Anak · Gejolak Sosial · Kristen Sejati

+17 Cara Menegur & Memarahi Anak Yang Baik & Bijak

Cara menegur dan memarahi anak yang baik dan benar

Orang tua yang baik menegur pada waktunya. Sadar atau tidak teguran Ayah & Bunda kepada si buah hati harus dilakukan pada moment yang tepat. Bila pemilihan waktunya (mementumnya) salah maka akibatnya perilakunya tidak berkurang, melainkan justru semakin bringas dan menjadi-jadi atau malah terpuruk karena perbuatan orang tuanya sendiri. Oleh sebab itu, harus ada pertimbangan matang sebelum melakukannya.

Pada awalnya, kita tahu bersama bahwa setiap orang memiliki sifat kebinatangan di dalam dirinya. Bahwa itu telah melekat sempurna dengan daging, darah dan tulangnya. Bukanlah sebuah perkara mudah untuk mengubah sifat seseorang yang penuh perlawanan dan kekerasan menjadi lebih baik ke depannya. Seorang penegur yang baik butuh kesabaran untuk menegur & memarahi anak pada moment yang pas.

Satu lagi yang perlu kami koreksi untuk menegur & memarahi anak harus disesuaikan dengan kemampuannya. Sebab setiap anak memiliki tingkat emosional, pengertian dan intelektual yang berbeda-beda saat mendapat teguran berupa arahan dari orang lain. Oleh karena itu kenali sisi-sisi yang sensitif dalam kehidupannya agar anda dapat menyentuh bagian tersebut sehingga iapun lebih menurut saat ditegur & dimarahi.

Dalam beberapa kejadian yang kami saksikan sendiri, dapat dicermati bahwa terkadang ekspresi orang tua terlalu terburu-buru saat menegur & memarahi anak. Biar bagaimanapun orang tua yang bijak menunggu beberapa tahapan sebelum benar-benar memarahi anak. Beberapa diantaranya justru membiarkan mereka agar bisa mencicip pahitnya pilihan yang telah ditempuhnya.

Pengalaman sendiri tentang kebiasaan ngutil

Kami masih terngiang-ngiang dengan kebiasaan saat masih kanak-kanak dan remaja dahulu.Itu adalah kebiasaan buruk yang susah untuk ditinggalkan sebab saat remajapun keinginan untuk mengambil sesuatu yang bukan kepunyaan sendiri masih terjadi. Akan tetapi kami memang pencuri yang tidak profesional (namanya juga anak ingusan wkwkwkkkk) sehingga selalu saja ketahuan. Aktivitas yang salah ini berlangsung secara otomatis, seperti tanpa disadari terjadi begitu saja. Akan tetapi seiring dengan berkembangnya kesadaran dan pengetahuan akan kebenaran maka kebiasaan itu telah tenggelam lama sebagai sebuah kenangan untuk dijadikan pelajaran hidup.

Perbedaan amarah dan marah-marah

Amarah adalah keadaan normal yang ditunjukkan untuk mengekspresikan emosi terhadap sesuatu. Marah adalah baik selama itu terkendali akan tetapi  marah-marah yang tidak terkendali cenderung banyak pelanggaran disana. Bisa saja orang yang marahnya tidak terkendali (marah-marah) akan berujung pada kekerasan, bully (mengejek), hinaan dan kata-kata kotor lainnya. Oleh karena itu pastikan pikiran anda bersih saat melakukannya.

Kunci utama yang membuat kemarahan anda menjadi baik adalah saat hati tidak kesal melakukannya. Apabila anda merasa sudah mulai kesal dengan situasi dan orang-orang yang ada di dalamnya alangkah lebih baik jika anda (1) keluar dari sana lalu mulai mencari udara segar untuk menenangkan pikiran. Atau bisa juga dengan (2) hanya berdiam diri saja sambil merefresh otak sehingga rasa kesal itu pergi terlebih dahulu, setelah itu barulah anda kembali mengungkapkan isi hati yang sebenarnya.

Jadi intinya adalah saat anda memarahi anak sendiri maka lakukanlah itu tanpa ada rasa kesal (mo’otu ndro/ mo’otu dodo) di dslam pikiran Ayah & Bunda.

Saat Ayah & Bunda mulai merasa kesal maka lebih baik jangan memarahi anak dahulu melainkan bersihkanlah rasa kesal itu, baru setelahnya marahilah anak anda.

Tahap persiapan

Sebelum memberi peringatan lembut ataupun keras kepada anak alangkah lebih baik bila Ayah-Bunda mengoreksi diri terlebih dahulu. Sehingga bisa dipastikan bahwa badan dan sapu yang digunakan untuk bersih-bersih memanglah sudah baik adanya. Berikut sifat-sifat yang harus mereka miliki sebelum menegur dan memarahi anaknya sendiri.

  1. Doa.

    Doa adalah komponen utama untuk menegur anak anda. Sebab di dalam pikiran mereka ada semacam batu atau tembok yang berperan sebagai penghalang sehingga nasehat orang tuanya tidak masuk dipikirannya/ tidak masuk akal baginya. Dengan berdoa juga amarah orang tua dapat mereda sebab doa akan merefreshing pikiran anda yang mungkin sedang kacau/ ruwet.

    Awali teguran anda kepada anak dengan berdoa. Mohon kesabaran dan kekuatan dari Sang Pencipta agar proses tersebut berlangsung damai dan tujuan anda dapat terealisasi dengan baik.

  2. Gunakan prinsip kesetaraan dan jadilah sahabat bagi buah hati anda.

    Jangan pernah menganggap bahwa posisi anak dengan anda adalah berbeda jauh. Sebab sikap yang memandang anak lebih rendah cenderung kepada perilaku yang diktator. Jagalah kedekatan dengan anak dengan senantiasa melakukan komunikasi terbuka. Tidak lupa untuk menjadi pendengar yang baik lalu biarkan ia membentuk argumennya sendiri.

    Saat anda memarahi anak pastikan itu terjadi seolah-olah anda berkomunikasi dengannya. Seperti orang yang saling sharing untuk menemukan solusi terhadap masalah yang terjadi. Ketika anda menempatkan diri sebagai sahabat baginya niscaya merekapun lebih terbuka menerima nasehat dari orang tuanya.

  3. Sadari kesalahan anak anda.

    Beberapa orang tua memang kurang menyadari kesalahan anak-anaknya. Mungkin karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga kurang mengawasi mereka. Ingatlah bahwa kesalahan yang dibiarkan terus-menerus akan menjadi kebiasaan yang dibawa sampai mati.

  4. Orang tua harus sabar.

    Sadarilah bahwa kesabaran dibutuhkan dalam semua lini kehidupan. Anda tidak harus menjadi Polisi yang sangat ketat memberi peraturan, sekali melanggar lancarkan teguran. Melainkan alangkah lebih baik jika kesalahan kecil dibiarkan selama beberapa kali kemudian dimarahi setelah kesalahan tersebut sudah menumpuk/ terjadi beberapa kali.

  5. Perlu moment yang tepat.

    Sukses tidaknya sebuah teguran kepada anak tergantung dari waktu pelaksanaan teguran tersebut. Orang tua tidak bisa juga sembarang memberikan peringatan kepada anaknya melainkan mencoba melakukan semuanya itu secara empat mata. Jika usaha teguran secara empat mata gagal maka yang ayah-bunda lakukan selanjutnya adalah membicarakan hal tersebut didepan keluarga besar agar ada bobot rasa malu dibalik teguran tersebut.

  6. Tahu diri – Tidak menyuruh orang lain bersih tapi diri sendiri belum bersih.

    Menjadi seorang penegur yang baik adalah dengan terlebih dahulu mengoreksi diri sendiri apakah kehidupan anda sudah sesuai dengan apa yang hendak ditegur dari sibuah hati. Maksud kami adalah jangan sampai seorang Ayah menegur anaknya agar tidak kasar terhadap orang lain padahal sang Ayahpun sering berkata-kata kasar kepada istrinya di rumah.

  7. Lakukan perlahan-lahan.

    Buah hati anda yang masih kecil memiliki daya tangkap yang masih dalam tahap perkembangan. Menegur & memarahi dengan intonasi yang terlalu cepat tidak dapat ditangkap olehnya sehingga ada kecenderungan tidak mengerti dengan apa yang sedang anda bicarakan. Oleh karena itu, keluarkanlah kata-kata secara perlahan agar anakpun bisa menangkap maksud dan tujuan anda yang sebenarnya.

  8. Hindari mengeluarkan kata-kata negatif & prasangka buruk.

    Pastikan bahwa saat menegur buah hati, peda awalnya tidak perlu dilakukan dengan penuh emosional sambil mengeluarkan kata-kata atau sindiran bernada negatif seperti, bodoh, gila, makian dan lain-lain.

  9. Sampaikan segala sesuatu secara bertahap.

    Saat memarahi anak, tidak perlu terlalu nafsu melakukannya sampai keluar kata-kata kasar yang jorok dan memalukan padahal itu barulah kesalahan yang pertama kali. Mulailah memarahi anak dengan bahasa isyarat terlebih dahulu.

  10. Jangan memaksakan kehendak.

    Beberapa orang tua terlalu memaksakan kehendaknya atau lebih tepatnya keinginanannya. Sikap ditaktor seperti ini tidak akan membawa banyak kemajuan dalam kehidupan anak sebab mereka bukanlah komputer PC dengan akurasi dan presisi yang tinggi, saat di tekan A maka keluar A, saat ditekan GA maka keluar GA dan seterusnya. Sadarilah bahwa terkadang mereka salah mengertikan perintah karena indra yang masih belum bekerja maksmal, mungkin saja saat anda memerintahkan untuk mengambil ini justru yang diambil itu, saat menyuruh untuk mengubah itu justru yang diubah itu. Begitulah manusia teman, penuh dengan kesalahan akan tetapi jika terus dilatih niscaya dapat memberikan hasil yang lebih baik dan konsisten.

  11. Tiga hal yang harus diubah oleh orang tua saat menegur & memarahi anaknya, yaitu kesadaran, pengetahuan/ kecerdasan, akibat yang akan ditanggung baik sekarang maupun di masa depan.

  12. Jangan sepele dengan sanksi.

    Apalah artinya teguran tanpa diberikan sanksi. Kami mengharapkan setiap orang tua memiliki/ menyimpan sanksi sosial terhadap anak-anaknya misalnya dengan menyuci piring, menyapu lantai, mengambil air dari sumur, jajannya tidak diberikan dan lain sebagainya. Sanksi ini harus ditegakkan secara konsisten sehingga efek jeranya nyata.

  13. Berikan waktu untuk berubah.

    Perubahan jelas butuh proses yang tidak singkat. Terlebih saat itu berhubungan dengan kebiasaan. Lebih sulit mengubah kesalahan yang sudah terbiasa dibandingkan kekhilafan yang baru saja terjadi. Oleh karena itu alangkah lebih baik jika anda jeli mengetahui kesalahan si buah hati sehingga dapat langsung ditegur agar segera ditinggalkan.

    Bila perilaku yang harus ditinggalkan itu sering dilakukannya sebelum-sebelumnya maka perubahan semacam ini pasti butuh waktu yang tidak sedikit. Oleh karena itu, bersabarlah lalu berikan kesempatan kepada anak untuk melakukan perubahannya sendiri.

  14. Keinginan orang tua maunya yang instan-ekspres.

    Beberapa Ayah & Bunda sangat ingin anaknya patuh 100% layaknya robot hanya dengan suara saja. Orang tua tipe ini sangat malas melakukan sesuatu yang lebih, mereka hanya sukanya berbicara untuk menegur anaknya. Bahkan saat anaknya sudah tidak mau mendengarkan lagi, merekapun mulai bereriak dan mengucapkan kata-kata kotor kepada darah dagingnya sendiri. Teknik menegur yang seperti ini mustahil bisa berhasil.

  15. Beberapa orang tua menganggap sepele bahasa isyarat lalu mengumbarnya terlalu sering.

    Misalnya orang tua yang selalu memplototi anaknya maka itupun akan dianggap biasa oleh anak anda, terlalu sering mengatakan sstt… sehingga anaknya menjadi terbiasa dan gagal paham saat itu terjadi disaat yang penting, terlalu sering batuk sehingga anak menganggap hal itu sudah biasa sehingga tidak dipedulikan lagi. Oleh karena itu alangkah lebih baik jika setiap orang tua memberikan ekspresi yang selalu lemah lembut kepada anak-anaknya sehingga ekspresi kerasnya semakin jelas sebab itu terjadi sesekali saat suasana genting.

Teknik menegur dengan cara bertahap

Teguran secara bertahap. Lakukanlah teguran secara bertahap. Jangan melakukannya langsung saja pada posisi yang keras yaitu memukul. Melainkan lakukan step by step maka perhatikanlah reaksi anak anda.

  1. Tahap I: mata melotot, batuk, bahasa isyarat lainnya ; Lanjut ke tahap berikutnya jika masih tidak mendengar.
  2. Tahap II: mendekat sambil melakukan sentuhan dan tatapan yang tajam ; Silahkan lakukan langkah seterusnya jika masih keras kepala.
  3. Tahap III: Memegang tangan/ bahu dengan (agak) kuat lalu menggoyangkannya dengan tatapan mata yang tajam (agak kencang tapi tidak menyebabkan rasa sakit) ; Lanjutkan ke tahap seterusnya jika masih tidak bisa ditegur.
  4. Tahap IV: Berbicara menegur dengan pelan & tegas ; Arahkan ke langkah selanjutnya jika masih belum dipahami.
  5. Tahap V: Berbicara menegur dengan intonasi suara yang ditekan dan tegas sambil menunjukkan ekspresi wajah (air muka) yang sedang marah ; Berlanjut ke langkah berikutnya jika masih tidak patuh.
  6. Tahap VI: Menarik/ mengeluarkan anak dari aktivitasnya (teman-temannya) lalu menyidangkannya di kamar sambil membuat komitmen dan perjanjian; Tempuhlah tahap terakhir apabila masih melakukan kesalahannya yang sama.
  7. Tahap VII: Mengambil/ mengeluarkannya dari aktivitas dan teman-teman. Kemudian memukul perlahan bagian-bagian tubuhnya yang salah. Misalnya bila tangannya salah maka yang dipukul adalah tangannya, jika kakinya salah maka yang dipukul adalah kakinya.Sebelum melakukan ini kembali ingatkan dia mengapa Bunda sampai hati melakukan itu padanya. Misalnya, “karena kamu tidak mendengarkan kata-kata bunda makanya bunda tarik/ jewer telingamu”, suruh anak anda untuk mengulangi kata-kata tersebut dengan bertanya, “mengapa mama menjewer telingamu?”. Setelah ia menjawabnya maka silahkan jewer telinganya perlahan. Lakukan seperti tanpa emosi, biasa saja bahkan bila perlu sambil tersenyum.
  8. Bolehkan memukul anak?

    Mengapa kami menyarankan anak untuk dipukul dengan lembut? Sebab Tuhan Yesus telah berpesan dalam Markus 9:43-44 – “Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]”. Artinya memukul bagian tubuh yang sesat diperlukan pada saatnya.

    PERINGATAN : JANGAN TERLALU SERING MEMUKUL ANAK SEBAB DIA AKAN TERBIASA SEHINGGA TIDAK BEREFEK LAGI UNTUK MENGUBAHNYA.

Teknik menegur timbunan

Beberapa orang tua juga sering sekali memberikan teguran dengan cara yang langka. Artinya mereka tidak mau menegur yang kecil-kecil secara langsung akan tetapi menimbun rasa bersalah itu sehingga suatu saat nanti dampaknya besar bagi anak yang membuat rasa bersalahnyapun semakin jelas Cara melakukannya yaitu dengan membiarkan sikecil melakukan kesalahan kecil selama 2, 3 atau beberapa kali. Kemudian pada moment yang tepat memberikan teguran sekaligus.

Teguran yang diberikan bukanlah teguran yang biasa saja melainkan teguran yang disertai dengan komitmen, perjanjian dan sanksi yang tegas. Lewat ke tiga hal ini saja maka setiap arahan yang Ayah lakukan dapat menjadi berarti/ membekas dihati anak.

Cara menegur & memarahi setelah anak merasakan akibatnya.

Beberapa anak melakukan kesalahan yang tidak dapat didefenisikan apakah ini tergolong benar atau jahat (tidak tertulis langsung di Kita Suci dan Undang-undang). Sehingga untuk menimbulkan efek jera, Ayah-Bunda harus lebih bersabar sampai kesalahan yang dilakukan anak menuai akibat yang jelas/ kentara. Misalnya saja saat ia terjatuh, terkilir, sakit, ditipu, dikerjain dan lain sebagainya.

Menahan teguran sampai anak merasakan akibatnya juga sangat cocok dilakukan untuk anak yang keras kepala. Mereka yang biasanya tidak mau mendengarkan orang lain maka tunggulah sampai dia terjatuh dan hatinya hancur oleh masalah yang dibuatnya sendiri. Maka saat itulah anda masuk untuk menasehati, membantu dan menyemangatinya agar bangkit lagi dan tetap menjalani hidup seperti biasanya.

Teguran saat anak merasakan akibat dari perbuatannya adalah sebuah usaha yang memiliki dampak yang besar dan diharapkan sianak tersebut kapok sehingga kita harapkan tidak melakukan perbuatan/ kesalahan yang sama di masa mendatang. Ketika manusia diperhadapkan dengan betapa pahitnya jalan yang telah ia pilih niscaya ia akan berubah 1800.

Tips & Trik menegur anak dengan cara mempermalukannya

Teguran semacam ini hanya berlaku untuk anak yang berumur 10 tahun ke atas. Cara melakukannya yakni :

  1. Menegur anak secara pribadi. Misalnya Bunda membawanya ke kamar lalu berikan arahan untuk tidak melakukan ini-itu yang tidak benar.
  2. Melakukannya dengan diketahui oleh saudaranya. Misalnya Bunda membawanya bersama dengan saudara-saudarinya masuk kamar lalu menegur kesalahan ini dan itu agar tidak dilakukan lagi.
  3. Melakukannya di depan seluruh anggota keluarga. Misalnya saat sedang berkumpul bersama dimana Ayah dan anak-anak yang lainnya berkumpul di suatu tempat (misalnya di meja makan atau saat doa pagi, doa malam). Kemudia bunda menegur siadek yang telah berbuat salah sebelumnya di depan seluruh anggota keluarga.
  4. Melakukannya di depan saudara, sahabat dan handaitolan lainnya. Contohnya saat ada acara kumpul bersama saudara, sahabat dan handaitolan maka ungkapkan kesalahan sibuah hati di depan mereka lalu mulailah menegur. Berikan juga kesempatan buat saudara, sahabat dan handaitolan untuk membantu menjelaskan betapa salahnya perbuatan yang dilakukannya selama ini.
  5. Melakukannya di depan umum. Ini adalah teguran yang keras dan rasa malunya juga besar. Keadaan ini hanya dilakukan untuk anak remaja/ dewasa muda yang terus-menerus mengulang kesalahan yang sama. Bunda dapat menegurnya dengan keras dan tegas agar ia tidak melakukan perbuatan itu lagi kelak di masa yang akan datang.

Ingat ini sebelum memarahi anak

Sebelum memarahi anak alangkah lebih baik bagi Ayah-Bunda untuk mengingat hal-hal di bawah ini agar jangan sampai amarahnya meledak-ledak terhadap buah hatinya sendiri. Berikut selengkapnya.

  1. Selalu fokus kepada Tuhan. Jangan biarkan hati anda dipenuhi oleh keinginan yang jahat melainkan senantiasa tujukan hatimu untuk Firman-Nya dan memuji-memuliakan nama-Nya.
  2. Hilangkan rasa kesal dengan menerima apa adanya. Jika anda merasakan hati ini mulai kesal maka silahkan katakan dalam hati anda “Saya pantas menerima/ menanggung semuanya ini, kuatkan dan tabahkan aku menanggung semuanya ini ya Tuhan….”.
  3. Sadarilah bahwa yang ada didepanmu adalah darah dagingmu sendiri, anakmu sendiri yang kemungkinan begitulah kelakuan anda saat masih kecil dulu.
  4. Pahamilah bahwa anak adalah tempatnya kesalahan oleh karena itu harus selalu diarahkan pada waktunya akan tetapi jangan terlalu sering di straf lalu disidang sebab ia akan terbiasa dengan perlakuan itu sehingga menganggapnya sepele.
  5. Ingatlah bahwa buah hati anda memiliki pikiran/ otak yang belum bekerja secara efektif dan efisien. Oleh karena itu teguran yang anda lakukan adalah semata-mata untuk meningkatkan kesadaran, menambah pengetahuan/ pengertian dan memberitahu akibat dari kesalahan yang telah dilakukannya.

Jangan menganggap diri lebih tinggi dari anak. Melainkan jadilah seorang sahabat yang tegas dan kuat (tabah).

Demikian saja teman dan salam keluarga hebat!

Iklan

Satu tanggapan untuk “+17 Cara Menegur & Memarahi Anak Yang Baik & Bijak

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s