+10 Penyebab & Cara Menghadapi Gempa Bumi – Cara Mengantisipasi Bencana Sedini Mungki

Penyebab & Cara Menghadapi Gempa Bumi - Cara Mengantisipasi Bencana Sedini Mungki

Beberapa tahun belakangan gempa bumi menggegerkan ibu pertiwi. Semua orang panik berhamburan ke luar rumah. Bangunan runtuh berjatuhan menimpa segala sesuatu yang ada dibawahnya. Tidak peduli itu perabotan, kendaraan, hewan, tumbuhan bahkan manusia sekalipun akan dicekik olehnya. Ada yang masih bisa selamat namun beberapa tidak beruntung karena terjepit diantara bumi dan bangunan.

Kisah yang sangat memprihatinkan dan mengundang kesedihan bagi semua orang yang mendengar terlebih lagi yang melihatnya secara kasat mata. Mereka yang terlibat langsung dan mengalami guncangan tanah yang kuat di bawah kakinya akan merasakan tekanan fisik, mental dan sosial yang tidak terduga sebelumnya. Kepergiaan kerabat/ handaitolan, gangguan kesehatan, stres dan kehilangan harta benda bercampur aduk membuat pikiran kacau.

Apa yang dulu telah dibangun dari nol menjadi lebih besar kini kembali ke nol lagi. Tabungan yang telah terkumpul untuk tujuan tertentu harus siap dikeluarkan. Masih untung bila hanya harta benda yang retak, berjatuhan dan menjadi berkeping-keping. Yang paling menyedihkan adalah mereka yang harus kehilangan sanak saudara dan keluarga tercinta dalam hitungan menit. Bencana membawa duka mendalam terlebih bagi mereka yang masih hidup.

Tidak ada yang dapat dilakukan selain menangis maka lepaskanlah itu. Lalu mulailah bersujud dan mengucap syukur terhadap semua yang telah terjadi. Itu adalah kehendak-Nya dimana semua itu untuk menyatakan kemuliaan, kebesaran dan keagungan-Nya. Kiranya apapun bencana yang terjadi di negeri ini dapat kembali menegaskan kepada kita bahwa “masih ada Tuhan”. Dengan itu, marilah kita merefleksikan setiap bencana untuk berbenah menyongsong masa depan yang lebih baik lagi.

Mengapa gempa bumi banyak memakan korban?

Berikut beberapa alasan yang kami ajukan mengapa gempa bumi yang terjadi disuatu tempat dapat menimbulkan korban yang jumlahnya tidak biasa.

  1. Kurangnya kesiapan teknologi dan personil dari badan yang melakukan pengawasan terhadap gerakan lempeng dunia (geofisika/ geologi). Ini juga bisa dipengaruhi oleh anggaran yang kurang memadai.
  2. Masyarakat yang panik & belum tanggap gempa. Pengetahuan masyarakat yang minim tentang cara menghadapi bencana alam sekelas gempa bumi memperbesar resiko jatuhnya korban.
  3. Struktur bangunan/ pemukiman yang tidak memadai. Membangun rumah di daerah bencana dengan pondasi dan kerangka yang tidak tahan terhadap gempa bumi sama saja dengan membahayakan nyawa sendiri.
    Bangunan yang dibuat dari kayu/ bambu justru lebih tahan terhadap goncangan gempa bumi daripada sesuatu yang dibangun di atas lahan beton seluruhnya.
    Biasanya rumah yang dirancang setengah beton (setengah kayu) lebih tahan terhadap goyangan permukaan bumi.
  4. Struktur tanah yang labil. Tanah yang tidak padat cenderung akan mudah terguncang dibandingkan tanah yang strukturnya padat dan dipenuhi oleh akar tumbuhan hijau.
  5. Tingginya kekuatan gempa. Semakin tinggi kekuatan gempa maka semakin banyak kerusakan dan korban yang ditimbulkannya.

Beberapa data yang kami peroleh dari situs bmkg.co.id

Akibat Gempabumi

  • Getaran atau guncangan tanah (ground shaking)
  • Likuifaksi ( liquifaction)
  • Longsoran Tanah
  • Tsunami
  • Bahaya Sekunder (arus pendek,gas bocor yang menyebabkan kebakaran, dll)

Faktor-faktor yang Mengakibatkan Kerusakan Akibat Gempabumi

  • Kekuatan gempabumi
  • Kedalaman gempabumi
  • Jarak hiposentrum gempabumi
  • Lama getaran gempabumi
  • Kondisi tanah setempat
  • Kondisi bangunan

Faktor yang menyebabkan terjadinya gempa bumi

Kami bukan ahli geografi atau geologi atau seismologi atau apapun yang berhubungan dengan fenomena gempa bumi yang banyak menelan korban jiwa. Oleh karena itu terlepas dari semua alasan geologist di atas maka inilah yang kami katakan soal faktor yang menyebakan terjadinya gempa menurut pemahaman dan pengertian sendiri.

  1. Gravitasi.

    Pernahkah anda membayangkan bagaimana bumi ini terus berputar-putar mengelilingi matahari dan bagaimana pula bulan mampu menimbulkan gelombang pasang di malam  hari? Oleh karena itu bukanlah sesuatu yang mustahil apabila permukaan tanah yang tidak padat dan labil tertarik oleh gaya gravitasi dari luar angkasa (bulan/ matahari).

  2. Gunung berapi.

    Aktivitas gunung api harus selalu dipantau setiap saat. Sebab hal-hal yang tidak diinginkan mungkin dapat terjadi dalam hitungan detik dan tanpa disadari oleh banyak orang. Oleh karena itu, setiap peningkatan stataus gunung berapi segera diumumkan kepada warga sekitar untuk mengantisipasi jatuhnya korban yang lebih banyak. Selain keluarnya magma cair, debu dan gas, kejadiaan ini juga diawali dengan munculnya gempa bumi yang semakin tinggi intensitasnya.

  3. Pertambangan.

    Aktivitas pertambangan dapat merusak kontur alami kerak bumi sehingga membuatnya labil dan rentan mengalami gesekan. Mungkin diawal-awal keadaan ini tidak begitu kentara/ kelihatan. Namun lama kelamaan pengerukan hasil bumi yang tidak memperhatikan kaidah lingkungan dapat menyebabkan gempa bumi yang tidak biasa.

  4. Pengeboran minyak bumi dan gas alam.

    Eksploitasi yang terjadi secara besar-besaran cenderung berpengaruh langsung terhadap tersedianya ruang kosong yang besar dibawah lempeng bumi. Jika ruang kosong ini mengalami instabilitas karena tekanan dari luar maupun karena desakan dari dalam niscaya akan menimbulkan patahan yang luar biasa terlihat setelah gempa bumi berhenti.

    Ada informasi yang kami dapat tentang “mengapa negara-negara maju tidak melakukan pengeboran minyak bumi di tanah mereka sendiri? Mereka justru membeli dari negara arab & asia. Padahal mereka memiliki cadangan minyak yang tidak sedikit di bawah tanahnya“. Maka jawabannya adalah agar negerinya tidak ditimpa bencana alam sekelas tanah longsor dan gempa bumi. Sebab biar bagaimanapun kekosongan di dalam perut bumi tidak tergantikan dengan cepat. Sehingga apabila timbul desakan dari dalam atau gravitasi niscaya akan menyebabkan gempa bumi.

  5. Berkurangnya air tanah secara drastis.

    Eksploitasi sumber daya air tanah secara besar-besaran dapat memicu bencana. Terlebih lagi ketika jumlah yang ditarik keluar dari dalam tanah lebih besar daripada jumlah yang masuk meresap kedalamnya. Perbedaan yang jauh ini cenderung akan menyebabkan timbulnya ruangan kosong dibawah tanah. Gerakan gravitasi/ tekanan atau dorongan sedikit saja dapat menimbulkan patahan yang mengawali terjadinya gempa bumi yang tidak biasa.

  6. Kepadatan tanah yang berkurang.

    Struktur permukaan tanah yang telah mengalami kemunduran fungsi akan memperbesar terjadinya gempa. Penebangan pohon sembarangan secara masal akan semakin memperburuk fungsi tanah yang sesungguhnya. Ditambah lagi dengan pencemaran tanah oleh berbagai limbah industri semakin mengurangi produktivitasnya. Struktur tanah yang gersang, labil dan tanpa ikatan yang kuat oleh akar pohon dapat memperbesar terjadinya gempa bumi yang disulul oleh tanah longsor.

  7. Karena dosa manusia.

    Dalam Alkitab telah dituliskan/ diisyaratkan betapa dosa-dosa manusia telah menyebabkan terjadinya bencana alam termasuk gempa bumi. Oleh karena itu lebih baik dan lebih bijak bagi anda untuk melakukan yang baik dan meninggalkan yang jahat itu.

  8. Aktivitas militer yang berlebihan.

    Militer sebuah negera memiliki cukup amunisi dan persenjataan untuk menggetarkan suatu wilayah/ daerah yang luas. Ini bisa saja dipicu oleh hulu ledak bom yang meledak di daratan. Hubungan semacam ini jauh lebih  membuat hati tidak mampu memahami pesan moral kehidupan yang hendak diajukan dalam teori ini sehingga menyebabkan angka kematian yang juga tidak sedikit. Bila ini murni terjadi karena peperangan yang dicampuri oel

Cara mengantisipasi dan menghadapi bencana : gempa bumi.

Tidak mudah untuk mengantisipasi agar timbulnya bencana dapat diketahui secara pasti. Sayang, manusia tidak dapat mengerti semuanya dan kita juga belum memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan ini. Oleh karena itu, berhenti berpikir tentang kapan melainkan antisipasi sejak dini dan persiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Ingatlah bahwa pencegahan lebih baik daripada mengobati. Jadi kedepankan langkah-langkah untuk mencegah dan selalu siap ketika guncangan mematikan itu terjadi. Berikut cara yang perlu anda terapkan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Usaha yang kita giatkan sebelum gempa terjadi.

  1. Revolusi mental.

    Ini adalah usaha transformasi moral manusia dari sifat-sifat yang cenderung kebinatangan menjadi lebih manusia bermanfaat bagi Tuhannya dan bagi sesama manusia lainnya.

  2. Membina lembaga profesional.

    Melatih dan mendanai lembaga yang bergerak di bidang geologi/ geofisika. Baik dalam hal dukungan teknologi dan ilmu pengetahuan.

  3. Memetakan daerah gempa bumi.

    Pemetaan dan penggolongan daerah yang rawan bencana penting untuk memaksimalkan kesiapan pemerintah di daerah tersebut.

  4. Mengedukasi masyarakat tanggap bencana.

    Daerah yang dikenal rawan harus diantisipasi dengan mempersiapkan masyarakat menghadapi kondisi terburuk sekalipun.

  5. Membangun pemukiman yang tahan gempa.

    Dalam pengalaman yang kami miliki bangunan yang tahan terhadap guncangan gempa adalah bangunan dengan struktur yang kuat namun ringan. Ini seperti
    – Rumah yang memiliki kaki penunjang (Seperti rumah adat beberapa daerah-Nias)
    – Bangunan rumah dari kayu.
    – Rumah dari bambu.
    – Bangunan rumah setengah beton (setengah kayu).
    – Gedung dengan kerangka beton yang kuat (dari besi-baja)

  6. Memperkuat struktur tanah.

    Satu-satunya usaha untuk memperkuat struktur tanah adalah dengan menanam pohon di sekitar lingkungan anda. Akar pohon seperti perekat yang lebih kuat dari “kaki ayam” atau bahkan “kaki gajah” yang sangat kuat merekatkan tanah itu sendiri. Mulai membudayakan untuk menanam pohon adalah sebuah kebiasaan yang baik untuk keberlangaungan hidup manusia. Selain membuat udara sejuk dan bersih, pohon juga mampu meminimalisir kekuatan guncangan gempa dari dalam tanah.

  7. Menghentikan penambangan ilegal.

    Biasanya segala sesuatu yang ilegal tidak peduli dengan lingkungan. Oleh sebab itu melarang aktifitas seperti ini dapat membawa dunia ini menjadi lebih baik lagi. Pengambilan bahan tambang dari kerak bumi harus benar-benar menjalankan prosedur yang tepat guna dan pro lingkungan.

  8. Mengurangi eksploitasi air tanah yang berlebihan.

    Segala sesuatu yang berlebihan memang membawa dampak buruk bagi negeri ini. Oleh karena itu daripada anda menggunakan air tanah hasil sumur bor maka lebih baik anda menggunakan air PAM yang dikelola oleh perusahaan daerah. Eksploitasi yang besar tidak sebanding dengan daya serap pengembalian air tersebut ke dalam tanah. Terlebih ketika areal hijau serapan air telah berubah fungsi menjadi perumahan, jalan dan perkantoran.

  9. Mengurangi jumlah produksi minyak bumi dan gas.

    Ada baiknya pemerintah mulai menggunakan energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Lebih baik meminimalisir penggunaan mesin dan mengalihkannya pada tenaga manusia yang dapat diperbaharui. Pengambilan minyak dan gas alam dari perut bumi secara besar-besaran semakin meningkatkan resiko patahan yang timbul.

    Oleh karena itu, alangkah lebih baik jika kita meminimalisir penggunaan mesin yang membutuhkan Bahan Bakar Minyak. Lebih baik menggunakan tenaga manusia/ hewan yang senantiasa bisa diperbaharui. Misalnya dengan berjalan kaki bila hendak berpergian atau bisa juga dengan naik sepeda.

    Mengembangkan energi alternatif yang diperoleh dari berbagai macam tumbuh-tumbuhan dapat menjadi salah satu solusi kebutuhan yang tinggi akan BBM untuk mesin kendaraan.

    Pada dasarnya pengeboran minyak dapat dilakukan tapi tidak secara besar-besaran melainkan melakukannya secara bertahap dan perlahan-lahan agar ada waktu tenggang yang cukup bagi alam untuk menggantikannya kembali.

  10. Menghindari penanaman benda tertentu di bawah tanah pemukiman warga.

    Benda-benda tertentu seperti pipa, kabel dan lain sebagainya dapat mengurangi kepadatan tanah dan memperbesar terjadinya retakan di atas permukaan. Oleh karena itu alangkah lebih baik jika penanaman benda-benda berukuran besar tersebut diletakkan jauh dari perumahan warga masyarakat.

    Saat gempa terjadi (sedang berlangsung) apa yang harus dilakukan?

  11. Tetap tenang dan gunakanlah intuisi (dengarkan suara hati) anda saat gempa sedang berlangsung.

    Sikap yang santai namun sigap (berpikir sambil bergerak) akan memberikan waktu untuk berpikir jernih untuk mengambil keputusan yang tepat.

  12. Saat sedang terjadi guncangan dan berada di dalam rumah.

    • Merunduklah ke bawah (berjongkok) dengan tangan yang menyentuh lantai.
    • Lihat sekelilingmu, carilah perabotan yang bagian bawahnya kosong sehingga anda bisa memasukinya. Misalnya di bawah kolom meja.
    • Bila tidak ada perabotan yang bagian bawahnya kosong maka bersembunyilah dibalik segitiga kehidupan yaitu dibalik perabotan lain yang lebih kokoh sekalipun terjadi guncangan. Misalnya disamping meja kayu, sofa kayu atau almari dari kayu yang kokoh dan tidak ikut tumbang ketika gempa sedang berlangsung.
    • Lipatlah badan sedemikian rupa agar ukuran tubuh tidak melebihi tinggi perabotan tempat kita berlindung.
    • Beberapa orang juga meyakini bahwa segitiga kehidupan terletak di sudut-sudut rumah. Dimana kebanyakan ketika sebuah rumah roboh maka areal bagian tengah biasanya dipenuhi dengan puing-puing yang berjatuhan dari atas sedangkan sudut-sudut rumah ditemukan bersih dari puing.
    • Rendahkan diri, merunduk, berjongkok bahkan bila perlu gunakan posisi fetal (posisi duduk/ tidur di lantai seperti bayi di dalam rahim, menekuk kedua tangan dan kaki di dekat badan) di bawah meja, di sebelah perabot atau di sudut rumah sambil melindungi kepala anda dengan tangan.
  13. Saat bumi bergoyang dan sedang berada di pusat perbelanjaan dan tempat keramaian.

    • Ikuti instruksi dari pemandu di sekitar anda (entah itu suara dari mikrofon, petugas keamanan dan penjaga toko).
    • Jauhi perabotan yang mudah jatuh dan pecah (misalnya dari bahan keramik dan kaca atau yang lainnya).
    • Hindari berlarian yang tidak jelas melainkan sebaiknya gunakan pintu darurat/ lift darurat/ tangga darurat  untuk keluar dari gedung.
    • Jangan terlalu panik lalu menganggap gedung/ bangunan tersebut akan segera runtuh sebab konstruksi semua gedung-gedung tinggi telah dirampungkan sampai mampu menahan getaran gempa sampai derajat batas atas.
  14. Ketika bumi bergetar dan anda sedang berada dijalanan.

    • Cari tempat aman untuk menepi dan berhenti sejenak. Tempat yang bebas dari benda-benda yang menjulang tinggi ke angkasa.
    • Sebaiknya hindari untuk menepi di jalan layang, jembatan atau tempat-tempat lainnya terkecuali saat situasi jalan sedang macet total.
    • Bila situasi jalanan sedang padat merapat maka hindari sikap panik lalu menerobos iring-iringan kendaraan sehingga timbullah kemacetan dan kekacauan lalu lintas yang pelik/ parah sehingga andapun turut terjebak disana selama berjam-jam.
  15. Sewaktu berada di dalam gedung bertingkat yang berlantai banyak.

    • Hindari kekuatiran di dalam hati yang mengatakan bahwa mana tahu gedungnya akan segera roboh. Sadarilah bahwa proses konstruksi bangunan tersebut sudah teruji dan mampu bertahan dari guncangan pada limit batas atas.
    • Tenangkan diri dan jangan panik lalu ikuti prosedur keselamatan yang dilakukan oleh pihak operator atau pihak keamanan gedung.
  16. Sewaktu berada di pinggir pantai mengantisipasi bahaya tsunami.

    • Jika memang terjadi tsunami maka kira-kira waktu tenggak/ jeda dari saat terjadinya gempa sampai datangnya air bah dahsyat adalah setengah jam (lebih kurang 30 menit)
    • Segera hentikan seluruh aktivitas di daerah tersebut.
    • Tanpa berkemas (tinggalkan peralatan yang masih berserakan di lokasi) segera menuju kendaraan anda untuk meninggalkan lokasi.
    • Andapun dapat menumpang dengan kendaraan lain/ kendaraan umum jika kendaraan anda tidak dimungkinkan untuk keluar dari areal parkir.
    • Bila anda tidak menemukan kendaraan maka carilah gedung bertingkat dan berlantai banyak didekat lokasi untuk dimasuki dan tempatilah lantai paling atas yang menurut anda sudah aman.
    • Jika tidak ada juga gedung tinggi berlantai banyak dilokasi tersebut maka sebisa mungkin panjatlah pepohonan yang menjulang tinggi (misalnya saja pohon kelapa).
  17. Apapun barang-barang anda yang ketinggalan atau tidak sengaja terjatuh saat situasi genting jangan diambil/ dipungut kembali melainkan lupakan saja dan selamatkanlah dirimu terlebih dahulu.

    Ada beberapa orang yang menganggap nyawanya lebih murah dibandingkan sebuah gadget, perhiasan dan barang mewah lainnya. Sehingga ia berlari dan kembali untuk menyelamatkan semua benda-benda bersebut yang pada akhirnya membuatnya ketinggalaan bahkan terhimpit material bangunan yang berjatuhan atau bisa juga karena terhimpit oleh desakan orang-orang dibelakangnya/ disekitarnya.

  18. Harapan terakhir anda adalah “berdoa“.

    Sebaik apapun kita berusah kabur, kalau itu sudah takdir niscaya “tidak mungkin dihindari”. Oleh karena itu, tetap terhubung dengan Sang Khalik dalam doa, firman dan nyanyian pujian saat melewati cobaan yang besar ini. Agar sekiranya mungkin bisa selamat dari bencana tersebut dan bilapun akhirnya anda lewat maka hati ini sudah siap untuk menyambutnya (kematian).

Manfaatkan alam dengan bijak: eksploitasi secara wajar dan hindari terburu hawa nafsu (entah itu demi uang atau demi ambisi kekuasaan). Gunakan semua karunia itu demi kepentingan bersama seluruh anggota masyarakat.  Sebab di dalam kebersamaan ada kerendahan hati, juga kerja sama yang penuh dengan keadilan dan jangan lupakan satu lagi hal penting, yakni keseimbangan. Berusahalah untuk menjaga keseimbangan alam agar bumi ini tetap awet panjang umur dan bebas dari gempa.

Demikian saja teman. Semoga Indonesia lebih siap bahkan terhindar dari bencana gempa bumi dihari-hari berikutnya.

Salam dahsyat!

Iklan

3 comments

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor: Anda mengoreksi tulisan ini artinya lebih cerdas dari kami, Selamat!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s