10 Bahaya & Cara Menghilangkan Kebiasaan Bergosip Dalam Keseharian Anda – Gosip Tidak Ada Untungnya

Bahaya & Cara Menghilangkan Kebiasaan Bergosip Dalam Keseharian Anda – Gosip Tidak Ada Untungnya

Gosip adalah obrolan tentang orang-orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan (KBBI Luring). Merupakan kebiasaan yang suka membicarakan orang lain terutama dalam hal-hal yang tidak wajar. Infotainment dengan segala keunikan, keanehan dan polemik yang ditimbulkannya telah menjadi sebuah acara tradisi dalam kebanyakan stasiun televisi (terutama televisi swasta)  Kami melihat bahwa acara semacam ini tidak hanya mempengaruhi kepribadian seseorang melainkan juga mempengaruhi kehidupan sosialnya dan ekonomi (khususnya kebiasaan belanja).

Singkat saja pesan yang tersirat dalam berbagai acara gosip, yaitu “lihatlah, kamu bisa, ikutilah dan belilah”. Pemberitaan semacam ini syarat dengan embel-embel dari pihak tertentu. Acara semacam ini menunjukkan bahwa setiap orang dapat dipengaruhi dan mungkin andalah salah satu yang menjadi korbannya. Ingatlah selalu bahwa ketika kehidupan sekelompok orang disoroti maka ada brand/ merek tertentu yang mensponsori acara itu alias hal tersebut menjadi sarana promosi.

Masih ingatkah anda tentang indra manusia dan kemampuannya untuk mempengaruhi otak? Apa informasi yang diterima maka itulah yang diolah oleh pikiran anda. Jadi ketika pikiran anda terus diisi oleh perkara gosip dan embel-embel yang menyertainya alhasil sikap yang anda ekspresikanpun tidak jauh-jauh dari yang digosipkan selama ini. Membahas-bahas gosip di dalam hati 100% dapat mempengaruhi kebiasaan anda.

Tahukah anda bahwa dunia keartisan hanyalah sebuah drama? Ini semacam cerita yang dibuat-buat agar suasana hati anda lebih seru dan semakin asyik berlama-lama di depan layar kaca. Ada yang mengatakan bahwa kebiasaan belanja adalah wujud dari rutinitas menekuni acara infotainment sejenis gosip. Ini terjadi terutama ketika informasi yang diterima oleh indra didominasi oleh acara sejenis. Oleh karena itu sekali lagi kami ingatkan kepada anda untuk senantiasa menyeleksi lalu memilah-milah sebelum memasukkan informasi ke dalam pikiran sendiri.

Di jaman sekarang, infotainment tidak lagi menyoroti hal-hal yang nyata (real). Sebab kenyataan yang mereka alamipun sama saja dengan kehidupan manusia yang lainnya, hal-hal tertentu terus terulang hari demi hari. Posisi acara ini sekarang telah bergeser dari kenyataan menjadi sebuah DRAMA HOT’s yang syarat rekayasa dan dilebih-lebihkan, seperti kebanyakan drama lainnya. Selain itu muatan promosi – ekonominya sangat kental dan sangat propagandatif.

Siapakah yang paling suka bergosip?

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa “gosip adalah cara yang paling mudah untuk bersosialisasi. Bahkan, sebuah studi di Inggris mengungkap bahwa perempuan cenderung menghabiskan sedikitnya lima jam per hari untuk mengobrol dan bergosip. Dan, 36 persen wanita mengatakan bahwa mereka tidak dapat dipercaya untuk menyimpan rahasia, dan mereka secara reguler akan mengatakan hal tersebut pada pasangan mereka” (Sumber : Kaskus).

Sadarkah anda bahwa tulisan yang mengatas-namakan penelitian semacam ini sedang berusaha membentuk opini dan mengarahkan anda pada hal-hal tertentu? Terserah penelitian itu benar atau tidak. Ingatlah selalu bahwa anda BUKANLAH ROBOT, KAYU APALAGI BATU yang tidak bisa berubah dan harus mengikuti apa yang tertulis disana, melainkan berubahlah ke arah yang lebih positif.

Seperti yang tertulis di atas, kebanyakan orang yang menggunjing/ menggosip adalah perempuan. Mengapa perempuan sangat rentan terhadap gosip? (1) Mungkin salah satu alasannya adalah karena telah dibiasakan menonton infotainment sejak dini/ sejak kecil. (2) Pendapat lain mengatakan bahwa mereka melakukannya hanya sekedar untuk mengisi waktu luang. (3) Selebihnya berkata bahwa itu adalah cara kami untuk bergaul antar sesama wanita.

Dampak negatif kebiasaan bergosip bagi kehidupan anda.

Menggosip jelas tidak sehat bagi kehidupan anda. Untuk apa menekuni sesuatu yang tidak berguna? Berikut ini beberapa dampak buruk kebiasaan menggosip.

  1. Waktu, tenaga dan uang terbuang sia-sia.

    Pentingkah anda mengetahui kehidupan & keseharian seseorang? Padahal kebanyakan yang diberitakan disana hanyalah omong kosong alias DRAMA. Seperti kebanyakan drama lainnya yang hanyalah sebuah kepura-puraan namun tujuan utamanya untuk mempengaruhi lebih banyak orang. Daripada menonton infotainment lebih baik nikmati hasil karya seni yang lebih bermutu seperti film, lagu, musik, seni rupa, opera, drama musikal dan lain sebagainya.

  2. Memupuk rasa iri dalam hati anda.

    Seperti yang diramalkan oleh Nabi Salomo bahwa iri hatilah yang menjadi penggerak ekonomi dan penggerak dunia ini. Ketika anda melihat hal-hal yang mewah dan glamour alhasil hati inipun merasa iri lalu ingin memilikinya. Keinginan inilah yang membuat anda hendak membeli sesuatu yang sama persis. Jika hawa nafsu seperti ini tidak dapat dikendalikan maka mulailah otak berputar “bagaimana caranya agar saya dapat….” sekalipun dengan cara-cara yang salah.

  3. Anda akan mengikuti gaya hidup para artis.

    Seperti apa infotainment itu? Yang menyorot orang-orang dengan gaya hidup mewah dan glamour. Hampir semua orang yang disorot dalam acara ini adalah kaum borjuis, berkelas dan diatas rata-rata. Jika sering menonton acara ini alhasil kesanalah hidup anda akan tertuju.

  4. Cenderung ingin berbelanja.

    Tahukah anda bahwa acara televisi termasuk yang membicarakan gosip artis dapat membius indra yang pada akhirnya mempengaruhi kebiasaan berbelanja? Para istri yang suka menontonnya pasti bisa merasakan betapa selama ini mereka secara masif telah digiring untuk memiliki hobi BERBELANJA.

  5. Hidup lebih boros.

    Kami kasihan aja melihat suami-suami yang budiman, hemat dan pekerja keras yang menabung mati-matian. Sayang, disisi lain istrinya justru belanja sesuka hati. Kalau begini kapan ngumpulnya? 😀 Belanja bukan masalah besar akan tetapi belanja yang tidak terkontrol mengancam keharmonisan rumah tangga.

  6. Berubah menjadi orang yang cerewet.

    Apakah yang dimaksud dengan cerewet? Dasar pemikirannya adalah “anda merasa semuanya bisa diselesaikan, dipuaskan dan dibahagiakan lewat kata-kata“. Padahal, kadang-kadang dalam menyelesaikan masalah kita hanya butuh diam. Kebiasaan duduk bareng teman-teman untuk ngerumpi membuat kosa kata anda semakin kaya. Sayang, kemampuan itu disalahgunakan untuk hal-hal yang negatif dan tidak membangun. Salah satu yang mencolok adalah menjadi lebay.

  7. Beberapa orang tidak nyaman bersama anda bahkan cendrung menjauh.

    Apakah anda menikmati ketika disebut sebagai “tukang gosip!“. Beberapa orang yang mungkin telah mengetahui kebiasaan anda enggan membuka pembicaraan dan berlama-lama didekatmu. Sepertinya pantat mereka kepanasan dan merasa harus cepat-cepat keluar dari pembicaraan yang sedang berlangsung. Anda pasti pernah merasakan hal ini, terkecuali untuk orang-orang yang memiliki kebiasaan yang sama.

  8. Disalah artikan.

    Dalam banyaknya kata-kata, ada banyak kesalahan. Orang yang mendengarnyapun cenderung tidak fokus karena apa yang disampaikan terlalu panjang lebar sehingga ia bisa mengertikannya dengan cara yang salah. Salah paham seperti ini dapat menjadi awal keretakan hubungan dengan orang lain.

  9. Menjurus kepada fitnah, ejekan dan hinaan.

    Apakah anda bisa menjamin kebenaran dari semua hal yang terucap lewat bibir ini? Jangan-jangan karena salah penyampaian, pesan yang terucap menjadi fitnah bagi orang lain.

    Mungkin juga ketika anda terlalu lebay menggosip (menggunjing), tiba-tiba ada-ada saja kata-kata kasar dan sindiran yang keluar tanpa disadari untuk mengejek pihak/ oknum tertentu.

  10. Cenderung lebih banyak salahnya.

    Kami pernah mendengarkan pepatah “banyak bicara banyak salah, sedikit bicara sedikit salah“. Saat bibir tidak dapat dikendalikan alias ceplas-ceplos begitu saja waktu membicarakan orang lain maka ada kecenderungan apa yang disampaikan itu telah di kurangkan atau ditambahkan beberapa frase. Pahamilah bahwa anda beresiko dipersalahkan atas tuduhan menyebarkan informasi yang tidak benar. Lagipula ini turut menghalangi jalan anda untuk masuk Sorga di akhir zaman kelak.

Cara menghilangkan kebiasaan menggosip

Gosip semakin panas ketika semakin banyak orang yang membicarakannya. Sebab orang yang suka bergosip cenderung menambah-nambahkan bumbu dalam setiap kata yang mereka sampaikan. Bumbu-bumbu inilah yang dapat menjadi fitnah, ejekan, hinaan yang akan membuat dosa anda semakin banyak saja. Oleh karena itu, baik bagi anda untuk belajar menghilangkan kebiasaan ini. Berikut cara yang kami rekomendasikan.

  1. Alihkan konsentrasi pada hal-hal yang lebih positif.

    Tahukah anda bahwa hidup yang positif dihasilkan dari informasi yang positif juga? Mustahil masukannya (input) jelek tetapi keluarnya (output) baik. Yang ada itu semuanya berimbang satu sama lain. Oleh karena itu pastikan anda menemukan aktivitas positif yang dapat membangun pengetahuan dan meluaskan wawasan menjadi lebih cerdas bahkan bijak.

  2. Berhenti menilai orang sembarangan.

    Kebiasaan menilai orang tidak baik bagi masa depan anda. Tidak ada manfaatnya ketika anda melakukan ini sebab hal-hal ini cendrung memperburuk image dan memperbanyak kesalahan sendiri. Ingatlah bahwa sikap manusia terbuka adanya akan tetapi dalamnya hati siapa yang tahu? Artinya, sekalipun sikap seseorang begini-begitu namun belum tentu hatinya baik ataupun jahat.

  3. Sampaikan informasi apa adanya.

    Apa yang telah dilihat dan telah didengar secara langsung dapat disampaikan kepada orang lain apa adanya. Tidak perlu bertele-tele/ mengulang-ngulang apa yang telah disampaikan sebab cerita yang panjang lebar semakin besar resiko biasnya. Jika ya katakan ya dan jika tidak katakan tidak.

    Sebisa mungkin hindari menyampaikan informasi yang tidak didengar dan dilihat secara langsung. Resiko bias dan kesalahan terhadap informasi semcam ini sangat tinggi. Lebih baik katakan saja “Saya tidak tahu” daripada anda dipersalahkan karena menyebarkan inormasi hoax (omong kosong)

  4. Sampaikan informasi tanpa emosional.

    Harap bedakan antara perasaan anda dan informasi yang disampaikan. Dalam banyak konteks, seseorang menjadi berlebihan dikarenakan ia menyampaikan sesuatu dengan penuh emosional. Cobalah untuk terlebih dahulu meredam rasa amarah, kesal dan kebencian juga rasa senang sesaat sebelum menyampaikan sesuatu. Jika anda mampu bersikap datar saat menyampaikan informasi niscaya orang lainpun tidak salah mengertikannya.

  5. Biasa saja bila berjumpa dengan teman.

    Kebiasaan buruk beberapa orang adalah membuat percakapan dengan teman terdengar lebih seru dengan membicarakan orang lain. Apa untungnya sih membicarakan seseorang dibelakangnya? Justru hal ini lebih banyak ruginya sebab yang lain bisa menilai anda sebagai orang yang banyak bicara namun tindakan nol.

    Daripada anda membicarakan (merendahkan) orang lain lebih baik (a) membicarakan diri sendiri atau (b) beradu argumen tentang sesuatu atau (c) atau membagikan informasi tertentu untuk saling memperluas pengetahuan dan wawasan masing-masing juga (d) dapat saling melucu (humor).

  6. Sampaikan maksud hati langsung kepada orangnya.

    Rasa penasaran tentang sesuatu lebih baik ditanyakan langsung kepada orang yang bersangkutan/ berhubungan langsung dengan kejadian. Saat ini banyak media komunikasi teknologi yang dapat memfasilitasi komunikasi dengan seseorang yang dekat maupun yang jauh. Misalnya telepon langsung, pesan singkat, email, facebook, G+, twitter dan lain-lain. Membicarakan orang dibelakangnya memupuk rasa pengecut di dalam diri anda.

  7. Cobalah untuk memiliki kesibukan di waktu luang.

    Saat hidup sudah menjadi lebih baik dimana ada beberapa orang yang membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah maka hampir tidak ada lagi pekerjaan untuk diselesaikan (banyak waktu luang). Cobalah cari kesibukan seperti menyelesaikan beberapa kerajinan tangan, berkebun, olahraga dan bakat lainnya.

  8. Berdiam diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

    Saat masih ada saja waktu luang dalam sela-sela aktivitas anda maka silahkan berdiam diri. Ambil posisi yang tenang dan santai lalu bersyukurlah kepada Tuhan buat semua yang telah Ia karuniakan dalam hidup anda, syukuri satu per satu, hitung satu persatu. Anda bisa juga merasa kagum buat kasih karunia dan keajaibannya. Seolah anda bercakap-cakap dengan-Nya dan Dia berada di situ, disamping anda. Awas, hindari berdiam diri dalam keadaan pikiran yang kosong banyak bahanyanya.

Berkomunikasi dengan sesama memang baik adanya. Dibalik semuanya itu, jangan hanya memperhatikan kuantitas dari setiap kata-kata yang keluar. Melainkan berusahalah juga untuk mempertahankan kualitas setiap tutur kata anda sebab perkataan kita identik dengan isi pikiran ini. Artinya, baik tidaknya perkataan berbanding lurus/ berhubungan langsung dengan isi otak seseorang. Oleh karena itu, pikirkanlah terlebih dahulu matang-matang sebelum mengucapkan sesuatu.

Demikian saja teman, salam santun!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s