9 Akibat & Cara Mengendalikan Kebiasaan Ngemil – Orang dewasa biasa mengkonsumsi cemilan tapi anak jangan dibiasakan sejak dini

Akibat & Cara Mengendalikan Kebiasaan Mengkonsumsi Cemilan - Orang dewasa bisa ngemil tapi anak jangan diajari seja dini

Cemilan adalah makanan kecil/ makanan ringan yang dikemas dalam bentuk dan rasa yang menarik & beragam. Kebiasaan ngemil adalah rutinitas mengkonsumsi makanan ringan diwaktu-waktu tertentu. Kami memiliki salah satunya, setidak-tidaknya uang yang diambil dari gaji perbulan digunakan untuk membeli cemilan seharga Rp. 6.000,- per hari. Sepertinya ini normal saja, dengan demikian kami menghabiskan setidaknya Rp. 180.000,- per bulan hanya untuk membeli cemilan.

Dalam buku pengeluaran sehari-hari, nominal ini masih dapat ditoleransi. Mungkin banyak juga teman-teman kami yang menghabiskan uangnya lebih dari itu untuk sekedar membeli cemilan. Tapi pada dasarnya, semakin besar pendapatannya maka semakin besar pula cemilan yang mampu ia datangkan. Ini adalah hukum ekonomi. Berhubung karena penghasilan kami kecil, jadi segitu aja sudah lebih dari cukup bahkan orang dekat kamipun mengatakan bahwa dana segitu sudah tinggi hanya untuk ngemil aja.

Efek Samping Mengkonsumsi Cemilan Secara Berlebihan

Kami lihat hal ini masih normal saja sebab dilakukan secara terkendali. Yang tidak baik itu jika nominal uang yang dikeluarkan fluktuatif bahkan melebihi setengah dari gaji sendiri jika dikumpulkan selama satu bulan. Mengendalikan diri untuk tidak ngemil sama sekali mustahil dapat dilakukan sebab dari awal sudah dibiasakan. Beruntung mereka yang mampu menghilangkan kebiasaan ini pasti dari awalnya belum dibiasakan. Apa saja efek samping ketika kebiasaan ngemil sangat liar? Berikut masalah yang mungkin anda alami.

  1. Uang melayang tidak karuan, boros.
  2. Fokus kerja terganggu, lebih banyak ngemil daripada kerja.
  3. Pikiran buntu, pencernaan yang lelah akibatnya mempengaruhi stamina yang berimbas pada kinerja otak.
  4. Malas-malasan. Lebih sering terlelap/ tidur, pencernaan penuh & lelah oleh banyaknya cemilan.
  5. Kelebihan berat badan, obesitas – kurang bergerak tapi makan banyak.

    Simak, Cara melangsingkan tubuh agar terlihat seksi.

  6. Kadar gula tinggi, terlalu banyak mengkonsumsi makanan ringan yang manis-manis.
  7. Kolesterol meningkat, berlebihan mengkonsumsi makanan kecil yang berbentuk gorengan.
  8. Asam urat melampaui batas normal, banyak ngemil tapi kerjanya cuma duduk-duduk saja.
  9. Mengajari anak untuk memiliki kebiasaan yang sama, yang beresiko minatnya semakin tinggi (lebih parah dari yang anda alami) untuk itu saat sudah besar nanti.

Pertanda bahwa kebiasaan ngemil telah melampaui batas

Dampak negatif dan cara mengendalikan kebiasaan ngemil

Kebiasaan ngemil yang tidak terkendali adalah bencana. Tubuh kami telah merespon sangat baik untuk memberi sinyal bahwa kebiasaan ini telah melampaui batas. Jika ini terjadi, tumit menjadi sakit alias asam urat meninggi. Nyeri tumit saat bergerak inilah yang menjadi pertanda bahwa makanan ringat yang dikonsumsi melebihi batas normal. Saat itu jugalah kami stop/ berhenti lalu meninggalkannya begitu saja. Berikut beberapa tanda yang diekspresikan oleh tubuh saat konsumsi makanan ringan terlalu berlebihan.

  1. Sakit gigi (kadar gula tinggi).
  2. Sakit kepala bagian belakang, nyut-nyut (tinggi kolesterol).
  3. Nyeri tumit ketika digerakkan/ ditekuk/ melewati jalan berbukit. Anda butuh bahan baku.
  4. Lidah perih/ sakit dan berjejas karena terlalu lama terpapar dengan bahan kimia dalam makanan ringan.
  5. Kegemukan, obesitas, melar.
  6. Susah bergerak dan beraktivitas.
  7. Lebih banyak tidur dan bermalas-malasan.
  8. Keracunana makanan, disaat seperti ini anda perlu mendetoksifikasi tubuh dari berbagai toksin yang mungkin telah dikonsumsi lewat makanan.

Cara mengendalikan kebiasaan ngemil di rumah

Bagi anda yang ingin mengurangi nafsu terhadap makanan ringan dapat dilakukan dengan mengkonsumsi larutan garam isotonik. Larutan ini dapat menjadi pengganti gula yang akan mengubah lidah yang terasa pahit menjadi lebih nikmat (ada manis-manisnya). Lagipula asam urat yang tinggi juga dapat diturunkan dengan meminum larutan ini. Larutan garam isotonis sangat baik untuk dikonsumsi sebab banyak manfaat yang tersebunyi dibalik kesedarhanaannya.

Lebih mudah mengendalikan kebiasaan ngemil di tempat kerja sebab ada rasa segan dengan teman-teman satu kantor. Akan tetapi lain halnya saat anda sedang duduk berlama-lama di rumah. Semakin banyak waktu senggang yang didapati maka semakin besar potensi untuk melakukannya. Berikut cara mengendalikan kebiasaan mengkonsumsi cemilan di rumah

  1. Daripada ngemil lebih baik senantiasa fokus pada Tuhan dalam Firman dan puji-pujian kepada-Nya.
  2. Lebih baik menyelesaikan berbagai pekerjaan positif lainnya dahulu.
    – membersihkan rumah.
    – merawat tanaman.
    – memasak ini-itu.
    – membaca Firman/ buku-buku penting lainnya.
    – dan lain sebagainya.
  3. Tidur sejenak untuk menenangkan pikiran agar tidak membeli makanan ringan.
  4. Surfing di dunia maya, media sosial dan youtube sejenak.
  5. Coba untuk menonton televisi atau mendengarkan radio.
  6. Nonton film dari laptop PC/ CD/ DVD player.
  7. Bisa juga dengan ganti menu cemilan anda dengan buah-buahan/ rujak yang lebih rendah kalori dan rendah lemak juga.
  8. Atau kalau tidak siapkan larutan garam isotonik dalam disamping anda. Setiap kali ada rasa ingin ngemil langsung diredam dan dicuci keinginan tersebut dengan meminum air garam yang sudah disediakan.

Tidak mengajari anak untuk suka ngemil sejak dini

Kebiasaan kami untuk membeli cemilan tidak diketahui oleh orang lain alias kami lakukan secara diam-diam. Kami hanya berbagi dua kali bahkan satu kali saja dalam seminggu dengan mereka (adek yang masih kecil). Bukannya kami pelit, hanya saja tidak ingin kebiasaan ini diadopsi sejak dini oleh adek-adek di rumah yang notabene masih kecil/ masih anak sekolahan. Ada kecenderungan kebiasaan manusia terus naik dan menanjak terlebih ketika itu sudah dimulai semenjak mereka masih kecil.

Akibatnya jika anak diajari ngemil terlalu sering.

  • Tidak fokus belajar, kurang berminat mengerjakan PR.
  • Enggan membantu orang tua untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.
  • Sukanya nonton televisi terus (sama kayak abang/kakaknya yang sudah gede) sambil ngemil.
  • Di rumah dan jarang bahkan tidak pernah bermain ke luar. Semuanya sudah ada di dalam rumah jadi apa yang dicari diluar?
  • Kurang pandai bergaul tapi kalau ngemil jago.
  • Beresiko mengalami kegemukan sejak dini.

Bila dari kecil saja, sudah diajari untuk sering-sering membeli cemilan bagaimana nanti ketika dia sudah besar. Sadarilah bahwa apa yang sudah diajari sejak kecil cenderung akan dibawa sampai mati. Dan seperti yang kami katakan tadi bahwa ada kecenderungan kebiasaan itu semakin tinggi intensitasnya. Baik dalam hal jumlah maupun dalam hal tempo yang lebih sering.

Lagipula terlalu sering membawa cemilan buat adek di rumah membuatnya terbiasa dan sehingga sambutannyapun kadang tidak ada lagi. Satu-satunya cara agar cemilan itu disambut dengan keseruan yakni dengan membawanya di waktu-waktu tertentu saja (tidak setiap hari).

Kami sudah dewasa dan suka ngemil terkendali dapat dimaklumi sebab kamipun sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Jadi tidak ada salahnya untuk menikmati hidup, hanya jangan sampai berlebihan. Bagi yang masih kecil-kecil lebih baik fokus belajar dulu deh, sebab perjalanan hidup dan perjuangan anda masih panjang.

Salam cemilan sehat!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s