Kesetaraan Manusia · Menata Ulang Ilmu Pengetahuan

11 Manfaat Rasa Memiliki Ibu Pertiwi – Negara Adalah Milik Semua Orang, Bukan Hanya Kalangan Tertentu Saja

negara adalah milik seluruh rakya bukan hanya milik pemerintah atau kalangan tertentu.

Negara adalah (1) organisasi dl suatu wilayah yg mempunyai kekuasaan tertinggi yg sah dan ditaati oleh rakyat; (2) kelompok sosial yg menduduki wilayah atau daerah tertentu yg diorganisasi di bawah lembaga politik dan pemerintah yg efektif, mempunyai kesatuan politik, berdaulat sehingga berhak menentukan tujuan nasionalnya. Kami sendiri berpendapat bahwa negara adalah organisasi terbesar disuatu wilayah yang berperan dalam menopang, mengayomi, mendidik dan melindungi setiap warganya.

Negara seperti ibu yang menghidupi setiap orang yang ada didalamnya. Bukannya malah sebagai kompeni yang memaksa wargannya untuk melakukan ini dan itu. Bukan juga seperti ibu tiri yang menyayangi yang satu tetapi membenci yang lainnya. Bagi negara semua orang adalah sama. Hal ini di atur di dalam undang-undang yang menyatakan bahwa “semua orang sama di mata hukum“. Karena hukum adalah negara itu sendiri dan tanpa hukum tidak ada yang namanya negara.

Pemerintahlah sebagai pelaksana hukum dan sekaligus sebagai anak sulung bagi negara. Mereka berperan menjalankan semuanya sesuai dengan aturan yang berlaku. Dimana aturan itu tidak jauh-jauh dari Pancasila. Selama pemerintah menjalankan Pancasila maka selama itupulalah mereka pantas diacungi jempol. Namun ketika mereka hanya peduli dengan diri sendiri (egois) yang syarat hawa nafsu terlebih lagi serakah niscaya hati tidak tenang menduduki tampuk pemerintahan.

Pihak swasta sebagai anak bungsu sangat pandai bekerja sama dengan kakaknya. Mereka berdua benar-benar menjadi teman sejoli, yang tidak bisa dipisahkan. Kerja sama diantara keduanya menghasilkan keuntungan besar. Pertanyaannya sekarang adalah keuntungan itu masuk kantong siapa? Lalu kemudian mengapa hanya kalangan tertentu saja yang dapat menikmatinya secara melimpah-ruah?

Sesungguhnya tidak ada Ibu yang beda-beda kasih dengan anak-anaknya. Kebanyakan orang tua menyayangi putra-putrinya dan mendukung mereka untuk menjadi diri sendiri lalu menemukan bakatnya. Demikianlah juga seharusnya negara memperlakukan warganya, sama rata. Tidak ada yang dapat lebih atau kurang melainkan semuanya dapat jatah yang sama. Tentu saja penjatahan ini dibedakan menurut umur. Yang sudah dewasa lebih besar jatahnya daripada yang masih remaja.

Perlu kami ingatkan bahwa seluruh masyarakat adalah anak kandung Ibu Pertiwi. Tidak ada yang sulung atau bungsu, Ibu yang baik mengasihi semua anak-anaknya tanpa pandang bulu. Hanya saja mereka yang serumah dengan Ibu kitalah yang mengatur dan suka mengotak-atik sumber daya yang ada. Mereka yang cerdas dan profesional serumah dengan negara. Merekalah pemerintah dan merekalah swasta yang mengatur air susu Ibu Pertiwi.

Setiap orang yang ada di negeri ini harus kembali memahami bahwa ibu pertiwi adalah organisasi kita, milik bersama, milik semua kaum dan semua kalangan. Baik yang kecil, besar, tinggi, rendah, berpendidikan, tidak berpendidikan dan siapapun yang lahir dari rahimnya. Sudilah kiranya pihak pemerintah dan swasta berbagi nikmat dengan saudara yang lainnya. Janganlah sampai dikuasai oleh hawa nafsu, apalagi keserakahan. Sebab Negara ini adalah milik kita bersama. Harusnya jika ada yang sukses & makmur di negeri ini, maka bukan hanya pihak tertentu saja melainkan seluruh masyarakat Indonesia.

Ayo kembali kepada falsafah Pancasila. Bukankah semua orang Indonesia adalah manusia yang beragama? Menurut agama anda apakah hakikat kemanusiaan itu? Bukankah ketika anda menduduki jabatan di Pemerintahan maka itu menjadi sebuah kesempatan untuk berbuat baik kepada lebih banyak orang? Kami ingatkan kembali bahwa kebahagiaan sejati adalah ketika kita dapat mendatangkan kebaikan dalam hidup orang lain.

Kita harap, Ibu Pertiwi tidak pilih kasih terhadap rakyatnya, baik yang cerdas, baik yang terbelakang, baik yang profesional, baik yang buruh, semuanya disayangi dalam kesetaraan. Tanpa kesetaraan tidak ada stabilitas, melainkan masing-masing orang di dalam negara ini akan saling bersaing bahkan saling menjatuhkan untuk mengambil hati Ibunda tersayang. Agar yang menang dapat jatah susu yang melimpah-limpah.

Manfaat saat semua orang merasa memiliki Indonesia

Perasaan memiliki Ibu adalah suasana hati yang kental dan sangat dibutuhkan dizaman sekarang. Rasa ini baru muncul ketika Ibu Pertiwi tanpa pandang bulu menghidupi, membahagiakan, mensukseskan dan mensejahterakan seluruh rakyat yang ada didalamnya. Perasaan inilah yang sesungguhnya memunculkan sifat “Cinta Tanah Air“. Rasa yang sangat erat dengan kenegarawan seseorang. Saat seseorang semakin negarawan maka saat itulah ia rela berkorban demi Ibu Pertiwi. Apabila seluruh rakyat memiliki rasa kenegarawan maka matipun mereka rela (wajib militer) demi negara ini.

Berikut beberapa manfaat saat setiap manusia Indonesia merasa cinta dengan tanah airnya.

  1. Menciptakan rasa kebersamaan diantara komponen masyarakat yang kental dengan pluralisme. Bila maju, maju bersama; mundur, mundur bersama; sukses, sukses bersama; hancurpun akan hancur bersama pula.
  2. Membangkitkan rasa kenegarawan (nasionalisme) yang sangat kentara.
  3. Ada kesiapan untuk rela berkorban demi Ibu Pertiwi.
  4. Lebih mementingkan kepentingan negara (bersama) di atas kepentingan pribadi.
  5. Menbentuk rasa saling memiliki aset negara termasuk fasilitas publik sehingga tidak merusak aset tersebut sekalipun dibiarkan begitu saja di tempat umum.
  6. Mendorong masyarakat untuk “Cinta Tanah Air“.
  7. Membuat rakyat cinta dengan produk-produk Indonesia sesederhana apapun itu.
  8. Membentuk rasa cinta terhadap keragaman budaya yang ada.
  9. Ketika semuanya dilakukan bersama niscaya kesenjangan sosial yang teramat jauhpun semakin menipis.
  10. Resiko terjadinya konflik horizontal dan vertikalpun minim.
  11. Menciptakan stabilitas, keamanan dan kenyamana luar-dalam.

    Selengkapnya baca, Negara Yang Sosialis

Salam kesetaraaan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s