17 Faktor Yang Mempengaruhi Kesuburan Wanita & Pria – Fertilitas Pada Manusia

Faktor yang mempengaruhi kesuburan pria dan wanita fertilitas pada manusia

Fertilitas adalah kemampuan seorang wanita/ sekelompok wanita untuk menghasilkan keturunan yang nyata. Merupakan sebuah istilah dalam demografi yang menyangkut dengan jumlah bayi lahir hidup dalam suatu populasi. Peningkatan/ penurunannya dipengaruhi oleh tingkat kesuburan perempuan itu sendiri dan juga kesuburan pasangan hidupnya (laki-laki).

Berbicara masalah kelahiran bayi tidak pernah lepas dari peran suami & istri yang secara bersama memberi kontribusi dengan jumlah yang sama, yaitu masing-masing 50% harga mutlak. Oleh karena itu, subur tidaknya Ayah & Bunda sangat menentukan angka fertilitas penduduk di daerah setempat.

Pada dasarnya kesuburan perempuan & laki-laki sangat dipengaruhi oleh (1) makanan yang dikonsumsi sehari-hari, (2) aktivitas yang ditekuni, (3) faktor keturunan dan (4) kehendak masing-masing pasangan untuk memiliki anak. Seperti yang kami katakan sebelum-sebelumnya bahwa segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, terlalu subur juga tidak baik (anak lebih dari tiga) akan tetapi tidak subur sama sekalipun tidak bagus (tidak memiliki anak sama sekali).

Faktor yang mempengaruhi kesuburan suami-istri

Dua point penting yang mempengaruhi kesuburan manusia yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Kedua hal ini saling berpadu menjadi satu membentuk sebuah tingkatan kesuburan yang optimal. Berikut beberapa dari faktor tersebut.

  1. Berkat Tuhan.

    Kami tidak bisa mendefenisikan ini. Tuhan adalah pribadi yang bebas memilih. Ia memberkati orang yang dikasihi-Nya dan menutup kandungan mereka yang diingini-Nya. Kita tidak bisa memaksa Tuhan. Yang penting berusaha dulu, apapun hasilnya terima apa adanya dengan penuh ketabahan dan rasa syukur yang penuh.

  2. Diet yang terlalu ketat (penyakit anoreksia).

    Kesuburan manusia sangat dipengaruhi oleh asupan makanan yang dikonsumsi. Diet yang terlalu ketat akan mempengaruhi kerja organ tubuh salah satunya adalah organ reproduksi. Jika nutrisi ke sana tidak mencukupi niscaya perkembangan, efektifitas dan efisiensi organ tersebut bisa terganggu. Tips, Cara melangsingkan tubuh yang sehat, alami dan mudah

    Terlebih ketika seseorang mengalami malnutrisi karena ketidak mampuan organ pencernaan untuk menyerap zat gizi dalam makanan. Keadaan ini akan membuat organ lainnya mengalami disfungsi.

  3. Obesitas.

    Ketidakseimbangan hormon dapat mempengaruhi kesuburan wanita akibat gagal matang sel telur salah satunya disebabkan oleh kegemukan atau obesitas. Banyak penelitian yang telah menyimpulakan bahwa obesitas berhubungan dengan gagal ovulasi atau anovulasi paa wanita. Selain menyebabkan gagal matang sel telur, obesitas juga akan menyebabkan disfungsi ovarium, hingga infertilitas pun tak dapat dihindarkan.

  4. Melakukan hubungan badan yang tidak sehat.

    Setiap pasangan harus menentukan arah hubungan seks yang mereka lakukan. Pada dasarnya terdapat hubungan intim yang bersifat prokreasi (bertujuan untuk memiliki anak) dan hubungan intim yang bersifat rekreasi (bertujuan sekedar senang-senang saja). Pada dasarnya kedua hal ini adalah sama, hanya saja bila tujuannya untuk memiliki anak alangkah baiknya jika dilakukan secara (a) teratur dan (b) terjadwal agar istri cepat hamil. Lain halnya saat anda bercinta demi kesenangan semata, bisa dilakukan dengan gaya bebas sesuai dengan inspirasi yang datang.

  5. Infeksi mikroorganisme.

    Organ vital (baik laki-laki maupun perempuan) yang telah terinfeksi oleh kuman memiliki kemungkinan kecil untuk mengalami pembuahan. Sebab keberadaan mikroorganisme sangat mempengaruhi pH permukaan. Padahal benih yang ditanamkan oleh suami, daya tahan, keaktifan dan hidupnya tergantung dari pH di permukaan rahim. Organ vital yang terinfeksi oleh kuman (misalnya sifilis, HIV, herpes dan lain-lain) biasanya akan mengalami gangguan kesuburan.

  6. Penyakit tumor dan kanker.

    Tumor dalam rahim sering disebut dengan kista. Jika kista ini terus berkembang lalu ukurannya (diameternya) melebihi 5 cm akan menjadi barier yang menghambat masuknya sperma ke dalam tuba falopi sehingga tidak terjadi pembuahan. Pada laki-laki, penyakit seperti ini sering menyerang prostad yang disebut sebagai kanker prostat.

  7. Radiasi sinar radioaktif.

    Paparan sinar radioaktif yang berbahaya biasanya dialami oleh mereka yang bekerja ditempat tertentu dengan intensitas radiasi yang tinggi. Misalnya, laboratorium kimia, radiologi, nuklir dan lain sebagainya. Biasanya paparan sinar radioaktif yang terlalu intens (sering) dapat membuat seseorang menjadi mandul (infertil).

  8. Bahan kimia berbahaya dalam makanan yang dikonsumsi.

    Telitilah membeli makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Perhatikan tanggal kadaluarsa pada label setiap kemasan. Selalu berhati-hati saat membeli makanan di pasar. Anda harus belajar membedakan yang mana makanan segar dan dimana pula makanan yang telah diawetkan oleh bahan kimia berbahaya (misalnya boraks dan formalin). Diketahui bahwa bahan kimia ini dapat mengendap dan memiliki afinitas dengan organ tertentu sehingga mampu merusak organ dimaksud (termasuk organ reproduksi). Dampak buruk lainnya dari bahan kimia berbahaya adalah serangan tumor dan kanker yang kadang tidak disadari oleh pasien.

  9. Penerapan hidup bersih yang berlebihan.

    Hidup terlalu bersih diibaratkan sebagai situasi dimana anda jarang terpapar oleh antigen (kuman) yang berasal dari lingkungan. Keadaan ini akan membuat sistem imun anda terlalu sensitif saat terpapar oleh antigen tertentu. Sikap yang terlalu sensitif ini disebut sebagai shock imunologi alias reaksi alergi. Akibatnya, spermapun akan dianggap asing oleh antibodi perempuan sehingga dilisiskan/ dieliminasi sebelum mencapai sel telur.

  10. Penyakit motabolisme, gula & koleterol tinggi, darah tinggi.

    Saat seorang laki-laki menderita darah tinggi maka ada kemungkinan mengalami impoten. Demikian juga saat kadar gula dan kolesterol darah terlalu tinggi niscaya akan menghambat ereksi. Ini diakibatkan oleh karena masa jenis darah yang terlalu pekat (padat/ tinggi) sehingga salurannya tersumbat. Apabila pembuluh darah yang menuju organ vital pria tersumbat maka muncullah penyakit impoten.

  11. Rokok.

    Asap sebenarnya adalah makanan tumbuhan hijau sedangkan manusia menghirup oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Para perokok justru mengalami hal yang sebeliknya yaitu menghirup gas karbon monoksida yang seharusnya dibuang. Keadaan ini secara berangsur-angsur (menahun) akan menyebabkan gangguan kesehatan termasuk gangguan kesuburan. Selanjutnya, Cara menghilangkan kebiasaan merokok

  12. Alkohol.

    Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan turut mengganggu kesehatan anda. Coba bayangkan, larutan yang bisa terbakar masuk ke dalam tubuh anda. Seolah-olah anda dengan sengaja dan sadar membakar tubuh sendiri. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol secara berangsur-angsur dapat mengganggu fungsi organ dalam tubuh anda termasuk mengganggu kerja organ reproduksi.

  13. Faktor keturunan/ genetik.

    Biasanya infertilitas seorang manusia ditentukan juga oleh faktor keturunan. Faktor ini telah berikatan pada tingkat gen seseorang sehingga mustahil untuk bisa dihilangkan. Biasanya, bila orang tuanya kurang subur maka anaknyapun pasti kurang subur. Oleh karena itu, pilihlah pasangan hidup yang benar-benar terjamin bibit, bobot dan bebetnya.

  14. Tekanan kehidupan – stres.

    Masalah yang datang diawal-awal pernikahan bisa saja mempengaruhi mental pasangan muda tersebut. Jika mereka tidak bisa memanajemen stres yang dialami maka keadaan ini akan berlangsung selama berhari-hari. Stres yang berlarut-larut karena tidak segera diselesaikan alhasil bisa saja menimbulkan depresi bahkan berujung pada melukai diri sendiri.

    Secara tidak langsung, mental yang tertekan akan mempengaruhi kesehatan seseorang termasuk kesehatan organ vital. Saat organ reproduksi mengalami gangguan alhasil kesuburan keduanyapun bisa terganggu/ tidak optimal.

  15. Komitmen pasangan itu sendiri.

    Biar bagaimanapun juga, subur tidaknya pasangan muda ditentukan juga oleh kehendak masing-masing. Terkadang mereka belum siap secara mental dan financial sehingga dengan sengaja menunda kehamilan.

    Kehendak pasangan yang bersangkutan dapat diiringi dengan penggunaan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan intim.

  16. Desakan dari lingkungan.

    Pasangan muda berencana untuk tidak lagi memiliki anak akan tetapi karena desakan yang kuat dari teman-teman dan terutama dari orang tua. Akhirnya, hamil lagi. Faktor ini sangat mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Mereka bisa saja tertantang dan ingin mewujudkan harapan orang-orang terdekat termasuk orang tua sendiri.

  17. Peraturan pemerintah.

    Ledakan populasi yang tidak terkontrol adalah bencana nasional. Oleh karena itu pemerintah mengeluarkan beberapa peraturan yang mendukung program keluarga berencana. Pembatasan pemberian tunjangan hanya sampai anak ke dua saja merupakan salah satu usaha pemerintah untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk.

Kesuburan pasangan muda sangat tergantung dari kesehatan masing-masing, komitmen sendiri dan tekanan dari luar. Oleh karena itu, usaha untuk segera memiliki momongan harus dimaksimalkan dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut di atas. Tidak ada yang instan di dunia ini melainkan semua yang kita kehendaki harus butuh proses panjang untuk memilikinya. Jadi sebaiknya, mulai sekarang berhati-hatilah dalam memilih asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari agar mereka tidak menemukanny

Salam keluarga berencana!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s