Kepribadian · Kesetaraan Manusia

9 Efek Samping Kekuasan Dalam Hidup Bermasyarakat – Penguasa Adalah Orang Yang Paling Banyak Dosanya

Efek Samping Kekuasaan berkibat kepada seluruh rakyat, penguasa adalah orang paling berdosa

Kekuasaan adalah (1) kuasa (untuk mengurus, memerintah, dsb); (2) kemampuan; kesanggupan;(3) daerah (tempat dsb) yg dikuasai;(4) kemampuan orang atau golongan untuk menguasai orang atau golongan lain berdasarkan kewibawaan, wewenang, karisma, atau kekuatan fisik; (5) fungsi menciptakan dan memantapkan kedamaian (keadilan) serta mencegah dan menindak ketidakdamaian atau ketidakadilan (KBBI). Merupakan hawa nafsu tertua yang sudah ada dalam diri manusia sejak dari zaman purbakala.

Sejak dari awal, tidak ada yang salah atas kekuasaan, Tuhanlah yang telah memberikannya kepada manusia. Seperti yang tertulis dalam Firman-Nya (Kejadian 1:28): Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”. Jadi salahnya dimana? Ketika manusia dengan hawa nafsu dan kecerdasannya menginginkan yang lebih.

Jika keinginan akan kekuasaan ini tidak mampu dikendalikan sepenuhnya niscaya perbuatan menyimpangpun dilegalkan untuk meraihnya. Usaha licik akan dilancarkan demi mengeruk hal-hal yang diinginkannya. Tindakan manipulatif akan menuntun mereka untuk melemahkan orang banyak dan melemahkan kekuatan kebersamaan/ gotong royong. Sehingga tidak ada lagi kekuatan yang cukup besar untuk menentang kekuasaan itu.

Inilah yang membuat banyak manusia menjadi lemah. Ketika hawa nafsunya untuk menjadi orang yang berkuasa memenuhi hati dan hidupnya maka kebenaran akan terlupakan. Mereka lebih mementingkan kepentingan pribadinya dibandingkan dengan kepentingan bersama. Mereka ingin maju tetapi tidak ingin yang lainnya maju juga. Mereka lebih memilih untuk menginjak orang lain demi kemajuannya sendiri.

Kekuasaan menimbulkan dampak yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat. Kuantitas dosa yang dihasilkan akibat kesalahannyapun cenderung lebih besar sedangkan berkat yang diperoleh karena keberhasilannya sifatnya standar saja sebab semuanya sudah dituai lewat gaji yang besar dan tinggi (lebih tinggi diatas rata-rata). Artinya, gaji yang diterima oleh penguasa sudah menjadi saluran berkat untuk membalas semua jasa-jasanya.

Dampak buruk kekuasan terhadap kehidupan bermasyarakat

Ada banyak potensi kekuatan negatif yang dihasilkan dari sebuah jabatan/ kekuasaan. Ini seperti pedang bermata dua, semuanya tergantung bagaimana anda menebaskannya? Akankah berdampak baik atau buruk, semuanya tergantung dari kemampuan mengendalikan diri dari hawa nafsu yang sesat. Berikut ini dampak negatif dari kekuatan kekuasaan yang anda miliki.

  1. Gaji penguasa yang tinggi.

    Artinya semua kebaikan, solusi & kesuksesan yang dapat dia datangkan telah terbayarkan lunas melalui gaji yang diterima. Tanggung jawab anda setara dengan reward yang diterima. Artinya, tidak ada berkat yang besar setelah terselesaikannya tanggung jawab itu melainkan hanya berkat biasa (seperti orang biasa yang telah menunaikan tugasnya). Akan tetapi ketika anda tidak bekerja sesuai dengan tanggung jawab yang diemban maka akibatnya akan di tanggung sendiri dimana kuantitasnya dosanya lebih besar.

  2. Netralitasnya diragukan.

    Seorang penguasa adalah pengambil keputusan atas banyak hal dalam suatu wilayah. Mereka berhak menentukan segala sesuatu di bawah perintahnya. Sayang, mereka bukan tuhan karena kehidupannya dipengaruhi oleh (a) masa lalu, (b) hubungan keluarga dan (c) masalah pribadi yang dihadapi. Keadaan ini membuat mereka beresiko berat sebelah dalam mengambil keputusan.

  3. Beresiko melakukan ketidakadilan.

    Seorang yang memiliki kewenangan lebih beresiko mengaburkan keadilan demi kepentingan pribadi. Mereka bisa saja melakukan hal-hal yang menindas golongan yang satu lalu memelihara golongan yang lain.

  4. Beresiko digoyahkan oleh uang, seks, perhambaan (rela jadi penjilat), kemewahan dan kekerasan.

    Jika seorang pemimpin mudah tergiur dengan semua kenikmatan duniawi itu niscaya orang yang pintar-pintar tapi jahat akan dapat mengendalikan mereka. Sebelum mampu menguasai hawa nafsu tentang semuanya itu maka tidak ada damai di hati dan keputusannya cenderung lebih memihak kepada orang yang memberikan tawaran tinggi.

  5. Kekuasaan yang tidak berjalan semestinya akan membentuk kebencian, dendam dan amarah rakyat.

    Banyak orang akan semakin benci dengan orang yang berkuasa. Mereka tidak senang dengan kehadiran penguasa dan cenderung mengusahakan  dan mengedepankan cara-cara yang menyimpang untuk melengserkannya.

  6. Ada kemungkinan terancam karena banyaknya harta yang dimiliki.

    Ketika keadilan sosial tidak tercapai, dimana kesenjangan antara orang miskin dan kaya sangat jauh maka mulailah timbul aksi-aksi kejahatan akibat kecemburuan sosial yang terjadi. Ia akan menjadi sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan.

  7. Ada kemungkinan terancam karena keputusannya yang berpihak pada kaum tertentu.

    Seorang penguasa yang tidak dapat menegakkan keadilan bagi semua kalangan cenderung akan mengalami perlakuan buruk yang keras sebagai balasan atas ketidakadilannya tersebut.

  8. Akibatnya terus merasa tidak aman jika hendak pergi kemana-mana.

    Mereka seperti dikejar-kejar oleh sesuatu. Makan tidak pernah kenyang, mengumpulkan tetapi tidak peernah merasa penuh, membangun tetapi tidak pernah selesai, berhasil tetapi tidak pernah merasa sukses. Ditengah kelimpahan mereka masih merasa kekurangan.

  9. Hidup tidak tenang karena banyaknya kesalahan.

    Kekuasaan yang menyimpang dalam pelaksanaannya dapat berakibat pada dosa-dosa anda. Kewenangan yang anda miliki sudah menjadi jerat yang menghambat langkah kaki anda menuju Surga. Lebih mudah seorang rakyat biasa untuk masuk dalam kerajaan Sorga dibandingkan dengan seorang penguasa. Kekuasaan berhubungan erat dengan kuantitas dosa yang dilakukan.

Kekuasaan manusia dengan segala keterbatasannya sama sama dengan mendatangkan ancaman bagi dirinya sendiri. Kalau Tuhan yang berkuasa, itu karena Dia hebat, ajaib dan dahsyat. Sedangkan ketika manusia yang lemah menjadi penguasa maka ia cenderung ditarik oleh kekuatan tertentu yang tidak bisa ditandingi/ ditaklukkannya. Satu-satunya yang dapat menyelamatkan manusia terhadap bahaya kekuasaan ini yaitu dengan menyerahkan semua keputusan yang diambil kepada Tuhan dengan cara melakukan pengundian. Hanya lewat undianlah kita menanyakan petunjuk Tuhan, lewat undianlah diketahui rencana Tuhan dan hanya lewat undian pulalah yang membuat anda bebas dari tuntutan dosa besar (kuantitasnya) akibat kekuasaan.

Simak juga, Manfaat undian dalam kehidupan bermasyarakat

Hidup undian, Hidup kekuasaan Tuhan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s