Keseimbangan Energi Mencegah Pemanasan Global & Kiamat – Antara yang diserap dan dilepaskan

keseimbangan energi & panas bumi mengatasi global warming dan kiamat

Bumi butuh keseimbangan energi sehingga ia berumur panjang, ratusan tahun, jutaan tahun, hingga miliaran tahun kedepan. Ini sebuah titik yang mendorong dunia ke arah stabilitas sempurna dimana seluruh makhluk yang berkeriapan di darat (manusia maupun binatang) bersahabat dengan alam sekitar. Tanpanya akan terjadi berbagai bencana yang memakan banyak korban jiwa dan menelan kerugian materil yang besar.

Sejak dari zaman purba kala, matahari telah menyinari bumi. Asupan energi yang didapatkan dunia kita adalah konstan dari tahun ke tahun. Di awal-awal saat pembentukan alam semesta, bumi masih panas (lebih panas daripada panasnya gurun zaman sekarang) dan masih belum dapat ditempati oleh siapapun. Seiring dengan hadirnya klorofil, perlahan-lahan energi tersebut diubah kedalam bentuk-bentuk lain. Kemampun klorofil disini adalah mengubah panas matahari tersebut kedalam bentuk lain misalnya karbohidrat, protein, lemak dan senyawa kompleks lainnya.

Pekerjaan klorofil selama beberapa masa telah mengubah energi matahari dalam intensitas tinggi tersebut ke dalam bentuk lain untuk membangun ekosistem hayati. Semakin banyak energi yang diubah klorofil maka semakin turun intensitas sinar matahari yang berputar-putar mengelilingi bumi. Jumlah tumbuhan yang berlipat ganda semakin mendinginkan permukaan dunia. Ikatan klorofil terhadap sinar matahari yang terus meningkat membuat temperatur dunia ini semakin dingin dan layak ditempati oleh makhluk hidup lainnya termasuk manusia

Siapakah yang melepaskan dan menyerap energi matahari?

Dunia yang kita tempati mendapatkan energi matahari dalam jumlah yang konstan. Takarannya sudah dikurangi oleh aktivitas klorofil namun dalam beberapa dekade terakhir (1) jumlah tanaman hijau semakin menurun yang diperparah dengan (2) tingginya aktivitas pembakaran energi oleh organisme dan mesin. Pelepasan energi ke lingkungan tidak boleh terjadi sekaligus. Jika energi yang terlepas terlalu besar niscaya akan terjadi peningkatan suhu lingkungan (semakin panas). Kalor dilepaskan oleh makhluk hidup dan juga mesin yang membantu kehidupan manusia. Antara lain.

  • Manusia & hewan mengkonsumsi makanan.
  • Panas tubuh (kalor) akibat pergerakan dan metabolisme tubuh lainnya.
  • Radio/ televisi/ komputer-pc/ smartphone/ handphone/ rice coocker/ dan mesin yang menggunakan energi listrik lainnya.
  • Lampu meja, lampu kamar, lampu jalan, kelap-kelip dan benda-benda yang mengeluarkan cahaya lainnya.
  • Kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat termasuk perahu motor (kapal) dan pesawat.
  • Mesin pabrik/ manufaktur/ industri.

Adapula organisme dan benda-benda yang menyerap panas matahari dari yang paling besar sampai yang terkecil, yakni sebagai berikut.

Penyerap yang permanen

  • Pohon, tanaman yang memiliki ukuran yang tinggi.
  • Tumbuhan yang memiliki klorofil lainnya.
  • Mikroorganisme yang memiliki klorofil.

Penyerap semi permanen – menyerap lalu melepaskannya kembali

  • Atmosfir, udara yang melapisi bumi. Intensitasnya semakin menipis seiring dengan polusi udara.
  • Awan, butiran air hasil penguapan yang bertebaran di atas langit.
  • Lautan luas, dimana luar lautan hampir mencapai 2/3 dari luas bumi.
  • Sungai yang mengalir dari gunung kelembah atau ke lautan.
  • Danau, merupakan perairan yang terkumpul dalam jumlah besar di suatu lembah.
  • Tanah, permukaan terluar dari bumi yang membentuk kontur dunia yang berlekak-lekuk.
  • Kayu, merupakan pohon yang telah dijadikan furniture/ properti bahan bangunan.
  • Jalan raya & beton (di rumah maupun gedung) menyerap panas bumi lebih sedikit.
  • Benda-benda yang memanturlakan cahaya kembali & sangat sedikit menyerap cahaya itu sendiri, yakni kaca, atap dari seng dan benda-benda pantul lainnya.
  • Makhluk hidup lainnya (binatang dan manusia).

Aktivitas yang lebay mempercepat pemanasan global

Tanpa keseimbangan bumi mengalami kelebihan panas yang mendorong terjadinya pemanasan global. Jika ini terus menerus berlangsung niscaya bumi tercinta akan meledak. Seperti alat elektronik yang kelebihan tegangan listrik yang dapat menimbulkan ledakan, asap mengepul hingga kebakaran. Oleh karena itu, sikap kita yang makan/ minum & menggunakan mesin secara berlebihan niscaya akan mendorong timbulnya gelombang panas yang memakan korban (makhluk hidup utamanya).

Bila manusia terus membakar sampah, membakar hutan, membakar BBM dengan mesin, membeli kendaraan sebanyak-banyaknya, membangun fasilitas pribadi yang megah (mewah) dan aktivitas lainnya yang melepas kalor/ panas terus menerus niscaya bumi ini akan terus memanas. Ditambah lagi dengan kenaikan jumlah penduduk yang berlipat ganda. Semua panas yang dikeluarkan semakin melimpah terakumulasi di udara, seolah-olah dunia ini “seperti panci/ kukusan di atas tungku api yang suatu saat akan menjadi panas” sama dengan yang terjadi sekarang, global warming.

Pendekatan teori keseimbangan energi

Tanpa keseimbangan maka umur tanah tempat kita berpijak akan diperpedek dimana semua makhluk di dalamnya akan terbakar oleh panasnya energi matahari bebas. Bentuk keseimbangan dunia dapat digambarkan seperti berikut ini.

  1. Kekuatan menyerap energi dan kekuatan melepaskan. Energi diserap oleh pohon-pohon dan tanaman hijau lainnya sedangkan yang melepaskannya adalah organisme hidup yang bergerak dan mesin.
  2. Kekuatan membentuk, menumbuhkan & memelihara dengan kekuatan menghancurkan. Yang memelihara hidup manusia di dunia ini adalah hutan dimana tanaman hijau banyak disana sedangkan yang menghancurkan bentuk-bentuk alamiah adalah manusia dan hewan lewat kebutuhan pangan dan keperluan perlengkapan hidup lainnya.
  3. Antara produsen dan konsumen. Sang produsen sejati adalah tanam berklorofil sedangkan konsumen sejati adalah manusia dan hewan.
  4. Keseimbangan antara oksigen dan karbondioksida. Penghasil oksigen adalah tanaman yang berklorofil di padang sedangkan yang menghasilkan karbon dioksida adalah manusia, hewan dan mesin tenaga minyak bumi.

Jumlah penduduk yang terus meningkan beresiko mengancam kelestarian alam

Manusia & hewan sebagai bagian dari kehidupan dunia merupakan organisme yang bertindak sebagai penghancur. Mengkonsumsi, memanfaatkan & menggunakan banyak hal yang diproduksi oleh sang guardian dunia : tanaman hijau (termasuk pohon). Artinya, semakin banyak jumlah penduduk maka semakin banyak pula bahan pangan (juga barang kebutuhan lainnya) yang dibutuhkan. Keadaan ini akan berimbas pada semakin meningkatnya kemampuan bumi untuk menhancurkan (mengkonsumsi) segala sesuatu yang telah dihasilkannya sendiri.

Meningkatnya angka kelahiran berimbas pada pertambahan jumlah penduduk. Saat jumlah mulut yang harus diberi makan semakin membluduk niscaya banyak pula tanaman yang harus dikorbankan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Oleh karena itu alangkah lebih baik jika program Keluarga Berencana digalangkan lagi sebab kepadatan penduduk dapat berkontribusi bagi pemakaian oksigen dan menambah jumlah karbondioksida di lingkungan. Apabila tidak ada keseimbangan antara kedua komponen ini berarti lingkungan tempat anda berada sudah tercemar oleh polutan/ polusi udara yang tinggi.

Suhu bumi ditentukan oleh persamaan

Sadarilah bahwa jumlah energi matahari yang sampai ke bumi adalah selalu sama tahun demi tahun. Perbedaannya hanya pada jumlah yang diserap, semakin tinggi jumlah yang di serap maka semakin dingin bumi ini. Akan tetapi semakin rendah jumlah panas yang mampu diserap maka semakin panas dunia kita. Demikian pula pengaruh suhu bumi terhadap jumlah energi yang dilepaskan lewat aktivitas manusia dan hewan di berbagai belahan dunia. Semakin rendah jumlah panas yang dilepaskan ke udara maka semakin dingin suhu udara di sekitar anda, tetapi apabila semakin tinggi panas yaang dibuang ke udara maka semakin panas lingkungan kita. Bahkan keadaan ini semakin di perparah oleh peningkatan jumlah penduduk yang melipat ganda diperparah dengan sifat yang serakah (membabat habis hutan demi kemewahan) niscaya dunia ini pasti terbakar oleh gelombang panas matahari dimana-mana.

Panas permukaan bumi = Energi matahari total di bumi + Panas yang dilepaskan oleh aktivitas manusia, hewan & mesin – Jumlah panas yang diserap secara alami

Menggunakan energi terbarukan secara hemat meminimalisir global warming

Sebelum hal-hal buruk lainnya terjadi di dunia tempat rumah kita berada, alangkah lebih baik jikalau mulai dari sekarang setiap orang yang mengertikannya tidak berfoya-foya dengan energi melainkan melakukan tindakan penghematan (misalnya dengan mengurangi transportasi dengan mesin melainkan dengan tenaga sendiri, jalan kaki atau setidaknya menggunakan transportasi masal), menggunakan energi yang terbarukan selain BBM. Seperti solar, gas metana, listrik, angin, panas bumi dan lain sebagainya.

Apabila kita tidak peduli dengan keseimbangan penggunaan energi matahari maka lama kelamaan bencana akan mengancam. Mungkin sekarang tidak begitu terasa beban pemanasan global itu. Akan tetapi anak cucu kita kelak akan merasakan gelombang panas yang merajalela akibat global warming. Aktivitas manusia yang boros energi sama saja dengan mengundang bencana yang bersifat laten & masif dimana suatu saat kelak bencana ini akan berujung pada akhir dunia/ akhir zaman alias kiamat.

Salam hemat energi selamatkan bumi!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s