Mata Pelajaran Komunikasi Interaksi Di Sekolah

Mata-pelajaran-komunikasi-sosial-di-sekolah

Komunikasi adalah teknik mengutarakan maksud hati kepada orang lain. Pemanfaatan yang baik akan menjadi jembatan gantung yang menghubungkan kehidupan anda dengan orang lain. Tanpanya tidak ada yang namanya pergaulan dan interaksi sosial. Ia dapat berperan sebagai pemersatu tapi sayang, dapat pula memecah belah kebersamaan. Seperti kebanyakan hal dalam dunia ini, berkomunikasi bagaikan pedang bermata dua/ buah simalakama : salah menggunakannya dapat menjatuhkan anda dalam keterpurukan.

Komunikasi adalah kebutuhan umum

Baik-buruknya, bagus-tidaknya, lancar-lambatnya hubungan dengan sesama sangat ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi. Keahlian ini tidak hanya dibutuhkan oleh mereka yang bekerja melayani di depan pintu (pelayan masyarakat), politisi, pemimpin, pedagang, guru/ dosen, polisi atau yang lainnya. Melainkan anak kecilpun harus berkomunikasi untuk menyampaikan kehendaknya bahkan bayi baru lahirpun memiliki gaya komunikasi sendiri yaitu menangis (walau kadang membuat beberapa orang jengkel). Oleh karena itu, semua manusia yang hidup di dunia ini harus menjadi komunikator yang baik dalam bidangnya masing-masing.

Kemampuan berkomunikasi yang membedakan kita dengan hewan

Pelajaran komunikasi alangkah lebih baik jika mulai diajarkan disekolah-sekolah bahkan ditingkat terendah sekalipun (sekolah dasar). Tahukah anda bahwa seandainya hewan-hewan dipadang dapat saling berkomunikasi satu sama lain niscaya tidak ada lagi yang namanya memakan dan dimakan diantara mereka. Demikianpulalah kehidupan kita, apabila komunikasi antar satu dengan yang lainnya langgeng niscaya angka kejadian konflikpun dapat berkurang bahkan hilang sama sekali. Jadi mengajarkan teknik komunikasi yang baik antara anak di sekolah dapat membantu membaikkan masa depan mereka kelak.

Jangan dipetak-petakkan oleh teori orang lain tapi berubahlah

Masalahnya sekarang adalah bagaimana dengan mereka yang berkepribadian introvert? Haruskah tenaga didik memaksa mereka untuk bersosialisasi? Untuk diketahui bahwa dahulu kami juga seorang yang berkepribadian introvert. Tapi sekarang sudah berubah sebab menjadi orang yang tertutup itu sangat tidak mengenakkan dihati sendiri, begitu juga dengan orang lain. Lagipula, “KITA MANUSIA BUKAN BATU ATAU KAYU YANG TIDAK BISA BERUBAH”. Segala sesuatu dapat dipelajari sebab manusia adalah makhluk paling fleksibel di bumi ini. Semuanya tergantung pilihan pribadi, mau berubah atau tidak?

Hambatan lain dalam berkomunikasi adalah “pengabaian”. Inilah yang merupakan sisi eksentrik dari permainan komunikasi. Mereka yang memandangnya sebagai sebuah kesalahan fatal niscaya akan tenggelam dalam keterpurukan, kegalauan dan keterasingan. Akan tetapi bagi setiap orang yang menganggap situasi ini lebih positif niscaya dengan berkomunikasi hati mereka dimurnikan dari segala hal-hal yang jahat, kebencian, dendam, amarah, penipuan, kekerasan dan masih banyak lagi sifat-sifat buruk lainnya. Ujian hidup pada akhirnya membuat anda menemukan hati lebih kuat (tabah) dalam menghadapi segala kondisi.

Kemampuan berkomunikasi selalu diiringin dengan kemampuan menjadi pendengar yang baik

Harus dipahami pula bahwa seorang komunikator yang baik diiringi dengan kemampuan menjadi pendengar yang baik. Tidak mudah untuk menjadi seorang pendengar, butuh konsentrasi dan fokus yang mencukupi agar seorang anak memahami, memaknai dan mengertikan orang lain dan apa yang dikomunikasikannya. Semuanya ini tidak dicapai dalam waktu singkat melainkan butuh latihan dalam waktu lama.

Sedikit pengalaman

Pembentukan seorang anak menjadi pribadi yang beraklak dihadapan Tuhan dan sesama manusia lebih baik dilakukan sejak kecil. Dahulu, kami belajar komunikasi  saat menjadi seorang marketing lapangan pada sebuah perusahaan di Yogyakarta. Dari seorang yang introvert digenjot untuk bersikap terbuka dihadapan orang lain. Sudah pasti diawal-awal yang dirasakan adalah gugup dan gemetaran saat menjadi penyambung lidah perusahaan. Seingat kami, butuh tiga bulan lebih untuk menyesuaikan diri sehingga lebih luwes saat bercakap-cakap dengan orang lain.

Jenis-jenis komunikasi

Terdapat dua bagian besar dalam komunikasi yaitu verbal dan non-verbal (bahasa tubuh). Jenis verbal diekspresikan lewat kata-kata yang diucapkan sedangkan tipe bahasa tubuh hanya dapat dipelajari lewat pengalaman sehari-hari. Tidak hanya itu, ada banyak bentuk kata-kata yang keluar dari bibir ini, ada yang bersifat denotasi dan ada pula yang bersifat konotasi. Ada banyak teori kemunikasi tapi itu tidak penting, cukup pelajari dasarnya saja lalu langsung praktek.

Bidang studi komunikasi di sekolah

Setiap les ditentukan untuk satu topik yang hendak dikomunikasikan dengan sesama. Dapat berbentuk kelompok atau sepasang-sepasang dimana tidak ada yang konstan melainkan semuanya berputar sempurna. Mungkin diawal-awal tenaga didik memberikan beberapa contoh pertanyaan yang berhubungan dengan topik tersebut namun untuk seterusnya biarkan mereka mencarinya sendiri sehingga kreativitas masing-masing dapat berkembang dengan baik.

Komunikasi memang sangat penting namun kalau berlebihan juga tidak baik adanya. Oleh karena itu anda harus mengimbangi pembelajaran ini dengan turut mengajarkan bidang studi “Berdiam Diri” sehingga ada keseimbangan. Siswa-siswi tahu cara menyampaikan maksud hati kepada orang lain namun mereka juga sangat mengerti bahwa dalam hidup ini ada waktunya untuk diam dan tenggelam dalam diri sendiri (menghayati hidup ini dengan kembali kepada Yang Maha Kuasa). Baca juga, Percakapan yang baik lebih nikmat daripada berhubungan seksual

Salam, mulutmu harimaumu!

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s