Gejolak Sosial · Kepribadian · Kesehatan · Pelajar · Santai

17 Cara Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus – Bebaskan Pikiran dan Jadilah Hebat

cara melatih konsentrasi dan fokus

Konsentrasi dan Fokus – Manusia adalah insan yang hadir di muka bumi ini sejak zaman purba kala. Dari buku sejarah (Kitab Suci) dapat kta pelajari bahwa manusia adalah mahkluk yang terakhir di ciptakan yang dianugrahi akal budi untuk berpikir. Pantaslah jika dikatakan bahwa kita sebagai spesies terbaik dibumi ini, bukan karena kekuatannya, bukan karena kebesarannya, bukan juga karena jumlah yang begitu banyak, akan tetapi karena kita telah dianugrahkan akal budi untuk berpikir sebelum bertindak.

Manusia adalah makhluk yang memiliki akal budi

Berdasarkan Sejarah sudah banyak yang membuktikan bahwa kekuatan pikiran lebih dahsyat dari pada tenaga manusia itu sendiri dengan ditemukannya mesin yang bisa ribuan kali bahkan jutaan kali dari kekuatan manusia yang sebenarnya.

Pola pikir atau dalam bahasa internasionalnya disebut mindset adalah kecenderungan manusia untuk mengikuti bentuk dan alur tertentu ketika mereka mengamati sesuatu. Alur pola pikir ini bervariasi untuk setiap orang. Perbedaan bentuk ini dapat kita amati dengan jelas saat memperlihatkan sebuah gambar unik kepada beberapa orang. Pasti tanggapannya (persepsi) tentang gambar itu berbeda-beda menurut alur berpikir dari masing-masing.

Jalan pikiran orang berbeda-beda, tidak lurus terus akan tetapi liku-likunya sulit ditebak. Seharusnya setiap jalan-jalan itu bersih dan bebas hambatan layaknya jalan tol. Pada kenyataannya banyak hal yang mengotori dan menghambat jalan pikiran ini sehingga pola pikir tersendat yang pada akhirnya mempengaruhi outputnya: inovasi dan kreativitas berpikir.

Ide, inovasi dan kreativitas Adalah Manusiawi

Sekali lagi saya tegaskan teman, inovasi dan kreativitas adalah manusiawi. Sejak dari zaman purbakala manusia telah menggunakan otaknya untuk berpikir tentang inovasi dan kreativitas dalam bertahan hidup, menaklukkan binatang dan alam sekitar. Sampai sekarang kekuatan pikiran tetap berjaya bahkan orang-orang yang otaknya encerlah yang tampil membawa perubahan yang pesat dalam hidup masyarakat yang syarat akan teknologi.

Perbedaan antara konsentrasi dan fokus

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsentrasi adalah 1 pemusatan perhatian atau pikiran pada suatu hal; 2 pemusatan tenaga, kekuatan, pasukan, dan sebagainya di suatu tempat; 3 pemusatan beberapa penerbitan dalam satu kekuasaan; 4 persentase kandungan bahan di dalam satu larutan (kimia); sedangkan fokus adalah 1 titik atau daerah kecil tempat berkas cahaya mengumpul atau menyebar setelah berkas cahaya itu menimpa sebuah cermin atau lensa, berkas cahaya yang datang berada dalam keadaan paralel dengan sumbu cermin atau lensa itu; titik api (fisika); 2 pusat.

Pada dasarnya perbedaan kedua kata ini tidak ada dimana sama-sama dapat digunakan dalam keadaan yang menunjukkan pusat. Antara fokus dan konsentrasi titik perbedaannya terletak pada wujud visualisasi objek yang digambarkan. Fokus dapat diamati dengan mata telanjang sedangkan konsentrasi tidak dapat diamati secara visual. Untuk lebih mengerti silahkan simak contoh berikut.

Konsentrasikan pikiran pada apa yang anda butuhkan

Fokuskan perhatian pada mobil merah di depan sana

lagi…..

Berkonsentrasilah mengerjakan soal-soal ini agar memberikan hasil yang lebih baik

Fokuskan gerakan untuk melakukan sit up agar membentuk otot perut yang six pack

Cara meningkatkan konsentrasi dan fokus – menemukan ide, inovasi dan kreatifitas

Tidak mudah melatih konsentrasi dan fokus. Pada dasarnya pikiran yang selalu santai dan menikmati suasana yang sedang dihadapi membuat diri ini lebih mudah berkosentrasi.Walau banyak tekanan yang datang, jangan sampai semuanya itu mengacaukan pikiran kita. Jika kita senantiasa bersyukur, pikiran lebih ringan dan hati juga lega menikmati semua yang telah terjadi.

Pada dasarnya mustahil untuk mengubah dunia ini seperti apa yang diinginkan karena kita hidup bersosial bersama orang lain. Oleh karena itu penting bagi kita untuk selalu mengerti dan memahami segala situasi agar pikiran ini tidak terbeban untuk menuntut ini-itu.

Banyak penelitian yang menyatakan bahwa kebanyakan manusia hanya menggunakan 10% dari kapasitas otaknya secara keseluruhan. Mengapa kinerja berpikir tidak maksimal? Yes, karena penghambat dan pengotor yang terus bermunculan hari lepas hari. Ayo kita bahas, apa saja penghambat dan pengotor dalam keseharian kita kemudian bagaimana mencari, menemukan dan mengembangkan kemampuan berpikir, berinovasi dan berkreasi . Berikut peta konsepnya :

  1. Komitmen yang bulat.
  2. Mempelajari sejarah
  3. Belajar dari tokoh
  4. Tujuannya untuk kebaikan semua orang
  5. Hilangkan pengotor dalam pikiran
    a. Lemah hati/ cengeng/ tidak mandiri
    b. Egois/ Mau Menang Sendiri
    c.  Sombong
    d. Rasa Bersalah
    e. Kebencian dalam hati
    f. Dendam
    g. Ketakutan/ keraguan/ kebimbangan akan masa depan (kuatir)
    h. Galau, gundah gulana
  6. Hilangkan kebiasaan buruk
    a. Tidak sabar
    b. Pemarah
    c. Terkesan Berburu popularitas
    d. Berburuk sangka/ Prasangka buruk
    e. Suka ikut campur urusan orang lain
    f.  Doyan menghakimi/ men-judge orang lain
    g. Menuduh sembarangan/ Fitnah
    h. Suka mengumbar kebohongan/ munafik
    i.  Doyan pornografi
    j.  Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah (iri hati)
    k. Malas
  7. Jangan pedulikan hal-hal yang tidak penting
  8. Tekun displin dan kerja keras
  9. Manusia adalah mahkluk sosial
  10. Jangan berhenti berbuat baik
  11. Tetap Santai dan Rileks
  12. Ada waktu untuk meninggalkan semua rutinitas biasa dan berpikir

Rahasia perubahan

1. Komitment (tekad) yang bulat & kuat

Anda harus menemukan motivasi sendiri agar hati lebih komit dan konsisten untuk menekuni sesuatu. Komitemn yang bulat akan membantu menyingkirkan pengganggu dalam pikiran sendiri maupun pengganggu yang berasal dari luar. Misalnya saja adalah gangguan kecil yang berasal dari suara-suara bising disekitar anda dan pacar yang sering membayangi pemikiran anda.

Gangguan kecil dapat diabaikan namun butuh waktu agar anda bisa belajar melakukannya. Tidak ada yang namanya otomatis di dunia ini teman. Semuanya harus ditempuh dengan latihan dan perjuangan yang tidak biasa. Latihlah dirimu untuk belajar berkonsentrasi ditengah kebisingan.

Sekolah sambil pacaran adalah pilihan yang kurang baik teman. Sadarilah bahwa pasangan hidup/ pacar tidak akan lari kedepannya. Tuntaskan/ selesaikan dahulu studi anda lalu perolehlah pekerjaan tetap maka anda akan dipertemukan dengan lebih banyak orang yang baik kehidupannya. Berdoalah semoga diantara sekian banyak yang dipertemukan itu ada seseorang yang pantas anda cintai sampai mati. Oleh karena itu, bertekadlah untuk mendahulukan pendidikan yang sebaik-baiknya sambil mencari pekerjaan yang sesuai dengan bakat anda. Alhasil segala gangguan-gangguan kecil bahkan yang besar sekalipun (pacar) dapat anda tepis.

2. Belajar dari sejarah

Pendahulu kita pernah mengeluarkan pernyataan (Soekarno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah masa lalunya”. Rupa-rupanya fakta sejarah sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Orang-orang hebat yang kreatif dan inovatif selalu tercatat dalam sejarah. Lewat sejarah kita bisa memetik banyak pelajaran berharga agar menjadi bangsa yang lebih baik. Lewat sejarah kita bisa mengambil banyak pengalaman berharga agar keseharian kita lebih baik.

Sejarah dengan kualitas “numero uno” adalah kitab suci. Dari sana kita bisa mempelajari bagaimana manusia hidup pada mulanya (manusia primitif/ prasejarah) dimana kreativitas dan inovasi terus berkembang dari satu masa kemasa lain hingga mereka menemukan terang yang membawa damai dihati. Pada akhirnya Manusia menyadari hakekat dan kodratnya sebagai mahkluk sosial yang selalu memperbaiki dan mempersiapkan diri untuk menyambut kehidupan kedua setelah kematian yang lebih mulia dari yang sekarang.

Sejarah yang diulas dengan sudut pandang dan gaya bahasa yang berbeda-beda dimana manusia pada awalnya memiliki pola pikir kebinatangan hingga sampai pada suatu masa dimana mereka disadarkan oleh seorang tokoh (penyelamat) yang menunjukkan mereka “bagaimana cara hidup yang lebih manusiawi”. Intinya teman dari kitab suci kita bisa belajar motivasi revolusi mental untuk menjadi manusia seutuhnya.

3. Belajar dari tokoh

Belajar dari tokoh adalah membaca buku, baik yang cetak maupun yang online. Bayangkan jika anda membaca buku karangan seorang Profesor, “itu sama artinya anda memindahkan ilmu profesor yang telah ia pelajari bertahun-tahun kedalam kepala ini”. Oleh karena itu buku dianggap sebagai “jendela dunia” yang dapat membuka wawasan dan menginspirasi banyak orang.

4. Fokuskan pikiran selalu pada hal-hal yang positif

Jangan biarkan pikiranmu kosong kawan melainkan berusahalah untuk tetap mengaktifkannya dengan senantiasa berpikir dalam segala kesempatan yang memungkinkan. (a) Fokuskanlah pikiranmu kepada Tuhan dalam firman dan puji-pujian kepada-Nya atau bisa juga dengan (b) memikirkan hal-hal yang baik dan positif sesuai dengan bidang masing-masing. Apabila sudah terbiasa memusatkan pikiran kepada Tuhan maka andapun dapat melakukannya di dalam hati sembari mengerjakan pekerjaan kecil yang ringan..

5. Tujuannya untuk kebaikan semua orang

Ini hukum alam teman. Dari dulu sampai sekarang angkara murka selalu dikalahkan oleh kebaikan. Demikian juga dengan kita, jika diri ini hanya bertujuan untuk ego semata niscaya walah sempat berdiri akan tetapi tidak dapat terus tegak. Ada waktunya goyah dan terhempas oleh badai musim panas.

6. Tidak usah mengurus hal-hal yang tidak penting

Tidak semua hal yang datang kehadapan kita itu penting. Ada hal-hal yang tidak perlu dipusingkan, tidak perlu diambil alih untuk dikerjakan karena tidak mendatangkan kebaikan bagi diri sendiri dan juga bagi orang lain. Jangan tertipu oleh pantulan fatamorgana trend yang seolah-olah indah akan tetapi sesungguhnya syarat dengan hawa nafsu.

Contoh kecil, Menang dan Kalah yang tidak penting

7. Hilangkan pengotor dalam pikiran alias pikiran kotor

Pengotor dalam pikiran adalah penghambat yang sifatnya bersarang dalam hati dan cenderung mempengaruhi kehidupan kita secara keseluruhan. Berikut ini pengotor yang biasanya ada dalam pikiran :

      a. Lemah hati/ cengeng/ tidak mandiri

Ditekan lewat komunikasi saja sudah ciut nyalinya. Diterpa cobaan sedikit sudah keok. Dihempaskan gelombang beberapa meter sudah undur. Baru kalah dua tiga kali sudah menyerah. Orang yang lemah hatinya tidak akan bertahan lama didunia yang penuh dengan ketidak pastian ini.

Orang yang tidak mau mandiri akan dikalahkan oleh riak kecil. Hati yang lemah dan tidak mau mandiri adalah calon-calon orang melarat.

     b. Egois/ Mau Menang Sendiri

Orang yang egois tidak bisa hidup dengan tenang sebelum dia menang dan menguasai seluruh dunia ini. Sikap ini menguras energi fisik dan kosentrasi berpikir menjadi lebih padat. Akhirnya ide untuk berinovasi dan berkreasi hilang sudah.

     c. Sombong

Untuk sombong itu mudah karena tidak butuh kinerja otak lebih. Namanya juga kesombongan, pasti haus terus dan berusaha mempertahankan kesombongannya tetap diatas angin, “inilah yang menguras kinerja otak”. Ujung-ujungnya tidak bersisa lagi untuk memikirkan ide, inovasi dan kreativitas.

Selengkapnya, Bahaya kesombongan

     d. Rasa Bersalah

Merupakan rasa yang timbul karena kesalahan yang kita perbuat. Rasa bersalah disebabkan oleh dua hal, yaitu :

  • Rasa bersalah karena melanggar aturan/ berbuat dosa/ yang tidak benar.
  • Merasa bersalah karena telodor di depan umum

Tekanan dari dalam diri sendiri karena rasa bersalah membuat kita stagnan dan tidak maju-maju. Selain menguras energi fisik dan mental, rasa bersalah juga melelahkan untuk dipikirkan karena biar bagaimanapun kita terbeban oleh karena kesalahan sendiri.

Siapa sih teman yang tidak pernah salah? Tidak ada seorangpun yang benar didunia ini. Khilaf itu biasa akan tetapi jatuh dalam lubang yang samalah yang sering menggalaukan hati ini.

Belajarlah dari kesalahan teman karena kesalahan bisa membuatmu lebih kuat bahkan jika anda lebih tulus menerima rasa malu itu dan mau mengubah diri dengan tekun maka kelak akan merasakan bahwa kesalahan membuat kita lebih hebat.

     e. Kebencian dalam hati

Kebencian itu seperti kanker. Terus berkembang dan menguras energi juga melelahkan bagi pikiran. Kita boleh tidak suka sama seseorang, bisa juga marah kepadanya. Namun seiring waktu berjalan biarlah semuanya itu berlalu juga teman. Alangkang bijaknya jika anda tidak membalas kebencian dengan kebencian karena tindakan ini akan membuat anda berkutak terus dalam lingkaran kebencian yang tiada akhir. Kalau diingat-ingat terus akan menguras kapasitas pikiran akhirnya sisa space yang ada tidak cukup untuk memikirkan ide, inovasi dan kreatifitas.

     f. Dendam

Dendam setali seurat dengan benci, sama-sama kanker yang suatu saat akan memakan korban. Masalahnya adalah korbannya itu bisa orang lain akan tetapi bisa juga seperti bumerang yang melemahkan dan menjebloskan diri sendiri. Yang lalu biarlah berlalu, jika masih bisa diperbaiki, ya silahkan saja. Akan tetapi jika tidak dapat di fix, ikhlaskan saja teman.

     g. Ketakutan/ keraguan/ kebimbangan akan masa depan (kuatir)

Kekuatiran berhubungan dengan waktu yang akan datang. Pikiran manusia memang hebat, bisa melintasi ruang dan waktu. Sekalipun demikian teman, bukan berarti kita berhak memikirkan hal-hal yang masih belum terjadi (masa depan). Masa depan serahkan saja sama yang kita percaya sejak dari mulanya semesta ini dibentuk. Ciptaan yang lain seperti burung, tidak pernah takut dengan hari esok tapi toh dicukupkan kebutuhannya sama Yang Diatas. Kalau menatap masa depan saja kita takut-takut, bagaimana bisa berpikir jernih?

     h. Galau, gundah gulana

Galau itu bukan penderitaan tapi sebuah masalah ketidak sesuaian antara apa yang diinginkan dengan apa yang telah terjadi. Perasaan galau kadang tidak jelas, mungkin butuh sedikit refreshing. Intinya adalah jika sedang galau jangan mau menyendiri terus. Ubahlah suasana hati dengan berbaur lalu berkomunikasi yang indah dengan lingkungan sekitar atau setidaknya bercucok ria dengan teman-teman di medsos.

8. Hilangkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kedamaian hati

Kebiasaan buruk adalah perilaku yang tidak baik dan dilakukan berulang-ulang. Kebiasaan buruk ini terdiri dari :

      a. Tidak sabar

Tidak sabaran itu buruk sekali teman. Hidup di dunia ini butuh proses. Kalau orang lain, doanya cepat dijawab, jangan berkecil hati. Setiap orang berbeda rejekinya, terimalah dengan lapang dada dan penuh rasa syukur. Tetap bertekun dalam pengharapan dan tetap semangat dalam kerja keras. Semuanya indah pada waktunya teman, lebih banyak sabar itu lebih baik. Suatu saat doa dan usaha anda akan dijawab juga.

      b. Pemarah

Marah-marah adalah akibat dari ketidak sabaran tadi. Aktivitas ini banyak menguras energi fisik dan sangat mengganggu konsentrasi sendiri dan juga orang lain. Oleh karena itu menahan emosi dengan menekan ego sendiri adalah lebih baik untuk perkembangan berpikir, berinovasi dan berkreasi.

      c. Berburu popularitas

Apapun yang kita lakukan jika tujuannya sekedar untuk populer niscaya tidak akan bertahan lama. Akan tetapi berbeda halnya jika kita niatnya untuk memberi manfaat bagi orang banyak, pasti terus bertahan terang terus.

Sudah dapat inspirasi “waw” karena tujuannya dari awal untuk populer, terlalu diekspose biar terkesan hebat. Kebiasaan mengumbar kelebihan sendiri cenderung membuat diri ini merasa hebat sendiri lalu ide itu tertahan akhirnya berhenti sampai disitu alias tidak berkembang lagi

      d. Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah (iri hati)

Orang yang iri hati biasanya Suka usil/ mengganggu ketenangan/ kesenangan orang lain. Kebiasaan ini membuat kepribadian kita cenderung mengarah ke negatif dan pikiranpun sesatlah.

Menjadi pribadi pengganggu itu butuh energi ekstra. Ide-ide yang kita gali cenderung sama seperti aktivitas yang kita tekuni. Jika aktivitas ini mengganggu orang maka niscayalah yang dipikirkanpun tentang yang jelek-jelek.

      e. Berburuk sangka/ Prasangka buruk

Pikiran ini luas dan dalam yang bisa kemana saja dan menelisik hal-hal yang belum tentu telah terjadi atau belum tentu akan terjadi. Oleh karena itu kendalikan arah pikiranmu kawan…. Jangan menelisik hal-hal yang belum kelihatan yang cenderung merendahkan orang lain. Sadar atau tidak, prasangka buruk ini menguras energi otak kita sehingga tidak ada lagi waktu untuk memikirkan ide-ide yang lebih menarik

      f.  Suka ikut campur urusan orang lain

Ini kebiasaan paling boros, boros tenaga dan juga boros pikiran. Oleh karena itu selalu perhatikan kapasitas diri ini sejauh apa? Tidak perlu menyerobot wewenang orang lain dan berlelah pada sesuatu yang ada diluar jangkauan kita. Jangan buang energi untuk hal-hal yang sia-sia dengan selalu memperhatikan aturan yang berlaku.

Ikut campur urusan orang lain berbeda jauh dengan empati. Ikut campur dalam hal ini berhubungan dengan pelanggaran aturan yang berlaku dan disengaja. Ini disebut juga melakukan hal yang tidak sepantasnya karena diluar batas kewenangan. Sedangkan empati adalah ekpresi spontan yang diungkapkan ketika orang lain mengalami sesuatu.

      g. Suka menghakimi/ men-judge orang lain

Mengeluarkan pernyataan yang men-judge orang lain membuat kita lebih berpikir ekstra untuk mencari-cari alasan yang memperkuat pernyataan itu sekalipun kadang alasan itu hanya bualan belaka. Bagaimana kalau kita terbukti salah? Kebiasaan ini jelas menganggu konsentrasi.

      h. Menuduh sembarangan/ Fitnah

Ini adalah ekspresi yang terburu-buru. Biar bagaimanapun kita tidak boleh mengumbar analisis sembarangan sebelum fakta membuktikan dilapangan. Sesumbar yang menjadi fitnah akan membebani pikiran sekaligus mental ini. Berusaha membela diri karena cenderung tidak ingin dikatakan salah akan menghabiskan seluruh space yang tersisa dalam pikiran sehingga otak ini mandek ketika memikirkan ide tentang inovasi dan kreativitas. Belum lagi kalau kita ketahuan salah.

      i. Suka mengumbar kebohongan/ munafik

Kebohongan kalau dipelihara akan menyebabkan ketergantungan yang masif (tidak disadari). Orang yang terus berbohong akan dicap munafik. Energi dan pikiran yang terkuras tidak sedikit dikala kita menutup kebohongan yang satu dengan kebohongan yang lain. Bagaimana jadinya ketika kita diketahui munafik? Kebiasaan ini jelas memboroskan kinerja otak sehingga tidak mungkin lagi berkosentrasi dan memikirkan ide, inovasi dan kreativitas.

      j. Doyan pornografi

Manusiawikan Nafsu Seks – Jenis-jenis pornografi itu banyak. Dari yang paling ringan daya ikatnya: gambar, video dan yang paling kuat dan paling lama bertahan dalam pikiran ini adalah cerita porno. Kesan pertama ketika menikmati konten ini adalah senang tapi kita tidak menyadari kesenangan sesaat ini terus mengiang di kepala ini. Pada akhirnya, konsentrasi terganggu dan fokus berpikir hilang. Malah pikiran mengarah ke hal-hal yang tidak karuan.

      k. Malas

Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang sudah ada sejak jaman purba kala. Orang malas suatu saat akan berpapasan dengan kemiskinan. Kalau kemiskinan harta masih bisa disantuni. Namun kalau kemiskinan mindset dan moral bagaimana mau dibantu? dinasehati saja tidak mau dengar (bebal).

9. Displin, kerja keras dan tekun

Tiga etos kerja ini menunjukkan bahwa kita cinta dengan apa yang dikerjakan. Cinta itu artinya, kita dekat dengan pihak-pihak atau hal-hal yang berhubungan dengan apa yang dikerjakan. Kedekatan ini membuat kita mampu lebih teliti dan lebih detail dalam melakukan pekerjaan tersebut. Ketika diri ini bisa memperhatikan lebih teliti membuat mata, telinga dan pikiran lebih peka pada hal-hal yang perlu disempurnakan. Inilah yang namanya inovasi. Inovasi yang terus dikembangkan akan menghasilkan karya-karya kreatif, khas yang lain dari yang lain.

10. Ingatlah bahwa kita mahkluk sosial

Berbaur dengan orang-orang disekitar mendorong kita untuk menemukan ide. Tanpa di sadari interaksi yang terjadi lewat komunikasi dapat menginspirasi secara tiba-tiba. Oleh karena itu, walau internet bisa membuat kita berinteraksi secara online jangan juga mau meninggalkan interaksi langsung didunia nyata. Interaksi didunia nyata itu lebih jelas lagi kejujurannya bisa diamati dan dipastikan secara langsung. Temukan inspirasi dari teman-teman, sahabat dan keluarga.

11. Jangan berhenti berbuat baik

Kebaikan itu seperti poin + (plus) yang suatu saat akan kembali ke kita. Kumpulkan terus poinnya teman. Walau dunia ini semakin egois dan semakin jauh dari kebaikan, jangan di ikuti teman. Tegaskan komitmen untuk selalu berbuat baik sekalipun tantangannya banyak bahkan sekalipun orang yang sudah kita baikkan berubah membenci, jangan bimbang atau menyerah teman. Suatu saat nanti musim panen tiba dan kita akan menuai dengan berbahagia karena lumbung-lumbung penuh bahkan melimpah.

12. Tetap Santai dan Rileks

Mendapatkan suasana santai dan rileks itu memang mudah. Jalan-jalan saja ketempat-tempat dengan scene (pemandangan) yang indah. Ini juga disebut refresihing, melepas penas sesaat dan menikmati indahnya lingkungan sekitar. Ini baik untuk meringankan otak sehingga lebih fresh untuk kembali berpikir jernih.

Tapi sampai kapan kita baru bisa rileks hanya lewat refresihing? Bukankah kalau terlalu sering justru membosankan? Oleh karena itu teman, alangkah baiknya jika kita bisa menikmati suasana yang kita hadapi.

Situasi & kondisi jelas tidak bisa ditebak, selalu berubah-ubah bahkan kadang menjengkelkan. Oleh karena itu kemampuan kita menyesuaikan diri dan mengerti situasi sangat dibutuhkan agar diri ini tetap santai saat genting. Nikmati situasinya dalam rasa syukur dan temukan damai disegala keadaan.

Jika kita bisa menikmati suasana hidup ini, jalan-jalan disekitar rumah, duduk bahkan tidurpun menjadi suasana yang indah dimana memberikan kesan santai dan rileks.

13. Hadapi masalahmu senyatanya dan selesaikan itu

Tahukah anda bahwa pergumulan hidup yang anda hadapi, selain melatih mental dan fisik juga melatih otak anda? Mereka yang memiliki level kecerdasan yang lebih tinggi dapat mengelola emosinya lalu mengendalikan diri sepenuhnya dari hal-hal yang negatif (yang mungkin dapat merugikan orang lain juga diri sendiri).

Orang dengan level kecerdasan emosional yang lebih baik adalah mereka yang mampu mengasihi musuh-musuhnya. Jika anda mampu mengelola pikiran sendiri sehingga dimampukan untuk tetap bisa berkonsentrasi melakukan kebaikan di tengah tekanan maka itu juga cerdas.

Pada intinya saat menghadapi persoalan, hindari untuk terlalu fokus pada masalah dan penyebabnya melainkan cari, gali dan ketahuilah apa yang menjadi solusinya. Jika sudah ketemu langsung realisasikan itu, “apa yang terbaik yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan kerumitan itu?“. Saat anda terpapar dengan pergumulan hidup lagi dan lagi maka itu adalah kesempatan bagus untuk melatih kemampuan analisis sosial.

14. Minimalisir stres anda

Siapakah orang yang tidak pernah menemukan masalah di dunia ini? Kenyataannya adalah hidup memang penuh dengan persoalan. Anda harus memanajemen/ memilah-milah stres yang anda rasakan lalu kemudian mencari solusi dari semua yang telah terjadi.

Selengkapnya, Cara mengantisipasi depresi

Adalah mustahil bila anda belajar sambil berpikir di bawah tekanan yang tinggi. Pergumulan hidup yang sudah dituntaskan atau setidak-tidaknya diterima apa adanya (bersyukur) niscaya akan mengoptimalkan kerja otak untuk berkonsentrasi sambil fokus pada sesuatu hal.

15 Jaga kesehatan fisik

Sehat luar dalam adalah dasar optimalisasi pikiran. Saat tubuh anda sehat niscaya jalan darah/ aliran darah dan metabolisme tubuh terkendali penuh. Sadarilah bahwa untuk berkonsentrasi butuh oksigen dan karbohidrat yang di angkut darah ke otak.

Konsumsilah air yang cukup setiap hari, setidaknya 2 L untuk ukuran orang dewasa. Kemudian tambahkanlah herbal ajaib dalam setiap masakan anda, makanlah buah ajaib setiap hari dan jangan lupa dengan mineral ajaibnya. Kesemua bahan pangan ini dapat menstabilkan peredaran darah dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas metobalisme tubuh sehingga anda tetap sehat disegala kondisi.

16. Rutin Berolahraga

Gerakan fisik yang teratur turut melancarkan peredaran darah sehingga menjaga suplai oksigen dan kalori ke otak. Selain itu berolahraga juga turut membuat tubuh selalu fit sehingga mau kemanapun, dimanapun dan kapanpun anda tetap dimampukan secara badaniah. Kebugaran juga turut mempengaruhi aktivitas sehingga berkontribusi besar terhadap inovasi, kreasi dan kolaborasi yang mampu dilakukan.

17. Ada waktu untuk meninggalkan semua rutinitas biasa lalu meluangkan waktu untuk berpikir

Komunikasi itu indah tapi ada saatnya kita untuk meninggalkan interaksi dalam kehidupan bersosial, seperti bercengkrama, menonton sinetron, mendengar radio, surfing didunia maya dan masih banyak lagi, lalu kemudian memberi sedikit waktu untuk menyendiri dan berpikir.

Saat ada waktu luang dalam hidup anda dimana semua pekerjaan sudah selesai dan lingkungan sekitar juga sudah rapi dan bersih. Maka gunakanlah itu sejenak untuk berdiam diri sambil berpikir. (a) Mengucap syukurlah buat semua yang telah diberikan Tuhan padamu untuk hari ini lalu pujilah nama-Nya menggunakan kata-katamu sendiri. (b) Andapun dapat turut memusatkan perhatian pada hal-hal yang baik dan positif sesuai dengan bidang masing-masing.

Ayo teman….

Rame-rame berinovasi dan berkreasi dalam bidang kita masing-masing niscaya Indonesia akan menjadi lebih baik.

Salam revolusi mental

Salam perubahan

Tingkatkan konsentrasi dan fokus untuk menemukan ide beriinovasi, berkreasi dan berkolaborasi dengan berbagai bidang

Iklan

14 tanggapan untuk “17 Cara Meningkatkan Konsentrasi dan Fokus – Bebaskan Pikiran dan Jadilah Hebat

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s