+17 Macam, Aspek & Bentuk Dosa, Belajarlah Dari Kesalahan Agar Tidak Jatuh Dalam Lubang Yang Sama

Kristen Sejati – Dosa (KBBI) adalah (1) perbuatan yg melanggar hukum Tuhan atau agama; (2) perbuatan salah (spt thd orang tua, adat, negara). Kami sendiri menganggap bahwa ini merupakan segala bentuk ketidakpatuhan terhadap pihak yang lebih berkuasa di atas kita. Manusia sudah berdosa mulai dari zaman nenek moyang kita terdahulu yakni Adam dan Hawa. Sampai sekarangpun dosa turunan tersebut masih berlaku dalam hidup kita. Ini dibuktikan dengan kutuk yang diberikan Allah kepada Adam dan Hawa masih dirasakan oleh umat manusia hingga detik ini. Kutuk itu berupa:

Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: “Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kejadian 3:14-19)

Apabila anda masih merasakan hal-hal di atas berarti itulah bukti yang menunjukkan bahwa kuat kuasa dosa akibat pelanggaran nenek moyang kita telah sampai kepada keturunannya yang kesekian, yaitu kita. Kesalahan ini juga sekaligus memisahkan bahkan menjauhkan kita dengan Allah. Terbukti dengan tidak ada lagi kunjungan Tuhan dan mereka juga dibuang dari Taman Eden.

Bentuk kesalahan manusia yang membuat kita semakin jauh karena dosa, belajar dari kesalahan

Teori dosa

Dosa ini masih berakar kuat selama nafas masih berhembus. Disini kami akan menguraikan beberapa bentuk dan jenis dari kesalahan ini. Dengan demikian anda dapat mengerti tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan dosa. Jika kita bisa belajar, memahami, mengertikan dan mencernanya dalam pikiran niscaya hal inipun dapat ditekan, diminimalisir bahkan dihilangkan sama sekali. Simak pula, Manusia paling berdosa dan paling bahagia di bumi

Pengertian dosa

Ada banyak pendapat orang tentang pengertian dosa. Diantaranya adalah

  • Merupakan sikap yang tidak patuh terhadap perintah.
  • Perbuatan melawan kata hati sendiri. Jika hati anda dipenuhi Roh Kudus maka Ia selalu memperingatkan anda tentang segala sesuatu.
  • Melakukan sesuatu yang merugikan orang lain atau mengurangi/ memangkas hak orang lain.
  • Perbuatan yang merusak alam akibat eksploitasi yang berlebihan.
  • Kesalahan yang direncanakan sebelumnya.

Apakah hewan dan tumbuhan di padang berdosa?

Mari belajar sedikit dengan alam sekitar kita. Satu pertanyaan sederhana: apakah hewan dan tumbuhan berdosa? Pertanyaan ini sangat menarik untuk dijawab sebab mereka juga makhluk hidup yang sama-sama sebagai ciptaan. Jawabannya adalah TIDAK. Sebab mereka tidak tahu tentang yang baik dan yang jahat. Sedangkan manusia telah dengan sengaja memakan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat alias kecerdasan. Jadi tumbuhan dan hewan tidak mengenal dosa, tidak tahu apa itu yang baik dan apa itu yang jahat sehingga mereka tidak terikat dengan apapun dan cenderung hanya mengikuti hawa nafsunya.

Apakah kanak-kanak juga berdosa?

Anak-anak jelas tidak berdosa selama mereka tidak mengerti artinya. Mereka melakukan kesalahan yang terjadi begitu saja (otomatis) tanpa disadari oleh pikirannya. Yang menanggung dosa anak adalah orang tuanya sebab yang bertanggung jawab atas kehidupannya adalah Ayah & Bunda. Beban tanggung jawab itu akan ditanggung oleh anak anda setelah mereka mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan berdosa. Lagipula dalam pergaulan mereka sehari-hari pasti ada informasi yang di dapat tentang apa yang baik dan apa yang jahat sehingga pengetahuan mereka bertambah. Tapi kembali lagi kepada kemanusiawian setiap orang, sudah tahu salah namun tidak mampu menahan diri / mengendalikan diri untuk tidak melakukannya.

Dosa adalah pengetahuan yang tidak direalisasikan

Dasar keberdosaan manusia adalah pengetahuannya. Manusia berdosa karena kita sudah tahu tentang yang baik dan yang jahat namun masih saja bergumul dalam dosa itu. Pengetahuan yang tidak benar membuat kita semakin jauh dari Tuhan. Artinya jika sudah tahu tentang yang baik namun masih berbuat diluar jalur kebaikan, saat itulah kita berdosa; sudah tahu tentang yang jahat namun masih melakukan kejahatan, saat itulah kita berdosa. Jadi, semakin luas pengetahuan anda maka semakin besar pula resikonya jika hal tersebut tidak dilakukan/ tidak direalisasikan dalam hidup sehari-hari.

Benarlah kata Rasul Paulus yang mengatakan bahwa “Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20). Jadi, sekali lagi kami ingatkan bahwa pengetahuan yang tidak dilakukan/ tidak dibuktikanlah yang membuat kita berdosa. Oleh karena itu, siapakah orang yang paling banyak dosanya di dunia ini? Mereka adalah orang yang paling cerdas namun tidak merealisasikan pengetahuan yang dianugrahkan kepadanya itu.

Lebih baik tidak menimba ilmu agar tidak berdosa, apakah ini dibenarkan?

Lalu ada pula orang yang berpendapat bahwa, “jika demikian maka lebih baik saja kita tidak sekolah, tidak ibadah, tidak mendengarkan khotbah dan lain sebagainya itu agar tetap bodoh dan tidak tahu apa-apa. Bukankah dengan demikian dosa itu semakin kecil sebab belum tahu apa itu yang baik dan yang jahat.” Pendapat ini sama sekali salah sebab pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (kecerdasan) sudah ada secara default (diturunkan). Hal ini diiringi dengan hasrat manusia untuk terus mencari tahu tentang kebenaran itu sendiri. Artinya, tanpa harus belajarpun masing-masing sudah mengetahui tentang yang baik dan yang jahat di dalam hatinya. Namun sayang, tidak mengetahui bagaimana cara mencegah dan mengentisipasinya sejak dini/ dari awal.

Dosa adalah ketidakpatuhan

Ini merupakan awal dari keberdosaan manusia. Ketidakpatuhan terhadap pemimpin tertinggi membuat kita keluar dari jalur kebenaran yang sesungguhnya. Seandainya manusia pertama patuh dengan kata-kata Tuhan pastilah mereka tidak berdosa. Akan tetapi karena mereka memilih untuk tidak patuh maka semuanya menjadi kacau balau hingga dampaknya masih kita rasakan sampai sekarang.

Oleh karena itu, jika anda berkomitmen untuk tidak melakukan dosa maka belajarlah untuk bersikap patuh kepada orang yang lebih tinggi darimu, misalnya Sang Pencipta, orang tua, pemimpin lingkungan, pemimpin jemaat, pemimpin di tempat kerja, pemimpin negara dan lain sebagainya. Jika anda mampu mematuhi mereka yang dapat dilihat dengan mata kepala ini maka andapun bisa patuh kepada Tuhan yang jauh di mata tapi dekat dihati.

Menjadi sama seperti tuhan adalah hawa nafsu yang paling merusak

Nenek moyang kitapun dahulu tidak patuh kepada perin karena menginginkan kemuliaan agar menjadi sama seperti tuhan. Ini adalah hawa nafsu yang paling berbahaya. Jika keinginan semacam ini mencokol dalam hati anda maka berhati-hatilah sebab hawa nafsu seperti ini sangatlah beresiko merusak segala sesuatu dalam kehidupan anda.

Keinginan akan pujian, penghargaan, penghormatan, kekuasaan bahkan kemuliaan adalah ancaman terbesar dalama kehidupan manusia. Mereka yang dikuasai oleh hal ini cenderung mencari-cari cara untuk mencapainya bahkan bila perlu menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya. Untuk menggapainya, kebanyakan orang picik bersikap licik dan cenderung manipulatif. Setelah mendudukinya/ sesudah memilikinya/ saat mendudukinya maka ada kecenderungan untuk bersikap serakah.

Melempar kesalahan, mengkambing hitamkan orang lain

Merupakan salah satu dosa terburuk sepanjang masa. Sudah jelas-jelas melanggar namun masih saja pintar-pintar mencari alasan. Kesalah seperti ini kerap menawan banyak orang akibat keengganan/ ketidakmauan untuk menerima kenyataan yang ada. Bukannya malah merendahkan hati lalu meminta maaf, yang ada malah keinginan untuk lari dari kesalahan itu sendiri.

Inipula yang mengisyaratkan bahwa seseorang enggan untuk bertanggung jawab terhadap kesalahan yang telah ia lakukan. Dosa ini syarat dengan sikap kekanak-kanakan, tentu saja mereka yang sudah dewasa secara pemikiran akan menerima apa adanya dan bertanggung jawab atas semuanya itu.

Hubungan dosa dengan dimensi kehidupan

3D, tiga dimensi kehidupan

Sebelumnya telah kita ketahui bahwa, untuk menyempurnakan kebaikan hati butuh 3 dimensi kehidupan yaitu hati, perkataan dan perbuatan. Apa saja hubungan ketiganya dalam setiap kesalahan yang dilakukan? Ingatlah bahwa ketiga dimensi ini terhubung satu-sama lain dimana semuanya diawali dari dasar hingga berkembang ke dimensi yang lainnya.

Perhatikan Firman berikut ini: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya” (Matius 5:27-28). Firman ini menunjukkan bahwa selama ini kita salah dengan berpikir bahwa dosa itu hanya dapat dibuktikan lewat kata-kata ndan tindakan nyata. Melainkan juga dengan hanya memikirkannya saja maka kitapun sudah terjerat olehnya.

Dari Firman ini Tuhan Yesus telah memberikan kepada kita peringatan yang sangat keras bahwa dosa itu dimulai dari hati. Jika pikiran anda telah dipenuhi oleh hal-hal yang jahat niscaya perkataan dan perbuatanpun tidak jauh-jauh dari kejahatan itu. Akan tetapi jika hati anda dipenuhi oleh kebaikan, pengetahuan dan hikmat (Roh Kudus), alahasil yang keluarpun adalah perkataan dan perilaku yang benar. Oleh karena itu, jagalah hatimu kawan. Sebab setiap ekspresi yang kamu tunjukkan ditentukan oleh hati sebab pikiran adalah pusat komando kehidupan anda.

Hanya lewat doa-doa dalam hati saja Tuhan telah mendengarkan kita. Demikian halnya juga saat membahas-bahas sesuatu yang jahat di dalam sana, Tuhan pasti mengetahui rencana jahatmu. Saat fokus kepada Tuhan dalam doa kita beroleh berkat maka demikian jugalah ketika dosa meradang dalam pikiran anda niscaya akan diberi ganjaran yang setimpal oleh Yang Di Atas.

Selama anda mampu memelihara pikiran dengan baik bahkan bila perlu menjaganya dengan kuat kuasa Roh Kudus (pengetahuan, hikmat dan penghiburan yang benar) maka sikap andapun (lisan dan tindakan) akan dijauhkan dari hal-hal yang tidak berkenan kepada-Nya (kebinatangan). Oleh karena itu tujukan hati anda hanya kepada Tuhan dalam Firman-Nya, puji-pujian bagi nama-Nya, pengetahuan, hikmat dan penghiburan yang benar.

Aspek Dosa manusia

Saat anda melakukan dosa maka tidak pernah lepas dari pengaruhnya terhadap orang lain. Semakin luas pengaruh kesalahan anda maka semakin besar pula dosa itu. Akan tetapi ketika kekhilafan itu hanya merugikan diri sendiri maka itu hanyalah dosa kecil. Tetapi, apapun itu namanya, besar-kecil, luas-sempitnya dosa tetaplah dosa, yang akan membuatmu semakin jauh dari Allah.

Pada dasarnya dosa manusia bersumber dari 3 hal, yaitu.

  1. Dosa Adam dan Hawa.
  2. Kesalahan orang tua, kakek nenek dan buyut kita. Karena dosa diturunkan kepada generasi ketiga dan keempat.
  3. Dosa yang dilakukan selama hidup di dunia ini.

Kesalahan manusia dapat dinilai dari berbagai macam penyebab/ berbagai macam sumber. Diantaranya adalah :

  • Kesalahan akibat tidak mengerti apa itu dosa. Beberapa anak yang mengalami disabilitas menderita gangguan kecerdasan yang membuat mereka tidak dapat memahami banyak hal.
  • Kesalahan yang tidak disengaja/ tidak disadari. Ini terjadi begitu saja/ spontanitas.
  • Kesalahan akibat kelemahan. Setiap manusia memiliki kelemahan sehingga membuatnya khilaf menanggapi sesuatu. Misalnya orang tua/ kakek/ opung yang kurang peka pendengarannya akan memberi jawaban yang salah ketika ditanyai.
  • Dosa yang direncanakan. Sesuatu yang dicanangkan terlebih dahulu/ jauh sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Kesalahan manusia dapat dinilai dari kerugian yang ditimbulkannya.

  • Kesalahan yang merugikan diri sendiri. Kerugian yang dialami hanya oleh diri sendiri.
  • Dosa yang juga merugikan orang lain. Orang lain tutur merasakan akibat dari kesalahan anda. Orang lain disini dapat berupa.
    – keluarga.
    – saudara.
    – sahabat.
    – masyarakat luas.
    – negara.
    – bahkan seluruh dunia.
  • Kesalahan yang merugikan lingkungan alam sekitar. Dengan sengaja merusak alam secara besar-besaran sehingga menyebabkan polusi dan pencemaran lingkungan.
  • Dosa yang merugikan masa lalu. Informasi tentang masa lalu yang disampaikan dengan cara yang salah akan merugikan pihak-pihak yang terlibat terutama berimbas kepada keturunan mereka yang sekarang.
  • Kesalahan yang merugikan masa depan. Informasi yang salah yang anda sampaikan saat ini dapat berimbas pada bias yang akan terjadi di masa depan.

Ada dua hal yang dapat dinilai akibat perbuatan yang salah, Diantaranya adalah menurut kuantitas dan kualitasnya. Perbedaan dosa menurut kuantitasnya.

  1. Kesalahan kalangan sendiri
  2. Skala keluarga.
  3. Kesalahan skala RT/ RW/ Dusun.
  4. Skala daerah.
  5. Perbuatan jahat skala provinsi.
  6. Tindakan kejahatan skala nasional.
  7. Skala internasional.

Macam-macam dosa manusia.

Ada banyak sekali sebenarnya hal-hal yang salah yang terjadi dalam hidup ini. Selengkapnya alangkah lebih baik jika anda mencarinya sendiri dalam Kitab Suci yang dimiliki. Disini kami hanya menampilkan beberapa bentuk dosa yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari dan juga beberapa yang kami ingat ada dalam Kita Suci yang kami miliki. Berikut selengkapnya.

  1. Perbuatan daging. Rasul Paulus berpesan dalam Galatia 5:19-21 demikian bunyinya : “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
  2. Ketidakpatuhan dan ketidaktaatan manusia.
  3. Keinginan untuk dipuji, dihargai, dihormati, berkuasa dan dimuliakan.
  4. Mengkambing hitamkan orang lain dan situasi.
  5. Memberikan pengetahuan/ pencerahan yang tidak benar.
  6. Ketidakadilan/ berat sebelah.
  7. Kemunafikan, penipuan besar.
  8. Bersungut-sungut dalam segala yang telah diterima/ dimiliki.
  9. Menghilangkan nyawa orang lain.
  10. Penipuan dalam kehidupan terutama dalam berdagang.
  11. Mengambil bunga uang yang berupa pemerasan.
  12. Menerima suap untuk untuk melawan kebenaran.
  13. Mencuri kepunyaan/ hak orang lain.
  14. Memperkosa hak orang miskin, orang asing, anak yatim dan janda.
  15. Menekan kehidupan orang asing.
  16. Kebencian.
  17. Dendam.
  18. Marah-marah.
  19. Ejekan/ bully.
  20. Fitnah.
  21. Penghinaan.
  22. Mengganggu kehidupan orang lain.
  23. Perbuatan menyimpang lainnya.

Ingatlah bahwa kesemua dosa ini adalah pantang dilakukan oleh seseorang yang hidup dalam kebenaran. Melainkan sebaliknya setiap orang benar akan diperhadapkan dengan hal-hal di atas untuk mengujinya dan memurnikannya dari berbagai-bagai bentuk kejahatan.

Satu-satunya yang membuat anda tidak berdosa dalam kesalahan adalah dalam perumpamaan/ ilustrasi/ karya seni

Ilustrasi alias perumpamaan pertama sekali diperkenalkan oleh Tuhan Yesus dalam berbagai ajarannya. Ini berupa cerita yang berisi tentang makna kehidupan dimana setiap orang dapat menarik kesimpulan sebagai pembelajaran hidup. Kamipun baru sadar bahwa kisah-kisah dalam Perjanjian Lama (Alkitab-Kristen) yang cenderung (maaf kata saja) syarat dengan  kebinatangan adalah bagian dari perumpamaan sehingga kita bisa belajar untuk berbenah.

Andapun dapat menuangkan karya dalam bentuk perumpamaan dimana disana ada hal-hal yang jahat dan hal-hal yang baik. Sehingga setiap penikmatnya dapat menerik kesimpulan positif sebagai sebuah pengalaman untuk membuat masa depan yang lebih baik. Simak juga, Bentuk ilustrasi sebagai hasil karya seni

Tidak ada seorangpun dari kita yang berani mengatakan bahwa “Saya tidak berdosa“. Benarlah perkataan Rasul Paulus bahwa “semua orang telah berdossa dan kehilagan kemuliaan Allah“. Oleh karena itullah kita butuh yang namanya agama.  Menurut kami, agama adalah pengalaman orang-orang yang terdahulu yang dapat memperbaiki dan menjembatani hubungan yang rusak itu kemudian mendekatkannya dengan Tuhan juga yang menuntun manusia untuk hidup berdamai dengan sesama.

Setiap orang butuh agama yang baik dan benar sehingga menuntunnya untuk keluar dari sifat kebinatangan yang gelap gulita menuju kepada terang yang lebih manusiawi. Marilah kita belajar dari kesalahan yang telah diperbuat sebelumnya sehingga tidak jatuh dalam lubang yang sama.

Salam kebaikan hati!

Iklan

6 comments

  1. […] Ada banyak macam sumber dan bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh manusia. Semuanya itu adalah bagian dari pengalaman hidup. Jika anda bisa mengambil makna positifnya maka akan ada pelajaran berharga dari sana. Akan tetapi jika anda melihat semuanya itu sebagai aib dan/ atau bencana yang harus disingkirkan niscaya akan banyak orang yang akan disakiti. Berikut pembagiannya menurut sumber dan bentuk dosa. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s