+10 Cara Mencapai Kesempurnaan Hati Ditengah Keterbatasan Manusia

Cara-mencapai-kesempurnaan-hati-di-tengah-keterbatasan-manusia-di-dalam-dunia-yang-fana-ini

Pintu hatimu adalah jalan masuk bagi kebenaran. Bagaimana mungkin anda memikirkan yang benar padahal indramu tidak pernah mengecap/ mencitrakan kebenaran. Masukkanlah sesuatu yang baik dan benar ke dalam lubuk hatimu secara terus menerus (kontinu) dan konsisten. Niscaya akan timbul kebenaran dan kebajikan lewat sikap yang diekspresikan sehari-hari. Oleh karena itu, jaga dan seleksilah setiap informasi yang hendak dimasukan ke dalam pikiran anda.

Apakah itu kesempurnaan hati? Ini adalah sebuah pencapaian kemajuan kepribadian dimana suasana hati sama dengan kenyataan yang terjadi. Tidak mudah untuk menyetarakan suasana pikiran anda dengan realitas kehidupan yang kemungkinan berubah-rubah. Dunia dengan segala isinya mustahil dapat dikendalikan seorang diri saja. Satu-satunya yang dapat mengendalikan manusia hanyalah peraturan dan hukum yang berlaku dalam kehidupan berbangsa & bernegara.

Kesempurnaan hati hanya pada pandangan pertama

Haruslah anda pahami bahwa tidak ada yang sempurna di seantero negeri ini, yang ada hanya mendekati sempurna. Benda mati boleh sempurna, misalnya saat pertama melihat bola yang bulatnya sempurna yang baru saja dibeli di toko terdekat. Akan tetapi, tahukah anda bahwa semakin lama bola tersebut digunakan maka semakin jelas pula kelemahan/ kecacatannya setelah pemakaian yang berulang-ulang. Demikianlah juga dengan manusia, saat baru pertama berjumpa kelihatannya perfek banget! Akan tetapi setelah lama bersama, ada-ada saja kelemahan yang kita ketahui dari orang tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa kesempurnaan hanya terjadi pada pandangan pertama. Manfaatkanlah pertemuan perdana sebaik mungkin sehingga meninggalkan kesan yang baik.

Kesempurnaan hati adalah menemukan tulang rusuk yang cocok

Seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran pasangan hidup, ketika telah menemukannya maka rasanya penuh hati ini karena telah dipertemukan dengan belahan jiwanya. Penantian seperti ini sebenarnya tidak masalah teman, sayang dampaknya besar sebab beresiko membuat hatimu hampa. Saat apa yang dinantikan tidak kunjung datang alhasil hatipun terasa hampa.

Kami dahulupun mencari-cari pujaan hati akibatnya hati ini terasa hampa sekalipun dalam suasana yang senang atau dalam keramaian. Ini merupakan sebuah pencarian yang tidak akan pernah membuahkan hasil. Setahu kami yang namanya jodoh itu tidak akan datang jika hanya dinanti-nantikan saja. Melainkan cobalah untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu hidup mandiri. Tidak lupa juga untuk menjadi orang yang jujur, baik hati dan ramah tutur katanya. Ingat, jangan hanya mengharap tetapi perbuatan nihil. Harapkanlah dan layakkan diri untuk dicintai oleh seseorang yang mungkin akan menjadi tulang rusuk anda.

Kesempurnaan hati dapat dicapai dengan merasa cukup

Kunci kesempurnaan hati adanya dihati juga. Perasaan ini tidak dikendalikan oleh situasi dari luar. Apa yang ada diluar diri anda hanyalah pancingan sedangkan yang mengaktifkan hormon kebahagiaan adalah diri sendiri. Jika demikian andapun bisa mengakali agar hormon kebahagiaan itu selalu aktif sekalipun tanpa pancingan oleh rangsangan dari indra. Salah satu cara paling jenius untuk tetap bahagia dalam semua situasi dan semua kondisi adalah dengan senantiasa merasa cukup. Merasa cukuplah dengan semua yang telah anda terima. Juga merasa berkecukupanlah dalam segala hal (harta benda & bakat) yang telah dimiliki

Kesempurnaan hati saat semua keinginan telah terwujud

Beberapa pendapat lain menghubung-hubungkan kesempurnaan hati dengan terwujudnya semua yang anda inginkan. Pada awalnya, saat masih berjuang dalam pencarian, hampa rasanya hati ini. Waktu yang dilalui seolah tak berarti/ berharga karena apa yang diidam-idamkannya tidak kunjung didapatkan. Suasana hati yang seperti ini membuatmu rentan terhadap masalah ditengah dangkalnya rasa yang dialami. Padahal yang namanya keinginan tidak pernah berkata cukup sebab ia sama dengan hawa nafsu yang tetap ada selama nafas masih berhembus di badan.

Beberapa orang berusaha  mencapai kebahagiaan sejati dengan meminimalisir keinginan alias menekan bahkan menolkan hawa nafsunya. Keadaan ini sama dengan saat anda tidak berharap apa-apa dalam segala hal yang ditekuni. Tidak membuat harapan sama artinya dengan hidup mengalir apa adanya seperti air. Tidak ada unsur memaksa sebab semuanya dibiarkan mengalir begitu saja. Menolkan keinginan adalah cara paling mudah untuk selalu berbahagia.

Kesempurnaan hati, mengurangi apa yang lebih dan melengkapi apa yang kurang

Sikap sesama kepada anda cenderung berbeda-beda sebab tidak ada satu orangpun yang sama dalam kehidupan ini. Perilaku seseorang mungkin terkesan berlebihan lalu anda menguranginya di dalam hati dan bukannya malah ditanggapi secara lebay. Perkataan seorang teman kurang mengena lalu anda memenuhinya/ melengkapinya di dalam pikiran sendiri bukannya malah bersungut-sungut akan hal itu. Intinya adalah ketika sikap seorang teman berlebihan maka kurangilah di dalam hati dan saat hal tersebut minim maka genapilah di dalam pikiran sendiri.

Setiap perkataan dan perbuatan sesama cukup-cukupkanlah itu. Jika anda terlalu sibuk menilai dan mengoreksi hal-hal yang kecil, kapan majunya? Akan tetapi jika sikap yang salah itu sudah tertulis dengan jelas di dalam undang-undang & peraturan yang berlaku maka hal tersebut wajib untuk diperbaiki bahkan wajib pula mendapat ganjaran yang setimpal.

Cara menggapai kesempurnaan hati dalam tubuh yang penuh dengan keterbatasan

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa manusia adalah organisme yang penuh dengan keterbatasan tapi bukan berarti kita dilegalkan untuk hidup terus di dalam kesalahan. Berusahalah untuk mengotrol semuanya dengan cerdas dan bijak sehingga tingkat kesalahan/ kekhilafan bersifat minimalis (bukan tanpa kesalahan). Berikut beberapa cara untuk mencapai kesmpurnaan hati dalam hidup bermasyarakat.

Sebelum membahas tentang cara menyempurnakan pikiran maka terlebih dahulu pelajari juga Faktor yang menyebabkan hati lebih tenang dan penuh kelegaanSebab mustahil hati anda terasa lengkap namun sikap amburadul. Artinya harus ada keselarasan antara sikap dan apa yang dipikirkan.

Orientasi kepada Tuhan

  1. Memusatkan Pikiran kepada Tuhan

    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih BerkualitasUsahakan untuk senantiasa fokus kepada Tuhan di segala situasi dan kondisi untuk menjernihkan hati ini. Pikran yang selalu kosong akan mempengaruhi rasa sempurna di hati. Oleh karena itu beberapa orang meyakini bahwa “manusia memiliki lubang di hati” dimana kehampaan itu hanya bisa disempurnakan oleh kehadiran Tuhan di dalamnya. Dengan senantiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan dalam doa, firman dan nyanyian pujian maka hatimu akan dipenuhi dengan sukacita yang tidak akan pernah berakhir.

  2. Senantiasa bersyukur.

    Apapun yang anda alami anggaplah itu sebagai kehendak Tuhan. Semua yang terjadi sudah diijinkan sama Yang Maha Kuasa sehingga hati inipun lebih mudah berbahagia atas semuanya itu. Mengucap syukur atas kebaikan Tuhan sama artinya dengan mempasrahkan hidup ini sesuai dengan rencana yang telah Ia tetapkan dari awal. Usaha kita memang maksimal dan sebaik mungkin tetapi tentang hasilnya serahkan kepada kehendak Tuhan.

    Manajemen pikiran

  3. Menekan keinginan berlebihan.

    Minimalisir keinginan anda bahkan sebisa mungkin tiadakan hawa nafsu itu. Anda boleh bercita-cita tentang ini dan itu tetapi memikirkannya terus menerus jelas tidaklah baik. Membahas masa depan terlalu detail adalah angan-angan yang belum tentu terwujud sebab hari esok masih misteri bagi kita.

  4. Hidup mengalir seperti air, tidak memaksa

    Miliki kepribadian seperti air yang tidak memaksakan kehendak melainkan ikuti saja arusnya namun tetap pertahankan jati diri anda. Kita bisa mengikuti apapun yang sedang berlangsung disekitar namun tetap harus menyadari betul apa yang sedang berlangsung. Bila kita mengerti apa yang sedang dihadapi maka kitapun akan berusaha memegang prinsip dan tidak mudah terpengaruh oleh buruknya situasi. Sehingga kita tidak hanyut dan tenggelam dalam hasutan jahat orang lain. Hidup yang mengalir seperti air juga identik dengan sikap yang tidak memaksakan kehendak.

  5. Mencukupkan diri dengan berkat yang diperoleh.

    Merasa cukuplah dalam segala sesuatu yang anda peroleh, misalnya gaji/ penghasilan sendiri. Merasa cukup jugalah dengan semua kepunyaan anda misalnya bakat, harta benda dan lain sebagainya. Tuhan telah mempercayakan masing-masing orang dengan talenta yang berbeda. Oleh karena itu, merasa puaslah lalu nikmati dan kerjakan dengan sungguh-sungguh apa yang sudah menjadi bagianmu.

  6. Terimalah semua yang terjadi apa adanya – tabah.

    Terkadang kita tidak perlu membalas apalagi melawan/ menolak setiap perbedaan yang sedang berlangsung/ bergejolak. Lalu katakan katakan pada hatimu bahwa “saya pantas mendapatkan/ mengalami semua ini. Kuatkan hatiku ya Tuhan“. Kesabaran menjalani hidup merupakan salah satu yang menyempurnakan hati manusia. Sebab tanpa yang satu ini maka ada kecenderungan suka bersungut-sungut, menyerobot antrian bahkan terlalu agresif menanggapi sesuatu.

  7. Lengkapi kekurangannya dan kurangi kelebihannya.

    Melengkapi apa yang kurang dan mengurangi apa yang lebih. Saat seseorang menyampaikan sesuatu, terkadang kita merasa bahwa ada sesuatu yang masih belum dikatakannya atau mungkin saja beberapa kata-katanya agak lari dari yang seharusnya. Oleh sebab itu, hindari sikap bersungut-sungut di dalam hati melainkan silahkan lengkapi ada yang kurang dan bila ada yang lebih maka kurangi jugalah dalam hati masing-masing.

    Manajemen sikap

  8. Siap menghadapi ujian pemurnian hati.

    Harus mau tertekan (ujian kehidupan membuatmu berkembang). Tidak perlu ilfil dengan masalah yang mendatangi anda melainkan hadapilah itu senyatanya sehingga mental anda dilatih untuk menjadi lebih kuat dan juga lebih cerdas. Pencobaan yang mendatangi kehidupan kita juga bermanfaat untuk melatih diri ini mengendalikan sisi emosional agar tidak terkesan menjadi seperti binatang yang penuh dengan kebencian, dendam, amarah dan kekerasan (kebinatangan).

  9. Berusaha semakasimal mungkin dalam menjalani hidup.

    Perjuangan harus lebih gigih yang disertai dengan kerja keras, ketekunan dan pengorbanan. Kami selalu memiliki pandangan dalam setiap sikap yang digiatkan, seolah-olah melakukannya untuk Tuhan bukan untuk manusia. Hal ini juga sangat penting agar kelak di masa depan kita tidak menyesali diri karena dahulu kerap kali bermalas-malasan dan mengabaikan tanggung jawab yang dipercayakan.

  10. Mau memaafkan sesama.

    Harus semakin banyak mengabaikan hal-hal kecil yang tidak penting dan mengganggu konsentrasi pikiran dan fokus indra. Memaafkan orang yang terlibat dalam serangkaian peristiwa yang wajar dan dapat dimengerti/ ditoleransi. Belajar memaafkan itu tidak mudah tetapi semuanya bisa dilatih sejak dini. Bila kita tidak mau memaafkan sesama maka ada rasa gejolak di dalam hati yang cenderung membuat hidup tedak tenang terutama saat bertemu dengan orang tersebut.

  11. Meminimalisir rasa bersalah – mendengarkan suara hati.

    Jika kita telah melakukan suatu kesalahan namun belum mengakuinya baik kepada orang yang bersangkutan maupun kepada Tuhan maka rasanya hati ini kurang sempurna. Ada yang mengganjal, sesuatu yang menghalangi kehidupan kita sehingga tidak mampu menikmati segala sesuatu dengan sepenuhnya. Oleh karena itu, alangkah lebih baik untuk meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat. Perhatikan juga kata hati anda, hindari terlalu sering melawan peringatan dan teguran-Nya sebab hatimu adalah bait Roh Kudus.

  12. Hidup memberi manfaat.

    Lakukanlah kebaikan dan tegakkan kebajikan. Mulailah melakukannya dari hal-hal yang kecil dan sederhana, misalnya dengan bersikap ramah kepada sesama. Sadar atau tidak perkara-perkara kecil yang kita tekuni akan mempertemukan dan membawamu kepada sesuatu yang besar.

  13. Selalu rendah hati.

    Tips berikutnya adalah semakin lama kehidupan di dunia ini maka semakin rendah hati pula sikap yang diekspresikan. Ingatlah bahwa kesombongan adalah kelemahan. Kerendahan hati turut membuat pikiran penuh dengan kelegaan sebab kerelaan menjalani hidup seadanya dalam kesederhanaan. Sikap ini juga identik dengan kebiasaan yang tidak suka menilai/ menghakimi orang lain untuk direndahkan baik di dalam hati sendiri maupun dihadapan sesama (orang lain).

  14. Biasa saja dan tekan kebiasaan yang lebay.

    Sikap yang biasa saja dan tidak berlebihan (lebay). Biasa saja baik saat suka, duka, tawa, tangis, susah, senang dan suasana hati lainnya dimana sikap tetap sama saja (konsisten). Tidak berlebihan juga identik dengan pemanfaatan segala sesuatu yang sifatnya pas dan jauh dari kata mubazir (pemborosan yang berakhir dengan sia-sia : diabuang).

  15. Tekuni sampai membudaya.

    Lakukan semuanya dengan tekun hingga menjadi budaya yang membahagiakan hati. Saat anda melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan terus-menerus maka suatu saat hal ini akan menjadi kebiasaan yang membudaya sehingga mendatangkan kebahagiaan sejati.

  16. Nikmati hidupmu kawan.

    Menikmati hidup apa adanya. Bekerja, belajar dan berkreasi terus-menerus jelas tidaklah baik. Ada kalanya bagi kita untuk berhenti sejenak lalu menikmati beberapa sajian yang pantas. Baik menikmatinya lewat lidah (makan dan minum di luar), mata (nonton bioskop, membeli DVD, pasar malam, wisata alam, wisata air/ water boom), telinga (mendengarkan musik, mengikuti opera, menonton film), kulit (spa) dan kulit (spa, pijat). Nikmatilah semua itu apa adanya (apa yang sanggup dibeli dengan dana seadanya menurut kesanggupan) bila perlu bersama keluarga, saudara, sahabat, rekan kerja dan lain-lain.

Tips menyempurnakan hati mencapai kelegaan dan kedamaian hidup

Demikian saja teman. Semoga anda dapat mencapai kesempurnaan hati itu sebab mustahil kita bisa menyempurnakan dunia ini. Akan tetapi kita berkuasa dan mampu mengendalikan pikiran sendiri. Oleh karena itu sempurnakanlah hal tersebut!

Salam revolusi mental!

Iklan

6 comments

  1. […] Sederhana toh…. Bukankah dari penjelasan di atas kebahagiaan anda ditentukan oleh cara mengola pikiran, perkataan dan perbuatan sendiri? Itulah yang kami maksudkan bahwa bahagia tidaknya anda tergantung dari sikap sendiri sedangkan suasana di luar bersifat relatif. Terakhir, Cara menyempurnakan hati […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s