10 Level Iman Manusia – Sampai dimana tingkat kepercayaanmu kepada Tuhan?

 

Level iman dan kepercayaan seorang manusia

Kristen sejati – Iman adalah kekuatan yang tidak terlihat tetapi pengaruhnya dapat dirasakan oleh orang lain. Merupakan kekuatan manusia yang tersembunyi dan sangat menentukan masa depan seseorang. Tanpanya manusia akan berjalan dalam kehampaan yang tidak ada akhirnya. Seolah hidup ini sia-sia saja. Ini adalah salah satu faktor yang berdaya ledak tinggi dalam kehidupan seseorang. Mereka bisa tampil lebih kuat (sabar) dalam menjalani kerasnya tekanan kehidupan. Tetap semangat menempuh jalan-jalan yang sukar untuk menemukan sesuatu yang diimaninya.

Dimana ada iman maka disitulah ada pengharapan. Adalah mustahil saat seseorang memiliki iman tanpa pengharapan yang pasti. Mereka percaya karena terdapat pengharapan yang besar dibaliki semuanya itu. Sesuatu yang lebih dahsyat, tidak bisa dibeli bahkan dengan perjuangan sendiripun mustahil dapat memperolehnya. Melainkan pengharapan itu adalah sebuah anugrah langsung dari Sang Pencipta Segala Masa. Kami menyebutnya dengan hidup yang kekal. Sebab semua manusia akan mati tetapi di kehidupan kedua ada janji yang dianugrahkan-Nya untuk hidup yang kekal.

Semua orang percaya telah memilikinya. Lalu bagaimana sikap anda setelah memperoleh hidup yang kekal itu? Apakah masih berada dalam daging dan terus hidup dalam dosa? Atau mulai mengusahakan kebenaran sebagai ucapan syukur (rasa terimakasih) untuk hidup yang kekal itu? Pilihan terdapat ditangan anda saudara. Masih mau berlama-lama dalam kematian (Sebab perbuatan dosa mematikan kemanusiawian seseorang). Sedangkan mereka yang melakukan kasih kepada sesama akan beroleh kemurahan hati Tuhan.

Imanmu tidak dapat dilihat orang lain kecuali anda memamerkan diri dengan penuh kesombongan dihadapan mereka bahwa “ini lho… saya, orang yang sangat beriman!”. Daripada menyatakan diri lewat kata-kata yang ditunggangi oleh rasa sombong lebih baik menyatakannya melalui kebaikan hati alias kasih kepada sesama. Kasih adalah satu-satunya penghubung antara manusia. Memang iman dapat dinyatakan dalam bentuk lain tetapi bentuk kepercayaan yang diungkapkan dalam kebaikan hati lebih konkrit/ lebih jelas/ lebih terasa/ lebih berpengaruh.

Pantaslah ada seorang rasul berkata “iman tanpa perbuatan adalah mati”. Ini menyatakan bahwa kepercayaan bukanlah sekedar retorika dalam buah bibir semata. Bukan pula sebuah tulisan tak bermutu (seperti blog ini) yang beredar bebas di dunia maya. Melainkan kepercayaan itu harus dibuktikan dalam hidup sehari-hari. Sebab iblispun mengenal Kitab Suci, apa yang baik dan yang jahat namun lebih memilih untuk melakukan kejahatan. Jadi, mulai sekarang buktikanlah dalam segala aktivitas yang dilakukan bahwa anda orang yang takut akan Tuhan.

 Iman bukan untuk….

  • Kepercayaan anda tidak ditujukan untuk mendatangkan kesejahteraan,
  • Bukan agar dihormati & dipuja oleh orang lain sebab hanya Tuhan yang pantas mendapatkan itu.
  • Tidak ditujukan untuk membuat anda memenangi persaingan sosial.
  • Jangan berpikir bahwa iman untuk mendatangkan lebih banyak uang.

Melainkan iman ditujukan untuk membuat kita lebih manusiawi dengan mengenali diri sendiri sampai menemukan bakat yang terpendam itu. Melalui talenta itulah anda mendatangkan manfaat bagi orang lain dan tentu saja untuk memuliakan Sang Kreator Sejati.

Tidak perlu memenuhi pikiran untuk mempertaruhkan iman demi menginginkan uang yang banyak, kesejahteraan yang tidak biasa, kemenangan yang beruntun, penghormatan dari orang dan lain sebagainya. Melainkan mengajarkan anda untuk tetap kuat dan tangguh dalam memperjuangkan kebermanfaatan itu. Sebab banyak tantangan dan rintangan yang dilalui saat memutuskan untuk menjadi orang yang bermanfaat baik hambatan dari diri sendiri maupun orang lain. Jika anda layak maka kesejahteraan, kemenangan dan penghormatan itu akan menjadi milik bersama.

Hawa nafsu yang terlalu tinggi akan sesuatu dimasa depan akan mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu diluar kewajaran alias menyimpang. Oleh karena itu pastikan kerja keras, ketekunan dan kesabaran berada di jalur yang benar saat mengembangkan potensi. Jangan sampai talenta yang anda miliki justru mendatangkan kerugian bagi orang lain dan diri sendiri.

Level iman manusia

Maka disaat yang indah ini kami hendak memperkenalkan beberapa level iman yang pernah kami alami semenjak jadi orang percaya. Berikut ini tingkatannya.

  1. Mengenal Tuhannya.

    Dasar dari keimanan seseorang dimulai dari awal saat ia mengenal sosok yang lebih kuat darinya. Seseorang yang lebih berkuasa dan sudah ada jauh sebelum dia bahkan jauh sebelum dunia ini dibentuk.

  2. Mengenal dirinya sendiri.

    Saat anda telah mengenal “siapakah Tuhan itu?” maka Firman yang telah Ia berikan kepada dunia akan menjelaskan eksistensi dari manusia itu sendiri. Inilah awal dari seseorang dapat bisa mengenal makna hidupnya dalam artian hakekat kemanusiaan itu sendiri.

  3. Kepercayaan dalam sukacita.

    Hubungan dengan Tuhan dan sesama selalu harmonis dalam sukacita. Saat sedang senang & bahagia biasanya seseorang lebih mudah merasa puas dan tersenyum. Banyak orang menjadi percaya kepada Allah karena berkat, muzizat dan kelimpahan yang telah ia terima.

  4. Tetap percaya dalam penderitaan.

    Hubungan dengan Tuhan dan sesama tetap langgeng sekalipun dalam penderitaan. Semua manusia pasti pernah melalui ujian kehidupan. Banyak bentuk dan jenis dari pergumulan itu sendiri yang pada dasarnya bertujuan untuk membentuk manusia agar hati ini bebas dari rasa benci, dendam, sombong, iri hati, pikiran kotor dan lain sebagainya. Seseorang yang tahan uji niscaya hatinya lebih murni dari orang biasa yang menolak, marah bahkan melawan dengan keras ujian kehidupan yang di tujukan kepadanya.

  5. Kepercayaan yang dibuktikan kepada kaum keluarga.

    Relasi dengan Allah di jalan yang benar hanya berbuat baik pada kaum keluarga dan kerabat dekat. Ini adalah lembaga pertama dimana orang percaya merealisasikan imannya dengan mengasihi kaum keluarga dan kerabatnya sendiri. Saling peduli dan memperhatikan antara anggota keluarga adalah salah satu syarat penting untuk hidup yang harmonis.

  6. Iman yang dibuktikan kepada saudara seiman.

    Hubungan dengan Tuhan berjalan benar lalu berbaik hati kepada saudara-saudara seiman. Saudara seiman adalah lembaga ke dua dimana setiap orang mewujudnyatakan komitmennya pada jalan Tuhan. Jangan menyembunyikan tangan jika saudara seiman meminta bantuan kepada anda melainkan bantulah semampunya menurut sumber daya yang anda miliki.

  7. Iman yang disertai dengan kasih kepada orang miskin, janda, anak terlantar yatim dan/atau piatu.

    Keintiman dengan Allah dimana hubungan dengan manusia sangat didedikasikan untuk beramal kepada orang miskin, janda anak yatim dan/atau piatu. Selama kita mamiliki rezki yang lebih maka sangat dianjurkan untuk memperhatikan kehidupan orang yang masih belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Amal ibadah kita kepada mereka akan dihitung oleh Yang Maha Kuasa dan suatu saat kelak akan dibayar lunas, cepat atau lambat.

  8. Keimanan yang sudah mumpuni memampukan seseorang untuk menyatakan kebaikan kepada orang asing.

    Kedekatan dengan Yang Maha Kuasa berjalan baik yang disertai dengan berlaku baik bagi orang lain yang tidak dikenal/ asing. Ini adalah sebuah pencapaian emosional dan kemampuan membaca orang luar dengan cepat. Sebab orang asing tidak selalu baik, salah-salah sedikit maka kita justru dirugikan karenanya (dijebak/ dikerjain). Namun mereka yang sudah dewasa imannya mampu membedakan dimanakah orang yang benar-benar tulus dan dimanapula orang yang penuh dengan kepura-puraan.

  9. Kepercayaan yang bersamaan dengan kasih kepada musuhnya.

    Hubungan dengan Sang Pencipta berlangsung harmonis. Hubungan dengan sesama manusia mampu membantu musuhnya dalam kebaikan. Mengasihi musuh adalah puncak tertinggi dari kecerdasan emosional. Hanya mereka yang sudah lepas dari jalur kebencian, dendam dan amarah yang dapat melakukannya.

    Siapakah orang yang tidak memiliki rival/ saingan di dunia ini? Setiap diadakan pertandingan maka selalu ada lawan yang menjadi saingan untuk meraih sesuatu. Mereka yang bijak akan membawa persaingan itu ke ranah yang positif terbatas namun bagi mereka yang kurang cerdas akan membawa pertandingan itu kearah yang negatif meluas. Berlawanan dengan orang lain tidak salah tetapi menganggap buruk segala sesuatu tentang kehidupannya adalah awal dari kebusukan hati. Batasi persaingan anda teman….

    Sama seperti kasih kepada orang asing demikian pulalah kasih kepada musuh, butuh kedewasaan secara emosional untuk melakukannya. Kedewasaan ini hanya diperoleh dari sikap tahan uji sehingga hatinya murni dihadapan Tuhan.

  10. Semangat untuk melayani tanpa mengharapkan imbalan: uang, jabatan dan kemuliaan duniawi.

    Tidak lagi fokus dengan dunia ini melainkan menjual seluruh hartanya (tidak memiliki apa-apa di dunia ini) untuk kemudian mengikut jalan Tuhan dengan bersungguh-sungguh. Para pekerja yang tidak memiliki upah adalah orang-orang yang sangat tangguh kepercayaannya kepada Sang Pencipta. Mereka adalah sukarelawan sejati yang upahnya dibayarkan di Sorga.

    Bahkan Tuhan Yesus menantang para hamba-Nya saat ini :Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku“.

    Mereka yang tidak menggantungkan hidupnya kepada harta dunia ini adalah orang-orang yang paling bahagia sebab upah mereka besar di Sorga. Tapi mereka yang hidup berkelimpahan karena talenta yang dimiliki maka upahnya sudah dibayar dengan lunas saat itu juga. Oleh karena itu STOP mengukur segala sesuatu dengan uang!

(Ibrani 11:1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Jadi pada dasarnya, iman tidak dapat dilihat oleh mata kepala ini tetapi dapat dirasakan pengaruhnya lewat sikap sehari-hari. Masalah dan pergumulan hidup yang kita hadapi sehari-hari merupakan cara Tuhan untuk memperkuat dan meningkatkan level kepercayaan manusia kepada-Nya.

Kiranya anda terinspirasi lewat tulisan ini.

Salam kedewasaan iman !

Iklan

One comment

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s