Dasar Pemurnian Manusia – Ujian Kehidupan Memurnikan Hati – Transformasi Dari Sifat Kebinatangan Menjadi Lebih Manusiawi

Pemurnian hati manusia

Kristen Sejati – Saat seorang anak dilahirkan ke dunia yang fana ini: ia tidak ada bedanya seperti hewan diluar sana. Penuh hawa nafsu, egois, memiliki kebencian, dendam, kekerasan, iri hati, kesombongan, penipu ulung dan lain sebagainya. Ini adalah sifat bawaan manusia yang hidup dalam kedagingan. Sikap-sikap yang diekspresikan oleh perbuatan daging lebih dekat kepada kebinatangan bahkan lebih rendah lagi yakni keserakahan.

Mereka hanya mengejar apa yang indah dipandang oleh mata, enak didengar oleh telinga, harum dicium oleh hidung, nikmat dikecap oleh lidah dan nyaman disentuh oleh kulit. Seperti nenek moyang kita yang ketergantungan dengan semua hal itu maka demikianlah setiap orang yang melandaskan hidupnya pada materi akan terus di tuntut untuk meraihnya lagi dan lagi. Mereka berpikir kebutuhan hati yang terus-menerus dapat dipenuhi oleh materi padahal semuanya itu hanya membuat hati semakin hampa dan berujung pada kesia-siaan. Sadarilah bahwa menggantungkan kepuasan dan kebahagiaan pada materi membuat tindakan dan perbuatan ini lebih dekat pada kebinatangan.

Dasar Alkitab tentang penyucian manusia

Tidak mungkin untuk mengeluarkan sifat kebinatangan dari dalam hati sebab ia telah melekat pada tingkat seluler sejak dari lahir. Benarlah mimpi Nabi Daniel pada dunia akhir zaman “Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.(Daniel 12:10)” Jadi, mereka yang dimurnikan dan menjadi manusiawi hanyalah orang-orang yang bijaksana  akan tetap mereka yang kurang cerdas (bodoh) akan berlaku fasik karena tidak mengerti makna dari ujian kehidupan itu.

Salomo menegaskan tentang manfaat ujian kehidupan

Manusia diumurnikan oleh manusia lainnya, Tepat seperti Firman yang disampaikan oleh Nabi Salomo “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. (Amsal 27:17)” Apabila anda dapat berpikir positif menanggapi persoalan hidup maka kejadian itu akan menuntun pada transformasi hati menuju ke jalan yang baik & benar. Mereka yang mampu melihat sisi baik dari cobaan yang dihadapi (bijak) akan mampu membersihkan hatinya dari berbagai-bagai macam kebusukan yang meradang seperti kanker itu.

Syarat utama untuk melalui ujian kehidupan yakni harus melakukan interaksi sosial. Besi menajamkan besi, tanpa interaksi sosial tidak ada ujian kehidupan. Jadi jangan pernah tinggalkan pergaulan yang baik dengan orang-orang yang anda kenal bahkan saat pergaulan itupun didera/ ditimpa oleh berbagai-bagai masalah konsistenlah untuk menjadi orang yang bersahabat bagi orang lain. Sebab tekanan sosial yang di alami akan memurnikan kebaikan hati anda seperti emas yang telah dimurnikan dalam dapur peleburan.

Jangan biarkan ujian kehidupan membuat hatimu lemah sehingga kebaikanpun memudar. Pada akhirnya mereka yang tidak sanggup menghadapi cobaan akan berujung pada sifat-sifat yang keras penuh kebencian, dendam dan amarah. Saat menjalin hubungan dengan orang lain, mereka dipenuhi oleh prasangka buruk, iri hati dan kesombongan sehingga menciptakan musuh-musuh baru. Perasaan memiliki banyak musuh inilah yang menekannya sehingga mengasingkan diri (menyendiri) untuk menjauhi kehidupan sosial dengan orang lain.

Cobaan hidup melatih kekuatan hati/ ketabahan

Ingatlah bahwa “The Purge” bukan masalah siapa yang menang dan siapa yang kalah. Jika anda ingin menang lebih baik tempuhlah pertandingan yang pantas dengan aturan yang jelas. Cobaan sosial tidak memiliki aturan yang jelas dimana semuanya itu terakumulasi untuk menekan dan merendahkan anda. Daya tahan yang tinggi menunjukkan tingkat kekuatan hati (tegar – tabah) yang lebih baik. Tetap menjadi orang yang benar ditengah himpitan masalah kehidupan adalah suatu cara untuk memurnikan kebaikan hati sendiri seperti emas yang telah dimurnikan dalam dapur peleburan.

Batasan pemurnian manusia, bisakah kita melaporkannya kepada pihak yang berwajib?

Jangan takut karena merasa tidak sanggup menghadpi pemurnian itu sebab semuanya ada batas-batasnya seperti yang dikatakan oleh Nabi Yesaya “Apakah orang waktu mengirik memukul gandum sampai hancur? sungguh tidak, orang tidak terus-menerus memukulnya sampai hancur! Dan sekalipun orang menjalankan di atas gandum itu jentera gerobak dengan kudanya, namun orang tidak akan menggilingnya sampai hancur. (Yesaya 28:28)” Gejolak sosial tidak akan sampai menghancurkanmu melainkan semuanya itu dapat ditanggung oleh masing-masing orang karena porsinya telah disesuaikan oleh Yang Maha Kuasa. Jika anda tidak manja namun mengalami kerugian yang besar maka tidak ada salahnya berkonsultasi dengan orang lain, orang tua, keluarga, hamba Tuhan, dokter, psikolog atau bahkan melapor kepada pihak yang berwajib.

Pesan dari kami, nikmati cobaan yang sedang anda alami kawan. Tersenyumlah dan berterimakasih kepada Tuhan. Sebab Ia yang hebat itu telah berkenan mendatangkan orang-orang tertentu untuk menguji hati tetap bersih dari berbagai-bagai sifat jahat yang menjurus kepada kebinatangan. Puncak dari ujian hati adalah penyesuaian diri (adaptasi) yang tetap mempertahankan esensi kebaikan hatinya tanpa menyisakan kebencian, dendam dan amarah kepada orang lain.

Tersenyum untuk orang yang menguji anda

Adalah hal yang aneh bila anda tidak pernah mengalami masalah dan tertekan. Apabila anda bijak maka hati akan dimurnikan oleh pergumulan hidup sehingga menjadi manusia yang seutuhnya. Akan tetapi jika lemah dan kurang cerdas akan mendorong anda pada kefasikan yang lebih dekat pada sifat kebinatangan.

Demikian saja teman. Salam bijak!

Iklan

6 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s