11 Bentuk & Cara Menghindari Pengawasan Dari Pihak Tertentu

Bentuk dan cara menghindari pengawasan dari pihak lain

Pengawasan adalah penilikan dan penjagaan; 2 Administrasi penilikan dan pengarahan kebijakan jalannya perusahaan (KBBI). Sedangkan menurut kami sendiri, pengawasan adalah pemantauan secara langsung dan/atau tidak langsung suatu objek, baik secara keseluruhan maupun sebagian saja dimana semuanya ini terjadi dengan disadari atau tanpa disadari oleh objek bersangkutan.. Ini adalah sebuah tindakan anti kebebasan yang bertentangan demokrasi.

Lagipula, kita sudah bukan anak kecil lagi, yang bisanya cuma berkaca dicermin lalu memanipulasi diri hari lepas hari. Saat seseorang telah diberikan anugrah untuk hidup mandiri maka lakukanlah dengan penuh tanggung jawab lalu tanggunglah semua resiko yang akan terjadi. Jadi, saat kehidupan anda sedang diawasi oleh pihak tertentu artinya anda dianggap masih belum mandiri dan belum mampu bertanggung jawab dalam segala sesuatu.

Satu-satunya yang dapat mengawasi kehidupan kita adalah Tuhan. Sebagai Sang Pengendali segala sesuatu, Ia yang hebat dan dahsyat itu telah melakukan perkara-perkara ajaib bagi kepentingan umat yang dikasihi-Nya. Ia rela memandang kepada kita yang hanya debu tanah ini. Kuat kuasa kasih setia dan kemurahan hatinya telah dinyatakan sejak zaman purbakala. Kepedulian kepada umat-Nya dinyatakan dalam banyak hal, salah satunya termasuk dalam hal peristiwa alam, seperti panas, mendung, hujan, angin dan lain-lain.

Lembaga lain yang juga cukup kuat dan mengawasi (sebagian/ seluruhnya) kehidupan kita adalah negara. Pengawasan dari badan keamanan nasional semata-mata untuk mendatangkan keamanan, kenyaman, dan sedapat mungkin menghindari pengganggu yang muncul dari dalam maupun dari luar. Jaman sekarang, musuh negara dari luar dan perang antar muka sudah tidak berlaku lagi. Satu-satunya yang perlu diawasi dengan sangat jeli adalah stabilitas dalam negeri. Jika stabilitasnya tertanggu niscaya akan muncul berbagai bentuk pemberontakan termasuk terorisme.

Anda diawasi atau tidak, semuanya tergantung dari seberapa dekat hidup anda dengan teknologi. Sadar atau tidak, Pemanfaatan teknologi yang terlalu dalam dan terlalu dekat dengan kehidupan ini dapat menjadi ancaman tersendiri. Oleh karena itu, alangkah lebih baik bagi anda untuk tidak terlalu terburu-buru, dekat dan detail dengan media sosial. Sebab bisa saja kehidupan anda dipantau dan dikendalikan bersamer laoli.

Bentuk-bentuk pengawasan dari orang lain.

Pengawasan dari Tuhan adalah ajaib bahkan isi hati inipun bisa diketahuinya. Lain halnya dengan pengawasan yang dilakukan oleh negara yang didominasi oleh berbagai kecanggihan teknologi. Berikut ini bentuk & jenis pengawasan yang sering kami saksikan dalam kehidupan sehari-hari dan juga dalam beberapa film layar lebar.

  1. Pengawasan pertama yang patut dilakukan adalah dengan memperhatikan sifat dan temperamen anda.
  2. Mengetahui kebiasaan anda sehari-hari lewat orang-orang terdekat maupun pengamatan langsung.
  3. Dengan kamera jalan CCTV.
  4. Lewat panggilan suara.
  5. Menggunakan SMS.
  6. Dengan email yang digunakan.
  7. Lewat akun media sosial.
  8. Menggunakan sejarah perambaan (browsing history).
  9. Memanfaatkan internet melalui smartphone, gadget, tablet, laptop yang selalu online.
  10. Dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak (Drone).
  11. Lewat pencitraan satelit.

Cara menghindari pengawasan dari pihak tertentu

Ketahuilah bahwa update informasi yang anda sampaikan melalui media sosial dapat dimanfaatkan untuk melemahkan, merugikan, bahkan menjatuhkan anda. Beberapa orang kehidupannya tidak mau diawasi oleh siapapun. Oleh karena itu, berikut beberapa tips dari kami untuk mencegah pengawasan dari pihak lainnya.

  1. Pertahankan kejujuran di dunia maya tetapi jangan semuanya dibuka (buka-bukaan istilah kata telanjang bulat).

    Sebab biar bagaimanapun juga ini adalah hal terpenting yang kita harus wujudkan dalam bersikap dan berperilaku. Hindari menggunakan akun abal-abal/ kloningan/ ghost dan lain sebagainya yang sifatnya menipu orang lain bahkan diri sendiri.

  2. Hindari terlalu detail saat mengupdate (posting atau upload) sesuatu.

    Jangan memberi rincian yang sangat mendalam dengan lokasi anda saat ini. Misalnya jika saat ini anda berada di kota Gunungsitoli maka sampaikanlah bahwa posisi anda dikota tersebut akan tetapi tidak perlu memberi tahukan tepatnya dimana itu? Berikan informasi yang singkat kepada teman media sosial anda.

  3. Update status : 15-30 menit setelah kejadian, atau setelah anda meninggalkan lokasi.

    Ini dilakukan untuk mencegah jikalau ada seseorang yang hendak berbuat/ merencanakan yang buruk dalam kehidupan anda. Sehingga perlu mengulur waktu agar mereka tidak hadir mengejutkan secara tiba-tiba.

  4. Kenali emosi anda dan hindari menulis status yang terlalu emosional.

    Ketika anda menulis status berdasarkan suasan emosi saat itu maka orang lain secara tidak langsung dapat membaca temperamen anda yang sesungguhnya. Misalnya status yang emosional: “Si anu jahat, si itu menyebalkan, si ini menyedihkan”; status yang tidak emosional: “Si anu kurang baik, si itu membuat orang tidak senang, si ini menyita rasa simpati”. Apakah anda dapat membedakannya?

  5. Hindari terlalu sering mengupdate status.

    Sadarilah bahwa rentetan status menggambarkan bibir anda. Mulutmu harimaumu kawan! Semakin sering anda meng-update status (tiap 5 menit) maka semakin jelaslah bagi orang lain bahwa anda adalah orang yang cerewet dan sedang kesepian atau setidak-tidaknya sedang tidak ada kerjaan. Daripada anda terlalu sering update status mendingan fokus kepada Tuhan dengan memuji dan memuliakan nama-Nya.

  6. Hindari menyampaikan informasi rahasia yang sangat privasi melalui telepon umum dan internet.

    Saat anda memiliki informasi yang sangat penting dan bersifat pribadi lebih baik sampaikan langsung kepada orang yang bersangkutan karena ada indikasi kebocoran telekomunikasi untuk informasi yang nilainya tinggi.

  7. Hindari melakukan aktivitas yang bersifat pribadi (rahasia) di bawah/ di dekat CCTV.

    Saat anda melakukan sebuah kegiatan yang sangat rahasia dimana bocor tidaknya melibatkan kerugian yang besar. Maka alangkah lebih baik jika anda menjauhi daerah yang memiliki CCTV saat melakukannya.

  8. Miliki kemampuan menyatu dengan lingkungan (berkamuflase).

    Kemampuan ini merupakan salah satu yang terbaik agar anda hilang dari pengawasan oleh pihak tertentu, baik secara kasat mata maupun lewat CCTV. Berkamuflase mungkin bisa dilakukan dengan cara
    – bersikap santai, tidak terburu-buru dan biasa saja seperti orang normal lainnya.
    – menggunakan pakaian yang sama dengan orang-orang disekitar anda.
    – menggunakan topi, serban, menundukkan kepala
    – atau yang lainnya…..

  9. Pertahankan lingkungan alami.

    Hindari pencemaran lingkungan sebab kerusakan lingkungan adalah awal dari ketiadaan komponen iklim dan cuaca untuk melindungi kita dari pemantauan satelit asing/ satelit mata-mata. Awan, hujan dan petir adalah tameng agar orang lain tidak membaca kehidupan kita lewat teknologi yang mereka miliki.

  10. Pada akhirnya, kalau anda melakukan yang benar mengapa harus takut diawasi oleh siapapun?

    Sadarilah bahwa tidak ada ketakutan dalam kebenaran akan tetapi terdapat kegelisahan saat anda merasa bersalah.

Teknologi adalah cara orang cerdas mengendalikan dunia. Kami sendiri tidak begitu peduli mau diawasi oleh seseorang atau siapapun itu. Karena kami selama ini sudah berjalan dijalur yang benar sehingga itulah yang membuat kami semakin yakin bahwa ada atau tidak ada pengawasan, kami tetap menikmati & menekuninya.

Demikian saja teman dan salam teknologi!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s