+17 Solusi Pengangguran : Membangun Pemerintahan Yang Sosialis, Bahaya Membagikan Uang Gratis

Solusi Pengangguran Membangun Pemerintahan Yang Sosialis, Bahaya Membagikan Uang Gratis

Salam retorika!

Perubahaan itu dimulai dari berteori dan berlogika

Pengangguran adalah orang-orang yang tidak produktif dan tidak memiliki bakat kreatif sehingga tidak mampu membiayai hidupnya. Setiap dari kita mungkin pernah mengalami hal ini. Kami sendiripun pernah menganggur dimana masa itu penting untuk melatih kesabaran dan kekuatan hati dalam menjalani hidup di dunia ini. Menganggur beberapa bulan, entah itu satu semester bahkan mungkin satu tahun adalah baik untuk membuat mental ini lebih tabah dalam menjalani hidup kedepannya. Akan tetapi menganggur bertahun-tahun atau seumur hidup juga tidak baik demi alasan kemanusiaan.

Masalah yang sangat santer dibicarakan saat ini adalah yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Ditambah lagi indeks penghasilan antara yang miskin dan kaya sangat jauh berbeda. Semuanya ini terjadi karena negara menyerahkan pengelolaan sistem perdagangan seluruhnya kepada pasar dan kaum kapitalis. Sehingga semua keuntungan (90%) yang diperoleh dalam perdagangan (perputaran uang) mengenyangkan pasar dan kaum kapitalis. Sedangkan negara hanya memperoleh 10% saja dari pajak. Inilah yang membuat yang kaya semakin kaya sedangkan negara sendiri dipaksa untuk membuat utang luar negeri untuk memenuhi kebutuhan seluruh rakyat.

Coba bayangkan jika semua untung dari proses perdagangan tidak masuk kantong pribadi melainkan masuk kas negara. Sudah pasti negara ini akan kaya raya dan mampu membiayai berbagai pembangunan infrastruktur termasuk mengentaskan pengangguran dan kemiskinan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ada pengusaha yang egois dan pelit lagi serakah. Mereka berusaha menekan penggunaan tenaga kerja, memaksimalkan pemanfaatan teknologi dan robot. Dimana mereka tidak peduli dengan pemberdayaan kaum pengangguran dan pengentasan kemiskinan. Pengusaha seperti ini benar-benar akan membawa republik ini dalam kemiskinan sedangkan dirinya sendiri semakin bertambah-tambah kaya.

Efek samping memberikan uang gratis

Kebanyakan program para pemimpin kita adalah memberi bantuan langsung tunai bagi seluruh rakyat yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Cita-cita ini memang bagus bagi kehidupan mereka akan tetapi secara tidak langsung menciptakan kebobrokan yang sifatnya masif terhadap mental rakyat. Berikut ini dampak buruk dari :

  1. Membuat mereka ketergantungan.
  2. Membuatnya malas bekerja, berusaha apalagi berjuang.
  3. Menjadi manja dan tidak mampu dewasa.
  4. Rentan terhadap stres, narkoba, miras, judi dan kemaksiatan lainnya.
  5. Kehilangan harga diri dan kepercayaan diri.
  6. Mendorongnya untuk memiliki mental pengemis yang tidak produktif.
  7. Tidak memiliki prinsip sehingga mudah dikendalikan oleh orang lain.
  8. Menjadi salah satu sarana untuk mempermain-mainkan orang tertentu.
  9. Secara tidak langsung menciptakan kecemburuan sosial.

Membangun pemerintahan yang sosialis adalah solusi pengangguran di tanah air

Jumlah pengangguran dalam suatu wilayah adalah beban bersama. Ini tidak hanya menjadi beban bagi para pemimpin melainkan juga menjadi beban bagi negara menurut undang-undang yang berlaku tentang keadilan sosial. Berikut menurut kami, beberapa hal tentang solusi pengangguran untuk Indonesia yang lebih baik.

  1. Perdagangan dikendalikan oleh negara.

    Ini adalah poin penting agar semua sumber daya alam dan sumber daya manusia dapat dipantau, diawasi dan diberdayakan secara lebih efektif dan efisien. Pengendalian ini juga akan memperkaya kas negara bukan kas manusia sebagai pribadi.

  2. Negara adalah milik bersama.

    Keberadaan negara bukan hanya milik pemerintah atau kalangan tertentu saja. Melainkan Ibu Pertiwi adalah milik semua orang yang ada di dalamnya. Sepeserpun untung yang diperoleh maka digunakan untuk mensejahterakan semua orang. Semua laba dibagikan secara bergilir dan sedapat mungkin digunakan untuk membeli barang habis pakai, misalnya berwisata, jalan-jalan, kuliner dan lain sebagainya.

  3. Perbaikan sistem pendidikan

    Untuk mengarahkan orang pada bakat yang dimilikinya. Pendidikan juga merupakan salah satu persiapan bagi anak didik untuk mencerdaskan mereka secara emosional.

  4. Mencerdaskan seluruh masyarakat.

    Kecerdasan dan ilmu  pengetahuan yang benar adalah penghiburan bagi setiap hati. Pemerintah memberikan pelatihan dan pendidikan bagi mereka yang masih terbelakang agar mampu memanfaatkan alam dengan sebaik-baiknya sehingga dapat meraih manfaat yang tidak biasa dari sana. Setiap perolehan sumber daya alam adalah keuntungan bagi negara. Semakin produktif manusianya maka semakin makmur negara tersebut.

  5. Menciptakan sistem yang membutuhkan kesabaran.

    Pembinaan manusia dalam berbagai situasi untuk menciptakan orang-orang yang lebih sabar menunggu (semacam simulasi sosial tapi tidak disadari oleh pesertanya).

  6. Pemenuhan kebutuhan primer.

    Fokus utama (kebutuhan primer) adalah pemberdayaan sumber daya manusia untuk aktivitas pertanian, peternakan dan perikanan (nelayan).

  7. Memenuhi kebutuhan sekunder.

    Langkah berikutnya adalah fokus pada kebutuhan sekunder, yaitu memberdayakan manusia untuk menghasilkan kebutuhan sekunder.

  8. Pemenuhan kebutuhan tersier.

    Fokus selanjutnya adalah memberdayakan manusia untuk menghasilkan kebutuhan tersier.

  9. Menyediakan sarana rekreasi.

    Memberdayakan manusia untuk bekerja mengelola objek wisata alam, wisata kuliner, wisata olahraga, wisata ilmu pengetahuan dan wisata yang lain-lainnya. Poin ini baru dilakukan setelah kebutuhan primer, sekunder dan tersier terjamin ketersediaannya dalam jumlah yang cukup untuk semua bahkan berlebih maka yang selanjutnya adalah poin-poin berikutnya.

  10. Menggaji orang berdasarkan talentanya.

    Membina manusia dan membayar potensinya/ bakatnya/ talentanya dalam cakupan kreativitas berkelompok (tidak perseorangan melainkan bersama). Misalnya, orang-orang dengan bakat tertentu di beri target untuk menghasilkan beberapa karya seni untuk dipamerkan kepada semua kalangan di waktu-waktu tertentu.

  11. Membangun fasilitas publik yang mewah.

    Publik space yang berkelas sebagai salah satu sarana rekreasi yang dapat meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Sebaiknya masyarakat di sarankan untuk tidak memiliki kemewahan secara pribadi yang biasanya boros sumber daya.

  12. Membangun rumah yang ramah lingkungan.

    Negara wajib membangun hunian yang ramah lingkungan bagi warganya. Sebab ini membutuhkan biaya besar dan dukungan yang penuh. Sehingga tidak ada lagi yang tinggal di hunian yang tidak layak. Dilaksanakan secara bertahap tergantung ketersediaan sumber daya alam, kayu. Tidak perlu mewah, sebaiknya rumah warga disamaratakan saja dan hanya fasilitas publik/ fasilitas bersamalah yang dibuat mewah dan megah.

  13. Menggunakan uang untuk wisata.

    Manusia diajarkan untuk memanfaatkan uangnya untuk berwisata bukan untuk membangun fasilitas pribadi yang mewah. Misalnya untuk menonton bioskop, jalan-jalan dan lain sebagainya.

  14. Menciptakan lapangan kerja yang berputar-putar untuk menanggulangi masalah pengangguran.

  15. Tidak ada seseorang dengan doble profesi (profesi lebih dari satu) melainkan satu orang hanya bertanggung jawab untuk sebuah profesi.

  16. Memanfaatkan sistem yang berputar sempurna untuk menepis kejenuhan sistem yang mungkin terjadi.

  17. Transparansi anggaran.

    Merupakan awal untuk membangun pemerintahan yang memiliki komitmen kebersamaan, jujur dan berintegritas. Setiap seluk beluk jalan uang dapat diketahui oleh publik secara bebas dan online.

  18. Perpaduan antara demokrasi dan undian.

    Pemilihan orang untuk menduduki jabatan tertentu (misalanya pejabat) dilakukan dengan cara pengundian. Cara ini mengurangi beban moral bagi pemimpin terhadap tuduhan keberpihakan kepada oknum tertentu.

    Pengundian untuk memilih pemimpin juga sangat dibutuhkan agar oknum yang berjuang lebih menjaga diri dari praktek yang tidak halal.

    Biar bagaimanapun juga demokrasi tetap berlaku. Setiap orang yang masuk dalam proses pengundian hanyalah mereka yang memiliki dukungan terbanyak.

    Selanjutnya, Demokrasi yang sempurna

  19. Mengedepankan kesetaraan.

    Semuanya ini dilakukan dalam kesetaraan agar masing-masing komponen fokus pada kemampuannya/ pekerjaannya sehingga ia dapat menemukan cara-cara yang lebih kreatif dan inovatif untuk menyelesaikannya bahkan mampu menemukan ide-ide baru.

  20. Sistem penggajian berjenjang menurut umur.

    Pembayaran yang diterima oleh semua profesi adalah sama dan berjenjang menurut umur masing-masing.

  21. Kesetaraan menghasilkan manusia kreatif & inovatif.

    Dalam kesetaraan kemuliaan Allah dinyatakan ditengah-tengah kita. Artinya setiap orang memiliki Roh Allah dengan kemampuannya yang berbeda-beda. Inilah yang namanya talenta sehingga setiap manusia dapat memberikan sesuatu/ menjadi bermanfaat bagi sesamanya dan juga berguna bagi negaranya.

Semua ini hanya dapat diwujudkan jika manusia menyadari keberadaan Tuhannya dan memaknai hidup dengan sesungguhnya sebagai pribadi yang bermanfaat untuk Penciptanya dan juga bermanfaat bagi sesamanya. Sehingga fokus manusia saat bekerja tidak lagi untuk mendapatkan uang melainkan sebagai ibadah sekaligus untuk mengabdikan diri kepada negara yang telah menopang dan menjamin kehidupan mereka, seumur hidup. Tidak ada satupun warga negara yang pantas diseleksi sehingga tersingkirkan dari kehidupan bersosial dalam masyarakat melainkan itulah guna pemerintah untuk menopang setiap kehidupan semaksimal mungkin.

Salam kesetaraan!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s