13 Kebiasaan Yang Menghilangkan Ramah Tamah Budaya Khas Indonesia

Sikap (lisan-tulisan, perbuatan) Yang Meniadakan-Melenyapkan Ramah Tamah Budaya Khas Indonesia (2)

Ramah-tamah memang telah terkikis, hanya jangan sampai TeRkIkIs HaBiS. Karena ini adalah budaya KHAS INDONESIA yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial di Nusantara. Kita harus menyesuaikannya. Istilah kerennya KiTa AdApTaSi dengan perkembangan zaman, dengan :

  1. Hindari ramah dengan orang asing kecuali sudah kenal baik.
  2. Ajari adek yang masih kecil untuk tidak ramah kepada orang asing untuk memproteksinya dari tindakan kriminal
  3. Tidak perlu menghapalkan orang-orang yang jika diramahin malah cuek dan diam sehingga dilain waktu tidak ada lagi ramah tamah untuk orang ini. Melainkan tetap pertahankan kebaikan hatimu teman, berusahalah sebisa mungkin untuk tetap ramah. Dengan demikian anda termasuk orang-orang yang luar biasa dan tahan uji. Selengkapnya, Cara menghadapi ujian kehidupan

 

 Kebiasaan Yang Menghilangkan Ramah Tamah Budaya Khas Indonesia
Indonesia dikenal dunia sebagai negeri dengan orang-orannya yang ramah-ramah. Memang kebiasaan ini tidak ditemukan di seluruh Indonesia. Selama ini, “Ramah Tamah” terkosentrasi di pulau Jawa terutama Solo dan Yogyakarta. Sesungguhnya ini bukan kebiasaan yang asal jadi melainkan telah ada sejak zaman dahulu kala bahkan Kitab Sucipun mencatat dan menganjurkan kebiasaan ini untuk ditekuni oleh setiap orang.

Penyebab lunturnya budaya ramah tamah

Orang yang beramah-tamah biasanya aktif berkomunikasi baik dalam bentuk tulisan (tidak langsung) maupun lisan (langsung). Ketahuilah bahwa jumlah kata yang keluar dari dalam pikiran anda setiap hari sangat ditentukan oleh tingkat kecerdasan masing-masing. Sedangkan zaman sekarang, manusia lebih menggilai modernisasi di berbagai-bagai bidang di mana trendnya adalah mengubah sesuatu yang manual menjadi otomatis. Dari sinilah budaya ini terkikis, tenggelam bahkan menghilang dari bibir masyarakat yang sudah jarang beraktivitas (lebih banyak diam-diaman). Simak juga, Akibat kebiasaan suka diam terlalu lama.

Sayangnya budaya khas Indonesia ini terus pudar dan PASTI akan hilang dalam 10 tahun kedepan. Mengapa hal ini terjadi, berikut penyebabnya :

  1. Penyebab utamanya adalah “TREND TEKNOLOGI : MANUAL KE OTOMATIS”

    Teknologi mesin dan komputerisasi yang sudah ada saat ini membuat aktivitas manusia minim bahkan tidak ada sama sekali. Orang-orang hanya tinggal duduk saja dibalik mesin-mesin canggih sambil pencet sana-sini maka semua yang diinginkan akan keluar. Menurunnya aktivitas manusia berakibat langsung terhadap menurunnya tingkat kecerdasan otak. Sedangkan untuk berbaik hati, yaitu beramah-tamah butuh otak yang cerdas dan prinsip hidup yang kuat.

  2. Penyebab berikutnya “PERTEMUAN BERBAGAI ALIRAN BUDAYA”.

    Jumlah wisatawan di indonesia terus meningkat tiap tahunnya, baik wisatawan dalam negeri maupun wisatawan luar negeri. Ditambah lagi, kemajuan Teknologi Informasi (Internet) yang menghilangkan batas antar budaya, antar komunitas, antar suku, antar agama, antar ras, antar golongan, antar wilayah dan antar negara. Inilah yang membuat budaya berbeda saling bertubrukan sehingga menghilangkan budaya aslinya. Akhinya terbentuklah kebiasaan baru yang tidak selalu mendatangkan kebaikan bagi kesejahteraan anak bangsa.

  3. Tidak adanya ketulusan.

    Banyak orang yang ramah tetapi mereka melakukannya dengan tujuan-tujuan sempit. Biasanya orang-orang akan melembutkan kata-katanya ketika ia menginginkan sesuatu dari seseorang sedangkan saat tidak ada maunya maka semua orang bahkan yang dikenalnyapun akan dicuekin.

    Baik bagi anda untuk tulus dalam bersikap dengan melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan. Artinya, tujukan semua kebaikan yang dilakukan kepada sesama seperti kepada Tuhan. Ketahuilah bahwa setiap orang memiliki Roh Allah di dalam dirinya, kesanalah kita berbuat baik.

  4. Tidak adanya punishment dan reward.

    Namanya saja kebiasaan, banyak anak muda merasa tidak terbeban untuk melestarikannya, mungkin karena mereka berpikir masalah untung-ruginya.
    Budaya ramah-tamah ini, untung-ruginya tidak jelas bahkan terkadang blur antara orang yang satu dengan yang lainnya. Hal ini semakin membuatnya kian ditinggalkan dan diabaikan.

  5. Terkikisnya budaya SEGAN terhadap orang tua.

    Beberapa anak muda tidak lagi menganggap “tinggi” orang tua mereka. Menyamaratakan posisi orang tua seperti diri sendiri.
    Sikap ini membuat mereka mengabaikan

  6. Terkikisnya budaya MALU

    Dikalangan kawula muda dan remaja, cenderung bersikap cuek dan tidak peduli sekalipun telah melakukan hal yang memalukan.

  7. Semakin banyak orang bersikap gila hormat dan menguji orang-orang yang ramah.

  8. Orang-orang yang ramah semakin berkurang.

  9. Pandangan yang miris: “Semakin Ramah, Malah Diremehkan Orang“.

  10. Hilangnya budaya “Sabar“.

    – Kebiasaan tidak “betah” antri.
    – Terbiasa menyerobot lampu merah di 5 detik terakhir.
    – Membiasakan diri membunyikan “Klekson” berulang kali (lebih dari 2 kali)

  11. Lemahnya mental manusia yang ramah tamah.

    Harus kami akui bahwa untuk menjadi orang yang ramah itu kita harus lebih kuat. Sebab mungkin saja keramah tamahan kita dianggap sebagai sampah oleh orang lain. Sebenarnya hal tersebut adalah pilihan mereka. Kita tidak mungkin juga memaksakan kehendak untuk menjawab keramahan ini. Oleh karena itu, jangan terlalu tinggi lalu menganggap bahwa cara orang lain memperlakukan kita adalah penting melainkan marilah berbuat baik mulai dari diri sendiri. Jika kebaikan kita diuji orang jangan lemah lalu berhenti melakukannya lagi melainkan teruslah sebab kebenaran tindakan kitalah yang membuat diri ini puas. Jangan mengharap balasan dan pujian dari orang lain dalam setiap tindakan yang dilakukan.

  12. Tindakan-tindakan hiper

    yang dilakukan oleh beberapa orang:
    – Meludah di depan orang
    – Bersuara sekeras-kerasnya.
    – Knalpot motorpun dibuat sekeras-kerasnya.
    – Kebiasaan memelototi orang yang lewat di pinggir jalan.
    – Kebiasaan gila hormat dan cari sensasi.

  13. Semakin menjamurnya pribadi-pribadi yang kurang kerjaan.

    Kurang kerjaan membuat beberapa orang fokus terhadap banyak hal yang sebenarnya tidak penting untuk dilakukan. Mereka suka mengganggu orang lain dan menganggap itu sebagai kesenangan sedangkan keramahan di anggap sebagai suatu hal yang kolot dan tidak seru.

  14. Premanisme yang mengindonesia.

    = Jumlah preman semakin bertambah di sekitar kita. Beberapa orang begitu kagum dan hormat dengan kelompok ini. Penghormatan inilah yang mendorong banyak orang beramai-ramai menjadi “SEPERTI” preman. Secara eksistensi mereka bukan preman tapi secara sikap dan tindakan menggambarkan preman.

  15. SosmedEffect

    Sosial media menyebabkan kawula muda jaman sekarang untuk mengurangi komunikasi langsung dan meningkatkan komunikasi tidak langsung melalui sosial media. Apalagi jaman sekarang trendnya terbalik-balik dari generasi sebelumnya. Jika dulu ramah-tamah itu keren, sekarang ramah tamah hanyalah basa-basi yang membosankan, benarkah demikian?

  16. Tayangan Televisi yang tidak membangun

    Tayangan yang lebih menonjolkan dan membesar-besarkan sifat antagonis (berlawanan) dari kehidupan sosial. Dalam pertelevisian jarang sekali menampilkan orang-orang yang ramah; yang disorot luar biasa hanyalah kehidupan mereka yang memiliki arogansi tinggi/ selangit……

Mari jaga budaya ini agar tidak lenyap di telan modernisasi entah berantah. Kalau bukan kita yang mempertahankan  budaya ini, siapa lagi???

Ayo kembalikan budaya khas Indonesia!!!

Iklan

One comment

  1. […] adalah kebaikan yang paling sederhana. Sedangkan ramah tamah adalah kebaikan yang mendorong kita lebih dekat dengan orang […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s