Cara Menenangkan Keinginan – Kecenderungan Manusia Untuk Menginginkan Lebih

Cara menenangkan keinginan, Kecenderungan manusia untuk menginginkan lebih

Kecerdasan manusia selalu berujung pada keinginan. Coba berpikir simple namun dianggap bodoh oleh manusia seperti yang dilakukan oleh hewan, kerja, makan, minum dan tidur (juga berhubungan badan bagi yang sudah besar). Yang kami pahami adalah semakin bodoh suatu makhluk hidup maka semakin minim keinginannya. Akan tetapi semakin cerdas suatu makhluk hidup maka keinginannyapun semakin beragam dan bermacam-macam.

Dalam hidup ini, kadang kita hanya perlu berpikir seperti hewan dan menenggelamkan atau membuang kecerdasan yang dimiliki untuk beberapa waktu. Efek samping terbesar dari kecerdasan manusia adalah semakin beragamnya keinginan itu. Tidak hanya berbicara soal jumlahnya saja melainkan juga pada keberagamannya jenisnya juga. Menghilangkan ini adalah awal untuk menenangkan pikiran sendiri.

Sayang, menghilangkan pikiran sama sekali dapat berdampak buruk bagi kehidupan kita sebab kekosongan ini dapat dimanfaatkan oleh (1) hawa nafsu untuk berkesempatan masuk dan (2) sugesti dari orang lain yang provokatif. Oleh karena itu, daripada mengosongkan pikiran sama sekali maka lebih baik untuk senantiasa fokus kepada Tuhan dalam doa dan puji-pujian dari dalam hati. Cara ini adalah satu-satunya prosedur teraman untuk menenangkan pikiran.

Sadarkah anda bahwa keinginan kita memiliki satu kecenderungan ke arah tertentu? Arahnya seolah-olah menggunung dari yang terendah sampai yang tertinggi. Dimana setiap peningkatan menimbulkan sensasi rasa senang yang tidak biasa-biasa saja. Jadi jika anda memenuhi keinginan pada satu tingkatan secara terus menerus maka lama kelamaan keinginan yang lain muncul yang lebih tinggi dan ganas dari sebelumnya.

Sepenggal cerita ketika keinginan yang lebih terpenuhi

Banyak orang yang tidak menyadari hal ini. Namun kami bisa memperhatikan keadaan tersebut pada adik-adik yang masih kecil. Ceritanya begini : kami tidak memiliki mobil, namun suatu waktu merental mobil untuk trevelling ke sebuah objek wisata. Saat diperhatikan senyuman dan kesenangan anak-anak semangatnya membara/ berkobar-kobar. Lalu kami berpikir bahwa ini terjadi karena mobil itu bukan milik kami dan hanya dipinjam sementara saja. Coba kalau dari awal kami sudah memilikinya, pasti senyuman dan rasa senang itu tidak ada.

Contoh yang lain, seorang teman meminta kepada ibunya untuk bermain PS (play stasion) di suatu tempat pada akhir pekan. Saat Ibunya mengizinkan hal itu maka senyumannya lebar dan rasa senangnya berkembang. Tapi coba kalau PS itu di miliki secara pribadi sejak dari awal. Pasti rasa senangnya tidak setinggi itu.

Coba perhatikan fasilitas GameZONE di berbagai plaza. Saat kita membawa anak-anak untuk bermain kesana pasti mereka senang banget. Padahal sesuungguhnya permainan yang ditawarkannya tidak jauh beda dengan PS bahkan lebih bagus lagi kualitas gambar PS 3. Lalu mengapa anak-anak begitu happy memainkannya? Jawabannya adalah karena itu tidak dimainkan terus-menerus. Melainkan hanya diwaktu-waktu tertentu saja (musim liburan). Coba bayangkan jika anda memiliki salah satu dari mesin itu dirumah sendiri, pasti rasanya akan terkesan biasa sata dan tidak adalah rasa senang yang menggebu-gebu itu.

Kecenderungan manusia untuk menginginkan lebih

Begitulah manusia teman. Hanya merespon lebih pada apa yang belum dimilikinya. Namun saat sudah ada disampingnya kesannya akan biasa saja. Tidak perlu memboroskan banyak sumber daya (uang) untuk memiliki secara pribadi barang-barang yang sifatnya mewah. Sebab sesaat setelah anda memilikinya maka keinginan yang lainnya akan muncul, merekah dan berkembang. Biarkan barang-barang mewah itu tetap berada di luar lalu sesekali diongkos/ disewa/ berkunjung kesana untuk refreshing dan bersantai sejenak. Melakukan hal ini pasti lebih mendatangkan kepuasan lain halnya ketika sudah memilikinya kesannya biasa saja.

Keuntungan

Alangkah lebih baik jika hal-hal yang mewah itu menjadi miliki publik/ fasilitas umum. Anda dapat mengunjunginya untuk bersantai dan menikmatinya juga sambil bersosialisasi dengan orang-orang yang turut hadir disana. Kemewahan saat berada diluar begitu menarik untuk dikunjungi, akan tetapi sesudah dimiliki menjadi tidak mewah lagi (karena sudah terbiasa).

Kerugian

Saat anda sudah memiliki semua kemewahan yang anda inginkan maka anda akan berpikir untuk mencari sesuatu yang baru yang lebih. Misalnya dengan berkunjung keluar daerah, keluar negeri bahkan kami pernah mendengar bahwa orang Amerika saat ini akan menjadikan bulan sebagai tempat liburan. Ini mungkin terjadi karena mereka sudah punya semuanya dan bosan tinggal di bumi.

Salah satu hal yang sangat dirugikan saat barang-barang mewah dimiliki secara pribadi adalah alam dan lingkungan sekitar. Kerusakan lingkungan adalah akibat dari kemewahan pribadi yang membutuhkan energi dan lahan yang lebih besar untuk menampung semuanya itu. Degradasi hutan berakhir dengan pemanasan global yang berujung pada kiamat (bencana alam).

Cara menenangkan keinginan

Saat kita menahan keinginan sendiri disatu titik maka pikiran akan berputar berulang-ulang lalu berkata “apa lagi yang bisa saya lakukan untuk bersenang-senang?“. Jika anda selalu fokus pada pemikiran seperti ini niscaya anda akan terus tenggelam dalam hawa nafsu yang tidak pernah berakhir.

Oleh karena itu, saran kami untuk mengendalikan keinginan ini adalah (1) senantiasa fokus kepada Tuhan dalam Firman-Nya dan puji-pujian, (2) terima segala sesuatu apa adanya (bersyukur), (3) alihkan konsentrasi pada hal-hal yang lebih positif dan (4) mulailah bertanya kepada diri sendiri “apa yang dapat saya lakukan untuk memberi manfaat bagi orang lain?“. Mulailah melakukannya dengan ramah-tamah lalu gunakan potensi yang anda miliki untuk mendatangkan kebaikan bagi sesama. (5) Nikmati hidup (uang-belanja-makan diluar-wisata refreshing) apa adanya namun jangan terlalu sering.

Selengkapnya, Cara mengontrol hawa nafsu yang liar

Demikian saja teman dan salam pengendalian diri!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s