+17 Bentuk, Tujuan & Manfaat Ujian Kehidupan – Manusia Dimurnikan oleh Cobaan Hidup Mengubah Sifat Hati yang Sesat & Jahat

Bentuk, Tujuan & Manfaat Ujian Kehidupan - Manusia Dimurnikan oleh Cobaan Hidup Mengubah Sifat Hati yang Sesat

Penyucian kehidupan manusia terus terjadi hari lepas hari lewat ujian yang dirasakan dan dialami sendiri. Ini terjadi secara otomatis bahkan kadang tidak disadari. Cobaan hidup menekanmu untuk mengeruhkan suasana hati sehingga merangsang otakmu agar mampu memisahkan kekeruhan itu dari sari-sarinya sehingga kebaikan hatimu keluar untuk dinyatakan kepada semua orang. Ujian kehidupan datang dan pergi menggilas hidupmu sehingga yang jahat itu keluar sedang yang tersisa hanyalah yang baik.

Tidak perlu ilfil jika setiap hari anda mengalami masalah di sekolah (bagi remaja) atau di kampus (bagi anak muda) dan di dalam pekerjaan (bagi yang sudah dewasa dan berkeluarga). Dimanapun dalam hidup ini anda beresiko terciprat yang namanya problematika kehidupan. Terimalah itu apa adanya teman sebab saat hati ini telah menyetujui semua yang terjadi niscaya semua dapat dihadapi dengan tenang tanpa amarah di dalam hati.

Setiap hari kita dibentuk oleh cobaan hidup. Proses ini tidak disadari (terjadi diluar kesadaran) seolah datang begitu saja. Sampai-sampai membuat beberapa orang terkejut. Jika anda menanggapinya secara berlebihan maka muncullah yang namanya amarah yang berkobar-kobar atau rasa malu yang tidak tertahankan (seolah mau mengakhiri hidup). Akan tetapi mereka yang berusaha meng-acc ujian yang datang lalu menerima segala sesuatu apa adanya akan menemukan kedamaian dalam hati di tengah kekacauan situasi.

Bentuk ujian kehidupan

Penyucian hidup sifatnya keras, hanya mereka yang bermental tangguh yang dapat melalui semuanya itu. Pada dasarnya saat manusia baru lahir di dunia memiliki mental yang lemah yang ditandai dengan tangisan sesaat setelah kita keluar dari rahim Ibunda. Ujian kehidupan yang keras bila ditanggapi positif akan membentuk mental menjadi lebih tangguh. Kekerasan itu bisa bersifat langsung maupun tidak langsung.

Pemurnian manusia memiliki bentuk-bentuk tersendiri. Semua yang menghampiri tergantung dari kehendak Tuhan dan bagaimana diri ini menanggapi semuanya itu. Kita tidak bisa mengendalikan kehendak Yang Maha Mulia. Tetapi satu-satunya yang dapat kita kendalikan adalah sikap sendiri dalam menjawab berbagai rintangan yang ada.

Setiap kelas pemurnian terjadi dari tahap yang paling sederhana sampai kepada tahap yang lebih rumit. Pada intinya Tuhan ingin membuat hati ini benar-benar tulus dan bersih di hadapannya. Tetapi mereka yang masih berada dalam sikap yang tegar tengkuk (keras kepala) akan terus ditekan oleh masalah-masalah yang lebih besar hingga mereka benar-benar bertobat. Berikut beberapa jenis tantangan kehidupan yang mungkin menghampiri anda.

1. Pemurnian tipe keras (kekerasan yang sifatnya langsung)

Menyebabkan rasa sakit yang nyata karena tekanan, goresan, luka, memar, bahkan kematian. Pemurnian jenis ini terjadi saat manusia sudah menjadi sangat sombong, jahat dan sama sekali tidak menghargai keberadaan Tuhan. Orang yang melawatinya dapat mengalami rasa sakit yang sangat pada kulit, daging dan tulang sendiri yang bisa berujung pada kematian. Jenis cobaan hidup yang sifatnya keras.

  1. Berasal dari luar angkasa : hujan batu, hujan meteor
  2. Bencana alam : Gempa bumi, tanah longsor, banjir, topan, puting beliung dan lain sebagainya.
  3. Kecalakaan : Kecelakaan kerja & kecelakaan transportasi.
  4. Kebakaran rumah ataupun kebakaran hutan.
  5. Perkelahian yang berujung pada kematian.
  6. Kemarau berkepanjangan.
  7. Bencana kelaparan.
  8. Wabah dari virus atau bakteri tertentu.
  9. Penyakit kronis : penyakit gula, jantung koroner, EGC (penyakit ginjal), kanker/ tumor, radang paru-paru dan lain sebagainya.
  10. Keracunan bahan kimia berbahaya.
  11. Terorisme – Muslim garis keras. Masalah terorisme adalah persoalan yang lagi santer dibicarakan di nusantara.
  12. Pencurian – perampokan – maling.
  13. Pemerkosaan – percabulan – pelecehan seksual – selingkuh.
  14. Disabilitas.
  15. dan lain-lain.

2. Cobaan bersifat lembut (kekerasan yang sifatnya tidak langsung)

Menyebabkan rasa sakit yang tidak terlihat (sakit hati) yang mendatangkan stres, kesedihan, duka, tangisan. Cobaan seperti ini tidak diketahui oleh orang lain melainkan hanya dirasakan oleh diri sendiri. Dampaknyapun biasanya lebih ringan terkecuali bila mental anda lemah saat menghadapinya. Biasanya akan diawali dengan rasa kesal yang jika tidak diredam dengan cepat dapat berujung pada amarah dan kekerasan. Atau bisa juga sebaliknya yakni mengalami kegalauan & kesedihan yang mendalam yang dapat berujung dengan melukai diri sendiri. Bentuk cobaan hidup yang sifatnya lembut.

  1. Perbedaan, baik perbedaan prinsip, pendapat, pola pikir, perilaku dan lain sebagainya.
  2. Ujian komunikasi.
  3. Proses menunggu.
  4. Kebosanan/ kejenuhan seseorang terhadap hidup ini.
  5. Fitnah/ tuduhan yang tidak benar.
  6. Ejekan/ ledekan.
  7. Penghinaan/ direndahkan orang lain.
  8. Amarah orang lain – orang yang suka marah-marah.
  9. Permusuhan (kebencian) dari orang lain
  10. Menghadapi dengan orang yang keras kepala dan cenderung tidak patuh dengan peraturan.
  11. Kebisingan – keriuhan – keributan.
  12. Sikap sesama yang tidak sopan – mengucapkan kata-kata kotor – meludah di depan anda.
  13. Dan lain sebagainya.

Proses terjadinya ujian kehidupan yang keras atau lembut

Ujian kehidupan yang sifatnya keras rasa sakitnya disebabkan oleh sesama atau lingkungan sekitar. Namun kesakitan yang lembut rasa sakitnya ditumbulkan oleh diri sendiri. Rasa ini akan semakin besar tatkala orang yang mengalaminya belum siap secara mental/ belum pernah mengalaminya. Atau sudah pernah mengalaminya namun sering melakukan pelarian dengan menjadi pengecut.

Sebuah rasa di dalam pikiran sendiri seperti sakit hati dan galau sebenarnya dapat kita atasi sendiri dengan cara membiasakan diri dalam rasa bersyukur dengan rasa tersebut. Saat anda terbiasa maka sakitnya tidak seperti dulu lagi. Sehingga lama kelamaan menghilang dimana dihari-hari kedepannya dapat dijalani dengan suasana hati yang lebih ringan.

Antara keras dan lembut? Dimanakah yang akan terjadi dalam hidup anda? Apa yang terjadi di masa depan adalah kehendak Tuhan sepenuhnya. Disini kami hanya mengajukan beberapa spekulasi dan perbandingan sederhana. Sang Pencipta memulai ujian dari hal yang kecil-kecil. Jika hal-hal sederhana saja dapat mengubah dan membentuk kehidupan menjadi lebih baik maka pemurniaan itu hanya sampai disitu saja.

Masih tidak berubah maka terjadi pemurnian yang keras

Kami melihat, beberapa manusia memang tegar tengkuk (keras kepala) sehingga saat cobaan-cobaan kecil mendatanginya, ia lebih memilih untuk bertahan dan tetap pada prinsip dan pendiriannya yang salah. Maka Yang Maha Kuasa akan mulai mengutus hal-hal yang lebih jahat, keras dan besar untuk memurnikan manusia tersebut. Jika ini terus berlanjut, namun manusia tersebut belum sadar-sadar juga mungkin Tuhan sudah bosan menunggu orang tersebut untuk berubah sehingga Ia Yang Maha Besar itu mengutus malaikat maut lewat bencana alam, kecelakaan, kebakaran dan hal-hal buruk lainnya.

Tujuan dari semua pencobaan yang datang dalam hidup anda

Ingatlah bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa disetujui oleh Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya cepat ataupun lambat. Oleh karena itu, hiduplah seperti air, ikuti saja prosesnya lalu kembangkan kebaikan hati dan bakat anda lewat semuanya itu. Tujuan utama manusia dicobai oleh orang lain dan oleh situasi yaitu sebagai berikut.

  1. Mempertemukan manusia dengan Tuhan yang benar.

  2. Membantu kita menemukan diri sendiri.

  3. Hidup untuk mempermuliakan Allah.

  4. Guna mengoreksi diri sendiri.

    Kadang kita khilaf tetapi tidak menyadari hal tersebut. Jadi saat terjadi gejolak apapun dalam hidup anda pastikanlah bahwa anfa adalah orang yang cenderung mampu mengoreksi diri untuk hidup yang lebih baik kedepannya.

  5. Menjadi bermanfaat bagi orang lain.

    Situasi yang keras menggarami anda sehingga dibentuk menjadi pribadi yang kuat dan setidaknya mampu

  6. Menekan sifat kebinatangan.

    Perbuatan ini seperti daging yang sudah ada sejak kita dilahirkan. Sikap seperti inilah yang harus terus ditekan oleh cobaan agar tidak melukai orang lain dan juga diri sendiri.

  7. Bersifat lebih manusiawi.

    Sikap yang manusiaw yaitu tidak egois dan jauh dari sikap yang keras (kekerasan).

  8. Belajar fokus kepada Tuhan dalam segala sesuatu.

    Semua yang ada di dunia ini cenderung menjauhkanmu dari Tuhan. Fokus kepada dunia ini tidak dapat membuat hati bahagia. Sekalipun ada rasa puas karena hal itu namun hal ini hanya berlangsung sesaat saja (sementara). Satu-satunya fokus yang paling murni membawa ketenangan dan ketentraman dalam hati adalah dengan berfokus senantiasa kepada Yang Maha Kuasa. Bila sewaktu-waktu anda kehilangan kendali lalu mindset mulai menyimpang jauh dari kebenaran maka itu tandanya sudah saatnya anda menyegarkan hati untuk menujukan hati hanya kepada-Nya.

  9. Membangun konsistensi dalam bersikap.

    Banyak orang baik disekitar kita akan tetapi jarang sekali didapati orang yang konsisten. Butuh ujian hidup yang bertubi-tubi (berulang-ulang) untuk melatih sikap hati tetap konsisten baik dalam keadaan suka dan duka, situasi susah dan senang, jabatan puncak maupun rendah dan masih banyak lagi situasi dan kondisi yang berbeda diperhadapkan dalam kehidupan anda. Mampu mengatasi pergumulan hidup dengan cara yang baik dan benar dalam situasi yang berbeda akan melatih konsistensi anda.

  10. Menjadi waspada dan lebih berhati-hati.

    Dahulu kami adalah orang yang ceroboh sebelum mendapat ujian kehidupan yang berarti. Akan tetapi setelah didera berbagai cobaan hidup pada akhirnya kamipun lebih berhati-hati dalam bersikap, berkata-kata maupun berperilaku.

  11. Membina sikap pengertian dan tenggang rasa.

    Mengerti dengan kondisi orang lain tidak mudah dilakukan. Terlebih bagi mereka yang mengalami kekurang atau keterbatasan atau setidak-tidaknya memiliki perbedaan kepantingan dengan diri sendiri. Sikap yang tenggang rasa dimana setiap orang menjadi lebih mengerti kebutuhan orang lain (kelompok) dibandingkan kebutuhan pribadi (sendiri).

  12. Mewujudkan hidup damai.

    Perdamain tidak mudah diwujudkan ditengah keberagaman. Namun ketika setiap orang mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan dengan kepentingan kelompok niscaya hidup menjadi lebih nikmat dan lebih indah untuk dilalui.

  13. Merangsang kecerdasan dan membuat anda bijak.

    Manghadapi banyak masalah cenderung membuat kita menggali diri sendiri dan juga menggali informasi dari luar sehingga dihasilkan sebuah barang tambang kehidupan berupa hikmat yang dapat diaplikasikan untuk membuat hari esok menjadi lebih baik.

  14. Mempertemukanmu dengan bakat/ Talenta.

    Tidak sedikit orang yang menemukan bakatnya lewat penderitaan yang terjadi dalam kehidupannya. Oleh karena itu seperti yang kami katakan sebelumnya agar anda mengikuti saja semua proses itu sebab itu adalah bagian dari proses pembentukan. Selanjutnya, Cara mengantisipasi ujian kehidupan agar tetap positif

Sifat-sifat yang dimurnikan lewat ujian kehidupan

Lewat ujian kehidupan sifat binatang yang sudah melekat dalam daging bahkan ditingkat sel seklipun akan ditekan terus oleh tantangan kehidupan. Sehingga sifat-sifat binatang ini tidak muncul lagi kepermukaan melainkan sekarang telah bertransformasi lalu digarami oleh standar kehidupan (Kitab Suci & Undang-Undang) menjadi lebih manusiawi. Pada akhirnya proses penyucian memberikan manfaat dengan menekan/ meminimalisir bahkan menghilangkan sifat-sifat kebinatangan yang jahat dan sesat. Berikut beberapa sikap hati yang disucikan dalam proses ujian kehidupan.

  1. Menetralkan hawa nafsu yang berlebihan (terlalu tinggi) lagi sesat. Baik terhadap makanan, minuman, seks dan keinginan jahat (yang lebay) lainnya.
  2. Sikap yang tidak taat dan tidak patuh kepada peraturan.
  3. Sifat bohong/ suka menipu/ mengkambing hitamkan sesama.
  4. Munafik – Lain di mulut lain di hati.
  5. Kemalasan untuk bekerja atau melakukan sesuatu.
  6. Rasa bosan terhadap hidup ini maupun terhadap sesuatu.
  7. Mampu mengatasi ketakutan sendiri.
  8. Prasangka buruk (berpikir negatif).
  9. Kebencian terhadap orang maupun terhadap situasi.
  10. Rasa dendam terhadap orang lain.
  11. Amarah yang tidak terkendali kepada sesama.
  12. Iri Hati melihat kesuksesan/ keberhasilan orang lain.
  13. Kesombongan akan kelebihan/ kehebatan/ keunggulan sendiri/ kelompok/ organisasi.
  14. Kekerasan terhadap orang terdekat maupun orang asing.

Semua ini kami uraikan untuk menunjukkan kepada anda bahwa pergumulan hidup yang dialami adalah sesuatu yang baik. Sehingga anda dapat berpikiran positif saat menghadapi masalah apapun di dunia ini. Jadi, sikap yang diekspresikanpun lebih manusiawi dalam menanggapi segala sesuatu agar semuanya dapat berlangsung dengan damai dan penuh makna. Sadarilah bahwa pada akhirnya semua gejolak sosial yang anda alami akan mendatangkan kebaikan dalam hidup anda. Baca juga, Manfaaat masalah dan pergumulan hidup

Salam santun!

Iklan

10 comments

  1. […] Cobaan hidup itu ada bermacam-macam, silahkan lihat saja pada sumber yang telah kami berikan. Pada intinya begini, jika cobaan yang sederhana saja sudah dapat membuat anda lebih benar dan lebih baik maka itu sudah cukup untuk proses pembentukan. Akan tetapi jika anda cenderung menghindari atau menolak bahkan tidak merubah kebiasaan anda yang jahat maka yang akan segera terjadi adalah “akan ada ujian kehidupan yang lebih besar lagi”. Berikut ini beberapa yang pertama-tama tersebut. […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s