Pemerintah Tidak Fokus Pada Uang Melainkan Hasilkanlah Barang & Jasa – Uang Tidak Membebaskan Kita Dari Pengangguran & Kemisikan Melainkan Produksilah Barang & Jasa

Pemerintah jangan fokus pada uang melainkap pada barang dan jasa - Indonesia tidak bebas dari kemiskinan dan pengangguran karena uang melainkan karena sumber daya (barang dan jasa)

Seperti yang telah kami sampaikan sebelum-sebelumnya bahwa uang telah banyak membawa masalah dalam kehidupan kita. Jadi, jika anda terlalu fokus terhadap persoalan tersebut maka anda tidak akan pernah menemukan solusinya. Sebenarnya kalau dipikir-pikir lebih dalam lagi kertas ajaib ini tida ada gunanya, mau dimakan juga gak bisa, di bawa senang juga gak bisa, di preteli juga gak bisa pokoknya kertas itu hanyalah kertas biasa sama seperti kertas-kertas yang lain.

Uang/ kertas tidak berguna tanpa barang dan jasa

Uang ini sangat diagung-agungkan oleh beberapa orang mereka berpikir bahwa ia mampu melakukan apa saja. Padahal apalah artinya kertas ajaib ini tanpa barang? Sebenarnya uanglah yang telah menipu mata kita. Kita terlalu terlena memikirkan angka-angkanya yang begitu tinggi, besar dan luar biasa. Kemudian melupakan bahwa sesungguhnya semua itu tidak ada artinya tanpa barang dan jasa.

Kami sendiri masih sulit memahami tentang hukum ekonomi, kurs mata uang, saham, inflasi, deflasi, utang luar negeri, fisikal, dana moneter dan semua tentang hal-hal yang berkaitan dengannya. Bahkan kami merasa bahwa semua angka-angka yang tertuang di sana hanyalah fatamorgana yang membuat kita terlena lalu melupakan eksistensi yang sebenarnya yaitu barang dan jasa.

Maksud kami adalah biar bagaimanapun juga uang tidaklah berharga tanpa barang dan jasa. Ada beberapa negara yang memiliki nilai uang yang tinggi namun ketika mereka tidak mampu memproduksi apapun maka nilainya semakin rendah (anjlok) dan harga kebutuhan pokok dan barang lainnyapun semakin mahal saja. Jadi solusi ekonomi dalam suatu negara bukanlah terletak pada uangnya melainkan pada kemampuan negara tersebut untuk memproduksi sendiri barang dan jasa yang dibutuhkannya.

Mengedepankan produk pertanian berteknologi

Lihatlah negeri ini, gemah ripah loh jinawi dari ujung yang satu ke ujung yang lain. Bila kita memberdayakannya secara maksimal, terpimpin dan berkelanjutan dalam sistem yang berputar niscaya negeri ini akan terus memberikan hasilnya dari generasi ke generasi. Tidak ada yang dapat mencuri kemakmuran itu dan generasi berikutnyapun akan merasakan dampaknya. Oleh karena itu, kembali kami ingatkan bahwa uang hanyalah kertas murahan yang sesungguhnya tidak berfaedah tanpa keberadaan baran dan jasa.

Kita memiliki tanah-tanah yang terus memberikan hasil dari tahun ke tahun. Sekarang tergantung bagaimana pemerintah memanfaatkan semuanya itu. Diseluruh Indonesia terdapat banyak ilmuan dan peneliti diberbagai bidang. Mengapa pemerintah enggan mengakomodasi mereka untuk menghasilkan sesuatu yang baru dari negeri ini? Sudah saatnya kita menciptakan barang dan jasa yang lebih inovatif. Jika hasil bumi dijual apa adanya harganya lebih murah. Akan tetapi jika hasil bumi dibubuhi teknologi modern pastilah harganya lebih kompetitif.

Faktor penyebab nilai rupiah anjlok, barang dan jasa terus menjadi mahal

Kami berpikir-pikir terus-menerus dan bertanya dalam hati, “mengapa uang Indonesia begitu murah?“. Salah satu alasannya mungkin karena masih belum jago menghasilkan barang dan jasa. Yang lain juga berkata karena Indonesia masih sangat ketergantungan dengan sumber daya asing yang berasal dari luar sana (import dari luar negeri). Pertanyaannya sekarang adalah apakah tanah Ibu Pertiwi tidak mampu menghasilkan sumber daya yang sama dengan yang mereka hasilkan? Bukankah dasar dari semuanya itu adalah pertanian?

Satu yang bisa kami baca dari keadaan sekarang ini adalah beberapa pihak memang sengaja menahan sumber daya alam yang tersedia agar harganya terus meningkat dari tahun ke tahun. Seperti yang telah kami katakan sebelumnya bahwa semuanya karena uang. Jika semua orang bisa kenyang alhasil otaknya encer dan pikirannya cerdas untuk memberi kontribusi positif terhadap negara ini.

Menghasilkan barang dan jasa adalah solusi untuk menyelesaikan masalah kemiskinan dan pengangguran

Kunci kemajuan suatu negara adalah kemampuannya untuk menghasilkan sumber daya, dalam hal ini baik SDA maupun SDM. Sumber daya yang paling mendasar dalam suatu negara adalah wilayah pangan: pertanian dan peternakan. Apabila pengembangan sumber daya alam ditransformasikan dengan penggunaan teknologi maka akan dihasilkanlah barang dan jasa jenis baru.

Uang hanyalah fatamorgana dan bukan solusi untuk mengatasi kemiskinan dan memberantas pengangguran melainkan solusi jitunya adalah dengan menghasilkan barang dan jasa yang kita butuhkan. Produksi dalam negeri yang mencukupi akan mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat dan pengembangan/ inovasi barang dan jasa dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Sebelum itu, kami harus mengingatkan pemerintah tentang tahapan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Yaitu sebagai berikut.

  1. Kebutuhan primer. Diantaranya adalah sembako dan pemukiman yang layak.
  2. Kebutuhan sekunder. Diantaranya adalah pakaian dan perengkapan lainnya.
  3. Kebutuhan tersier. Kebanyakan adalah teknologi dan barang-barang mahal lainnya.

Pemenuhan kebutuhan masyarakat harus dimulai dari dasar, kebutuhan primer. Setelah itu terpenuhi barulah masuk pada kebutuhan sekunder. Jika semuanya sudah mencukupi baru masuk kebutuhan tersier. Sebenarnya masih banyak lagi kebutuhan menurut berbagai macam teori. Tapi pada dasarnya itulah dahulu yang harus dipenuhi. Kebutuhan lainnya yang tidak kalah penting adalah kebutuhan akan rekreasi dan aktualisasi diri.

Begitulah Indonesia bisa makmur jika pemerintahannya bersih, mau peduli kebutuhan rakyat dan mandiri. Dengan berdikari niscaya anak-cucu kitapun akan merasakan kemakmuran sejati yang takkan pernah habis.

Satu pesan kami, kalau sudah sejahtera jangan sombong…..!

Salam Indonesia hebat!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s