Gejolak Sosial · Kepribadian

10 Efek Samping Kemewahan Yang Tidak Di Rem, Hidup Bermewah-Mewahan Membosankan

Bahaya hidup mewah, kemewahan tidak ada lagi kalau sudah terbiasa

Menurut KBBI mewah adalah serba banyak; serba indah; serba berlebih (biasanya tt barang dan cara hidup yg menyenangkan). Menurut kami kemewahan adalah kehidupan yang lebih dibandingkan biasanya. Tidak sedikit orang yang ingin hidup yang seperti ini sebab indra mereka telah dibius oleh acara TV diantranya adalah telenovela, sinetron dan entertainment.

Hidup mewah itu tidak salah. Asalkan tidak dilakukan terus menerus. Sesekali tidak masalah untuk menikmati hidup. Akan tetapi bila terlalu sering kesannya tidak mewah lagi melainkan biasa saja. Artinya, jika anda sudah memiliki kemewahan itu secara pribadi lalu menikmatinya setiap hari alhasil tidak adalagi bedanya dari hidup orang lain yang biasa saja diluar sana.

Seperti yang kami ungkapkan tentang kemewahan yang berarti bahwa hidup lebih dari biasanya. Keadaan ini berhubungan dengan hasrat manusia untuk menginginkan lebih. Ketika manusia diperhadapkan dengan sesuatu yang lebih dari biasanya maka ia akan menganggap itu sebagai sesuatu hal yang mewah. Dari sini kita dapat mengerti bahwa mewah atau tidak sifatnya relatif.

Ketika anda terbiasa hidup sederhana kemudian mengalami sesuatu yang lebih dari itu, pastilah berpikir bahwa itu adalah sesuatu yang waw….., glamour dan berkelas. Padahal mereka yang sudah terbiasa dengan hal itu tidak mengalami rasa senang yang anda alami. Dari sinilah kita dapat mengerti bahwa alangkah lebih baik jika hal-hal yang lebih itu tetap di luar kehidupan anda. Dengan demikian anda dapat berkunjung ke sana sesekali untuk menikmatinya.

Jadi, cara membuat hal-hal yang mewah tetap awet, bukan dengan memilikinya, bukan pula dengan menikmatinya terus menerus. Melainkan tetap hidup sederhana lalu biarkan kemewahan itu ada di luar sana. Sehingga ia tetap terasa mewah ketika anda mengunjunginya suatu saat nanti. Anda perlu belajar mengendalikan hawa nafsu/ keinginan untuk hidup bermewah-mewahan (setiap saat) sebab hal ini dapat membuat perasaanmu tidak enakan/ tidak nyaman saat berpapasan denga sesuatu yang lebih sederhana.

Dampak buruk hidup bermewah-mewahan yang tidak di rem

Apa saja akibat dari kemewahan itu sendiri? Sebenarnya ada banyak dampak perilaku ini dalam kehidupan anda, diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Boros sumber daya.

    Hidup berlebih-lebihan seperti seseorang yang menghambur-hamburkan apa yang dimilikinya. Baik dalam hal ini berupa uang, makanan, bahan bakar, tumbuhan, lingkungan dan lain sebagainya.

  2. Cenderung menyombongkan diri.

    Hati-hati dengan kehidupan anda yang lebih mewah dari orang lain. Hindari bersikap pamer dan bermegah-megahan sebab ini adalah pertanda kesombongan hati yang tidak disuakai oleh Yang Maha Kuasa.

  3. Senangnya di rumah terus.

    Anda lebih senang berada di rumah ketimbang di tempat lain. Ini juga yang membuatmu berlama-lama di dalam sana karena semuanya sudah ada. Sehingga hampir lupa untuk berkumpul dan bersosialiasi dengan orang lain.

  4. Tidak suka mengunjungi tempat umum (publik space).

    Saat anda melihat tempat lain yang sederhana sekali sedangkan kediaman anda serba mewah niscaya tidak ada keinginan untuk berlama-lama disana sebab mata sudah enek melihat semuanya itu dimana terlihat sangat buruk.

    Jika rumah anda sangat mewah sedangkan tempat umum/ tempat wisata yang tersedia ala kadarnya/ apa adanya. Niscaya anda tidak betah untuk tetap disitu melainkan ingin cepat-cepat pulang.

    Itu jugalah yang membuat anda cenderung tidak mau/ enggan nebeng dengan bus kota/ kendaraan umum lainnya. Sebab yang anda miliki sudah membuatmu terbiasa pada standar tinggi sehingga ketika menemukan yang lebih sederhana cenderung menjauh.

  5. Lebih susah/ sulit untuk menjadi senang.

    Kemewahan pribadi yang dimiliki sudah di atas rata-rata. Ironisnya semua itu terkesan biasa saja dan tidak lagi memberi rasa senang. Lalu anda mencoba mencari cara untuk membuat hati senang dengan berkunjung ke tempat-tempat publik (publik space), tempat wisata dan tempat hiburan lainnya. Akan tetapi tidak ada kesenagan disana sebab apa yang anda miliki lebih mewah dari semuanya itu.

  6. Mengharuskan anda untuk mencari yang lebih untuk membuatmu senang.

    Saat anda selalu bermewah-mewahan hari demi hari maka hal itu menjadi biasa saja. Tida ada lagi kemewahan disana melainkan anda kemudian mencari-cari yang lebih dari itu. Lalu ternyata memang ada tetapi membutuhkan biaya/ dana yang sangat besar untuk memilikinya.

  7. Cenderung segala cara untuk meraihnya.

    Karena sudah terbiasa untuk dikendalikan oleh keinginan (hawa nafsu) hidup bermegah-megahan. Alhasil hasrat untuk memiliki yang lebih baik dan tentunya dengan harga yang lebih mahal tidak dapat di rem/ tidak mampu ditahan lebih lama. Akhirnya, ia mencari-cari cara licik nan manipulatif untuk mewujudkannya.

  8. Ada kemungkinan merendahkan orang lain.

    Saat anda melihat bahwa hidup kita sudah lebih baik dari kebanyakan orang disekitar. Mungkin ada rasa membanding-bandingkan terlebih ketika orang tersebut sempat bermasalah dengan anda. Beberapa orang menghibur dirinya dalam tekanan dengan merendahkan orang lain lalu berkata:
    ah tidak apalah, toh dia lebih rendah dari aku“.
    biarkan saja, dia memang tidak akan pernah bisa seperti aku“.
    sungguh murahan, begitu saja sudah merasa senang“.
    keterlaluan, gak tau diri, bedanya dengan aku itu jauh….“.

  9. Membuat orang lain menjadi iri hati/ denki

    Sikap hati seperti ini menunjukkan bahwa telah terjadi bias yang sangat kontras dilingkungan anda dimana yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin tetap miskin sehingga terjadilah kesenjangan sosial yang nyata. Tidak ada yang bisa menjamin orang lain tidak iri dengan kehidupan anda bahkan bisa saja kedengkiang ini berujung pada kekerasan.

  10. Sadar atau tidak kemewahan itu erat hubungannya dengan hidup menyendiri. Alhasil andapun tidak tahan terhadap gangguan sosial.

    Ketika anda memiliki sumber daya yang sangat besar maka ada rasa ingin membangun sesuatu yang besar pula. Tentu saja untuk membangunnya anda butuh lahan yang luas dan jauh dari pemukiman penduduk. Alhasil tembok-tembok nan tinggi besar, pekarangan yang luas tenang tanpa disadari telah meremajakan indra anda. Pas keluar dari hunian tersebut lalu masuk ke dalam kehidupan masyarakat luas yang riuh niscaya anda akan rentan sekali terhadap gangguan kecil yang terjadi.

Fasilitas mewah lebih bagus di rem untuk dimiliki secara pribadi. Pastikan kemewahan itu tetap ada di luar dan dapat dijangkau kapanpun anda membutuhkannya. Sebab apa yang sudah kita miliki cenderung tidak terasa mewah terkecuali hal itu lebih baik dari biasanya.

Salam kesederhanaan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s