyarakat.
  8. Serbuk kayu ini akan dijadikan sebagai bahan dasar dalam pembuatan tanah dalam media hidroponik.
  9. Setelah semua serbuk kayu ini mengering maka dapat digunakan langsung sebagai media tanah untuk menanam tanaman pangan di dalam gedung.
  10. Tentukan lama waktu yang dibutuhkan untuk menghidupkan lampu violet sehingga merangsang fotosintesis dan pembentukan bagian-bagian tanaman lainnya.
  11. Setiap hari, tanaman hidroponik ini di siram dengan air garam isotonik secukupnya untuk melepaskan unsur hara secara bertahap di dalam serbuk kayu tersebut.

    Baca juga solusi lainnya, Cara hemat menggunakan tanah pertanian

Kita semuanya telah mengetahui kemampuan tanaman untuk mengubah bahan-bahan kimiawi menjadi bahan biologis dalam proses fotosintesis. Dimana unsur anorganik disusun kembali menjadi sesuatu yang organik untuk keberlangsungan hidup manusia. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk saling bersaing untuk bisa hidup karena semua kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi lewat manajemen dan tata kelola lahan yang baik dan benar.

Kalau semuanya bisa sejahtera niscaya hari-hari akan menjadi lebih baik, lebih kreatif, lebih inovatif dan lebih hidup dan tentu saja bebas dari kekerasan juga terhadap persaingan sesat dimana semua tercukupi lahir-batin.

Salam Indonesia dalam revolusi mental!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s