11 Bahaya Mendatarkan Tanah – Akibat Mengeruk Gunung & Menimbun Lembah Secara Besar-Besaran

Dampak negatif mendatarkan tanah mengeruk gunung menimbun lembah

Sejak dari awal Tuhan menciptakan bumi ini unik dan saling menopang satu sama lain dimana lekak-lekuknya indah mempesona bagi setiap orang yang hendak memandangnya dengan seksama. Bukit-bukit yang berjejeran di kanan dan di kiri seperti penjaga yang siap menghadang bencana. Gunung yang menjulang tinggi seperti monster yang memikul kaki langit. Lembah landai sampai curam amat subur seperti pelindung yang memelihara hidup umat manusia.

Ekpansif manusia menyusuri seluruh gunung dan lembah yang membentang luas di bumi ini. Terlebih kebiasaan migrasi dari desa ke kota yang membuat jumlah penduduk di kota besar membludak Bahkan dalam beberapa situasi terjadi over kapasitas yang akhirnya berujung pada pemulangan penduduk kedaerahnya masing-masing. Banjir manusia terjadi dimana-mana membuat koorporasi membangun pemukiman lebih banyak. Mendatarkan gunung dan menutup lembah untuk dijadikan lahan dan bahan bangunan.

Benarlah kata Nabi Yesaya : Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40:3-5)

Terdapat dua arti ayat ini yaitu secara harafiah dan secara kemaknaan. Disini kami tidak membahas maknanya secara lebih mendalam akan tetapi secara harafiah benarlah tindakan manusia untuk menggali gunung dan menimbun lembah untuk didatarkan demi kepentingan bersama. Selama itu bertujuan untuk kebaikan maka selama itu pulalah tindakan ini dibenarkan. Misalnya untuk membangun pemukiman, pasar, gedung pertemuan dan lain sebagainya. Akan tetapi masalah mulai muncul saat beberapa orang serakah menggali sana-sini, menimbun sana-sini untuk kepentingan pribadi alias kemewaan semata.

Keserakahan identik dengan eksploitasi sumber daya secara berlebihan alias lebay untuk kepentingan kantong sendiri. Ingin memiliki rumah yang luas, lengkap dan mewah. Hendak memiliki lusinan rumah megah, hendak menguasai ini-itu dan tindakan lebay lainnya. Perspektif menghancurkan lekak-lekuk bumi demi keinginan memenuhi hawa nafsu yang terbakar oleh orang-orang yang terlalu makmur niscaya akan berujung pada bencana yang tidak ada habisnya.

Tujuan meruntuhkan gunung dan menutup lembah

Mengapa manusia memiliki kebiasaan untuk mendatarkan gunung dan lembah? Berikut beberapa alasannya.

  1. Untuk pembangunan rumah dan gedung.

    Pertambahan jumlah penduduk, terutama di kota mengharuskan pembangunan gedung tinggi (apartemen, rusun) yang mampu menampung lebih banyak orang.

  2. Demi membangun jalur transportasi.

    Pembangunan jalur transportasi darat berupa jalan yang beraspal dan rel kereta api membutuhkan lokasi dan sumber daya yang tidak sedikit.

  3. Digunakan sebagai lahan pertanian.

    Kami heran, haruskah lahan pertanian didatarkan? Padalah bentuknya yang berlekak-lekuk dapat memuat lebih banyak tanaman.

Bahaya mendatarkan permukaan tanah

Jangan datarkan lahan secara berlebihan dengan traktor (beko, buldozer dan alat berat lainnya) demi kepentingan sempit. Sebab lahan yang datarannya luas sekali adalah sumber bencana di masa depan. Berikut beberapa alasan yang mendukung dampak buruk akibat mendatarkan tanah bukit dan lembah.

  1. Angin kencang.

    Pernahkah anda berlayar menggunakan kapal dilautan? Bukankah ditengah samudera anginnya bertiup sangat kencang? Kencang tidaknya angin tidak dilihat dari apa yang dirasakan kulit anda melainkan dari riak gelombang laut yang terjadi. Pada musimnya gelombang laut sangatlah tinggi terutama yang langsung berhubungan dengan samudra yang luas. Ini terjadi karena kuatnya angin yang berhembus di sana.

  2. Angin topan.

    Dataran rendah yang sangat luas tanpa bukit dan gunung disisi sebelah sana dan disisi sebelah sini adalah sasaran empuk bagi angin topan yang dapat meluluh-lantakkan segala sesuatu yang ada di daerah tersebut.

  3. Awan cumulunimbus.

    Menandakan cuaca buruk yang ganas dan sering mengancam kehidupan pelaut pada waktu-waktu tertentu. Selain (a) terbentuk dilautan, awan bencana ini juga sering (b) terbentuk di dataran rendah yang luas dan (c) di daerah dengan tingkat polutan yang tinggi.

  4. Puting beliung – tornado.

    Angin jenis ini muncul setelah datangnya awan cumulunimbus. Ditandai dengan pergerakan angin yang berputar-putar menerbangkan segala-sesuatu ke atas bumi (ke langit). Semakin polutan udaranya & semakin luas datarannya maka semakin besarpula bencana tornado yang datang.

  5. Mengurangi luas permukaan tanah.

    Permukaan tanah yang berlekak-lekuk turut memperluas tanah anda. Misalnya saja sebuah gunung kita umpamakan sebagai sebuah segitiga sama sisi. Dimanakah yang lebih panjang ke dua sisinya yang tegak atau alasnya saja. Tentu saja muka tanah lebih luas saat gundukan tanahnya belum dikeruk. Lain halnya ketika beko/ traktor telah meratakan daerah tersebut pasti luasnya berkurang.

  6. Mengurangi kesuburan tanah.

    Tahukah anda bahwa permukaan tanah mengandung humus yang baik untuk tanaman itu sendiri? Jika permukaan yang subur ini digali ataupun ditimpa dengan tanah lainnya niscaya kesuburannya akan turut berkurang.

  7. Memperkecil hasil bumi.

    Permukaan tanah yang luas dapat ditanami lebih banyak tumbuhan akan tetapi bila permukaan tanah berkurang maka tanamannya juga sedikit sehingga memberikan hasil yang lebih sedikit pula.

  8. Menurunkan daya serap tanah terhadap air.

    Keberadaan air tanah sangat diperlukan oleh orang-orang di daerah tertentu. Sayang sebuah fenomena fatal sering terjadi dimana air tanah terus berkurang akibat (a) diekploitasi oleh manusia. Kurangnya kemampuan tanah untuk menyerap air mengakibatkan sumber daya air tanah habis dalam beberapa dekade. Keadaan ini turut disebabkan oleh (b) penebangan pohon secara masal dan (c) bertambah sempitnya luas permukaan tanah akibat pengerukan gunung dan penimbunan lembah.

  9. Bencana banjir.

    Apabila kemampuan tanah menyerap air sangat kecil dibandingkan dengan intensitas hujan yang turun niscaya debit air dipermukaan tanah semakin tinggi yang menyebabkan banjir dimana-mana.

    Simak juga, Pengaruh buruk terlalu makmur terhadap lingkungan alamiah

  10. Mengurangi nilai keindahan.

    Sadar atau tidak panorama gunung dan lembah sangat mempesona dipandang mata. Memang setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri. Namun bentuk-bentuk yang alamiah lebih menarik dan menggugah hati ketimbang pola-pola yang indah karena sentuhan teknologi.

  11. Membutuhkan biaya yang besar.

    Penggalian dan penimbunan membutuhkan teknologi alat berat yang tidak sedikit. Selain butuh bahan bakar yang lebih banyak, aktivitas ini juga membutuhkan biaya operasional (misalnya pengangkutan, perawatan, penekanan) yang tinngi.

Kami sendiripun menggali gunung untuk mendatarkan lahan dimana rumah keluarga berada. Kami harap ini normal karena merupakan kebutuhan. Bangunan rumah terdiri dari tembok beton. Daerah kami pernah merasakan getaran gempa beberapa kali karena berada diwilayah “ring of fire”. Akibatnya dinding dan lantai rumah retak hanya tidak sampai ambruk. Kamipun tidak tahu sampai kapan rumah ini akan bertahan. Ini kami ceritakan kepada teman-teman agar lebih memilih untuk membangun rumah dari kayu atau setengah beton yang lebih aman, organik/ pro-lingkungan karena tidak merusak alam dan aman ditempati saat guncangan terjadi.

Salam lingkungan alamiah!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s