Lingkungan · Pengusaha

7 Cara Menghemat Lahan, Manfaat & Beragam Sistem Tanam Untuk Mengurangi Lahan Pertanian

Teknik menghemat lahan pertanian

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka mau tidak mau semakin banyak pula kebutuhan akan lahan yang memadai. Baik kebutuhannya dalam bidang pertanian maupun dalam bidang pemukiman (perumahan) yang layak. Semakin meningkat populasi maka kebutuhan juga semakin tinggi. Ini tidak hanya berbicara tentang pangan (kebutuhan primer) saja melainkan juga kebutuhan sekunder dan tersier lainnya.

Meningkatnya kebutuhan lahan terus terjadi dari tahun ke tahun. Pemanfaatan yang tidak adekuat/ tidak tepat guna mendorong timbulnya kerusakan lingkungan yang masif. Alih fungsi tanah yang tidak terkendali tidak baik bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, perlu strategi terencana dan terpimpin agar penggunaan tanah tidak terkesan boros dan menyimpang jauh dari harapan yang dikehendaki oleh siapapun.

Kerusakan lingkungan yang kami maksud yaitu berkurangnya agent yang menyerap panas sinar matahari yang didorong oleh alih fungsi hutan menjadi areal pertanian dan pemukiman. Artinya, suhu bumi semakin panas atau disebut juga global warming. Untuk meminimalisir dan menekan proses pemanasan global maka yang harus dilakukan adalah pemanfaatan lahan yang tepat guna dan cerdas. Tujuan kita adalah, Luas lahan yang sama namun hasil panen dapat ditingkatkan. Aktivitas ini juga sama dengan memadat-madatkan penggunaan tanah namun tanpa menghiraukan efektifitas dan efisiensinya.

Berikut beberapa manfaat menghemat lahan pertanian.

  1. Memperlambat alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, artinya memperlambat pemanasan global. Lebih ramah lingkungan.
  2. Meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan areal pertanian.
  3. Mempertahankan dan meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.
  4. Menghemat tenaga karena areal pertanian yang sudah dipadatkan.
  5. Memudahkan pengendalian pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
  6. Menambah nilai estetika lingkungan.
  7. Pada akhirnya semuanya ini meningkatkan nilai pendapatan keluarga anda.

Cara menghemat penggunaan lahan pertanian

Metode yang kami tampilkan berikut ini adalah teknik yang berdasarkan pada memadat-madatkan tanaman, melakukan campuran dan menambah luas permukaan tanah. Sekalipun demikian metode tersebut tidak mengganggu pertumbuhan tanaman dan tidak mengurangi hasil panen melainkan malah meingkatkannya.

Berikut ini beberapa sistem penghematan lahan yang kami ketahui berdasarkan hasil cari-mencari (di internet) dan berpikir sendiri. Semoga bisa menginspirasi.

1. Sistem tumpang sari

Sistem tumpang sari adalah suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan atau agak bersamaan (wikipedia). Terdapat dua teknik utama dalam sistem tanam ini yaitu

  • Sifat-sifat perakaran. Memadukan sifat akar yang berbeda.
  • Waktu penanaman. Membedakan waktu tanam (tidak bersamaan).
Pada dasarnya tanaman besar (memiliki akar tunggang-dikotil) dapat ditumpang sarikan dengan tanaman kecil (berakar serabut-palawija-monokotil). Dengan catatan jarak antara tanaman besar tidak terelalu dekat sehingga masih ada sinar matahari yang mencapai tanah walaupun dalam intensitas rendah.
Kebanyakan melakukan sistem ini, yakni antara jeruk manis dengan jagung, mangga dengan cabai, dan lain sebagainya. Beberapa orang juga sering menanam pohon karet bersamaan dengan ubi rambat/ ubi jalar. Sistem ini tidak hanya menghemat penggunaan lahan melainkan dapat pula sekaligus untuk menghambat tumbuhnya rumput liar dan mencegah erosi tanah.

2. Teknologi menghemat lahan “sistem tanam bertingkat

Sistem tanam bertingkat
Sistem tanam bertingkat

Cara ini sering sekali digunakan untuk aktivitas hidroponik dimana penanaman dibuat bertingkat sehingga bentuknya seperti balok yang memanjang. Teknik ini dapat diterapkan untuk tanaman palawija yang ukurannya kecil/ tingginya tidak lebih dari 50 cm. Anda dapat melakukannya sampai beberapa tingkat. Dengan catatan tinggi tingkatanya sebanding dengan jarak antara bedengan yang satu dan yang lain.

3. Teknologi menghemat lahan “sistem tenam bertingkat miring

Sistem tanam bertingkat miring
Sistem tanam bertingkat miring

Sistem tanam ini hampir sama dengan yang sebelumnya hanya saja posisnya dibuat agar lebih miring dari bawah ke atas.

Sistem tanam miring
Sistem tanam miring

Sistem tanam seperti ini juga dapat meniadakan jarak bedengan yang satu dengan yang lain sehingga lebih hemat lahan.

4. Teknologi menghemat lahan “sistem tanam menggunung

Sistem tanam menggunung
Sistem tanam menggunung

Sistem tanam seperti ini adalah sebuah ide dari kami yang memperhatikan bahwa semakin tinggi suatu lahan maka semakin banyak tanaman yang dapat ditumbuhkan disana. Ini hanyalah teori semata dan belum pernah dilakukan.

5. Teknologi pertanian untuk menghemat lahan “Sistem tanam menempel”

Sistem tanam menempel
Sistem tanam menempel

Yaitu dilakukan dengan cara memanfaatkan dinding-dinding luar tembok yang kosong. Baik tembok rumah maupun tembok pagar. Selain menghemat lahan kegiatan ini juga dapat menambah estetika lingkungan.

6. Teknologi menghemat lahan “sistem tanam gantung”

Sistem tanam menggantung
Sistem tanam menggantung

Ini dapat dilakukan dimana saja termasuk di depan teras rumah anda. Beberapa orang juga melakukan metode ini di bawah pohon besar yang talinya digantung pada dahan pohon paling bawah. Media tanamnya dapat berupa pot, baskom dan talam.

7. Cara menghemat lahan dengan memanfaatkan bagian-bagian rumah yang kosong.

Misalnya saja di teras atau di halaman belakang rumah anda dapat dimanfaatkan untuk menanam holtikultura jenis sayur-sayuran. Beberapa orang juga memanfaatkan lantai atas rumahnya (atap) untuk ditanamani palawija guna mendukung kehidupan ekonomi keluarga.

Pada dasarnya, terdapat banyak tempat-tempat kosong di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan untuk menanam sesuatu, entah itu sayur-sayuran untuk dikonsumsi, makanan ternak atau hanya sekedar menambah estetika lingkungan. Bila anda memiliki banyak waktu yang cukup lengang maka tempat-tempat kosong tersebut dapat dijadikan sebagai salah satu wahana untuk mengeluarkan keringat layaknya berolahraga.

Simak juga, Cara bercocok tanam yang baik

Salam Petani Indonesia!

Iklan

Satu tanggapan untuk “7 Cara Menghemat Lahan, Manfaat & Beragam Sistem Tanam Untuk Mengurangi Lahan Pertanian

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s