15 Cara Menjaga Sumber Daya Tetap Terbarukan – Negara Adalah Sistem Yang Berputar

Cara memutar sumber daya tetap terbarukan negara adalah sistem yang berputar

Negara adalah organisasi terbesar yang berkuasa di suatu wilayah atau beberapa wilayah tertentu saja. Pada awalnya mereka hanya sekumpulan orang yang memiliki nasib, perasaan dan cita-cita yang sama. Namun lama kelamaan semakin banyak orang yang menggabungkan diri lalu memilih untuk membentuk pengelolaan yang tersistem yang disebut negara. Terdapat banyak sistem yang membentuk negara, diantaranya ialah sistem pemerintahan, komunikasi, pertahanan, ekonomi, perdagangan, pertanian, transportasi dan lain sebagainya. Semua sistem ini dikelola dan disinergikan menurut tugas dan fungsi masing-masing sehingga dapat mengayomi kehidupan seluruh rakyat yang ada di dalamnya.

Berjalan tidaknya sebuah negara tergantung dari sumber daya yang dimiliki, baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Tanpa sumber daya, ia seperti seorang anak yang lahir prematur, mudah tertekan, rapuh, dan berada di bawah kendali pihak lain (bangsa asing dengan sumber daya besar). Sumber daya adalah motor utama penggerak suatu bangsa. Oleh karena itu, harus dijaga keberadaannya agar tetap bertahan turun-temurun. Pengelolaan yang cerdas dan terpimpin adalah kunci utama agar semua potensi yang ada tetap bertahan bahkan terus berkembang sampai anak-cucu yang kesekian.

Dalam sebuah lembaga pemerintahan setiap komponen memiliki peran yang berbeda-beda tergantung dari pofesi yang dimiliki. Setiap profesi bersinergi dalam kebersamaan untuk membentuk sebuah sistem yang berputar sempurna. Ada banyak profesi dalam sebuah negara, diantaranya adalah pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif, guru/ dosen, pedagang, petani, peternak, nelayan, medis/ para medis, pekerja proyek, supir dan masih banyak lagi. Masing-masing nama memiliki peran berbeda untuk menyokong/ menunjang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Negara adalah sistem yang berputar untuk membagi kemakmuran

Kami mengenal banyak jenis-jenis sistem, ada yang terbuka dan ada pula yang tertutup. Dalam sistem yang terbuka, biasanya aliran sumber dayanya berjalan dari atas ke bawah kemudian menghilang dimana sumber daya tersebut keluar dari sistem. Sistem yang seperti ini membutuhkan sumber daya yang melimpah ruah namun semakin lama akan semakin habis. Keadaan ini membuat sistem tersebut pailit (mengalami kegagalan). Sebab sumber daya yang tidak dapat diperbaharui adalah sebuah kelemahan yang harus diantisipasi oleh organisasi tersebut.

Jumlah Energi Di Alam Semesta Tidak Bertambah dan Tidak Berkurang

Sistem tertutup mencirikan perputaran seperti roda kendaraan. Masing-masing komponen didalamnya saling membutuhkan, saling bersinergi dan tidak ada yang merasa lebih penting dari yang lain. Artinya, semuanya bekerja sama untuk menggerakkannya pada poros/ berdasarkan aturan tertentu. Aliran sumber daya dalam sebuah negara berputar dan tidak pernah keluar dari jalur yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebuah pola pengaturan diberlakukan agar sumber daya ang telah digunakan dapat didaur ulang dan dibaharui untuk kembali dimanfaatnya demi kemaslahatan orang banyak.

Tanpa sebuah sistem yang sempurna maka lebih banyak sumber daya yang dibutuhkan sebab bermuara ke pos-pos tertentu yang bukan dari negeri ini. Kehilangan sumber daya adalah kerugian sebagai yang mengawali pada ketergantungan negara terhadap pihak lain, salah satunya adalah IMF, bank dunia dan negara kapitalis lainnya. Utang yang terus menumpuk adalah ciri khas dari negara yang hampir bangkrut. Lama kelamaan tapi pasti. Dimana kejadiaan ini dipercepat oleh pengaruh stabilas ekonomi, politik dan kehidupan sosial dalam suatu bangsa.

Cara memutar sumber daya (SDM/SDA) agar tetap terbarukan

Kami memikiki beberapa saran untuk mengatasi dan meminimalisir kerugian yang dialami oleh negara ini. Mungkin kedengarannya sederhana tapi siapa tahu berguna untuk keberlangsungan hidup bangsa Indonesia yang lebih mandiri, maju dan modern. Berikut selengkapnya.

  1. Pemerataan pendapatan.

    Sadarilah bahwa ketidakadilan selalu mampu memicu gejolak yang masif (sembunyi-sembunyi : iri hati, kebencian) dan kentara (nyata : perlawanan, konflik dan kekerasan). Keadilan adalah awal dari stabilitas dan keamanan sosial bermasyarakat. Tanpa kesetaraan, maka setiap orang akan berjuang mati-matian untuk menduduki suatu posisi yang lebih baik dan menjamin kesejahteraan pribadi dan orang terdekat. Apabila semua profesi dihargai dengan gaji yang setara niscaya tidak ada ketimpangan disana-sini melainkan semuanya tumbuh dan berkembang dalam kebersamaan.

  2. Pemerataan kekuasaan.

    Seorang manusia tidak layak menanggung sebuah kekuasaan yang sangat besar. Sadarilah bahwa dimana ada kuasa yang besar maka disana jugalah terdapat orang-orang yang hendak menggulingkannya. Seperti kata pepatah, “dimana ada aksi maka disitu ada reaksi.” Demikian juga halnya dengan kuasa yang sangat sentral/ terpusat pada satu individu membuat individu tersebut mau tidak mau harus siap bertahan dari besarnya pergolakan yang timbul.

    Sadarilah bahwa meninggikan seorang manusia diantara manusia lainnya sama dengan menjadikan orang tersebut sebagai tuhan atas semuanya sehingga beresiko menentang kemuliaan Tuhan. Oleh sebab itu, letakkan kekuasaan di tangan masyarakat (pemilu – demokrasi rakyat) yang diakhiri dengan demokrasi Tuhan (undian – kekuasaan di tangan Tuhan).

  3. Pemerataan pengetahuan.

    Bisakah anda membaca situasi dunia saat ini? Mereka yang pintar-pintar dan memiliki kekuatan yang lebih akan membodoh-bodohi lalu menindas kehidupan orang yang ada dibawahnya. Pembodohan manusia lewat ilmu pengetahuan yang salah sama juga artinya dengan perbudakan dimana orang-orang tertentu dijadikan sebagai dasar pijakan sehingga yang lainnya bisa menjulang tinggi. Oleh karena itu, pemerataan ilmu pengetahuan umum yang benar adalah mutlak agar tidak ada lagi manusia yang membodohi lalu memeras sesamanya sen demi sen.

    Biasanya konspirasi dan manipulasi dibalik pembodohan masal ini bertujuan agar manusia semakin konsumtif hari lepas hari. Akhirnya oknum kapitalis yang menguasai sumber daya barang dan jasa tertentu diuntungkan secara besar (makin bertambah-tambah kaya saja).

  4. Segala aspek di hulu dan hilir dikuasai oleh negara.

    Komponen di hulu adalah para pelaku industri dan penguasa sumber daya alam sedangkan komponen hilir adalah masyarakat luas. Menguasai kedua komponen ini berarti biaya operasional di hulu dan hilir didanai oleh negara. Dalam hal ini ada istilah, memproduksi sendiri apa yang dibutuhkannya.

  5. Mengembangkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan cerdas.

    Mereka yang cerdas dan mampu berpegang pada prinsipnya adalah manusia yang tidak mudah diombang ambingkan oleh situasi dan kepentingan yang sempit. Dalam mengembangkan akhlak yang baik dibutuhkan hati yang kuat penuh kesabaran. Penerapan simulasi sosial yang identik dengan ujian kehidupan turut membina moralitas setiap anak dibangku sekolah.

  6. Mengolah sumber daya alam yang pro lingkungan.

    Proses mengolah tanah yang baikBumi yang terus menumbuhkan hasilnya harus tetap dijaga kelestariannya. Tanah yang tandus dan gersang mencirikan pemanfaatan SDA yang tidak peduli lingkungan. Kebiasaan seperti ini harus segara ditinggalkan sebab pemeliharaan tanah sangat terjangkau. Dimana garam adalah bio-aktivator yang memperkaya tanah dengan unsur hara dari hasil pembusukan bahan sisa makhluk hidup.

  7. Meminimalisis peran swasta untuk mengelola sumber daya alam yang bersifat vital.

    Peran swasta harus mulai dikurangi dari negeri ini. Sebab campur tangan mereka turut membuat kantong pribadi lebih tebal. Padahal kita semua sudah tahu apa dampak buruk dari keberadaan orang yang sangat kaya di negeri ini. Mereka yang tidak bisa berpikir jernih bisa saja menimbulkan gejolak, huru-hara dan pemberontakan terhadap negara. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya hal ini maka objek vital harus dikelola oleh negara untuk kemaslahatan orang banyak.

  8. Mencarikan pekerjaan/ menciptakan lapangan kerja dan menggaji seluruh rakyat yang umurnya sudah mencapai 25 tahun, ke atas.

    Tanggung jawab negara besar terhadap seluruh warga masyarakat sebab karena itulah pejabat duduk di kursi pemerintahan. Menciptakan lapangan kerja baru jika memang yang sudah ada telah melebihi kuota. Gaji yang diberikan adalah sama jumlahnya sehingga tidak ada lagi warga masyarakat yang berlomba mati-matian menduduki posisi tertentu. Melamar disuatu tempat tidak lagi berdasarkan keinginan/ hawa nafsu melainkan lebih kepada bakat/ potensi yang dimiliki.

  9. Berdagang di negerinya sendiri.

    Pedagang adalah swasta yang memiliki untuk besar dari porses ekonomi. Pegawai yang dibayar/ digaji oleh negara wajib membelanjakan uangnya kepada negara. Seperti yang kami katakan sebelumnya bahwa uang yang terlalu banyak ditangan seseorang dapat membuatnya bebas melakukan apa saja (termasuk aksi kejahatan yang terselubung). Lagipula negara lebih deman yang mana pajak yang hanya 10% atau yang 90%-nya. Oleh karena itu, pemerintah lebih beruntung jika menjadi produsen sekaligus pedagang di tanahnya sendiri. Ini juga dilakukan sebagai salah satu usaha untuk menjaga rupiah tetap berada di dalam negeri tepatnya di kas pemerintah.

  10. Meminimalisir penggunaan mesin.

    Penggunaan mesin membutuhkan energi sedangkan sumber daya (minyak bumi) yang ada terbatas. Oleh karena itu lebih baik menggunakan tenaga manusia pada hal-hal yang dapat dilakukan dengan mudah. Lagipula ini dibutuhkan untuk memperbanyak ketersediaan lapangan kerja untuk seluruh masyarakat. Dampak lain dari penggunaan mesin adalah tingginya biaya operasional dan rumitnya tingkat perawatan yang dibutuhkan.

    Lebih baik menggunakan tenaga dan kemampuan manusia yang profesional sebab manusia adalah organik yang selalu memperbaharui kekuatan (energi) yang dimilikinya. Merawat manusia lebih mudah daripada merawat mesin sebab seorang manusia hanya butuh makan dan minum 3 kali sehari untuk membuatnya tetap aktif bekerja. Sedangkan mesin membutuhkan BBM yang harganya berkali-kali lipat dari makanan manusia itu sendiri.

    Memanfaatkan tenaga manusia pada hal-hal yang bisa dilakukan oleh manusia adalah salah satu pilihan yang baik untuk menurunkan angka pengangguran.

  11. Sistem kerja menggunakan peringkat.

    Dimana mereka yang berprestasi diposkan pada tempat-tempat yang mudah (gaji tetap sama). Setiap profesi memiliki pemimpin yang dipilih dengan cara yang demokratis yang diundi dan senantiasa berputar dalam jangka waktu tertentu. Pekerja baru diletakkan ditempat-tempat yang rumit sedangkan pekerja lama dengan pengalaman tinggi (menjelang usia tua) diletakkan pada posisi tertentu yang lebih nyaman.

  12. Setiap pekerja diberi target untuk melakukan sesuatu dalam jangka tertentu.

    Segala hasil bumi yang diperoleh dari kerja keras sendiri akan diserahkan kepada pemerintah. Perhitungan pencapaian target kerja akan dilakukan di akhir tahun. Apabila ia mampu meraih hasil yang melebihi target maka hal tersebut diperhitungkan sebagai keuntungan pribadi dalam bentuk persenan. Ini dilakukan demi keadilan agar ada perbedaan antara yang rajin dan yang lebih suka bermalas-malasan.

  13. Pedagang/ pengusaha swasta akan dinasionalisasi.

    Saham/ modalnya akan dibeli oleh negara secara bertahap kemudian ia akan menjadi karyawan diusahanya sendiri sedangkan hasilnya disetor kepada negara. Untuk para pedagang/ pengusaha yang mangkrak dan tidak mau menjual usahanya maka dibiarkan saja. Lalu pemerintah membuat jenis usaha yang serupa dengan itu sehingga menjadi tandingannya. Pada akhirnya usaha swasta tersebut akan merugi karena ditinggalkan konsumen sebab semua konsumen yang dibayar/ digaji pemerintah harus membeli kepada negara.

  14. Tidak ada yang terbuang (sampah) dari sistem.

    Pada intinya adalah semua sumber daya bermanfaat bahkan sisa-sisa yang tidak lagi digunakan atau dibuang ketempat sampah masih dapat dimanfaatkan. Disinilah berguna sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Sistem ini tidak akan membuang satupun dari sumber daya yang ada melainkan mendaur ulangnya agar dapat dimanfaatkan kembali.

  15. Pengembangan sistem.

    Apabila manusia makin bertambah banyak maka sistem harus dikembangkan agar menampung pekerja lebih banyak lagi. Salah satunya dengan meningkatkan kebutuhan manusia yang diiringi dengan peningkatan gaji. Menambah tempat wisata dan hiburan dimana masing masing orang dimampukan untuk mengunjunginya (uangnya ada).

    Sesungguhnya semakin banyak manusia maka semakin banyak pula diferensiasi dari kebutuhan manusia. Dimana setiap produk yang dihasilkan akan dibeli oleh masyarakat setempat sesuai dengan jumlah uang yang ia miliki. Meningkatkan jumlah kunjungan ketempat wisata dan hiburan adalah salah satu cara untuk membuat uang tetap berputar dan masyarakat harus diedukasi untuk itu.

Sistem bagi hasil sama rata

Namanya juga proses perdagangan, pasti ada untung ruginya. Jika negara rugi maka harus berbenah dan resikonya ngutang lagi sama IMF, bank dunia dan negar kapitalis lainnya. Namun apabila negara mengalami surplus maka hal itu ditujukan untuk kesejahteraan bersama. Mulai dari menyediakan fasilitas sosial dan yang lainnya yang manfaatnya dapat dirasakan bersama. Atau bisa juga membagikannya langsung ke rakyata (bukan dalam bentuk uang melainkan dalam bentuk barang). Apabila tidak cukup untuk semua maka dapat dilakukan secara bertahap dari tahun ke tahun.

Keterbukaan dan transparansi anggaran

Anggaran negara yang digunakan untuk pendanaan harus jelas. Bila perlu informasinya bisa diakses oleh siapa saja bahkan termasuk oleh rakyat biasa sekalipun. Dengan adanya koneksi jaringan internet dan bantuan beberapa firmware maka transparasi ini dapat didukung penuh. Kejujuran adalah jaminan kinerja yang bermutu sebab tanpa kejujuran maka akan muncul ketidak adilan yang bermuara pada keserakahan.

Pada akhirnya semua orang memiliki fungsi yang benar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab tidak ada yang lebih baik di dunia ini selain menjadi seseorang yang bermanfaat bagi sesama manusia termasuk bagi negara dan juga menjadi seperti “apa yang Tuhan inginkan?“.

Demikian saja ide dari kami. Semoga masukan ini tidak berlebihan dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama.

Salam bahagia!

Iklan

3 comments

  1. […] Intinya adalah mengorientasikan seluruh kebutuhan masyarakat 75% – 90% pada bahan organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Sebab mengembangkan dan mendaur ulang bahan organik tidak sulit melainkan hanya butuh cahaya matahari dan garam dalam waktu tertentu saja. Selanjutnya, Negara adalah sistem yang berputar […]

    Suka

Mohon Kritik & Saran, ini hanya blog pribadi tanpa editor

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s