Gejolak Sosial

13 Kebiasaan Yang Membuat Budaya Ramah Tamah Semakin Terkikis Bahkan Akan Hilang Pada Tahun 2020

Attitude2

Ramah-tamah memang telah terkikis, hanya jangan sampai TeRkIkIs HaBiS. Karena ini adalah budaya KHAS INDONESIA yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial di Nusantara. Kita harus menyesuaikannya. Istilah kerennya KiTa AdApTaSi dengan perkembangan zaman, dengan :

  1. Hindari ramah dengan orang asing kecuali sudah kenal baik.
  2. Ajari adek yang masih kecil untuk tidak ramah kepada orang asing untuk memproteksinya dari tindakan kriminal
  3. Tidak perlu menghapalkan orang-orang yang jika diramahin malah cuek dan diam sehingga dilain waktu tidak ada lagi ramah tamah untuk orang ini. Melainkan tetap pertahankan kebaikan hatimu teman.

    Selengkapnya, Cara menghadapi ujian kehidupan

Attitude

Indonesia dikenal dunia sebagai negeri dengan orang-orannya yang ramah-ramah. Memang kebiasaan ini tidak ditemukan diseluruh Indonesia. Selama ini, “Ramah Tamah” terkosentrasi di pulau Jawa terutama Solo dan Yogyakarta.

Penyebab lunturnya budaya ramah tamah

Sayangnya budaya khas Indonesia ini terus pudar dan PASTI akan hilang dalam 10 tahun kedepan. Mengapa hal ini terjadi, berikut penyebabnya :

  1. Penyebab utamanya adalah “PERTEMUAN BERBAGAI ALIRAN BUDAYA”.

    Jumlah wisatawan di indonesia terus meningkat tiap tahunnya, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri.
    Ditambah lagi, kemajuan Teknologi Informasi (Internet) yang menghilangkan batas antar budaya, antar komunitas, antar suku, antar agama, antar ras, antar golongan, antar wilayah dan antar negara.
    Inilah yang membuat budaya berbeda saling bertubrukan sehingga menghilangkan budaya aslinya. Akhinya terbentuklah kebiasaan baru yang tidak selalu mendatangkan kebaikan bagi kesejahteraan anak bangsa.

  2. Tidak adanya punishment dan reward.
    Namanya saja kebiasaan, banyak anak muda merasa tidak terbeban untuk melestarikannya, mungkin karena mereka berpikir masalah untung-ruginya.
    Budaya ramah-tamah ini, untung-ruginya tidak jelas bahkan terkadang blur antara orang yang satu dengan yang lainnya.
    Hal ini semakin membuatnya kian ditinggalkan dan diabaikan.
  3. Terkikisnya budaya SEGAN terhadap orang tua.
    Beberapa anak muda tidak lagi menganggap “tinggi” orang tua mereka. Menyamaratakan posisi orang tua seperti diri sendiri.
    Sikap ini membuat mereka mengabaikan
  4. Terkikisnya budaya MALU dikalangan kawula muda.
  5. Semakin banyak orang bersikap gila hormat dan menguji orang-orang yang ramah.
  6. Orang-orang yang ramah semakin berkurang.
  7. Pandangan yang miris: “Semakin Ramah, Malah Diremehkan Orang“.
  8. Hilangnya budaya “Sabar“.

    – Kebiasaan tidak “betah” antri.
    – Terbiasa menyerobot lampu merah di 5 detik terakhir.
    – Membiasakan diri membunyikan “Klekson” berulang kali (lebih dari 2 kali)

  9. Lemahnya mental manusia yang ramah tamah.

    Harus kami akui bahwa untuk menjadi orang yang ramah itu kita harus lebih kuat. Sebab mungkin saja keramah tamahan kita dianggap sebagai sampah oleh orang lain. Sebenarnya hal tersebut adalah pilihan mereka. Kita tidak mungkin juga memaksakan kehendak untuk menjawab keramahan ini. Oleh karena itu, jangan terlalu tinggi lalu menganggap bahwa cara orang lain memperlakukan kita adalah penting melainkan marilah berbuat baik mulai dari diri sendiri. Jika kebaikan kita diuji orang jangan lemah lalu berhenti melakukannya lagi melainkan teruslah sebab kebenaran tindakan kitalah yang membuat diri ini puas. Jangan mengharap balasan dan pujian dari orang lain dalam setiap tindakan yang dilakukan.

  10. Tindakan-tindakan hiper

    yang dilakukan oleh beberapa orang:
    – Meludah di depan orang
    – Bersuara sekeras-kerasnya.
    – Knalpot motorpun dibuat sekeras-kerasnya.
    – Kebiasaan memelototi orang yang lewat di pinggir jalan.
    – Kebiasaan gila hormat dan cari sensasi.

  11. Semakin menjamurnya pribadi-pribadi yang kurang kerjaan.
    Kurang kerjaan membuat beberapa orang fokus terhadap banyak hal yang sebenarnya tidak penting untuk dilakukan.
  12. Premanisme yang mengindonesia.
    = Jumlah preman semakin bertambah di sekitar kita. Beberapa orang begitu kagum dan hormat dengan kelompok ini.
    = Penghormatan inilah yang mendorong banyak orang beramai-ramai menjadi “SEPERTI” preman.
    = Secara eksistensi mereka bukan preman tapi secara sikap dan tindakan menggambarkan preman.
  13. SosmedEffect
    Sosial media menyebabkan kawula muda jaman sekarang untuk mengurangi komunikasi langsung dan meningkatkan komunikasi tidak langsung melalui sosial media. Apalagi jaman sekarang trendnya terbalik-balik dari generasi sebelumnya. Jika dulu ramah-tamah itu keren, sekarang ramah tamah hanyalah basa-basi yang membosankan.
  14. Tayangan Televisi yang tidak membangun
    Tayangan yang lebih menonjolkan dan membesar-besarkan sifat antagonis (berlawanan) dari kehidupan sosial.

Kalau bukan kita yang mempertahankan  budaya ini, siapa lagi???

Ayo kembalikan budaya khas Indonesia!!!

Iklan

Satu tanggapan untuk “13 Kebiasaan Yang Membuat Budaya Ramah Tamah Semakin Terkikis Bahkan Akan Hilang Pada Tahun 2020

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s