10 Cara Bersikap Datar Dalam Segala Sesuatu – Biasa Saja Menjalani Hidup

Cara Bersikap Datar Dalam Segala Sesuatu - Biasa Saja Menjalani Hidup

Kristen sejati – Ada satu penglihatan yang sangat kontroversial dan diulang-ulang di dalam Alkitab. Sebuah kisah di padang gurun dengan Nabi Yesaya yang menyatakan bahawa : Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40 : 3-5)

Saking pentingnya penglihatan Nabi Yesaya ini, terus diulang-ulang oleh para penginjil, murid-murid Tuhan Yesus sendiri, yakni Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Firman ini sangat fenomenal karena dapat diartikan macam-macam, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Pertama-tama, penglihatan ini diartikan secara harafiah oleh beberapa kalangan sebagai usaha untuk mendatarkan tanah, menggali dan meruntuhkan gunung-gunung lalu menimbun lembah-lembah sehingga jadilah dataran yang luas. Sayang, keadaan ini mendatangkan dampak buruk bagi kehidupan manusia, yakni, efek samping tanah datar yang luas.
  • Referensi yang lain mengatakan bahwa yang perlu diruntuhkan dan di timbun dalam hidup ini adalah “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu — seperti yang telah kubuat dahulu — bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah”. (Galatia 5:19-21). Apabila semua perbuatan daging ini dapat dihilangkan maka Yesaya 40:5 akan terwujud.
  • Kami sendiri berpendapat bahwa yang dimaksudkan Tuhan dalam hal ini adalah konsistensi suasana hati. Baik saat suka maupun duka, baik susah maupun senang, baik tangis maupun tawa, hati ini tidak berlekak-lekuk. Artinya saat senang suasana hati jangan terlalu tinggi lalu menyombongkan diri dan merendahkan orang lain. Ketika sedang sedih, hati jangan menjadi dangkal lalu menjadi galau dan putus asa lalu melukai diri sendiri seolah tidak ada harapan. Melainkan yang dikehendaki Tuhan adalah konsistensi. Dimanapun berada, kepanpun itu dan bagaimanapun keadaanmu, suasana hati datar-datar saja. Hati yang datar disini kami artikan sebagai suasana hati biasa-biasa saja. Jika suasana hati ini sudah konsisten dalam segala sesuatu niscaya Yesaya 40:5 akan terwujud.
  • Sesungguhnya masih banyak arti yang lainnya, akan kita bahas pada tulisan selanjutnya.

Kami tidak hendak menanggapi poin satu dan poin dua (silahkan temukan penjelasan selengkapnya di internet) melainkan poin tiga saja. Berbicara tentang suasana hati yang datar-datar saja tidak jauh-jauh dari implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Keadaan yang datar ini juga ditunjukkan lewat perkataan dan perbuatan. Artinya, baik ketika senang maupun susah, baik ketika sedang bahagia maupun tertekan sikap kita tetap biasa saja. Bahkan ketika anda disakitipun, masih bersikap biasa saja (tidak ada kebencian, dendam dan amarah).

Konsep biasa-biasa saja inilah yang sebenarnya agak sulit dimengerti. Tapi kami bisa menarik kesimpulan bahwa keadaan ini erat hubungannya dengan normalitas sikap. Ketika anda diperlakukan baik dan ketika diperlakukan tidak baik tanggapan yang anda berikan normal-normal saja. Pada akhirnya orang lain tidak dapat membedakan apakah anda sedang senang ataupun sedih, bahagia ataupun benci, sebab respon yang anda berikan sama saja.

Beberapa orang berpendapat bahwa konsep biasa-biasa saja sepadan dengan kata-kata netral. Yaitu hati yang tidak panas dan juga tidak beku. Yakni seseorang dengan tutur kata dan perilaku konsisten yang terpimpin dengan baik. Sehingga apapun yang sedang terjadi sikap yang ditunjukkannya adalah sesuatu yang netral itu-itu saja. Stagnasi pemikiran dan sikap dari masing-masing orang senantiasa diuji oleh lingkungan sekitar kita.

Kedataran rasa berhubungan dengan situasi emosional seseorang. Saat emosional anda mengikuti suasana lingkungan, misalnya saat suasana gaduh, menjadi marah, suasana menyakitkan hati menjadi sedih. Suasana emosional yang mengikuti pergerakan lingkungan sekitar, membuat emosional anda mudah dipengaruhi & dikendalikan oleh situasi. Kedataran rasa berhubungan erat dengan pengendalian emosi yang penuh dimana apapun yang terjadi, kadarnya tetap sama.

Orang lain sependapat bahwa konsep datar identik dengan sikap yang tidak berlebihan (seperti seorang yang sombong) dan juga tidak kekurangan (identik dengan kebaikan yang dangkal – Tingkatan kebaikan hati manusia). Mereka yang dapat mengetahui dan mengenali dirinya sendiri akan merasakan apakah dia sedang di dalam atau berada di luar sikap hati seperti ini. Semakin cepat anda mengenali ekpresi sendiri maka semakin cepat anda menyadari bahwa saat ini sikap terlalu lebay atau terlalu cuek. Kecepatan menyadari situasi ini semakin meminimalisir timbulnya kerugian yang mungkin dirasakan oleh orang lain maupun oleh diri sendiri.

Cara bersikap datar dalam segala sesuatu

Sikap yang datar adalah sebuah terobosan baru anti kejenuhan. Anti kegalauan walau hati sedih. Jauh dari kesombongan walau sedang unggul/ lagi dipuncak. Anti iri hati sekalipun sesama lebih unggul. Saat anda dapat mempertahankan suasana di dalam sana tetap netral maka apapun situasi & kondisi yang dihadapi, tetap tunjukkan sikap yang biasa-biasa saja. Sikap yang seperti ini juga memberi isyarat kepada orang lain tentang integritas anda dalam menekuni sesuatu.

Kita berbicara tentang seseorang yang mengalami pahit, getir, asam, asin dan manisnya kehidupan di dunia ini. Mustahil seseorang yang tidak pernah bermasalah dapat merasakannya. Perasaan ini hanya dialami oleh orang yang mengalami banyak gejolak dalam hidupnya. Akan tetapi mengekspresikan sikap yang sama saja. Ini adalah sebuah konsistensi rasa yang tidak biasa dimana telah melalui dapur peleburan (ujian kehidupan) berulang-ulang kali sehingga sikap hati dan ekspresi menjadi terbiasa dengan semuanya itu. Kebaikan yang ditunjukkannya juga telah diset konstan. Dimana terus menerus sama dan berkelanjutan sekalipun orang lain membalasnya dengan cara yang salah/ berbeda/ kurang sopan/ kurang baik/ negatif.

Kedataran rasa ini hanya dapat dicapai dengan (1) senantiasa fokus kepada Tuhan lalu (2) menerima semuanya apa adanya dan (3) mengarahkan/ mengalihkan konsentrasi kepada hidup yang memberi manfaat kepada orang lain lewat bakat yang dimiliki. Saat kita konsisten untuk menerima segala sesuatu dengan lapang dada niscaya kepala lebih dingin saat menanggapi tinggi rendahnya amarah dari orang lain.

Ketika anda tidak fokus kepada orang-orang yang mencoba mengganggu dan menggoyahkan pendirian sendiri. Namun lebih memilih untuk fokus pada pekerjaan dan manfaat positif yang dapat anda datangkan kepada orang disekitar maka inilah yang disebut dengan mengalihkan konsentrasi pada hal-hal yang lebih positif. Hindari fokus dengan masalah melainkan berikanlah solusi atas apa yang sedang terjadi.

Kebahagiaan Sejati & Fokus Pikiran Positif

Detailnya seperti ini….

  1. Senantiasa fokus kepada Tuhan yang benar.

    Merupakan hakikat manusia yang pertama. Saat kita ada untuk memuji dan memuliakan Tuhan dan merenungkan Firma-Nya disegala waktu.

    Kasih kepada Tuhan adalah kebenaran yang pertama. Upayakan selalu agar sikap : perkataan dan perbuatan senantiasa benar adanya. Sebab kebenaran adalah Tuhan sendiri. Kebenaran adalah hasrat manusia dimana nafas yang diberikan Tuhan kepada kita menuntut hal tersebut.

  2. Memberi waktu untuk mendatangkan manfaat bagi orang lain.

    Merupakan hakikat manusia yang ke dua. Berbuat baiklah kepada orang-orang yang anda temui. Setidak-tidaknya berilah salam yang ramah. Jika anda memang memiliki potensi maka dedikasikan itu untuk kebaikan semua orang.

  3. Menerima semua yang telah terjadi apa adanya dan melakukan yang terbaik sampai saat ini.

    Ini adalah kekuatan hati yang tetap tabah dalam segala situasi dan segala kondisi yang dihadapi. Butuh mental yang kuat untuk menjadi seseorang yang tabah dalam situasi sulit. Sikap yang menerima segala sesuatu apa adanya merupakan wujud ketangguhan seseorang. Termasuk dalam hal ini adalah kelemahan diri, kesalahan yang dilakukan, kegagalan yang dialami, persoalan yang dihadapi, kelemahan orang lain, kesalahan orang lain dan masih banyak lagi bentuk-bentuk pergumulan hidup yang harus diterima apa adanya agar mendatangkan kelegaan dan ketentraman dalam hidup seorang manusia.

  4. Mengizinkan datangnya ujian kehidupan.

    Menganggap cobaan hidup sebagai awal untuk memperkuat mental dan mendewasakan bahkan sebagai jalan untuk menemukan passion anda. Saat menerima ujian hidup dengan ikhlas niscaya hati lebih sabar menanggung semuanya itu.

    Anda juga dapat mengizinkan datangnya ujian kehidupan dengan senantiasa ramah kepada siapa saja. Mengapa demikian? Karena sikap ramah berpotensi membuat orang lain menguji anda. Mereka bisa saja mengabaikan dan mengejeknya; siapa yang bisa menjamin keramahan anda selalu ditanggapi positif?

  5. Membebaskan diri dari sisi emosional lebay saat berhubungan dengan orang lain.

    Anda harus kembali belajar untuk mengendalikan sisi emosional yang terkesan berlebihan bahkan terkadang meledak-ledak (menggebu-gebu). Emosi semacam ini tidak terkendali dan cenderung membuat sikap kepada sesama menjadi tidak stabil. Kadang menanggapi orang lain dengan sangat heppy, kadang dengan cemberut dan kadang pula diabaikan sama-sekali. Hal-hal yang tidak konsisten semacam inilah yang membuat anda sulit untuk bersikap biasa saja.

    Demikian juga saat kita sedang berkomunikasi dengan orang lain. Jangan biarkan sisi emosional mengotori setiap argumen yang diutarakan melainkan pikirkanlah kembali baik-baik sebelum mengatakan sesuatu: coba katakan dahulu hal tersebut kepada diri sendiri. Jika merasa kata-kata itu sangat menyinggung, silahkan ganti kosa kata yang digunakan agar menjadi lebih halus.

  6. Saat berada di titik terendah kehidupan, mampu menenangkan hati dari rasa sedih, gundah dan gulana.

    Merupakan kemampuan memberi pengertian kepada diri sendiri tentang keadaan yang dialami. Tindakan ini didahului oleh kemampuan menyadari suasana hati sendiri. Anda harus mampu menemukan arti dibalik tekanan/ persoalan/ penderitaan yang dialami. Silahkan bolak-balik Kitab Suci untuk memberi pengertian tentang semuanya itu.

    Saat anda menemukan alasan spiritual dibalik semua persoalan yang dihadapi niscaya hati lebih tenang dan lega menjalani pergumulan hidup. Kami akan mengajukan beberapa contohnya.

    • Cobaan ini datang untuk melatih saya terus bergantung kepada Tuhan.
    • Tekanan ini untuk mengembangkan kemampuan saya agar lebih bersabar di segala waktu.
    • Kejadian ini adalah rencana Tuhan, semuanya indah pada waktunya.
    • Tuhan yang memberikan dan Tuhan yang mengambil: terpujilah nama-Nya.
    • dan lain sebagainya.
  7. Saat berada dipuncak kehidupan (kesuksesan), mampu menekan diri sendiri agar tidak tinggi hati.

    Ini diawali dari kemampuan mengenali hati sendiri. Semakin cepat anda menyadari gunung kesombongan itu maka semakin mudah untuk ditekan sebelum mengembang. Ditengah semua keunggulan anda perlu menyangkal diri (Teori Tuhan Yesus), tidak hanya lewat mulut saja melainkan juga di dalam hati. Semakin sukses kehidupan maka semakin intens anda menekan diri sendiri sebab sifat sombong adalah manusiawi (sudah default adanya).

    • Kami hanyalah debu-tanah, sampah yang tidak berguna. Hinakan kami di bawah kaki salib-Mu ya Tuhan….
    • Saya hanyalah orang yang tidak tahu malu, banyak dosa-dosa kami ya Tuhan. Kiranya kemurahan hati-Mu mengampuni dan mau melayakkan kami kembali di hadapan-Mu.
  8. Bersikap biasa saja menanggapi segala sesuatu.

    Menghindarkan diri dari kebiasaan mencari sensasi sebab kebahagiaan sejati hanya diperoleh saat memenuhi hakikat kemanusiaan itu sendiri (Lihat poin satu dan dua). Sikap lebay tidak akan memberi kepuasan sejati melainkan hanyalah sikap yang lapar dengan kepuasan itu sendiri. Yang menuntunmu untuk melakukannya lagi dan lagi yang lebih besar.

    Saat senang, dapat menenangkan diri sehingga tidak suka mengumbar dan cakap sombong di depan  orang lain baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Ketika ditekan oleh masalah tidak menanggapinya dengan kesal, penuh kebencian, dendam lalu akhirnya marah-marah. Melainkan senantiasa berkepala dingin, tanggapi yang perlu, lebih dari semuanya itu maka lebih baik diam saja.

    Saat sedang marah, suasana hati terbebas dari rasa kesal sehingga bisa marah dengan datar & tenang tanpa mengeluarkan kata-kata kotor dan perilaku yang keras. Sebab hanya pertaturan yang bisa menghukum orang. Anda seperti melakukan interaksi komunikasi seperti biasanya.

  9. Konsisten dan berintegritas.

    Suasana emosional datar sangat terkendali. Tidak tinggi dan tidak menekuk ke bawah. Bahkan di tengah semua persoalan suasana emosional tetap stabil. Tekanan yang datang ditanggapi dengan santai sambil membawa kebaikan hati namun menepis/ meninggalkan semua keburukan/ kebinatangan (kebencian, dendam, amarah dan kekerasan).

    Sikap yang konsisten adalah perilaku yang stabil ditengah situasi lingkungan yang bergerak fluktuatif. Sekalipun ada banyak orang yang berusaha menarik ke jalan yang dipilihnya namun anda dapat menjaga integritas. Semuanya dipegang teguh agar hidup berjalan seperti biasanya, seperti yang sudah-sudah.

  10. Tetap dapat merubah diri saat ada koreksi yang benar.

    Memangang baik berintegritas pada jalur yang benar. Akan tetapi jikalau ada masukan, saran dan kritik yang membangun dari orang lain: Siap Berubah. Pahamilah bahwa diri sendiri tidak sempurna, hanya senantiasa menuju kesempurnaan. Terdapat banyak masukan agar ilmu pengetahuan dan wawasan kehidupan terus bergerak mendekati sempurna. Senantiasa siap dikoreksi, diubah dan dikoreksi sewaktuk-waktu ada masalah dengan apa yang sudah dipercayakan selama ini.

Kesimpulan

Sekali lagi kami tekankan bahwa sikap hati yang datar-datar saja hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang telah menemukan kebahagiaan dan ketenangan dalam hidupnya. Sehingga sekalipun dunia luar bergejolak, ia tetap santai, dingin, calm (tenang) dan memiliki gaya hidup yang konsisten dalam menghadapi segala sesuatu (situasi yang berbeda). Oleh karena itu, terima kenyataan apa adanya, hadapi tantangan hidup dengan sepenuh hati, bersiaplah menderita karena kebaikan hatimu, rendahkan diri saat sesama memuji, bersemangatlah menghadapi tekanan dengan senantiasa bernyanyi memuliakan nama Tuhan di segala kesempatan yang ada.

Salam konsistensi – salam integritas!

Iklan

8 comments

  1. […] Santai adalah sikap biasa saja dalam segala situasi dan kondisi. Baik susah, senang, sedih dan juga tawa. Artinya sekalipun situasi diluar sana bergelombang bahkan saat hidup anda sendiripun fluktuatif maka pertahankanlah suasana hati anda tetap datar (tak bergejolak) sehingga semuanya disikapi dengan bersantai. Selanjutnya, Cara bersikap datar dalam semua sikon […]

    Suka

  2. […] Coba perhatikan Firman yang menuntut kesetaraan di bumi ini. Firman yang sangat kontroversial dan diulang-ulang di dalam Alkitab. Sebuah kisah di padang gurun dengan Nabi Yesaya yang menyatakan bahawa : Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40 : 3-5). Simak juga, Biasa saja dalam menanggapi segala sesuatu […]

    Suka

  3. Ultimately, a dilemma that I’m passionate about. I have looked for data of this caliber for the previous various hours. Your internet site is greatly appreciated. ddkeadakaeef

    Suka

  4. Wow! This blog looks exactly like my old one! It’s on a completely different topic but it has pretty much the same page layout and design. Excellent choice of colors! bfddecgadcecfffe
    bfddecgadcecfffe.blogspot.com

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s