8 Cara Menyempurnakan Kebaikan Lewat 3 DIMENSI KEHIDUPAN

Dimensi kehidupan yang menyempurnakan kasih

Kehidupan di dunia ini terhubung dengan banyak hal. Kita tidak bergiat untuk situasi yang stagnan melainkan dengan sikon yang serba dinamis. Hidup ini tidak seperti matematika yang memiliki solusi yang itu-itu saja. Apa yang dihadapi dalam setiap persoalan membutuhkan solusi yang berbeda-beda sesuai dengan konteksnya. Namun ada inti dari semua peristiwa tersebut yaitu menjaga hati, perkataan dan perbuatan.

Masalah yang mendatangi anda selalu berkaitan dengan tiga dimensi kehidupan tersebut. Kemampuan untuk menjaga dan mengendalikan ketiganya akan menuntun anda kepada solusi terbaik. Tidak ada persoalan yang sangat sulit untuk diselesaikan jika anda mampu membaikkan penggunaan ketiga dimensi tersebut.

Pada dasarnya, datangnya pergumulan hidup dari luar dapat ditekan dan diminimalisir dampaknya bila tiga dimensi tersebut dalam keadaan baik. Problem yang lebih besar sesungguhnya muncul dari ketidakbaikan hati, perkataan dan perbuatan sendiri. Saat hati penuh dengan hawa nafsu, perkataan syarat dengan kata-kata sombong dan kasar, perilaku yang diekspresikan jahat. Alhasil andapun sering bermasalah dengan orang lain bahkan dengan lembaga tertentu (misalnya sekolah, universitas, pihak keamanan dan lain sebagainya).

Kemampuan untuk mengendalikan diri berawal dari kesanggupan untuk membersihkan semua dimensi yang ada dari berbagai-bagai hawa nafsu, kebencian, dendam, amarah, iri hati, kesombongan, kekerasan dan kejahatan lainnya. Bila hal-hal semacam ini masih mencokol dalam kehidupan anda niscaya persoalan sepele akan mengguncangkan kehidupan anda dengan kuat. Pemasalahan itu akan semakin rumit saja jika tidak ada rasa sabar di dalam hati ini.

Cara menyempurnakan kasih lewat tiga dimensi kehidupan

Mari kita bahas satu persatu dimensi tersebut sekaligus untuk menyempurnakan kebaikan hati ini. Berikut selengkapnya.

1. Dasarnya kebenaran.

Dasar dari kehidupan manusia adalah kebenaran. Tanpa kebenaran yang sejati niscaya hidup kita mudah jatuh dan mengalami masalah. Hidup lebih terarah pada hal-hal yang lebih positif karena kebenaran mendekatkan kita dengan Tuhan dan sekaligus membuat sikap lebih manusiawi terhadap sesama.

Kebenaran dapat kita peroleh dari pengalaman orang-orang terdahulu dalam mencapai hidup yang bermakna. Referensi yang sangat baik untuk ini adalah Kitab Suci. Ada banyak hal yang dapat dipelajari dari sana yaitu transformasi kehidupan dari sifat kebinatangan menjadi lebih manusiawi.

Tanpa dasar yang kuat alias tanpa kebenaran yang kuat, ketiga dimensi kehidupan yang anda miliki tidak akan berdiri kokoh. Diterpa badai sedikit, dilanda angin sesaat, dihempaskan gelombang sudah roboh tak meninggalkan sisa. Ujian kehidupan yang datang dapat memutarbalikkan bahkan menghancurkan semua dimensi kebaikan anda. Oleh karena itu, milikilah dasar kehidupan yang kuat dalam menjalani hari demi hari.

Terus asah kebenaran dalam hidup anda sehingga level iman yang dimiliki semakin tinggi. Latihan iman erat hubungannya dengan (1) pengertian tentang kebenaran itu sendiri, (2) kedekatan dengan Sang Pencipta, (3) hubungan baik dengan sesama dan (4) pergumulan hidup yang dialami.

2. Pikiran

Dimensi pertama adalah pikiran. Dalam hidup ini hati sangat besar pengaruhnya terhadap keseharian anda. Ini adalah hal yang paling dasar yang harus anda kendalikan sebab seluruh kehidupan anda dikendalikan oleh pikiran. Maju-mundurnya, naik-turunnya segala sikap: perkataan dan perbuatan ditentukan oleh suasana hati. Selama anda mampu menjaga kemurnian hati niscaya ucapan dan perilaku anda tidak akan jatuh menimpa anda lalu merugikan diri sendiri.

Pikiran mampu menembus kemana saja, membayangkan hal-hal yang tidak ada, berimajinasi menemukan makna hidup. Kemampuan pengendalian pikiran merupakan bakat yang dilatih. Sebab manusia pada umumnya lebih menyukai pikirannya kosong tanpa diisi oleh apapun. Padahal ada akibat fatal dibalik kekosongan pikiran, yaitu cepatnya hati anda terbakar oleh hawa nafsu, kebencian, dendam dan amarah. Ditambah lagi, mudahnya orang lain mempengaruhi/ mengendalikan/ memprovokasi anda untuk melakukan hal-hal yang menyimpang.

Terdapat beberapa pilihan terbaik untuk memfokuskan pikiran, diantaranya adalah dengan memfokuskan pikiran kepada Tuhan dalam Firman dan puji-pujian. Beberapa juga memfokuskan pikiran untuk menekan diri sendiri untuk merendahkan hati. Yang lainnya memfokuskan hatinya untuk membahas tentang ilmu pengetahuan dan wawasan yang positif (yang diperoleh dari sekolah, kampus dan buku-buku berkualitas lainnya). Silahkan pilih dimana yang paling sesuai untuk anda.

3. Perkataan

Dimensi berikutnya adalah perkataan. Banyak yang dapat menilai kepribadian ini hanya lewat kata-kata yang diucapkan. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa “mulutmu harimaumu“. Ucapan yang dikeluarkan bisa saja menguntungkan namun bisa juga merugikan bahkan termakan oleh semuanya itu. Istilah kerennya adalah “senjata makan tuan“. Artinya, jagalah setiap perkataan yang keluar dari mulutmu sebab pengaruhnya besar karena dapat didengarkan oleh semua orang yang hadir.

Apa yang keluar lalu terucap lewat kata-kata sesungguhnya bersumber dari dalam hati. Ketika dasarnya sudah melenceng niscaya perkataanpun ikut menyimpang dari jalur kebenaran. Seberapa besar penyimpangan hati maka sebesar itu pula penyimpangan kata-kata yang terucap. Selama pikiran tetap positif maka selama itu pula perkataanmu didengar baik oleh orang lain.

Mengapa perkataan sangat penting? Sebab saat baru mengenal seseorang atau baru bertemu dengan orang baru yang masih asing, hal pertama yang dapat kita rasakan darinya adalah kata-katanya yang lemah atau kuat, santun atau kasar, fluktuatif atau biasa saja. Pengendalian mulut mencerminkan kebiasaan cerewet, kesabaran, pengendalian emosional dan lain sebagainya. Dalam perjumpaan pertama, kesan awal yang dirasakan lewat kata-kata yang terucap sangat berarti.

Oleh karena itu, jagalah perkataanmu seperti anda menjaga perhiasan sendiri. Sebab kata-kata seperti pakaian yang anda gunakan, itulah yang pertama-tama dinilai orang lain.

4. Perbuatan.

Dimensi yang terakhir adalah perbuatan. Tidak ada kehidupan tanpa perbuatan. Orang-orang hidup selalu melakukan sesuatu dalam kesehariannya. Hanya orang matilah yang tidak lagi berkativitas. Bahkan orang yang di penjarapun masih bisa melakukan banyak hal selain makan, minum dan buang kotoran. Hidup ini didominasi oleh perilaku. Karena itulah Rasul Yakobus berpesan, “iman tanpa perbuatan adalah mati“.

Sekalipun kata-kata bisa mengekspresikan kebaikan anda namun itu tidak akan bertahan lama. Istilahnya “seperti angin sepoi-sepoi yang cepat berlalu“. Kebaikan anda barulah kentara, nyata dan jelas jika anda mewujudnyatakan semua yang telah anda katakan. Dapat dikatakan bahwa perbuatan adalah bagian akhir yang sangat besar pengaruhnya dalam keseharian anda.

Tidak ada yang lebih besar manfaatnya dibandingkan dengan tindakan nyata. Perilaku anda sangat nyata manfaatnya bagi orang lain. Jadi jika anda ini melakukan kasih pastikan untuk tidak hanya mengumbarnya lewat kata-kata manis melainkan turut membuktikannya lewat ekspresi perbuatan atau pemberian yang nyata.

5. Sabar.

Kesabaran adalah atmosfer kehidupan kita. Dimanapun berada dan apapun yang sedang diperbuat harus mengedepankan kesabaran. Terkecuali ketika anda berada di unit gawat darurat di instalasi kesehatan, pemadam kebakaran dan lain sebagainya.

Berhati-hatilah sebab kebaikan yang dilakukan terburu-buru bisa salah sasaran. Tentu saja anda tidak ingin perkataan dan perilaku sendiri dianggap salah oleh orang lain. Salah paham ini akan membuat orang lain salah kaprah bahkan ilfil dengan sikap anda. Oleh karena itu, bersihkan hati dan tenangkan jiwa sebelum menyekspresikan sesuatu.

Di dunia ini, kebaikan anda bisa saja dianggap sampah oleh orang lain. Bukan hanya bertepuk sebelah tangan melainkan bisa saja kebaikan anda dibalas dengan perlakuan buruk/ kasar. Anda harus benar-benar siap menghadapi kemungkinan terburuk ini. Langkah antisipasinya dapat ditempuh dengan cara tidak berharap apa-apa saat melakukan sesuatu. Istilahnya, harapan nol tetapi tindakan dimaksimalkan niscaya hasilnya memuaskan sekalipun dipandang sinis oleh beberapa orang.

6. Ikhlas dan tulus.

Perkataan dan perbuatan yang dilakukan tidak ada artinya bila diekspresikan tanpa rasa ikhlas. Maksud-maksud tersembunyi dibalik sikap yang diekspresikan akan merusak kebaikan itu. Mengharapakan sesuatu setelah melakukan sesuatu menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar setulus hati melakukan semuanya itu.

Rasa ikhlas juga turut meminimalisr kekecewaan yang mungkin akan timbul ketika kebaikan itu bertepuk sebelah tangan. Niat yang tulus dalam berekspresi akan memperkuat kasih yang diekspresikan sehingga upahnya diperoleh di Sorga kelak. Sebab kebaikan yang telah mendapatkan balasan yang setimpal berarti telah terbalaskan upahnya. Sedangkan kebaikan yang belum mendapat balasan/ tidak dapat dibalas oleh penerimanya niscaya upah anda akan dibayarkan di Sorga kelak.

Keikhlasan juga dibutuhkan saat anda mengalami perlakuan buruk dari orang lain. Itu bisa saja berupa kekerasan langsung (pemukulan) maupun tidak langsung (penghinaan, bully, fitnah, kata-kata kotor dan lain sebagainya). Jika anda tidak ikhlas menerima semuanya itu apa adanya niscaya rasa kesal tidak bisa dibendung hingga emosi meledak-ledak. Pada akhirnya, andapun akan membalas perlakuan kasar tersebut dengan perbuatan yang sama (lingkaran kebencian) bahkan bisa lebih dari itu.

Tidak sedikit orang yang berubah membenci karena tidak ikhlas menerima rasa kesal yang timbul dari dalam hati. Jika ini terjadi terimalah semuanya itu apa adanya dengan mengatakan “saya pantas menerimanya, kuatkan hatiku ya Tuhan“. Ikhlas itu diawali dengan menerima segala sesuatu apa adanya.

Salah satu penghambat untuk berhati tulus adalah kebiasaan memaksakan kehendak. Perilaku ini jelas akan membuat kehidupan anda sering berbenturan dengan kehidupan orang lain hanya karena masalah sepele. Dalam hidup ini, tidak baik bersikap diktaktor terhadap sesama. Melainkan biarkanlah masing-masing orang menentukan pilihan hatinya. Jika itu salah, biarkan dia menderita karena rasa sakit yang timbul. Dari sanalah dia akan belajar untuk berubah.

Banyak orang yang baru dapat mengubah pilihannya/ mengubah hidupnya setelah menemukan masalah, tekanan bahkan penderitaan dalam kesehariannya.

7. Jujur.

Kejujuran adalah syarat utama dari semua sikap yang diekspresikan. Inilah yang membuat kehidupan anda tetap membawa pengaruh bagi orang lain. Sebelum jujur kepada orang lain terlebih dahulu anda harus jujur kepada diri sendiri. Jujur terhadap kelemahan sendiri, jujur terhadap dosa/ kesalahan yang telah diperbuat, jujur terhadap perasaan sendiri. Ini adalah awal mula kejujuran anda. Mustahil dapat jujur kepada orang lain tanpa terlebih dahulu mengakuinya secara pribadi. Ini dilakukan dengan cara tampil apa adanya dan menjadi diri sendiri.

Kejujuran sangat dibutuhkan saat anda menjalin hubungan baik/ bergaul/ bersosialisasi dengan sesama manusia. Orang kecil yang dapat hidup jujur lebih bisa dipercayai daripada orang besar yang hidupnya dipenuhi dengan kepalsuan/ manipulatif. Keadaan ini dapat diartikan sebagai kelurusan hati, saat apa yang dilakukan sama dengan apa yang dikatakan sama dengan apa yang dipikirkan.

Kejujuran tidak dapat dibeli melainkan hanya dapat dibangun dengan membiasakan diri untuk bersikap apa adanya dalam segala situasi. Keadaan ini juga dapat dikatakan sebagai sebuah tindakan yang benar adanya yang sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku. Jujur juga diartikan sebagai tindakan yang sesuai dengan tanggung jawab yang diemban.

8. Konsisten

Jaman sekarang, manusia tidak suka seseorang yang hidupnya seperti kelap-kelip, kadang mati dan kadang hidup. Harus konsisten dalam mengekspresikan sikap sehingga itu menjadi kebiasaan yang suatu saat kelak berubah menjadi budaya kepribadiaan anda. Oleh karena itu, mulai sekarang biasakan untuk melakukan hal-hal yang baik saja, jangan suka campur-campur: kadang baik, kadang jahat. Sikap yang campur aduk seperti ini akan membuatmu mudah dipengaruhi dan dikendalikan orang lain. Pada akhirnya kebaikan yang anda lakukanpun akan dipandang rendah oleh orang lain sebab kejahatanmu lebih kentara di dalam hatinya.

Jika hendak berbuat baik jangan tanggung-tanggung, lakukanlah dengan sepenuh hati agar Tuhan yang di Surgapun memperhitungkannya sebagai sebuah kebaikan yang patut dihargai.

Salam kasih sejati

Iklan

3 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s