+10 Manajemen Keinginan, Cita-Cita, Harapan & Rencana Masa Depan

Semua orang memiliki keinginan, cita-cita dan harapan dalam menjalani hidup ini. Kami tidak munafik karena ketiga hal inipun ada di dalam hati sendiri. Tidak ada seorangpun dari kita yang tidak memilikinya. Sebagai manusia yang bisa berpikir, hal ini adalah sangat normal sobat. Sebab walau tangan, kaki dan aktivitas terbatas akan tetapi jangkauan pikiran bisa kemana-mana : melihat masa lalu, memikirkan apa yang sekarang terjadi dan membayangkan masa depan bahkan ada juga yang namanya imajinasi.

Pikiran manusia sangatlah luas, besar dan dalam : Orang yang bijak dapat mengenali seluk beluk pemikirannya sendiri, tetapi kanak-kanak tidak mengerti apa kebutuhannya. Anda harus mampu menenangkan gelombang berpikir, meredakan angin topan, bahkan menggenggam puting beliung imajinasi sendiri. Jangan biarkan pikiranmu melayang-layang tak tentu arah dan tujuan melainkan kendalikan dan genggam imajinasimu lewat seni berpikir yang baik sesuai dengan bidang masing-masing.

Keinginan, cita-cita dan harapan adalah pikiran ke arah masa yang akan datang. Apabila anda memiliki pengalaman berpikir seperti ini maka kami juga turut merasakannya. Hal ini muncul begitu saja (otomatis), saat berjalan, saat duduk, bercengkrama dengan sesama, berkendara, merenung, makan/ minum bahkan ketika sedang tiduran sekalipun. Beberapa orang juga mengalami yang namanya mimpi tentang masa depan. Yang lainnya menjadikan itu sebagai inspirasi kehidupan yang bermanfaat dalam menjalani hari demi hari. Beberapa orang dapat menghasilkan karya seni berupa perumpamaan (ilustrasi) yang mendatangkan makna kehidupan.

Bentuk-bentuk pemikiran seperti ini hanya dapat terjadi saat anda sudah mampu mengembangkan teknik berpikir yang lebih dewasa. Namun salah satu faktor penting yang menentukan jalan pikiran anda adalah Roh Kudus. Jika pikiran fokus pada hal-hal duniawi, germerlapnya dunia, masalah di sekeliling anda dan lain sebagainya niscaya pikiran dikuasai oleh roh duniawi salah satunya adalah hawa nafsu yang sesat.

Tidak semuanya yang ada di dunia ini baik akan tetapi semua yang berhubungan dengan Tuhan adalah baik. Jadi, saat anda memikirkan segala sesuatu tentang dunia ini lakukanlah itu dari sudut pandang Tuhan. Apa sudut pandang Tuhan? Itulah Firman dalam Kitab Suci yang telah Ia berikan kepada hamba-hamba-Nya. Baca, pelajari dan aplikasikanlah itu dalam hidup sehari-hari maka anda akan memiliki sudut pandang Tuhan.

Sudut pandang Tuhan membawa umat manusia untuk beralih dari sikap hidup yang jahat (menentang kebenaran – kebinatangan) menuju hidup yang lebih manusiawi. Harus juga dipahami bahwa ada beberapa keunikan yang telah diberikan Tuhan kepada umat manusia yaitu kemampuan untuk berceritra tentang sesuatu untuk memberi arti tentang kehidupan. Talenta ini identik dengan kemampuan membuat perumpamaan. Inilah pekerjaan yang dilakukan oleh para seniman, pencerita, pembuat novel, penulis roman, pencipta lagu, orkestra, pembuat film/ drama dan lain sebagainya. Mereka menceritakan kebinatangan Vs manusiawi yang pada akhirnya membawa makna mendalam bagi setiap orang yang menikmatinya.

Manfaat fokus kepada keinginan, cita-cita dan harapan

Saat anda menginginkan sesuatu, mencita-citakan sesuatu dan mengharapkan sesuatu maka lakukanlah itu dalam sudut pandangnya Tuhan. Apabila pikiran-pikiran tentang masa depan itu datang berulang-ulang maka abaikanlah itu teman. Hindari fokus pada keinginan, cita-cita dan harapan sebab hal ini sama saja dengan memanipulasi diri sendiri dengan sesuatu yang belum terjadi. Memang kami akui bahwa salah satu manfaat ketika kita memikirkan masa depan adalah.

  • Hidup bersemangat.
  • Mudah tersenyum.
  • Lebih energik dan cekatan melakukan sesuatu.
  • Lebih sabar & hati-hati.

Akibat fokus pada keingian, cita-cita dan harapan di masa depan

Masalahnya adalah sampai berapa lama anda mampu bertahan dalam semangat yang sangat manipulatif itu? Jika suatu saat anda kecewa pasti kecewanya teramat besar. Akibatnya semua semangat, senyuman dan gairah itu hilang ditelan bumi. Kemudian anda berubah drastis menjadi seseorang yang sangat emosional, suka mengeluh (bersungut-sungut) dan tidak sabaran dalam menghadapi segala sesuatu.

Bahkan beberapa orang yang kecewa dengan pencapaiannya berubah drastis 180 derajat seperti telah kehilangan dirinya sendiri dan cenderung membenci hidup ini. Saat kekesalan hati tidak dapat dilampiaskan kepada siapapun niscaya kekesalan itu akan dilampiaskan kepada diri sendiri dengan merusak diri sendiri, merokok, minum-minuman keras, menggunakan narkoba bahkan bisa berujuang pada bunuh diri.

Perbedaan rencana, keinginan, cita-cita dan harapan

Rencana adalah cara melakukan/ mencapai sesuatu di masa depan.

Keinginan adalah hasrat untuk memiliki atau melakukan atau mewujudkan sesuatu.

Cita-cita adalah target pencapaian di masa depan.

Harapan lebih kepada pemikiran tentang masa depan dari sudut pandang Tuhan yaitu tentang adanya “hidup yang kekal” dan “masa depan yang baik untuk hari esok“.

Pada dasarnya semua hal ini adalah baik akan tetapi jika telalu dipikirkan/ terlalu diekspose membuat anda terlalu sibuk berpikir hingga melupakan bagaimana untuk merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah yang kami maksud dengan hidup yang realistis yaitu mewujud nyatakan ide-ide yang anda miliki. Sebab berpikir itu melelahkan lho. Aktivitas ini akan menguras energi anda hingga tidak ada lagi sisa tenang dan waktu untuk merealisasikannya.

Melihat masa depan bukan berarti semuanya itu harus terjadi

Sikapilah masa depan dengan pasrah kepada Yang Maha Kuasa, (1) sabar memperjuangkannya, (2) bekerja keras mencarinya dan (3) tekun menempuh semuanya itu, selebihnya pasrahkanlah kepada kuat kuasa dan kemurahan hati-Nya. Apapun hasilnya biarlah itu menjadi seturuk rencana Tuhan. Sebab jalan pikiran Tuhan jauh berbeda dengan jalan pikiran manusia yang berujung pada kesia-siaan. Lakukan semampumu, apapun hasilnya terima apa adanya & pasrahlah seturut kehendak-Nya.

Cara memanajemen pikiran tentang keinginan, cita-cita dan harapan

Ini adalahlah cara yang kami gunakan sendiri untuk mengendalikan keinginan, cita-cita dan harapan yang kadang muncul secara otomatis dari dalam diri ini.

  1. Abaikan imajinasi tentang masa depan.

    Apabila pikiran tentang masa depan muncul, biarkan saja dan tidak usah digubris/ dibahas di dalam hati. Pikiran seperti ini normal, kami juga sering mendapatkannya. Tetapi memikirkan itu-itu saja (lebay karena terlalu mengekspose) untuk membuat hati senang adalah tidak baik.

  2. Minimalisir keinginan.

    Rampingkan keinginan dan cita-cita dalam bentuk harapan yaitu tentang “adanya masa depan yang lebih baik” dan “hidup yang kekal bagi setiap orang percaya“. Terlalu sibuk memikirkan hari depan beresiko membuat pikiran penat & sesak yang pada akhirnya menjadi BUNTU karena faktor kelelahan. Keinginan yang banyak juga membuat hidup ini lebih berat untuk dilalui, menambahnya setiap waktu sama saja dengan menambah beban hidup.

  3. Jangan biarkan pikiran tentang masa depan membuatmu terlena.

    Jangan biarkan pikiran itu (tentang masa depan) menguasai hari-hari anda. Memang diawal-awal pandangan kepada masa depan menambah semangat seolah langkah kaki lebih ringan dalam menjalani hidup. Apapun yang anda lalui, jadilah realistis dan hadapi yang terjadi senyatanya.

  4. Praktekkan ide yang ditemukan.

    Wujudnyatakan ide-ide yang dimiliki agar anda dapat mengetahui apakah keinginan itu baik atau tidak. Lakukan cara-cara yang baik & pantas untuk menggapai apa yang anda harapkan. Jangan hanya bicara saja atau berpikir saja melainkan realisasikanlah semuanya itu dalam kehidupan nyata.

  5. Buat perencanaan.

    Rencanakan hidupmu di masa depan dan bertindaklah sesuai rencana itu. Jangan rencana terus tetapi tidak dilakukan, sama saja bohong.

  6. Mengatur rencana yang sistematis.

    Susunlah rencana untuk menggapai cita-cita di masa depan dalam tiga tahapan, yaitu:

    Apa-apa saja yang harus direalisasikan (rencana jangka pendek). Ini berupa tindakan yang harus segera dilakukan untuk membantu mewujudkan harapan yang anda idam-idamkan di masa depan?

    Apa juga yang pelaksanaannya dilakukan di waktu yang akan datang (rencana jangka panjang). Anda harus memulai menyusun rencana untuk beberapa waktu ke depan sehingga bisa mengakomodir cita-cita yang dimiliki.

    Dan langkah-langkah yang harus terus-menerus ditekuni hari demi hari (rencana yang bersambung). Cara semacam ini sangat berkaitan dengan sikap hidup sehari-hari. Atitud yang baik akan semakin meningkatkan peluang anda untuk meraih masa depan yang labih baik.

  7. Tetap sabar.

    Tempuhlah hidup ini dengan sabar, tetap bekerja keras dan tekun berusaha namun hindari sikap memaksakan kehendak melainkan hiduplah seperti air yang mengalir. Ingatlah bahwa hidup kita dibawah kendali-Nya oleh karena itu pasrahlah apapun hasilnya.

  8. Apapun hasilnya terima apa adanya.

    Terima kenyataan yang terjadi apa adanya. Sekalipun kita telah berusaha semaksimal mungkin namun tetap saja resiko kegagalan itu ada. Berhenti menganggap diri sebagai manusia sempurna sehingga apapun yang anda kehendaki harus terwujud. Sadarilah bahwa kita hanyalah manusia biasa saja yang tidak berkuasa atas apapun juga bahkan atas nyawa kita sendiri. Jika Tuhan mau, Ia bisa memanggilmu kapan saja untuk kembali kepadanya.Sekalipun kita memiliki harapan tetapi tetap saja harus ada usaha yang sungguh-sungguh untuk mewujudkan hal tersebut. Tetap pasrahkan hidup kepada Tuhan dalam setiap perjuangan, apapun hasilnya terima apa adanya.

    Mengalihkan konsentrasi

    Fokus Berpikir Manusia Agar Hidup Lebih Berkualitas

  9. Lebih baik Arahkan fokus kepada Tuhan, memuji memuliakan nama-Nya, membahas Firman-Nya.
  10. Lebih baik anda memikirkan ilmu pengetahuan dari sudut pandang Tuhan.
  11. Alangkah bagusnya apabila anda memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan bidang yang anda kuasai. Pertimbangkanlah dengan baik apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas pekerjaan anda.
  12. Saat pikiran terlanjur tenggelam dalam keinginan, cita-cita dan harapan maka langsung saja refresh otak anda agar kembali ke jalan yang benar.
  13. Daripada memikirkan tentang masa depan lebih baik lakukanlah berbagai aktivitas kecil yang positif seperti merapikan kamar, membersihkan rumah dan halaman, mengatur ini-itu, membantu sesama atau apapun hal-hal baik yang bisa dilakukan.

    Memiliki etos kerja yang baik.

  14. Motivasi yang kuat. Mengapa anda memilih untuk membuat rencana dalam kehidupan ini? Jika anda memiliki motivasi yang kuat untuk melakukannya maka semua itu akan dikerjakan dengan sukacita dan penuh semangat.
  15. Displin tinggi. Setiap orang yang patuh pada peraturan akan menemukan manfaat dari setiap aturan yang ada. Sebab aturanlah yang membuat keadaan kehidupan kita lebih kondusif, aman dan sejahtera bersama.
  16. Jujur dan transparan. Kejujuran adalah dasar kepercayaan seseorang terhadap anda. Jika dalam hal-hal kecil anda jujur maka anda akan dipercakan pada hal-hal besar.
  17. Selalu bekerja keras. Jangan berhenti untuk bekerja keras sebab tidak ada kerja keras yang berakhir tanpa hasil.
  18. Tekun dalam bekerja. Bertekun adalah sikap yang gigih dalam bekerja, tidak mudah bosan dan tetap bekerja dalam situasi yang sulit/ tertekan sekalipun.
  19. Konsisten dalam segala kondisi. Sikap ini adalah awal kebahagiaan sebab hal-hal yang dilakukan terus-menerus akan menjadi kebiasaan yang kelak akan melekat kuat sebagai budaya yang terjadi secara otomatis (tanpa perlu lagi diperintahkan).
  20. Menjadi bahagia.

    Bahagiakah anda dengan hidupmu saat ini? Seharusnya ya. Sebab nafas kita berasal dari Tuhan yang adalah kebenaran itu sendiri. Itulah mengapa kita selalu dituntut oleh diri sendiri untuk melakukan hal yang benar. Sedangkan kebenaran itu sendiri adalah (1) saat seluruh kehidupan ini tertuju kepada Tuhan dan (2) dan ketika kita mampu berbagi kasih (bermanfaat) kepada sesama. Bila anda telah melakukan kedua hal ini maka seharusnya hati penuh dengan kebahagiaan.

    Satu hal saja yang membuat kita tidak bahagia adalah saat terlalu gemar membanding-bandingkan kehidupan pribadi dengan kehidupan orang lain. Oleh karena itu, jauhkan kebiasaan membanding-bandingkan (menilai/ menghakimi) orang lain. Cintai diri sendiri, puaslah dengan dirimu dan nikmati hidup apa adanya.

    Berbahagialah dengan apa yang anda lakukan dan lakukanlah apa yang membuatmu bahagia. Lalu katakanlah di dalam hati sambil menutup mata dan menghela nafas, “Berbahagialah hai jiwaku, tersenyumlah kepada dunia sebab hari ini luar biasa. Terimakasih Tuhan!

Sudahi semua rencana, keinginan, cita-cita dan harapan di masa depan lalu mulailah tegas dalam bertindak. Lebih baik isi pikiran anda dengan tetap berfokus kepada Tuhan dan hiasi sikap anda dengan kebaikan.

Salam perencanaan!

Iklan

5 comments

  1. […] biasa. Makhluk yang tidak berhak menentukan apa yang harus terjadi dalam hidupnya di masa depan. Cita-cita boleh tinggi dan harapan boleh tidak terkendali namun jangan pernah membawa semuanya itu dalam aktivitas sehari-hari sebab beresiko membebani […]

    Suka

  2. […] Kami sendiri memiliki cita-cita di dalam hati tetapi tidak begitu menggubris (membahas-bahas). Melainkan lebih mendedikasikan segenap hati dan kekuatan untuk memenuhi daftar cara yang telah ditetapkan oleh hati ini. Memikirkan hal-hal yang indah akan terjadi di masa depan tanpa rencana sama saja dengan berkhayal. Kesenangan yang anda peroleh dari aktivitas ini tidak bertahan lama dan segera saja meredup. Terlebih ketika hati jauh dari rasa bersyukur, kenyataan yang selalu berkata lain dan di tambah dengan ujian kehidupan yang terus terjadi. Di tengah semuanya itu, dukungan Tuhan akan full bila cita-cita anda bertujuan untuk kemuliaan nama-Nya sekaligus untuk mengasihi sesama manusia. Simak juga, Mengatur rencana untuk cita-cita sendiri. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s