8 Alasan Mengapa Tidak Membalas Kejahatan dengan perbuatan yang sama – Manfaat mengasihi musuh

Alasan mengapa tidak boleh membalas kejahatan dengan keburukan yang sama.

Kristen Sejati – Baik dan buruk hidup berdampingan bersama kita. Dunia bukan hanya untuk orang benar saja, ada juga orang yang menjengkelkan didalamnya. Pernahkah anda bertemu dengan seseorang yang baik padamu? Sudahkah anda berjumpa dengan salah seorang yang menurutmu jahat? Pengalaman bertemu dengan orang-orang yang sulit dimengerti dapat menambah wawasan untuk kehidupan yang lebih baik.

Kita hidup dalam sebuah sistem yang dibentuk dalam asumsi gotong royong. Dimana satu orang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Setiap manusia memiliki peran yang berbeda-beda di dunia ini. Satu peran maka satu orang yang mengerjakannya terkecuali untuk seorang yang serakah, mereka memiliki motto “doble jobs itu lebih baik?“. Dari sini saja dapat disaksikan bersama betapa hidup ini syarat dengan perbedaan.

Beberapa perbedaan yang sangat membawa pengaruh besar adalah tingkat kecerdasan, pengertian dan kepentingan. Mereka yang kurang cerdas rentan terhadap gangguan, orang yang kurang pengertian memiliki emosional yang labil, ada juga beberapa orang yang berbeda kepentingan dan syarat dengan persaingan yang beresiko memperburuk keadaan. Perbedaan ketiga hal ini saja dapat menimbulkan resiko yang besar terlebih lagi saat berbicara hal-hal yang lainnya.

Sadar atau tidak perbedaan menimbulkan masalah. Tidak lupa untuk pepatah romantis dibalik itu semua : “Perbedaan seperti pelangi yang memperindah dunia ini!“. Apakah anda benar-benar merasakan keindahannya? Atau jangan-jangan kekesalan & dendam telah meracuni hati. Satu hal yang harus diingat bahwa anda tidak dapat memaksakan kehendak pribadi kepada orang lain, satu-satunya yang dapat memaksa dalam kehidupan ini adalah hukum. Disamping itu tidak baik rasanya apabila keunikan pribadi yang dimiliki malah mendatangkan kerugian besar kepada orang lain.

Seperti halnya perbedaan yang sudah default adanya (sudah ada bahkan sebelum anda lahir di dunia ini). Maka demikian pula halnya dengan persoalan yang dialami, sudah ada dan tidak mungkin dapat dihentikan untuk di bawa keluar (dibebaskan) dari tengah-tengah anda. Pergumulan hidup akan selalu memberi dua dampak, ada yang berdampak baik dan ada pula yang berdampak buruk.

Apa yang diterima dari gesekan sosial tergantung dari cara menanggapinya. Kami memiliki satu dasar pemikiran untuk ini, “Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain (Lukas 6:29a)“. Pengetahuan kami tetang ajarang Tuhan Yesus sangatlah kerdil. Dari sepenggal firman di atas dapat kami analogikan bahwa untuk mewujudkan perdamaian maka kita harus mengalah (membiarkan diri kalah). Tapi bukan juga dalam artian kita membiarkan kejahatan terjadi di depan mata sebab Indonesia negara hukum. Anda bebas untuk melapor atau tidak kepada pihak yang berwajib.

Mengalah atau bisa juga dikatakan membiarkan diri kalah adalah bagian dari pembinaan mental manusia. Inilah yang namanya ujian kehidupan. Tetapi harap diingat perbedaan antara menguji orang lain dan melakukan aksi kejahatan. Ujian hidup lebih bertujuan pada pembinaan mental dan moralitas (seperti kesabaran, kejujuran, kesetian, kebaikan ditengah tekanan dan lain-lain). Sedangkan aksi kejahatan biasanya merugikan secara material, melukai bahkan membunuh.

Jelaslah bahwa perkara ini bukanlah sesuatu yang mudah, bagaimana mungkin anda membiarkan harga diri diinjak-injak oleh orang lain. Pada situasi ini yang bekerja adalah logika berpikir yang tidak pernah mau rugi. Apabila sisi intelektual ini dimunculkan bersamaan dengan ego yang cukup tinggi niscaya mustahil untuk memilih sikap mengalah. Oleh karena itu anda butuh kekuatan spiritual untuk mengalahkan logika.

Mengapa tidak perlu membalas perlakuan buruk dengan kejahatan yang sama?

Alasan mengapa tidak boleh membalas saat orang lain mencoba untuk merendahkan, menjelekkan dan menghina adalah sebagai berikut.

  1. Menjadi lebih rendah hati.

    Sidap yang mau mengalah adalah ciri khas kerendahan hati. Sebab orang sombong tidak akan pernah menurunkan egonya dan harga dirinya di hadapan orang lain. Ingatlah bahwa “yang rendah ditinggikan dan yang tinggi direndahkan“.

  2. Biarkan Tuhan memperhitungkannya sebagai upah.

    Mengalah adalah sikap yang mau mengampuni kesalahan orang lain. Pengampunan yang anda berikan kepada orang lain akan diperhitungkan Tuhan sebagai sebuah kebaikan hati. Membalas kejahatan dengan kebaikan adalah wujud dari kebaikan hati yang sejati.

  3. Menganggapnya sebagai ujian hidup

    Diketahui bermanfaat untuk menjadi seseorang yang dewasa. Saat menjalani proses kedewasaan maka saat itulah diri ini ditekan oleh berbagai-bagai situasi. Jadi siapapun yang hidupnya tertekan saat ini berarti sedang menjalani tahapan penting untuk  menjadi dewasa.

    Selanjutnya, Cara menghadapi ujian kehidupan

  4. Semakin panjang sabar.

    Kesabaran adalah wujud dari kekuatan hati yang siap  menerima segala sesuatu apa adanya. Semakin banyak diperhadapkan dengan masalah maka semakin baik kemampuannya untuk menyesuaikan diri dan menemukan solusi.

    Mereka yang panjang sabar juga dikenal sebagai orang yang tidak mudah tersulut emosi pada hal-hal yang sederhana.

  5. Untuk menghancurkan kebencian.

    Benci itu manusiawi sedangkan kemauan untuk mengalah adalah salah satu cara untuk mengikis rasa benci dari dalam hati. Begitu mendapat perlakuan buruk seseorang bisa saja membenci orang lain. Namun dengan mengalah

  6. Untuk menepis dendam.

    Manusia yang disakiti oleh orang lain sudah pasti memiliki dendam kesumat. Dengan membiarkan diri terlihat kalah maka sikap ini akan membuat dendam dalam hati menjadi mandul. Sehingga lama kelamaan rasa dendam itu terus terkikis sampai tidak ada lagi.

  7. Membuat anda lebih cerdas dan bijak.

    Hikmat, pengetahuan dan penghiburan datangnya dari Allah saja (dalam rupa Roh Allah). Saat anda menemukan sebuah teknik untuk merendahkan hati niscaya Yang Maha Kuasapun akan melimpahi anda dengan karunia tetang pengertian akan yang baik dan yang jahat. Dari kedua hal inilah muncul berbagai-bagai ilmu pengetahuan di dunia ini. Artinya, jika anda mampu membedakan antara yang baik dan yang jahat maka ini akan menjadi tiket untuk menuju kepada ilmu pengetahuan lainnya. Lagipula kemampuan untuk memecahkan masalah melatih otak untuk berpikir, menganalisis dan mengambil keputusan.

  8. Pembalasan tidak ada artinya, biarkan Tuhan yang membalasnya.

    Dahulu kami pernah membalas perlakuan yang tidak senonoh dari orang lain dengan kata-kata kotor yang sama. Justru yang terjadi hati tidak damai dan malah tambah pusing karena telah jatuh dalam lingkaran kebencian yang tidak pernah putus.

    Pernah juga kami membalas kejahatan dengan kejahatan yang sama. Eh malah kami balik dibalas dengan perlakuan yang semakin kasar saja. Setelah itu kapoklah.

    Tidak lupa dahulu pernah mengalami gangguan sosial namun karena kami terlalu agresif akhirnya masuk dalam jebakan lawan sehingga mengalami kerugian sendiri.

    Kalau tidak salah pernah bertentangan dengan seseorang lalu kemudia kami membalasnya tapi pada akhirnya yang kenak/ yang dirugikan bukanlah lawan yang semula melainkan seserang yang lewat di daerah tersebut.

Pada akhirnya kami memutuskan untuk tidak lagi membalas perlakuan buruk dengan kejahatan yang sama sebab rasa sakit yang akan dihasilkan/ dirasakan oleh lawan sifatnya sesaat saja. Mungkin dia merasakannya 5 detik sehingga tidak membuatnya kapok untuk berbuat yang jahat.

Oleh karena itu kami telah memutuskan bahwa siapapun yang berbuat tidak baik biarlah itu dibalaskan oleh Tuhan. Kami membiarkan Tuhan yang melakukan pembalasan sebab pembalasan dari-Nya bakalan membuat orang tersebut kapok dan tidak melakukannya lagi.

Jadi, sekarang secara intelektual-spiritual anda sudah dibekali untuk lebih kuat dan sabar saat menghadapi perlawanan dari orang lain sebab dunia tidak melulu soal menang & kalah. Ada saatnya bagi kita untuk mengalah dalam kondisi tertentu lalu menikmati semua peristiwa yang terjadi sambil mengucap syukur dan berterimakasih pada semua orang yang terlibat.

Baca juga, Cara berbuat baik kepada musuh anda

Salam damai!

Iklan

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s