10 Mindset Yang Salah Tentang Uang Merusak Mental Manusia 7 Cara Kapitalis Menguasai Negara

Mindset Yang Salah Tentang Uang Merusak Mental Manusia 7 Cara Kapitalis Menguasai Negara

Uang adalah masalah utama di negeri ini. Mau masuk sekolah ternama butuh duit tidak sedikit. Ingin masuk universitas ternama butuh fulus banyak. Hendak masuk jurusan ternama, misalnya kedokteran butuh dana yang tinggi. Ingin jadi pegawai pemerintah, butuh fulus yang melambung tinggi. Mau jadi pejabatpun kantongnya harus tebal. Bahkan saat hendak berurusan dengan birokrasi, harus ada kertas sogoknya sebagai pelicin. Apa-apa yang posisi yang bagus di negeri ini butuh dompet yang lebih tebal.

Kami perhatikan di zaman sekarang ini, uang adalah penentu utama dalam pemerintahan. Seolah-olah para pemimpin kita menyatakan secara tidak langsung bahwa “jika kamu ingin menjadi seperti ini maka carilah dana sebanyak-banyaknya niscaya kamu dapat….”. Secara tidak langsung keadaan ini membuat beberapa orang melakukan aksi tipu-tipu untuk memanipulasi orang lain sehingga mereka dapat meraih sen demi sen dari sana.

Seolah-olah orang yang ingin bergabung dengan pemerintah adalah mereka yang memiliki modal lebih alias kaum kapitalis. Rakyat biasa seperti kami yang tidak punya apa-apa, tidak mungkin lagi dapat mendekat sebab lingkaran kapitalis sangat kuat melilit negara hitam-putih ini. Sistem yang terbentuk saat ini membuat kaum pemodal dan intelektual menguasai negara sedangkan kaum terbelakang dan miskin seumur hidup sebagai rakya jelata yang tidak diperhatikan.

Sistem yang ada saat ini benar-benar sistem yang sangat membela para pemodal tinggi. Orang-orang yang duduk dikursi empuk dipusat diharuskan untuk mengeruk uang sebanyak-banyaknya. Agar kelak dipemilihan berikutnya “ada modal untuk nyalon lagi”. Keadaan ini, tidak lagi menjadi rahasia publik: semua tahu kok bahwa posisi saat ini diguanakan untuk mengumpulkan modal secara sembunyi-sembunyi.

Kendala satu-satunya di negeri hitam putih adalah minimnya transparansi anggaran. Aliran uang di tangan pemerintah tidak diketahui persis oleh publik sehingga ada kesempatan untuk memelintir dana tersebut untuk kepentingan pribadi. Ini adalah kelemahan terbesar di negeri kita. Sebab hanya pemerintahlah yang memiliki negara ini sedangkan pihak lain bukanlah apa-apa, mereka hanya orang asing. Padahal kita punya KTP yang sama dengan para pegawai pemerintah. Kedudukan kita di mata hukum juga sama seperti yang diatur oleh undang-undang. Lalu mengapa semua orang tidak punya hak untuk mencermati setiap aliran dana dinegerinya?

Sistem di negeri ini mengarah ke kapitalis sekaligus hanya melindungi mereka turun-temurun. Ekonomipun berputar-putar hanya disekitar orang yang pintar-pintar saja sedangkan rakyat biasa yang terpinggirkan nasibnya tidak pernah diperhatikan. Padahal kita sama-sama saudara satu ibu namun mengapa jatah kami rakyat biasa tidak ada sama sekali? Dana negara hanya diperuntukkan untuk kalangan tertentu saja sedangkan pihak lain (saudara sendiri) dinegeri hanya diberikan kulitnya saja. Istilahnya kalau kita makan kacang, sama mereka isinya lalu kulitnya mereka lempar ke kita dalam bentuk bantuan langsung tunai.

Cara kaum kapitalis menguasai negeri

Kaum bermodal telah menguasai negeri ini dan mereka berniat melanggengkan trahnya turun-temurun. Sehingga mereka tetap jaya dan mecokol di negeri ini sedangkan saudara mereka rakyat biasa dibiarkan berjalan di tempat agar tetap di bawah. Berikut ini, cara-cara kaum pemodal untuk menguasai negeri hitam putih.

  1. Menciptakan sekolah berkelas sehingga perbedaan antara anak miskin dan anak orang kaya semakin jelas saja.
  2. Mempersiapkan kesehatan yang berkelas sehingga perbedaan antara penyakit orang miskin dan penyakit orang kaya semakin jelas.
  3. Menyusun universitas yang berkelas sehingga hanya orang kaya saja yang boleh masuk universitas ternama dan jurusan favorit hanya milik kaum bermodal banyak (misalnya kedokteran).
  4. Membuat tempat kerja dan perusahaan yang berkelas sehingga hanya orang-orang berduitlah yang masuk kesana dan semakin berkembang. Sedangkan rakyat biasa tetap hanya dapat kulitnya.
  5. Merintangi keinginan untuk jadi pejabat dengan mensyaratkan mahar yang berkelas. Sehingga hanya kaum bermodal saja bisa jadi pejabat sedangkan rakyat biasa tetap misikin.
  6. Menutup data keuangan rapat-rapat sehingga aliran uang di negeri diketahui oleh orang-orang kaya saja sedang orang miskin tetap miskin.
  7. Merendahkan rakyat dan menghancurkan mentalnya dengan cara membagi-bagikan uang yang katanya adalah “uang bantuan, gratis, dijatahin sama pemerintah”. “Padahal kita sama-sama anak ibu, mengapa anda dapat gaji lebih namun mengapa pula kami hanya dapat uang santunan?”. Bukankah seharusnya kita sama-sama dapat hak yang setara atas uang negara?

    Simak juga, Dasar kesetaraan manusia

  8. Pada akhirnya jika anda berniat hendak menjadi bagian dari pemerintah dan ikut merasakan kemakmuran ibunda maka tiket utamanya adalah harta benda yang melimpah ruah. Mereka yang tidak punya itu akan tetap diluar (rakyat biasa) melihat-lihat saja.

Kebutuhan uang kedepan ini bukan semakin menurun melainkan semakin meninggi. Hanya orang-orang beruang saja yang dapat hidup senang dengan segala fasilitas yang mewah. Sedangkan rakyat biasa dibiarkan mentalnya tertekan disitu-situ saja.  Namun pada akhirnya hanya rakyat jelatalah yang benar-benar mampu hidup bahagia. Sedangkan mereka para pemilik modal yang dipuaskan oleh uang terus saja merasa kekurangan. Seolah rasanya belum cukup dan masih ingin yang lebih lagi.

Mindset yang salah seputar uang hingga merusak mental

Pola pikir tentang uang yang telah dibentuntuk sejak dini membuat banyak orang kehilangan arah hidupnya. Mereka berpikir banyaknya  dan tebalnya itu dapat membahagiakan hatinya. Padahal semua materi itu telah membuat mereka semakin jauh dari rasa bahagia. Karena mereka mengeruknya dari dalam ketidakadilan dengan membodohi saudara sendiri. Berikut ini beberapa mindset yang salah tentang uang.

  1. Uang dapat membuat manusia bahagia.

    Ini adalah pendapat yang paling tidak masuk akal. Jika demikian ceritanya bagaimana dengan hewan-hewan dipadang belantara yang tidam memilikinya? Apakah mereka tidak bahagia karna itu? Jadi tidak ada hubungannya kantong yang gede dengan kebahagiaan seseorang.

  2. Uang dapat memuaskan hati.

    Ini adalah pendapat yang paling aneh, bagaimana mungkin uang anda dapat masuk ke dalam hati. Lagipula jika hanya kenikmatan duniawi yang bisa diperoleh dengan uang yang dapat memuaskan hati anda. Hanya sekali sebelan anda gajian berarti bahagianya sekali sebulan juga ya? Lalu bagaimana jadinya kelak saat anda tidak bisa mencarinya lagi setelah pensiun?

  3. Uang dapat membeli kedamaian hati.

    Bagaimana anda dapat duduk tenang dalam damai jika anda memperoleh fulus tersebut dari usaha yang tidak halal alias hasil membodohi beberapa orang? Tidak ada damai di hati saat sikap kita jahat terhadap orang lain. Mustahil kita dapat hidup tenang saat menjadi penyabab/ pembawa ketidak damaian dalam hidup orang lain.

  4. Uang dapat membeli ilmu pengetahuan.

    Memang jelas bahwa di negeri ini anda dapat sekolah di tempat-tempat berkelas dan ternama dengan besarnya dana yang di kantongi. Tapi sayang ilmu yang anda dapatkan tidak lebih baik dari ilmu yang didapatkan oleh mereka yang bersekolah ditempat lain. Sebab uang anda hanya membeli fasilitas (sarana dan prasarana) bukan membeli ilmu pengetahuannya.

  5. Uang dapat membeli hikmat.

    Anda dapat membaya orang paling bijak untuk menjadi pembicara dalam event yang diikuti namun bukan dalam arti kebijaksanaannya dapat menular kepada anda. Bijak itu ditempa dari pahitnya penderitaan bukan dihasilkan dari nikmatnya harta duniawi.

  6. Uang dapat membeli jabatan.

    Kemampuan anda untuk membeli jabatan tidak akan dibawa dalam tidur yang tenang. Hidup anda dibayang-bayangi oleh adanya orang lain yang mungkin lebih kaya lagi. Hari-hari anda terus dihantui oleh dosa-dosa korupsi yang terus terjadi. Pada akhirnya, anda duduk dikursi empuk dan enak namun hati sedang menggigil ketakutan.

  7. Uang dapat membeli pekerjaan.

    Pekerjaan yang anda beli dengan uang berarti dapat menghasilkan sesuatu yang lebih juga dari sana. Anda tidak mungkin memberi tanpa mengharapkan imbalan yang setimpal kelak. Minat yang berlebihan terhadap duit telah mengubah kehidupan anda untuk menghalalkan segala cara untuk memilikinya sehingga pekerjaan yang dilakukan bukan lagi menjadi ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  8. Uang dapat membeli segala sesuatu di negeri ini.

    Segala sesuatu yang dapat dibeli dengan kertas minim bahkan tidak ada arti perjuangannya sehingga dangkal rasa puas yang dimiliki atas semuanya itu. Jika semuanya dapat dibeli maka kehidupan andapun akan dibeli oleh orang lain yang lebih kaya darimu. Artinya, hidupmu akan ada di bawah kendali orang yang lebih banyak harta bendanya darimu. Jadi anda bukanlah pengendali melainkan orang lain yang melakukannya.

  9. Uang sangat menentukan harga diri, pujian, penghormatan yang diberikan orang lain.

    Sampai kapan uang anda cukup untuk membayar orang agar lebih menghargai, memuji dan menghormati anda? Bukankah tindakan ini adalah sesuatu yang paling boros sedunia. Semakin menggantungkan kebahagiaan anda dengan ucapan dan sikap orang lain maka semakin mudah mereka menekan dan mengendalikan anda.

  10. Uang dapat membeli kemewahan.

    Ini adalah argument yang paling berbahaya. Sebab uang yang adan miliki berkontribusi terhadap kerusakan alam yang mungkin dapat dilakukan. Semakin besar duit anda maka semakin besar pula potensi kemewahan pribadi yang dapat anda perolah. Sehingga semakin besar pula dampak kerusakan lingkungan yang anda timbulkan lewat kepemilikan kemewahan pribadi tersebut.

Apabila mindset seperti ini terus-menerus dipelihara oleh bangsa kita niscaya setiap orang akan terus menerus haus uang yang sekalipun dipuaskan sekali akan terus meminta lagi dan lagi dengan nominal yang lebih tinggi saja.

Gunakanlah uang sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama!

Iklan

5 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s