+17 Serba Salah Memiliki Gaji (Uang) Besar – Untung Rugi Bergaji Tinggi

Serba salah karena uang banyak dan gaji yang besar

Setiap profesi setera di dunia ini. Dimata hukumpun kita setara (tidak ada yang besar dan kecil, lemah atau kuat, tinggi atau rendah). Hukum adalah negara dan bangsa kitalah negara Indonesia. Yang beragam-ragam namun tetap bertanah air satu. Bahkan pancasilapun menjamin kesetaraan itu dalam masyarakat berkeadilan sosial. Akan tetapi mengapa sistem penggajian di Indonesia berbeda-beda.

Serba salah bergaji tinggi entah itu untung atau rugi

Sungguh betapa rusaknya kehidupan ini apabila segala sesuatu dilihat dan dicermati dari sudut pandang uang. Untuk apa kamu gaji yang tinggi kawan. Ada kecanggungan hati saat kami merasakan upah yang terlalu besar. Berikut selengkapnya.

  1. Karena uang banyak, jadi lebih konsumtif dong….. Padahal sikap beli ini-itu apa saja tidak baik lho bagi mental anda.
  2. Sering membeli di warung dan makan di luar disangka orang rakus.
  3. Selalu ngemil kemana-mana disangka orang nafsunya tinggi.
  4. Hendak beli baju banyak-banyak, malah disangka orang hobinya belanja.
  5. Terlalu banyak makan terbang dianggap orang istri tidak pintar masak.
  6. Kebanyakan makan fast food, tumit dan persendian pada sakit semuanya.
  7. Makan kue banyak-banyak manis-enak meningkatkan kadar gula darah melebihi batas.
  8. Keseringan jajan membeli gula-gula juga roti diluar buat gigi sakit – ngilu lagi.
  9. Banyak-banyak membeli daging kolesterol naik terus.
  10. Mau bagi-bagi uang kepada orang lain disangka sok-sok’an.
  11. Hendak membantu orang begini begitu DIKIRA PAMER.
  12. Tingginya kuota internet membuat menjauhkan kedekatan dengan istri, memisahkan kita dari keluarga.
  13. Terlalu sibuk bekerja, kejar target demi uang membuat anda tidak peduli lagi dengan kesehatan diri sendiri (sakit-sakitan jadinya).
  14. Kemana-mana bawa kendaraan, motor, mobil – membuat otot lemah, kurang pergerakan.
  15. Keseringan bawa jajan di rumah mendorong anak memiliki kebiasaan ngemil yang tinggi kelak.
  16. Uang jajan yang besar pada anak adalah jalan kemana ia bisa melampiaskan hawa nafsunya dimanapun dan kapanpun.
  17. Mau bangun rumah megah harus mengorbankan kelestarian lingkungan alamiah.
  18. Piknik ke luar daerah bahkan luar negeri takut terbiasa ntar gak bisa ditinggalkan.

Apa yang salah dengan sistem penggajian di Indonesia?

Coba kalau jumlah uang yang kami peroleh tiap bulan sama dengan gaji orang lain di luar sana. Pasti hati lebih lega menggunakannya. Toh bukan Cuma kami yang membeli ini-itu. Orang lain juga membelinya. Semua barang juga laku karena semua orang sanggup membelinya. Ekonomipun berputar. Bila hanya saya yang belanja besar keadaan ini syarat dengan sikap foya-foya.

Ada rasa serba salah dalam hati saat menggunakan gaji. Kami hendak membatasi hawa nafsu tapi pendapatan yang hanya ditabung saja juga tidak baik. Dibelanjakan atau ditabung rawan dengan resiko yang merugikan diri sendiri dan juga orang lain.

Jumlah gaji yang diterima bagaikan buah simalakama. Apabila terlalu banyak, mental kita rusak karena dimanjakan olehnya akan tetapi jika terlalu sedikit tubuh ini merana karena kesakitan (fisik).

Kami tidak tahu apa arit dari semuanya ini, orang-orang yang hidup dalam keterbatasan diluar sana lebih tahan nafsu terhadap makanan, hiburan & nikmat dunia lainnya dibandingkan dengan kami yang terlalu konsumtif dalam menjalani hidup ini.

Gaji kami yang besar seperti pedang bermata dua. Terlalu dikonsumsi menyebabkan dampak buruk akan tetapi terlalu dihemat juga menghilangkan tanggung jawab terhadap uang itu sendiri. Sungguh uang membuat kami serba salah.

Sungguh, hidup ini serba salah kawan, belok kanan atau belok kiri sama-sama nabrak oleh karena itu berhati-hatilah agar tidak sampai kesrempet/ kesenggol lalu jatuh. Bijaklah dalam segala sesuatu karena apa yang kita pikir baik bisa saja dianggap sampah oleh orang lain.

Salam santun!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s