Tidak Salah Mempopulerkan Anak Tetapi Melatih Kecerdasan Lebih Penting

Tidak Salah Mempopulerkan Anak Tetapi Menjadi Cerdas Itu Lebih Penting

Kata orang, hidup di dunia ini hanyalah sementara saja. Padahal faktanya melalui hari, minggu, bulan dan tahun sebanyak 60 – 80 tahun bahkan lebih adalah waktu yang sangat panjang. Ini merupakan masalah persepsi yang berbeda, orang yang mengatakan cepat pasti mereka sudah menua/ jadi kakek-nenek namun menyesal tentang beberapa hal yang mereka abaikan dahulu. Tetapi kita yang menjalaninya hari lepas hari merasakan waktu begitu begitu lama sedang masih banyak hal yang dapat dilakukan.

Anak adalah anugrah. Semua orang tua yang dapat (ibu) hamil muda memiliki anak yang lucu-lucu (kelihatannya) asalkan mereka sehat dan masa muda mereka dahulu juga sehat. Kita harus menyadari bahwa kehidupan dulu dan kehidupan sekarang juga masa depan adalah terhubung satu sama lain. Hal-hal baik yang telah kita tabur dahulu akan dituai sekarang dan mungkin juga di masa depan. Perlakuan buruk yang kita tunjukkan dahulu akan dituai pula sekarang maupun yang akan datang melalui subjek yang sama maupun yang berbeda.

Otak adalah inti kehidupan manusia. Maju-mundurnya kehidupan ditentukan oleh kemampuan berpikir. Baik-buruknya sikap anda ditentukan oleh hati yang yang telah teruji. Anda harus senantiasa melatih otak anak dengan demikian pola pikirnya senantiasa di-upgrade. Tapi jangan terburu-buru apalagi dipaksakan sebab bisa saja anda lupa mengembangkan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam hidup ini. Lihat juga, Cara yang salah meng-upgrade otak

Anak-anak yang pintar sebagai jaminan untuk masa depan yang lebih baik

Generasi kecil yang intelek merupakan salah satu aset untuk memberi kontribusi positif untuk kemajuan kehidupan bermasyarakat di masa depan. Mereka seperti tabungan yang suatu saat (indah pada waktunya) akan menghasilkan ide-ide kreatif sehingga bangsa ini lebih baik lagi kedepannya. Sudahilah untuk berpikiran kolot yang cenderung membodohi orang lain. Sebab mau sampai kapan lagi rakyat dibodo-bodohi oleh oknum profesional, kapitalis dan berkuasa? Ingatlah bahwa satu orang cerdas tidak ada artinya dibandingkan dengan 10, 100 bahkan lebih lagi.

Cara mengembangkan kecerdasan

Mengembangkan otak itu tidak secepat kilat. Ini seperti merapikan rambut yang telah kusut sekusut-kusutnya. Masa kanak-kanak dan remaja adalah waktu yang ideal (golden age) untuk mengembangkan kemampuan berkonsentrasi & kecerdasan. Namun, tidak sedikit anak yang gagal dalam meluruskan kekusutan itu. Mereka tidak mampu mencapai tingkat kecerdasan yang maksimal karena lebih fokus kepada hal-hal lain seperti popularitas dan ketenaran.

Manusia yang memiliki daya berpikir lemah ditandai dengan kemampuan berkonsentrasi yang lemah dan jam terbang berpikir yang pendek (pikiran buntu & mudah menyerah pada hawa nafsunya yang sesat). Anda sudah tahukan bagaimana wujudnya orang yang kurang cerdas? Selain menjadi beban bagi orang tua dan negara, mereka juga beresiko melakukan perbuatan menyimpang di lingkungan sekitarnya. Artinya, kemampuan berpikir berkontribusi besar terhadap angka kriminalitas.

Fokus pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan di masa kecil merupakan salah satu faktor yang dapat menciptakan generasi cerdas. Dilain pihak juga kemajuan otak harus diiringin dengan kecukupan nutrisi yang seimbangan dimana salah satu hal yang sangat menentukan adalah kandungan elektrolit tubuh. Manusia yang sehat tidak hanya tercukupi dari segi makanan dan minumannya saja namun juga harus direkomendasikan untuk selalu meminum larutan isotonik sebagai penunjang kinerja otak yang maksimal.

Cara lainnya untuk mengembangkan otak juga dilakukan dengan mengembangkan bakat yang dimiliki oleh anak. Latihan dan kursus untuk mengembangkan potensi tertentu dapat ditempuh oleh orang tua. Asalkan tujuannya murni, yaitu benar-benar mengembangkan talenta yang dimiliki. Tetapi hal ini menjadi salah ketika anak melakukannya hanya untuk membuat mama-papanya senang dan sekaligus pujian dari orang lain.

Harap diingat bahwa selain mengembangkan kecerdasan intelektual, baik juga untuk mengembangkan kecerdasan bersosial. Anak jangan hanya disuruh belajar terus seharian melainkan diberi juga kesempatan untuk bermain dengan teman-teman sebayanya. Tidak perlu terlalu over protektif lalu mengurung anak terus-menerus di rumah. Sebaiknya Ayah-Bunda juga sesekali membiarkannya bermain di luar bersama teman-teman seumurannya. Bila orang tua punya kesempatan maka baik juga untuk bermain bersama-sama anak anda di halaman depan, ruang tamu atau tempat games lainnya. Waktu-waktu semcam ini sangatlah baik bagi perkembangan emosional si kecil sehingga ia dibekali kemampuan untuk berbaur dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Tidak salah menjadi populer tetapi beresiko membuat seorang anak yang masih labil menjadi lupa diri

Mengembangkan bakat di masa kecil tidaklah salah. Namun ada kecenderungan, si anak tidak menjadi diri sendiri melainkan mengikuti keinginan orang tuanya. Ayah & Bunda yang tidak sabar memforsir anak untuk melakukan sesuatu dengan iming-iming untuk dipopulerkan. Yang kita takutkan adalah ketika anak tersebut benar-benar menghidupi ketenarannya sehingga menjadi lupa diri dan sombong. Sadar atau tidak kesombongan membuat seseorang mengalami gangguan kepribadian sehingga otaknya fokus pada sesuatu yang tidak penting. Sedangkan sisi-sisi kehidupan yang sangat important berhenti berkembang. Misalnya lebih fokus pada make-up dan mode fashion sedang lupa melatih diri agar potensinya berkembang ditambah lagi ketidak mampuan untuk mengendalikan emosionalnya.

Senang itu baik tetapi ingat juga untuk memberi beberapa tekanan

Saran dari kami, di masa kecil anak harus difokuskan untuk mengembangkan cara berpikir/ pola pikir yang mencakup ilmu pengetahuan dan wawasan yang memadai. Jangan karena Ayah dan Bunda sudah sejahtera maka anakpun dimanja. Ingatlah bahwa ujian sosial/ gejolak sosial/ masalah / tekanan kehidupan turut membentuk kepribadian anak menjadi lebih manusiawi. Tetapi saat dimasa kecil dia senang-senang saja (karena kemakmuran ortunya), alhasil ketika sudah besar nanti, ditekan sedikit oleh teman-temannya langsung melakukan kekerasan atau setidak-tidaknya melukai diri sendiri (putus asa-mengakhiri hidup). Artinya, harus seimbang antara kesenangan dengan tekanan yang diberikan.

Demikian saja, Salam Anak Indonesia Yang Hebat!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s