Kecerdasan Manusia · Kepribadian · Menata Ulang Ilmu Pengetahuan · Pelajar

11 Kesalahan Mengasah Otak Sehingga Kurang Cerdas Menemukan Ide, Inovasi, Kreasi dan Kolaborasi

Kesalahan melatih otak dan kecerdasan sehingga kehilangan ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi

Salam kecerdasan yang benar!

Menjadi cerdas itu penting namun ingatlah bahwa menjadi bodoh adalah awal dari ketenangan dan kebahagiaan hidup. Menurut kami, menjadi orang cerdas adalah pilihan yang menantang. Sebab anda harus sungguh-sungguh berusaha meraihnya dalam kerja keras, displin, ketekunan, latihan dan pengorbanan. Ada banyak pengorbanan yang harus direlakan saat niat untuk menjadi intelek bergema dalam hati.

Masih ingatkah anda dengan proses kedewasaan manusia? Dimana setiap orang dewasa mengalami pengurangan hubungan dalam sel-sel otaknya. Artinya, sel otak kita pada awalnya mengalirkan rangsang ke semua arah saat indra mencitrakan sesuatu dari luar. Lama kelamaan hubungan ini mulai berkurang. Sel otak mulai cerdas lalu berkonsentrasi untuk mengalirkan rangsangan tertentu ke bagian tertentu saja. Jadi, kecerdasan erat kaitannya dengan kemampuan seseorang untuk berfokus saat berpikir dan mencermati sesuatu.

Pertanyaannya sekarang adalah “Apakah anda sudah dapat fokus saat berpikir, belajar, bekerja atau dalam aktivitas lainnya?” Kemampuan anda untuk tetap fokus sekalipun ada banyak gangguan diluar sana adalah awal pertanda kecerdasanmu! Ini adalah rahasia pertama sebagai salah satu syarat awal untuk menjadi seorang intelek yang membawa dampak luas bagi kehidupan. Jadi, jangan suka kesal dan marah-marah saat ada orang yang dikirim Tuhan untuk mengganggu kehidupanmu.

Satu lagi tipe manusia yang mengingatkan kami dalam memiliki ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi, yakni antara kepribadian yang introvert dan kepribadian yang ekstrovert. Kami mengamati bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kedua kaum ini, yaitu si introvert lebih banyak berpikir sedang si ekstrovert lebih banyak menikmati informasi/ terpapar dengan informasi itu. Oleh karena itulah si introvert menghasilkan berbagai macam ide-ide baru sedangkan si ektrovert hanya pandai menggabungkan/ merangkai apa yang sudah ada. Jadi, berpikir itu sangatlah penting daripada sekedar menikmati infomasi sampah yang beredar di luar sana.

Kesalahan melatih otak sehingga kecerdasan tidak setajam yang diharapkan

Terkadang dalam hidup ini, kita bertekun untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Akibatnya, tujuan yang hendak kita capai semakin menjauh bahkan semakin tidak jelas kelihatannya. Oleh karena itu tetapkanlah hati untuk senantiasa waspada dari kesalahan dalam melatih otak sehingga kurang cerdas untuk menghasilkan ide, inovasi, kreasi  dan kolaborasi. Berikut selengkapnya.

  1. Merasa tidak membutuhkan Tuhan untuk menjadi cerdas.

    Tuhan adalah sumber dari segala hikmat dan pengetahuan yang ada di alam semesta. Dekatlah dengan-Nya, tujukan fokus anda setiap saat hanya kepada-Nya saja dalam firman, doa dan puji-pujian. Kemudian berharaplah, semoga Ia menunjukkan kemurahan hati-Nya kepada anda.

  2. Ide diawali dari inspirasi bukan berpikir.

    Menganggap bahwa memiliki ide, inovasi dan kreasi adalah hasil berpikir memang tidak salah. Namun ketahuilah bahwa ini diawali dari inspirasi/ ilham yang datangnya dari Roh Kudus. Inspirasi seperti inilah yang sifatnya langka dan jarang terjadi dalam kehidupan manusia kecuali ia memiliki Roh Allah. Ketika anda sudah mendapat ilham maka yang selanjutnya dilakukan adalah mengembangkan inspirasi tersebut dengan kata-kata sendiri sehingga menjadi sebuah karya yang berkualitas.

  3. Kurang memahami pedoman dan pengarahan dari orang cerdas terdahulu.

    Anda harus memiliki pedoman hidup yang berasal dari Kitab Suci. Sebab di dalam sanalah terdapat berbagai macam hasil pemikiran orang-orang berhikmat dan berpengetahuan yang terdahulu (yang pertama). Pahamilah dan pedomani teladan yang mereka uraikan sebab dengan demikian hidup anda lebih berarti dan lebih bermakna dari yang sebelumnya. Andapun dapat menerapkan petunjuk yang diberikan oleh tokoh sehingga dapat mengatasi berbagai persoalan hidup.

    Seperti yang kami uraikan dalam tulisan sebelumnya bahwa masalah yang dapat diselesaikan dengan baik mampu meningkatkan level kecerdasan anda.

    Pengalaman dalam Kitab Suci adalah sejarah yang panjang bagaimana manusia yang khas dengan sifat bawaan, yakni kebinatangan menemukan sebuah pencerahan yang membawa mereka pada hakikat kemanusiaan itu sendiri yang lebih manusiawi.

  4. Menganggap bahwa minum susu untuk otak adalah sangat penting.

    Harap di pahami bahwa setiap otak manusia yang berkembang menjadi dewasa bukannya hubungan antar selnya makin kuat melainkan hubungan itu semakin melemah. Sel otak tidak lagi mengirim impuls ke banyak titik melainkan lebih menfokuskan rangsangan tertentu ke area tertenu saja. Jika ada susu yang menjamin untuk menguatkan hubungan itu lewat nutrisi yang ia sajikan berarti otak tidak akan pernah dewasa alias orang yang minum susu untuk otak sangat sensitif dan rentan terhadap gangguan sosial.

    Coba deh adan tanyakan Thomas Alfa Edison atau Albert Enstein atau orang cerdas lainnya, “Apakah mereka rutin minum susu untuk otak?“. Kami sendiripun tidak demikian.

  5. Lebih suka menyendiri dan tidak suka dengan gangguan sosial.

    Jika selama ini anda menganggap bahwa hal ini sebagai kebiasaan atau bahkan kelebihan maka sekarang tinggalkanlah itu kawan. Sebab gangguan sosial melatih otak anda untuk fokus terhadap apa yang sedang dikerjakan. Artinya, jika dalam gangguan kecil saja anda tetap bisa fokus berarti andapun selalu bisa fokus ketika hendak menyelesaikan masalah yang besar.

  6. Terlalu banyak menyerap informasi secara maraton.

    Menusia bukanlah komputer yang dapat dipaksa bekerja selama 24 jam. Demikianlah juga dengan otak manusia, tidak dapat dipakai selama berjam-jam untuk menyerap informasi tertentu. Batas waktu kemampuan otak untuk menyerap rangsangan secara kontinue/ berkelanjutan adalah 120 menit (2 jam saja). Setelah dua jam, anda diharapkan mengambil jeda beberapa saat (15-30 menit) sebelum kemudian lanjut pada sesi berikutnya.

  7. Lebih banyak menikmati informasi yang membuat candu ketimbang berpikir.

    Jika anda ingin cerdas dengan IQ tinggi maka jalan satu-satunya untuk itu adalah berikan waktu lebih banyak untuk berpikir. Pikiran seperti pisau yang ketika diasah terus akan semakin tajam. Jadi saat anda tidak memiliki kesibukan yang berarti, mulailah memikirkan hal-hal yang anda tekuni. Misalnya memikirkan tentang Kitab Suci, ilmu pengetahuan, wawasan, pelajaran dan buku-buku lainnya yang menurut anda pantas untuk dibahas secara berulang-ulang di dalam hati.

    Ingatlah, semakin sering anda menggunakannya maka semakin tajam kemampuannya.

    Hindari kecanduan terhadap gadget, televisi, radio, entertainment yang sifatnya terus-menerus. Sebab otakpun kalau diisi terus terlalu banyak informasi akan dilupakan lebih cepat. Akan tetapi saat diisi dengan sedikit informasi akan diingat terus dan dibahas dalam hati sehingga lebih berdayaguna.

  8. Tidak selektif mencerna informasi sampah.

    Anda harus benar-benar selektif terhadap informasi yang serap. Pastikan anda berada di tempat dan di waktu yang tepat sehingga informasi yang diperoleh berkualitas. Terlalu banyak inforamsi sampah yang tidak berguna akan berakibat pada kualitas ide yang anda hasilkan.

    Oleh karena itu miliki sikap selektif yang memilah-milah informasi yang dimiliki sehingga otak anda tidak bias dalam menghasilkan ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi. Kemampuan ini juga membuat pikiran anda lebih fokus terhadap masalah yang dihadapi.

  9. Inspirasi yang datang hanyalah dimulai dari ide sederhana.

    Menganggap bahwa ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi datangnya langsung besar adalah salah. Melainkan melalui latihan yang kecil-kecil yang lama-lama menjadi bukit. Sadarilah bahwa di dunia ini segala sesuatu dimulai dari hal yang kecil-kecil dahulu. Jika yang kecil ini dilatih dan diasah terus menerus niscaya kelak akan menemukan sesuatu yang lebih besar yang dibangun di atas semua hal-hal yang sederhana itu.

    Saat anda memiliki ide kecil maka realisasikanlah itu dan jangan menganggapnya sepele sebab kehidupan kita dibangun dari hal-hal yang sederhana.

  10. Enggan berbagi ilmu dengan orang lain.

    Pada akhirnya, ilmu yang anda miliki diperuntukkan untuk mendatangkan manfaat bagi orang lain. Pengetahuan adalah pemberian Roh Kudus sebagai penghiburan bagi manusia. Jadi saat anda memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas maka itu sekaligus sebagai penghiburan karena dapat membuat hari-hari anda menjadi lebih baik.

    Tuhan tidak mengehendaki Roh-Nya untuk menyenangkan satu manusia saja. Melainkan melalui kemampuan dan pengetahuan itu banyak orang diberkati dan dihiburkan. Satu-satunya cara agar orang diberkati lewat bakat anda yakni dengan membagikannya kepada orang lain. Jika itu dipendam terus “bagaimana bisa berkembang?”.

  11. Sedang berada di jalan yang salah (dosa).

    Jika anda yakin bahwa ide, inovasi, kreasi dan kolaborasi asalnya dari Roh Kudus berarti anda sudah tahu bahwa Roh Allah hanya mendatangi orang-orang yang benar dan kudus di hadapan-Nya. Oleh karena itu, jagalah sikap, perkataan dan perbuatan anda. Jangan mudah tersulut emosi untuk melakukan aksi kejahatan yang syarat dengan kekerasan.

    Memang, kamipun mengakui bahwa iblis mampu memberikan bakat buat orang jahat. Tetapi sayang kemampuan yang diberikannya akan merugikanmu bahkan menelan hidupmu dan juga turut menelan hidup orang-orang yang anda sayangi.

Demikian saja teman. Semoga hidup anda semakin bijak dari hari ke hari.

Salam santai!

Iklan

2 tanggapan untuk “11 Kesalahan Mengasah Otak Sehingga Kurang Cerdas Menemukan Ide, Inovasi, Kreasi dan Kolaborasi

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s