11 Dampak Negatif Menilai Orang Lain, Berujung Pada Prasangka Buruk – Hanya Tuhan Yang Dapat Menilai Manusia

Bahaya menilai orang lain membuatmu berprasangka buruk hanya Tuhan yang mampu memberi penilaian

Menilai orang lain adalah membanding-bandingkan kehidupan seseorang dengan standar yang kita miliki. Kebiasaan ini tidak dapat memajukan kehidupan anda sebab hanya akan mengganggu kemampuan untuk berkonsentrasi dan fokuspun hilang. Jika ini terus terjadi maka kehidupan anda tidak dapat berlangsung secara lebih efisien dan efektif.

Tindakan untuk menilai orang sembarang adalah sebuah pemborosan. Kebanyakan orang memandangnya sebagai sebuah hobi untuk dibicarakan bersama teman-teman. Padahal mereka tidak menyadari bahwa penilaian yang terburu-buru terhadap seseorang beresiko mengalami bias. Pada akhirnya, hal tersebut hanya akan menambah-nambah dosa dan kesalahan anda.

Penilaian yang dilakukan sembarangan tidak ada faedahnya, baik kepada penilai apalagi terhadap orang yang dinilai. Ini lebih cenderung kepada membanding-bandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Sadar atau tidak ngerumpi yang anda tekuni dengan teman-teman adalah sarana untuk melahirkan rasa iri di dalam hati. Jika kebiasaan ini terus dilanjutkan niscaya suatu saat anda tidak puas dan tidak bahagia dengan diri sendiri juga dapat mengganggu hubungan baik anda dengan orang lain.

Bagaimana penilaian yang baik dan bagaimana pula penilaian yang buruk itu?

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa manusia cenderung meniru pekerjaan Tuhan termasuk dalam hal menilai orang. Pada dasarnya penilaian Tuhan bersifat evaluasi untuk menentukan tindakan selanjutnya agar hidup manusia menjadi lebih baik lagi. Sedangkan kebanyakan kita menilai orang bukan untuk memajukan orang tersebut melainkan untuk menekan dan menjatuhkannya. Bisakah anda membedakannya?

Selama anda menilai orang lain untuk kebaikan hidupnya di masa depan maka selama itupulalah penilaian itu baik dan lebih baik lagi jika hal tersebut diungkapkan/ dibicarakan kepadanya. Akan tetapi jika penilaian yang anda lakukan terkesan mengumbar kejelekan tanpa melakukan tindakan apapun agar dia bisa merubah sikapnya maka inilah penilaian yang salah itu. Oleh karena itu, jika anda tidak/ bukan hendak bertujuan mengubah orang maka lebih baik jangan melakukan analisis atau penilaian apapun.

Penilaian yang dilakukan secara objektif adalah menilai kehidupan seseorang dengan membandingkannya dengan suatu standar tertentu. Anda harus memiliki suatu standar yang tertulis dan dipakai secara umum saat melakukannya. Jika tidak, hasilnya akan terkesan subjektif dan syarat dengan kepentingan tertentu. Penilaian seperti ini yang dilakukan oleh para HRD perusahaan ketika anda melamar kerja.

Lebih baik lakukan sesuatu yang lebih positif daripada sibuk menilai kehidupan sesama manusia

Alasan dari kebanyakan orang saat melakukan penilaian terhadap sesama TIDAK ADA. Itu terjadi begitu saja dan sangat alami sehingga tidak ada alasan yang lebih spesifik. Hal ini menggambarkan bahwa selama ini orang tersebut “lebih senang membanding-bandingkan kehidupannya dengan kehidupan orang lain di dalam hatinya“. Ingatlah bahwa “dosa itu meluap dari dalam hati, sebagaimana kata-katamu maka begitulah suasana hatimu“.

Menilai orang lain tanpa standar dan dasar apapun adalah pekerjaan yang sia-sia. Ketimbang memikirkan orang lain dan membanding-bandingkan kehidupannya dengan kehidupan anda, lebih baik jika anda mengalihkan konsentrasi untuk sesuatu yang lebih positif. Misalnya dengan (1) cara berdiam diri sambari mensyukuri segala nikmat yang telah dianugrahkan-Nya. (2) Dapat pula dilakukan sembari bercakap-cakap dengan-Nya dalam Firman-Nya dan puji-pujian bagi kebesaran-Nya (di dalam hati) sambil melakukan aktivitas seperti biasanya. (3) Bisa juga dengan membaca buku, Kitab Suci, buku pelajaran, buku kuliah, buku motivasi dan lain sebagainya. (4) Ada juga yang melakukannya dengan mengerjakan pekerjaan rumah dan lain sebagainya. (5) Selengkapnya silahkan lihat pada tautan yang kami sertakan.

Efek samping menilai orang lain dengan sembarangan

Menilai orang tidak dapat dilakukan secara sembarang sebab kebiasaan ini dapat menjurus untuk menjelek-jelekkan orang lain. Tidak ada faedahnya hal ini untuk kebaikan anda. Justru kebiasaan buruk ini dapat memperburuk kualitas kehidupan anda. Berikut selengkapnya dampak buruk melakukan hal ini.

  1. Mengganggu konsentrasi dan fokus terhadap pekerjaan (aktivitas) yang dilakukan.

    Jika anda hanya memikirkan dan membicarakan kejelekan orang lain, kapan pekerjaan akan selesai? Pekerjaan yang seharusnya sudah selesai malah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membereskannya. Ditambah lagi ketika hal tersebut dilakukan di dalam hati alhasil konsentrasi berpikir terganggu dan pikiran cenderung negatif melulu. Fokus perhatianpun dapat pecah sehingga menyebabkan kecelakaan kerja akibat pikiran yang semeraut/ acak-acakan/ terganggu.

  2. Pemborosan energi, waktu dan kesempatan.

    Daripada menggunakan energi, waktu dan kesempatan yang anda peroleh dalam kehidupan sehari-hari lebih baik melakukan hal-hal yang positif untuk kebaikan hidup anda.

    Ada keyakinan masyarakat yang mengatakan bahwa “waktu adalah uang”. Lebih baik anda melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk membuat kehidupan lebih bernilai daripada melakukan hal semacam ini.

  3. Melatih hati untuk iri dan dengki kepada orang lain.

    Sadar atau tidak kebiasaan menilai orang lain beresiko membangun & membentuk rasa iri di dalam hati anda. Bagaimana tidak? sebab kebiasaan ini berhubungan dengan membanding-bandingkan yang satu dan yang lain. Bukankah kebiasaan ini adalah awal mula dari rasa dengki?

  4. Menjurus menjadi ejekan, hinaan dan bully.

    Sadar atau tidak ketika anda membicarakan keburukan orang lain, secara eksplisit/ secara tidak langsung anda juga telah merendahkannya. Terkadang saat mengungkapkan kelemahannya, anda tertawa hingga merasa aneh. Sikap seperti ini sudah sama dengan mengejek dan menghina orang tersebut dari belakang. Bahkan dengan berani-beraninya melakukan tindakan anarkis yang syarat kekerasan.

  5. Ada kecenderungan menyombongkan diri.

    Penilai yang tidak jelas, tidak terarah dan tidak terkendali cenderung membuat orang tersebut liar. Bahkan terkadang dia memojokkan orang yang dinilai lalu disela-sela itu ia juga menyatakan betapa hebatnya dirinya. Ini adalah alat kesombongan yang sangat sering terjadi dalam keseharian kita, entah itu dilakukan orang lain ataupun oleh diri sendiri.

  6. Berujung pada sikap prasangka buruk.

    Sadar atau tidak ketika dalam hati ini telah menyimpulkan kepribadian seseorang begini dan begitu. Alhasil sedikit saja ia melakukan kesalahan/ keanehan maka diri ini sudah beranggapan yang bukan-bukan tentang orang tersebut. Penilaian anda yang buruk cenderung akan menganggap orang tersebut akan terus-menerus buruk. Padahal setiap orang bisa berubah dan mungkin juga anda salah.

  7. Berubah menjadi gosip.

    Menggosip sepertinya menjadi kebiasaan buruk bagi beberapa orang. Terutama bagi kaum hawa yang lebih senang menonton acara infotainment setiap hari. Sadar atau tidak ketika anda mengucapkan sesuatu maka orang lain cenderung mengertikannya salah bahkan lebih parah lagi. Saat seseorang menggosip ada kata-kata yang ditambahkan atau dikurangkan sehingga hal tersebut bisa menjadi jerat untuk mempersalahkannya, baik secara pengadilan manusia maupun secara diakhirat nanti.

  8. Mempetak-petakkan orang.

    Penilaian anda terhadap seseorang membuat anda mengelompokkan orang berdasarkan hal-hal tertentu. Sadar atau tidak kebiasaan ini cenderung memepengaruhi netralitas dalam bersikap. Anda tidak konsisten dalam bersikap kepada semua orang karena cenderung mempetak-petakkan orang (tidak generalis). Ini membuat sikap andapun turut berubah-ubah tergantung dari golongan manusia yang anda dihadapi.

  9. Mengganggu bahkan merusak hubungan anda dengan orang lain.

    Jika pikiran anda sudah terganggu alhasil sikap anda terhadap orang tersebut tidak lagi luwes. Pada akhirnya, iapun akan menyadari perbedaan sikap yang anda tunjukkan sehingga hubungan baik diantara kalianpun menjadi retak.

  10. Kurang puas dan kurang bahagia dengan apa yang dimilikinya.

    Beginilah ujungnya ketika seorang manusia lebih suka membanding-bandingkan kehidupannya. Secara tidak langsung andapun mulai menyadari bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari kehidupan anda. Lalu secara tidak sengaja andapun menyadari betapa jauhnya hal-hal yang baik itu dalam kehidupan ini. Padahal perasaan ini hanya timbul karena kurang bersyukur terhadap semua nikmat yang telah diterima. Pada akhirnya, ada perasaan yang kurang sehingga membuat anda kurang puas bahkan tidak bahagia dalam hidup ini.

  11. Tambah dosa aja.

    Prasangka buruk adalah perbuatan yang salah dan akibatnyapun akan dituai di akhir kelak (akhir zaman). Dosa suudzon dapat menghambat anda untuk memasuki Surga dan melanggengkan tujuan anda ke neraka.

Pada dasarnya manusia tidak bisa menilai sesamanya. Sebab rencana Tuhan dalam kehidupan manusia tidak dapat ditebak. Mungkin orang ini pada awalnya buruk akan tetapi siapa tahu setelah itu ia lebih baik dari anda. Bisa juga seseorang negatif memang diutus ke dalam hidup anda untuk membuatmu lebih kuat dan lebih cerdas. Oleh karena itu pesan kami, gunakanlah penilaian anda untuk diri sendiri saja dan bukan untuk diumbar kepada sesama dengan alasan yang tidak jelas. Simak juga, Cara yang baik dan cerdas menilai orang lain

Salam hidup damai!

Iklan

One comment

  1. […] Kebiasaan menilai orang tidak baik bagi masa depan anda. Tidak ada manfaatnya ketika anda melakukan ini sebab hal-hal ini cendrung memperburuk image dan memperbanyak kesalahan sendiri. Ingatlah bahwa sikap manusia terbuka adanya akan tetapi dalamnya hati siapa yang tahu? Artinya, sekalipun sikap seseorang begini-begitu namun belum tentu hatinya baik ataupun jahat. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s