9 Dampak Negatif & Penyimpangan Menikmati Hidup Secara Berlebihan

efek samping menikmati hidup dan penyimpangan kenikmatan hidup

Orang bijak berkata, “hidup ini adalah anugrah, jadi disyukuri saja“. Manusia patut bersyukur dalam segala sesuatu yang telah dicapainya. Sebaik atau seburuk apapun itu adalah murni terjadi karena ijin dari Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak perlu bersungut-sungut atas semua situasi yang kurang menguntungkan yang menimpa kehidupan ini.

Salah satu cara menjadi bahagia di dunia yang sementara ini adalah dengan menikmati semua yang telah dianugrahkan-Nya. Lewat hal tersebut setiap orang dapat memahami bahwa hidup ini indah.Sesederhana apapun keadaan anda sekarang, jangan biarkan hatimu dipenuhi oleh rasa kesal karena semuanya itu melainkan terima semua apa adanya dalam kesyukuran yang penuh.

Anggaplah segala sesuatu adalah yang terbaik. Semua yang terjadi adalah baik adanya. Entah itu menyenangkan ataupun menyedihkan, kiranya anda dapat melihatnya dari sudut pandang yang positif. Pandangan positif tidak sama dengan manipulatif. Melainkan pandangan positif adalah jalan pikiran yang melewati pemahaman spiritual-intelektual. Ini sama dengan memandang segala sesuatu dari sudut pandang Allah.

Intinya adalah menikmati hidup adalah masalah hati. Ingat dengan uraian kami sebelumnya bahwa pusat kendali kehidupan manusia adalah di dalam hatinya. Saat pikiran anda (1) sudah menerima semuanya apa adanya lalu (2) menganggap itu sebagai yang terbaik untuk diri sendiri niscaya rasa sensasi yang ditimbulkan adalah ketenangan dan ketentraman hati dalam setiap hembusan nafas ini.

Menikmati hidup yang sederhana

Banyak orang berkata bahwa menikmati hidup adalah menggunakan uang (sumber daya) yang dimiliki. Namun, jika anggapan andapun begini niscaya hari-hari yang dilalui rasanya kurang semangat sebab uang tidak selalu ada dan tidak selalu bisa digunakan untuk membeli yang kita inginkan. Ini sama saja dengan mempersulit diri sendiri. Sebab setiap detik yang dilalui tidak selalu beruntung (ada uang). Oleh karenanya, bisa-bisa semangat hidup anda menjadi pudar karena musimnya/ iklimnya sedang tidak bersahabat.

Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa syarat menikmati hidup yang sederhana adalah pikiran positif yang diberdayakan (a) menerima semua apa adanya – bersyukur dan (b) menganggap yang terjadi adalah yang terbaik untuk anda. Sederhana sekali toh…. Sayang, masalah yang sering dialami oleh banyak orang adalah “kurang sadar” dan “lupa” untuk melakukan hal tersebut dalam setiap moment kehidupannya. Oleh karena itu latih diri anda untuk melakukannya mulai dari sekarang sehingga menjadi terbiasa kelak.

Penyimpangan saat menikmati hidup

Ada banyak argumen yang salah saat seorang manusia menikmati hidup. Mereka berpikir bahwa itu hanya dilakukan sesekali saja saat uang ada ditangan. Padahal sesungguhnya segala sesuatu dalam hidup ini bisa dinikmati. Berikut beberapa penyimpangan yang kami maksudkan.

  1. Anggapan bahwa menikmati hidup harus berupa sesuatu yang besar. Inilah yang hendak kami tekankan kepada semua orang bahwa “Kalau yang sederhana bisa mengapa harus ribet?”. “Hidup ini tidak perlu dibuat susah teman, ntar yang pusing juga kita toh….”. Hal-hal kecil bahkan dalam susah dan senangpun dapat dinikmati apabila anda mensyukurinya dan menganggapnya sebagai yang terbaik.
  2. Berpikir bahwa kenikmatan hidup identik dengan kepemilikan uang (harta), jabatan, pujian dan penghormatan. Defenisi nikmat atau tidaknya hidup ini tidak bergantung pada hal-hal yang berada di luar dirimu. Melainkan itu sesuatu yang berada di dalam otakmu. Saat pikiranmu positif niscaya semua hal yang dimiliki sekecil apapun itu dapat dinikmati.
  3. Menganggap baik bila setiap hari uang dihamburkan untuk menikmati hidup. Hidup boros tidak akan pernah membawa anda dalam kenikmatan. Sebab dalam hidup ini, sesuatu jika terlalu sering dilakukan akan menimbulkan kejenuhan. Oleh karena itu lakukanlah segala sesuatu secara selang seling dan tidak terlalu sering.

Ada saatnya untuk berpuasa menikmati hidup (secara materi)

Saat anda memiliki sumber daya (uang) yang cukup besar untuk mewujudkan keinginan hati ini. Mungkin saja anda berpikir untuk terus menikmatinya, “toh hidup hanya sekali”. Lalu anda melakukannya terus menerus, tanpa henti, istilah kata “nonstop 24 jam”. Sadar atau tidak, kebiasaan ini akan merusak mental anda. Rutininas ini bukan hanya membuat anda menjadi rapuh melainkan juga lebih manja, cengeng, bosan dan rentan terhadap stres.

Selalu menikmati materi yang dimiliki adalah tidak baik bagi perkembangan kedewasaan anda. Lambat laun ini akan membuat anda menjadi anak kecil. Oleh karena itu, tetapkanlah dalam hidup anda untuk memberi waktu menikmati uang yang dimiliki dan juga menetapkan waktu untuk berpuasa dari segala jenis materi untuk berdiam diri sembari fokus kepada Tuhan. Antara puasa dan menikmati hidup lebih bagus selang seling agar mental anda tetap tangguh

Efek samping dari kebiasaan menikmati hidup secara berlebihan

Sadar atau tidak aktivitas ini bagaikan pedang bermata dua. Jika anda kurang cerdas maka akan melukai diri sendiri, namun jika anda bijak maka itu akan menjadi keuntungan yang membawa kebaikan bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Berikut beberapa dampak negatif dari aktivitas yang dinikmati lewat materi.

  1. Lupa akan Penciptanya.

    Seseorang yang memiliki sumber daya yang besar mampu melakukan apa saja untuk membuat dirinya terasa nyaman. Cepat atau lambat, hidup yang terlalu dinikmati pada hal-hal duniawi akan membuat anda lupa bahwa masih ada Tuhan. Anda lupa meminta daripada-Nya sebab semuanya sudah ada. Bisa jadi karena materi yang melimpah seseorang menjadi atheis.

  2. Menjadi sombong.

    Seseorang yang sudah memiliki segala yang ia butuhkan akan cenderung menganggap bahwa apa yang dilakukannya adalah tepat. Saat ia semakin tidak peduli dengan orang lain niscaya yang lain-lain itu akan dianggapnya lebih rendah. Membandingkan nikmat yang kita terima dengan yang diterima orang lain cenderung membuatmu merasa sombong.

    Selanjutnya, Cara mengatasi kesombongan dari dalam hati

  3. Sangat iri hati.

    Dalam hidup ini, jangan fokus pada nikmat/ berkat yang diterima melainkan tetap fokuskan pikiran anda kepada Yang Maha Kuasa. Sebab jika fokus kehidupan berada pada nikmat yang kita terima niscaya ada rasa membandingkannya dengan orang lain sehingga situasi seperti ini secara tidak langsung akan membuat anda menjadi sangat dengki melihat kemajuan sesamamu.

    Selengkapnya, Cara menghilangkan dengki dari dalam hati

  4. Membuat ketergantungan.

    Saat anda sudah mulai untuk melakukan ini dan itu secara rutin alhasil rutinitas ini akan menjadi suatu kebiasaan bahkan semakin dalam : menjadi budaya. Oleh karena itu, apapun kebiasaan menikmati hidup yang anda lakukan pastikan itu baik dan benar. Sebab jika sudah menjadi kebiasaan susah untuk ditinggalkan.

  5. Tidak bisa kurang justru mau tambah.

    siatas randang Berapa ukuran kenikmatan hidup berdasarkan materi yang anda miliki? Jika harganya adalah Rp. 5.000,- maka hatimu akan terus menginginkan jumlah yang sama. Demikian juga dengan anak-anak di rumah, jika biasanya dikasih jajan Rp. 1.000,- maka ia akan terus memintanya. Pastilah ia tidak terima/ tidak senang ketika orang tua memberikannya dalam jumlah yang lebih kecil. Oleh karena itu dalam hidup ini jangan dibiasakan sebab manusia yang sudah ketergantungan selalu menginginkan yang sama bahkan bila perlu lebih lagi.

  6. Berpotensi merusak mental anak.

    Ketika seorang anak terus diekspose dengan fasilitas yang mencirikan kenikmatan duniawi niscaya mereka akan berpikir bahwa hidup ini “enak terus”. Ayah & Bunda lupa untuk mempaparkan mereka dengan tekanan dan masalah. Sehingga bila suatu saat mereka menghadapinya di luar sana alhasil langsung stres saja bahkan depresi.

  7. Lupa melakukan kebaikan.

    Saat anda hanya fokus untuk menikmati hidup (uang) bagi diri sendiri niscaya kebiasaan ini akan mendorong anda pada sikap egois. Oleh karena itu alangkah lebih baik bila anda melakukannya bersama keluarga, saudara, sahabat, handaitolan dan teman-teman lainnya.

  8. Mengundanjg kejahatan.

    ” SaaSaat seseorang tidak bisa berpikir jernih, ditambah lagi tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya niscaya ia akan ikut saja dengan keinginan hatinya yang sesat. Ketika ia mengalami kegagalan berpikir dimana ia mulai mengalami kekurangan sumber daya (materi) untuk menikmati hidup. Alhasil ia kan menggali lebih dalam dan menghalalkan segala cara untuk melengkapi keterbatasan itu.

  9. Merusak lingkungan.

    Pengendalian manusia dalam menikmati hidup adalah harus diatur ulang. Sebab saat seorang manusia menggunakan uangnya maka semakin banyak yang dikorbankan termasuk untuk mewujukannya berlangsung ke ketuk lingunganmu – Lingkumnaeelingkungan hidup.

    Misalnya saja, saat manuaia menggunakan sebuah produk maka sebagai hasil sisa dari prodak tersebut adalah dibagi dengan beberapa angka saja. Semakin tinggi penjualan barang kebutuhan maka semakin banyak pula sisa hasil produk (sampah) yang dihasilkan.

Ada waktu untuk menggunakan uang, ada waktu untuk mencari uang, ada waktu untuk berdiam diri. Semua aktivitas ini harus dalam posisi yang sedemikian rupa agar tiap bagian-bagian yang dilalui dapat dinikmati secara penuh. Sebab hidup ini penuh makna jika anda mampu menikmatinya.

Salam nikmat sejati!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s