9 Bukti Manusia Mengkonsumi Kotorannya Sendiri – Jangan Sombong

Bukti bahwa manusia mengkonsumsi kotorannya sendiri menjijikkan

Manusia kadang terlalu percaya diri sehingga menuntut kesempurnaan ditengah-tengah ketidaksempurnaan dunia yang fana ini. Hanya melihat segala sesuatu dari luarnya saja namun tidak mau mencari tahu bagaimana sebenarnya keadaan didalamnya. Oleh karena itu jangan biarkan dirimu dibingungkan oleh penampilan melainkan lihatlah bagian dalamnya.

Bumi ini adalah sistem yang berputar-putar. Semenjak manusia hadir di dunia ini lebih dari ribuan tahun yang lalu sebelum masehi sampai sekarang kita masih tetap bisa makan & minum satu sama lain. Bahkan banyak hal-hal baru berupa teknologi yang ditemukan oleh lebih banyak orang. Semua itu dihasilkan dari bumi ini dengan sedikit sentuhan ilmu pengetahuan. Coba bayangkan berapa sumber daya alam yang terpakai hingga sekarang. Toh tidak pernah habis dan tetap ada. Ini dikarenakan oleh sistem yang berputar.

Dua komponen penting yang selalu memutar dunia ini pada porosnya adalah kemampuan cahaya matahari untuk membangun energi dan kemampuan garam untuk menghancurkan hal-hal yang telah dibangun itu. Energi matahari diubah menjadi bahan pangan & untuk memenuhi kebutuhan manusia lainnya oleh tumbuhan sedangkan garam berperan untuk mengancurkan/ membusukkan berbagai sisa-sisa bahan hidup itu (baik dari tumbuhan, hewan dan manusia)

Lautan adalah awal dan akhir kehidupan. Segala kekayaan sumber daya alam di darat akan tergerus, terkikis, membusuk dan habis sebagai mineral menuju ke laut. Oleh karena itu untuk mempertahankan kualitas sumber daya alam di daratan, manusia butuh garam dan semua mineral dari laut untuk di bawa kembali ke daratan lalu diaplikasikan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah pertanian. Semua bahan hidup, sisa makhluk hidup, bangkai, kotoran (maaf, bahkan feses & urin) akan melalui tahapan mineralisasi di laut. Kemudian manusia mengeringkan airnya sehingga jadilah garam yang digunakan sebagai pupuk tanaman dan sebagian sebagai penyedap rasa dan masih banyak lagi fungsinya dalam kehidupan.

Jadi, pelajaran dari semuanya ini adalah, kita tidak boleh sombong sebab makanan yang dikonsumsi adalah murni berasal dari kotoran, bangkai dan sisa-sisa segala sesuatu yang dibuang ke laut. Hanya saja hal itu telah melalui beberapa tahapan pemurnian sisa bahan dan kotoran yang dihasilkan oleh makhluk hidup, yaitu :

  1. Air laut disuling saat penguapan air laut menjadi butiran uap yang naik menjadi awan yang kemudian akan mengembun (mengalami kondensasi) menjadi butiran air (hujan).
  2. Lautan dimurnikan dalam pengeringan menjadi garam yang ditaburkan pada makanan dan minuman yang dikonsumsi.
  3. Garam yang telah dimurnikan dari laut dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman palawija, tanaman pohon dan jenis tanaman lainnya.

    Baca juga, Teknik mengolah tanah yang ramah lingkungan

  4. Tanaman (rumput) menyerap kotoran manusia baik secara langsung maupun tidak langsung (lewat pupuk garam) kemudian ternak mengkonsumsi rumput tersebut sebagai makanan pokok.
  5. Pemanfaatkan garam yang dimurnikan dari lautan juga diaplikasikan untuk ditambahkan dalam makanan (pakan) ternak yang dipelihara oleh manusia.

    Tidak lupa, Fungsi NaCl dalam kehidupan manusia

  6. Kotoran manusia langsung/ maupun yang tidak langsung diolah oleh tumbuhan menjadi umbi-umbian, buah-buahan, sayuran, santan dan lain sebagainya.
  7. Secara langsung maupun tidak langsung hewan memakan kotoran manusia lalu dicerna oleh menjadi daging, susu, kulit dan kebutuhan manusia lainnya.
  8. Kemudiaan semua bahan yang sudah dipersiapkan oleh alam diolah lagi oleh pabrik-pabri perusahaan menjadi minyak goreng, gula, tepung terigu, tepung kanji dan masih banyak lagi.
  9. Tahukah anda bahwa di negara-negara maju air yang kotor setelah digunakan tidak pernah dibuang. Melainkan di daur ulang sehingga bisa digunakan kembali

Sekalipun demikian, harus menyadari bahwa dasarnya tetap yakni “manusia memakan kotorannya sendiri sekalipun hal ini terjadi secara tidak langsung”. Oleh karena itu jangan sombong walau sehebat apapun anda hari ini. Toh matinya juga nanti jadi pupuk yang kembali menjadi sumber bahan pangan sehari-hari. Ckckckckkkkk

Selanjutnya, Cara mensejahterakan rakyat dengan sumber daya terbarukan

Jadi sekali lagi kami katakan : Gak usah sok-sok’an-lah, orang kita hanya makhluk yang tidak tahu diri, debu yang memakan taiknya sendiri…..

Salam bijak!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s