10 Cara Membuat Pupuk Alami Yang Mudah Dilakukan Dan Bahannya Mudah Didapat Dari Lingkungan Alam Sekitar Anda

Cara alami membuat pupuk dari bahan yang mudah di dapat disekitar lingkungan rumah

Pupuk adalah bahan kimia maupun alami yang ditambahkan untuk menyuburkan tanah pertanian. Penggunaannya akhir-akhir ini sangatlah tinggi dikarenakan perkembangan daerah pertanian yang cukup signifikan. Ini didorong oleh karena harapan setiap daerah agar mampu swasembada di bidang pangan ditambah lagi karena meningkatnya harga hasil panen. Artinya, Kesejahteraan dibidang pertanian sangatlah menawan kecuali para cukong yang menguasai distributor bertindak curang.

Pertanian tanpa pupuk adalah sesuatu yang mustahil untuk bisa diwujudkan. Sebab unsur hara terus berkurang seiring dengan pertumbuhan tanaman, bertambah luasnya penampang akar hingga erosi tanah oleh aliran air hujan. Oleh karena itu, tindakan pemupukan lahan adalah sesuatu yang sangat dianjurkan untuk mempertahankan kualitas & kuantitas hara di dalam tanah.

Sayang, pemanfaatan pupuk dalam jangka panjang yang kurang terpimpin dan tidak bertanggung jawab cenderung berdampak buruk bagi lingkungan alamiah. Ini dapat merusak flora tanah (mikroorganisme) yang sifatnya baik bagi pertumbuhan tanaman. Beberapa peran kuman dalam perkembangan tumbuhan yaitu, mengikat nitrogen dari udara dan membantu demineralisasi bahan organik (bahan sisa makhluk hidup). Pada akhirnya, tujuan untuk menyuburkan tanah berubah merusak sehingga menghambat kemampuan akar untuk menyerap unsur hara. Dampak buruk ini terutama ditimbulkan oleh pupuk dari bahan kimia yang penggunaannya tidak terkendali.

Pemberdayaan pupuk kimia untuk tujuan meningkatkan kesuburan lahan dapat berakibat fatal oleh sebab berlangsung dalam jangka panjang. Penggunaannya tanpa petunjuk (manual review) yang jelas dari pabrik yang bersangkutan akan meningkatkan resiko penyalahgunaan yang berbahaya bagi kehidupan tanaman itu sendiri. Oleh karena itu, gunakan bahan kimia ini dalam takaran/ jumlah yang tepat sesuai dengan saran/ anjuran seseorang yang ahli di bidang pertanian (sarjana pertanian).

Salah satu pupuk alami terbaik yang dihasilkan oleh bumi tempat kita berpijak adalah garam. Industri/ manufaktur lingkungan yang menghasilkannya adalah perairan-lautan. Untuk diketahui bahwa struktur laut yang anda lihat saat ini adalah sangat unik. Seolah-olah semua kehidupan tersusun oleh mineral yang terdapat di sana. Salah satu komponen terbanyak dalam tubuh makhluk hidup adalah NaCL. Senyawa ini terakumulasi sangat kental di dalam cairan elektrolit tubuh makhluk hidup.

Ternyata bukan hanya manusia yang memiliki sistem pencernaan makanan, melainkan, lingkungan juga mencerna berbagai-bagai senyawa kompleks, hanya saja sebagian dari kita tidak menyadarinya. Garam dikenal sebagai bioaktivator yang berperan penting dalam pencernaan lingkungan alamiah. Dalam konsentrasi yang rendah (di bawah 3,5%) NaCl menjadi energi yang merangsang/ mempercepat penguraian sampah organik dari senyawa kompleks.

Para Petani tidak perlu khawatir menggunakan sodium klorida secara berkepanjangan (dalam waktu yang lama) sebab bahan ini tidak dihasilkan oleh laboratorium kimia atau pabrik kimia melainkan dihasilkan oleh kecenderungan proses-proses alamiah dipermukaan bumi. Hanya saja, ada satu hal yang harus diingat, yaitu gunakanlah sewajarnya karena segala sesuatu yang berlebihan justru akan merugikan anda.

Cara efektif untuk membuat pupuk alami yang mudah di dapat dari lingkungan sekitar

Oleh karena itu, penggunaan bahan-bahan sisa makhluk hidup sebagai pupuk, mau tidak mau harus disertai dengan pemberian larutan garam sehingga bahan organik tersebut mengalami demineralisasi secara bertahap. Berikut ini daftar pupuk alami yang dapat anda hasilkan dengan mengumpulkan beberapa hal yang dianggap tidak penting disekitar lingkungan rumah anda.

  1. Sampah organik rumah tangga + garam.

    Di dalam keluarga ada banyak aktivitas yang melibatkan bahan organi. Misalnya saat anda memasak di dapur, makan di ruang keluarga, mengkonsumsi cemilan, berurusan dengan ATK dan lain sebagainya. Sadarilah bahwa ada banyak bahan sisa yang dihasilkan disana, seperti, air cucian sayur, air beras, air cucian ikan, sisa nasi, sisa lauk (ikan, tahu, tempe dan lain-lain), sisa/ potongan sayur dan masih banyak lagi makanan sisa lainnya. Daripada dibuang, anda dapat memanfaatkan bahan-bahan organik sisa makhluk hidup ini untuk dikumpulkan di sekitar batang tanaman anda. Sekali seminggu silahkan siram bahan sisa tersebut dengan larutan garam.

  2. Kayu bekas plus garam.

    Di rumah anda pasti terdapat banyak mebel yang telah usang/ sudah rusak. Daripada bahan-bahan organik ini anda buang ke tempat sampah lebih baik dialihfungsikan menjadi bahan pembuatan pupuk alami yang ramah lingkungan. Caranya dengan membelah/ memotongnya seadanya lalu jejerkan di atas permukaan tanah tempat tanaman kesayangan anda tumbuh.

  3. Serbuk gergaji & serbuk kayu kasar + garam.

    Ini adalah pilihan terbaik dan banyak digunakan oleh para petani diseluruh dunia. Alasannya simple, karena proses pembusukannya cepat dimana memiliki ukuran yang lebih kecil. Tidak lupa agar anda selalu menyiramkan garam ke sana untuk mengefektifkan proses penguraiannya.

  4. Kotoran hewan (urin dan feses) + garam.

    Merupakan pilihan terbaik kedua bagi para Petani. Menyentuh kotoran hewan sepertinya lebih layak daripada menyentuh kotoran sendiri 😀 Padahal keduanya sama saja. Beberapa petani menggunakannya dengan dua cara yaitu dimanfaatkan secara basah (langsung digunakan setelah dipungut) dan dimanfaatkan kering (dikeringkan terlebih dahulu baru siap digunakan). Bila anda hendak memanfaatkannya secara langsung maka yang harus diperhatikan adalah penambahan NaCL untuk menetralkan “panas” yang dihasilkannya. Biasanya kotoran hewan sifatnya alkali (basa) sehingga berpotensi melunakkan/ merusak akar tumbuhan. Oleh karena itu anda butuh senyawa ini untuk menetralkan sifat alkalinya agar tidak merusak atau membunuh tanaman kesayangan anda.

  5. Rumput-rumputan + garam.

    Jangan kesal saat rumput tumbuh disekeliling tanaman anda. Itu adalah hal biasa,yang harus dimaklumi. Sebaliknya andapun dapat kembali mendaur ulangnya untuk dijadikan pupuk alamiah. Cara penggunaannya yaitu, babat rumput disekitar tempat tinggal anda. Cincang/ potong kecil-kecil baru kemudian sebarkan di atas tanah tempat tanaman anda tumbuh. Lalu, tidak lupa juga untuk menyirampkan keatasnya larutan garam konsentrasi rendah sekali seminggu.

  6. Daun & ranting tumbuhan yang berguguran.

    Bagi anda yang memiliki tanaman besar tidak ada salahnya untuk membersihkan tiap pagi dedaunan dan ranting yang berguguran disana. Selain membuat lingkungan sekitar anda bersih, rapi dan nyaman, daun dan ranting yang telah anda kumpulkan juga dapat dijadikan sebagai pupuk alami dengan cara mencincangnya/ memotongnya kecil lalu sebarkan disekitar pokok tanaman anda. Kemudian dapat mempercepat penguraiannya dengan senantiasa menyiramkan larutan garam konsentrasi rendah sekali seminggu ke sana.

  7. Batu kapur, batu kerikil dan batu cadas (dari sungai) lainnya ditambah garam.

    Bebatuan menyimpan kandungan mineral yang tinggi hanya saja butuh mikroorganisme dan lumut untuk menghancurkan strukturnya yang kuat dan tangguh. Kedua jenis makhluk hidup ini dapat dirangsang pertumbuhannya pada permukaan batuan dengan cara menyiramkan larutan garam kesana setidaknya sekali seminggu. Mineral yang kompleks akan diuraikan hanya saja membutuhkan waktu yang tidak sedikit alias membutuhkan waktu lama.

  8. Kotoran manusia (kalau anda tidak jorok) + garam.

    Di daerah lain, kotoran manusia kering telah digunakan sebagai pupuk alami. Beberapa orang masih merasa jorok padahal memang begitulah kehidupan kita di dunia ini, berputar-putar dimana kita mengkonsumsi kotoran sendiri secara tidak langsung. Tumbuhan hijau adalah agen utama yang mengubah kotoran menjadi bahan pangan layak konsumsi. Oleh karena itu belajarlah menghargai kehidupan, bukan karena sendiri kita hebat melainkan karena bersama maka kehidupan bisa berjalan dalam perputaran yang sempurna. Penambahan larutan garam dapat membantu memineralisasi bahan-bahan organik kompleks yang masih utuh.

  9. Abu hasil pembakaran ditambah garam.

    Bahwa sesungguhnya membakar lahan/ sampah baik organik (sisa tumbuhan & hewan) maupun anorganik (misalnya plastik dan lain-lain) hanya membuang unsur hara ke udara saja (menyebabkan polusi udara) dan menumpahkannya secara melimpah di atas tanah. Ini mengakibatkan resiko erosi yang tinggi sehingga unsur hara tersebut hanyut sebelum semuanya diserap oleh tumbuhan. Bakarlah sesuatu untuk hal-hal yang penting saja, misalnya menanak nasi, memasak lauk dan memasak jenis makanan lainnya. Cara penggunaannya dengan mencampurkan hasil abu tersebut dengan garam sehingga “dingin” (sifat alkalinya di netralkan). Berikanlah pupuk semacam ini sekali sebulan atau sekali dua minggu saja.

  10. Debu vulkanik bersama garam.

    Indonesia kaya akan gunung berapi karena terletak di wilayah “ring of fire“. Aktivitas gunung berapi jelas membawa bencana bagi manusia dan seluruh rakyat yang tinggal di daerah tersebut. Tetapi selain mendatangkan kerugian debu vulkanik yang dihasilkan lewat aktivitas di bawah bumi itu sangat bagus untuk dijadikan pupuk. Akan tetapi diketahui bahwa tingkat asamnya tinggi. Oleh karena itu pemanfaatan debu vulkanik sebagai pupuk harus diiringi dengan penambahan garam. 

    Pelajari juga, Cara menggunakan pupuk dari garam

Demikian saja tips & trik dari kami agar pertanian yang anda tekuni semakin sukses dan memberikan hasil panen yang maksimal. Salam dahsyat!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s