11 Ciri-Ciri Kebinatangan – Mengapa Hewan Menjadi Buas? Belajar dari alam

Ciri khas sifat kebinatangan - alasan mengapa hewan menjadi buas

Kebinatangan adalah sikap yang menunjukkan kemunduran mental, moral dan sosial ke arah yang menyerupai kehidupan hewan buas di hutan belantara. Di dalam darah dan di dalam daging setiap makhluk hidup (termasuk manusia) di dunia ini telah tertanam sifat kebinatangan. Sikap ini adalah perilaku default yang dianugrahkan Sang Pencipta agar dunia ini terus berputar untuk mencapai keseimbangannya. Menaklukan sifat ini adalah tantangan seumur hidup yang harus kita tempuh dengan penuh perjuangan agar lebih manusiawi.

Seandainya setiap manusia dikaruniai sifat manusiawi dalam dagingnya niscaya tidak ada lagi guna agama dan berbagai jenis aliran kepercayaan yang ada di dalamnya. Sifat inilah yang menyeleksi manusia, dimana yang baik dan dimana yang jahat. Setiap orang yang berhasil meredam kebinatangan di dalam dirinya niscaya akan menjadi manusia seutuhnya yang bermanfaat bagi Penciptanya dan bermanfaat pula bagi sesama.

Ada banyak makhluk hidup yang diam di bumi ini. Semuanya berbeda dimana tidak ada yang sama. Bahkan dalam satu spesiespun pasti ada yang namanya perbedaan apalagi terhadap spesies lain, sudah pasti perbedaannya semakin kentara/ jelas. Keanekaragaman bentuk maupun sifat adalah ciri khas dari bumi ini terlebih lagi terhadap wilayah yang terletak di zamrud khatulistiwa yang keanekaragamannya sangat indah, unik, eksotik dan menawan hati setiap orang yang baru melihatnya (salah satunya turis asing).

Salah satu keunikan dari dunia ini adalah sistem rantai makanan. Sadar atau tidak sistem rantai makananlah yang membuat dunia ini tetap bertahan. Bila tidak ada rantai makanan niscaya jumlah organisme tertentu akan membludak lalu menjadi hama hingga merusak ekosistem yang alami bahkan dapat berakibat fatal sampai menyebabkan kiamat/ akhir zaman. Ternyata aktivitas memakan dan dimakan secara tidak langsung telah membuat dunia ini tetap hijau & lestari untuk terus ditempati oleh semua makhluk ciptaan. Oleh karena itu alangkah lebih baik bagik kita untuk tidak mengkotori tangan memusnahkan (memunahkan) binatang tertentu sehingga tidak mengganggu keseimbangan alam pada umumnya.

Salah satu hal yang terunik di dunia ini adalah keberadaan hewan buas yang tersebar merata di segala ekosistem. Mereka tidak kebetulan menjadi buas. Melainkan kehadirannya memang sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta semenjak dari awal. Oleh karena itu alangkah lebih baik bagi kita untuk kembali mempelajari alam sekitar untuk menilai kebiasaan hewan buas itu sendiri. Sehingga manusia dapat belajar untuk mengantisipasi sifat-sifat kebinatangan itu jangan sampai merasukinya.

Ciri ciri kebinatangan yang membuat hewan menjadi buas

Pada dasarnya kebuasan itu sudah default bagi hewan tertentu. Inilah yang akan kita gali, bagaimana ciri khas dari sifat kebinatangan itu sendiri. Baik mari kita telaah satu persatu apa-apa saja faktor yang membuat hewan menjadi buas.

  1. Tidak mampu/ enggan berkomunikasi.

    Merupakan alasan paling kuat mengapa hewan menjadi sangat buas sehingga memakan hewan lain bahkan spesiesnya sendiri (kanibal). Seandainya mereka bisa bicara dari hati ke hati sudah pasti niatan untuk saling mencakar dan memakan dapat ditekan/ ditepis.

  2. Kebanyakan lebih suka menyendiri.

    Banyak binatang yang sifatnya buas tidak hidup dalam kelompok melainkan lebih suka mempertahankan hidup dan mencari makan sendiri-sendiri. Mereka berjalan, berburu, beristirahan secara soliter dan tidak menginginkan yang lain berada disekitarnya (bahkan sesama spesies) terlebih jika mereka berbeda jenis (pasti sikawan akan dilahap).

    Kami akui bahwa tidak semua hewan buas hidup sendiri-sendiri seperti harimau, ular, macan, . Beberapa juga dari mereka terdapat yang hidup berkelompok. Salah satu hewan buas yang berkelompok adalah serigala dan singa.

  3. Hampir tidak ada interaksi secara sosial.

    Tidak ada saling mengasihi yang mengikatnya dengan orang lain. Paling-paling ia berinteraksi dengan pasangan hidupnya yang berbeda jenis kelamin. Tragisnya lagi, beberapa hewan yang sifatnya ganas membunuh pasangannya sendiri (memangsanya) ketika mereka selesai kawin.

  4. Rata-rata egois – mau menang sendiri.

    Apa-apa maunya sendiri, menang juga inginnya sendiri saja. Keegoisan binatang buas memang sudah terbukti sebab mereka selalu membawa buruaanya untuk dihabiskan sendiri. Apabila datang hewan lain untuk membantunya menghabiskan itu niscaya ia akan mengaum, menerkam dan mencakar untuk menjauhkan mereka.

  5. Tidak suka senyum apalagi ramah tamah.

    Seandainya hewan dapat ramah kepada sesamanya pastilah mereka tidak saling serang dan dijauhkan dari sikap kanibal. Bagaimana mungkin mereka bisa ramah tamah toh kebiasaannyakan lebih suka diam & menyendiri.

  6. Tidak pernah berbuat baik kepada sesama bahkan spesies sendiri sekalipun.

    Sang penyendiri yang egois ini tidak pernah memikirkan orang lain sebab kehidupannya untuk diri sendiri saja. Seandainya, dia memiliki hakekat kehidupan untuk memuliakan Penciptanya dan bermanfaat bagi sesamanya. Sayang ia hanya dikuasai oleh hawa nafsu untuk memuaskan diri sendiri.

    Beberapa hewan yang merasa memiliki keluarga (biasanya anak) hanya akan berbagi kepada kaum keluarganya saja sedangkan makhluk lainnya (asing) tidak dipedulikan/ dicuakin bahkan diterkam bila perlu. 😀 Jika mendekat, siap-siap saja disambut/ diperingatkan dengan auman atau gigi & cakar yang tajam.

  7. Tidak suka diganggu – tidak senang diuji – terlalu sombong.

    Sadarilah bahwa ini adalah ciri khas hewan yang tabiatnya ganas. Alasan mengapa tidak suka  diganggu mungkin disebabkan karena ia menganggap dirinya sudah hebat. Istilahnya colek dikit ganas lalu menyerang tanpa belas kasihan. Akan tetapi pas rasa takutnya datang pasti larinyapun terbirit-birit.

    Karena sifatnya yang tidak senang diganggu inilah yang membuat hatinya semakin jahat dan jauh dari kebaikan. Saat hati tidak teruji niscaya hawa nafsu, kebencian, dendam dan amarah akan menguasai hidup siapa saja termasuk hewan di padang.

  8. Syarat dengan kekerasan : senjata andalan auman, gigi dan cakar.

    Hidup mereka penuh dengan kekerasan. Setiap dirinya tidak senang dengan sesuatu niscaya aumannya yang unik, gigi & cakarnya yang tajam adalah sebuah peralatan komunikasi tercepat untuk memberitahu kepada lawannya bahwa ia sedang lapar atau sedang tidak senang dengan sesuatu.

    Simak juga, Cara menyembuhkan gigitan bisa hewan buas

  9. Tidak pikir panjang – hidup berdasarkan insting.

    Apakah hewan pernah menggunakan otaknya? Tentu saja mereka menggunakannya akan tetapi semuanya terbatas pada (a) urusan perut, (b) wilayah kekuasaan & (c) lawan jenis. Selain daripada ketiga hawa nafsu itu tidak ada lagi keinginan yang lain. Mereka tidak pernah berpikir tentanag bagaimana membuat masa depan menjadi lebih baik.

    Satu-satunya pikiran yang mereka miliki adalah insting untuk bertahan hidup. Mereka tidak butuh alasan untuk melakukan sesuatu melainkan kesemua hal yang diekspresikan terjadi begitu saja secara otomatis berdasarkan insting dan pengalaman yang dimilikinya..

    Apakah binatang berimajinasi? Jawabannya adalah tidak. Bila mereka mampu berpikir lebih (termasuk berimajinasi) niscaya mereka sudah barang tentu menghasilkan karya seni yang dapat diamati dengan mata kepala sendiri.

  10. Lebih suka bermalas-malasan.

    Kebanyakan hewan buas memiliki kebiasaan makan yang jarang. Dari informasi yang kami ketahui, mereka hanya berburu seminggu sampai dua minggu sekali. Bahkan beberapa diantaranya dapat bertahan selama dua bulan tidak mengkonsumsi makanan. Artinya, selama waktu jeda/ waktu tunggu itu mereka hanya bekerja bermalas-malasan, tidur-tiduran dan jalan-jalan kecil saja.

  11. Tidak pernah patuh & taat kepada siapapun.

    Apakah hewan buas mengetahui bahwa Sang Pencipta itu ada? Pasti mereka mengetahuinya sebab kekuatan alam semesta yang mereka saksikan lewat deru guntur dan petir juga matahari dan kekuatan lainnya yang lebih besar dari kekuatan mereka sendiri (termasuk manusia).

    Ketahuilah bahwa binatang buas bisa takut. Akan tetapi mereka tidak pernah patuh dan taat untuk tidak melakukan ini dan itu. Mereka akan berusaha/ berjuang sebaik-baiknya untuk tiga hawa nafsu yang dimiliki yaitu kebutuhan perut, wilayah kekuasaan dan lawan jenis. Untung saja mereka tidak memiliki ide-ide cemerlang (cerdik) saat melakukannya. Apabila ini terjadi mungkin mereka akan mengenal sistem “menghalalkan segala cara” untuk menggapai sesuatu.

Sadar ataupun tidak sebagian besar sifat ini telah kita ekspresikan saat masih balita dan anak-anak. Seiring dengan berjalannya waktu, kita dituntun oleh orang tua, FIrman-Nya, sesama manusia dan lembaga pendidikan (sekolah) untuk menjadi lebih manusiawi. Jika mampu patuh dan taat mengikuti proses pembelajaran hidup yang berlangsung hari lepas hari niscaya anda akan dituntun untuk menemukan kedamaian hati dalam hakekat kemanusiaan itu sendiri.

Sifat di atas merupakan aspek kebinatangan yang sudah seharusnya kita jauhi. Bila anda merasa masih memiliki hal-hal tersebut maka cobalah untuk mulai mengurangi hal-hal tersebut dengan cara (1) mendekatkan diri dengan Tuhan & Firman-Nya, (2) tetap menjalin komunikasi interaksi yang baik dengan orang lain dan (3) setia menekuni ujian sosial yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Hanya lewat ujian kehidupanlah manusia dimunikan dari tabiatnya yang jahat/ lalim.

Salam perjuangan!

Iklan

One comment

  1. […] Jaman dahulu, manusia masih sedikit sehingga ada kecenderungan menjadi egois. Tidak ada agama dan pengenalan akan Allah. Manusia memiliki kecenderungan untuk meniru lingkungannya. Belajar dari kehidupan binatang hutan dimana yang kuat-tajam gigi dan cakarnya adalah penguasa tertinggi. Inilah yang dicari-cari oleh banyak kalangan terutama kalangan atas dimasa itu. Kekuatan otot, pedang dan senjata di asah dan diadu untuk menentukan siapa yang berhak menduduki posisi puncak (raja). Simak, Tanda khas sifat-sifat binatang […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s